cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Phone
+6282350565148
Journal Mail Official
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani KM. 4,5 Kel. Kebun Bunga Kec. Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tashwir: Jurnal Penelitian Agama dan Budaya
ISSN : 23389702     EISSN : 30321166     DOI : https://doi.org/10.18592/jt
The focus of this journal is on important and actual issues regarding Islam, social and culture, such as; Religious Values, and Local Wisdom Issues, Islam Integration, History of Islam and Turats. o Contemporary Islamic Religious Social Phenomena o Islamic Spirituality o Religious Values o Local Wisdom Issues o Islam Integration o History of Islam dan Turats.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 113 Documents
Penggunaan Metode K-Means Clustering Dalam Seleksi Mahasiswa Calon Penerima Beasiswa Berprestasidi IAIN Antasari Banjarmasin(Studi Kasus Jurusan Pendidikan Matematika) Sessy Rewetty Revilla, dkk, Sessy Rewetty Revilla
TASHWIR Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i7.601

Abstract

Kesalahan Bahasa Indonesia Dalam Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan Guru Kelas MIN Di Banjarmasin Nur Laila Kadariyah, Nur Laila Kadariyah
TASHWIR Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i7.602

Abstract

Metode Istinbath Hukum Ibn Rusyd Dalam Kitab Bidayah al-Mujtahid Fathurrahman Azhari, Fathurrahman Azhari
TASHWIR Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i8.603

Abstract

Kasus Munasakhah Pada Tiga Kabupaten di Kalimantan Selatan Wahidah, Wahidah
TASHWIR Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i8.604

Abstract

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Pembiayaan Murabahah di Perbankan Syariah Sa`adah, Sa`adah
TASHWIR Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i8.605

Abstract

Pengamalan Zakat di Kalangan Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan Budi Rahmat Hakim, Budi Rahmat Hakim
TASHWIR Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i8.606

Abstract

This study is aimed at identifying and giving description to the practice of zakat performed by muzakki among Banjar people which many have done traditionally. The study seeks to uncover the muzakki concept on zakat, the forms, the patterns, and the procedures, as well as the consideration and motivation in fulfilling their zakat. The study employs descriptive-analysis method and conducts observation, intertview and documentation as the technique in obtaining the data of the study. This case study focuses on five respondents with various background of profession and education. Based on the result of the study, the awareness of Banjar people to fulfill zakat is quite significant. Yet, the practice is limited to ritual, without a proper knowledge on zakat socially. Then, the practice of zakat distribution is traditionally done through the intermediary of tuan guru, kiyai, or a recitation tutor.Zakat in this pattern is likely to be channeled consumptively rather than productively and creatively. The distribution of zakat also seems to give less attention to the priority and the criteria of mustahik and asnaf. The consideration of the muzakki to do so is because they think that it has been the tradition and easier to fulfill zakat as described above. The spirit of spirituality to obtain guidance and pray from tuan guru has also been the underlying reasons for their consideration in fulfilling zakat.Keywords: Zakat, ritual, muzakki, mustahik, tuan guruPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan praktek penunaian zakat yang dilakukan muzakki di kalangan masyarakat Banjar yang banyak dilakukan secara tradisional. Penelitian berupaya mengungkap konsep pemahaman muzakki tentang ibadah zakat, bentuk atau pola dan tata cara yang dilakukan dalam penunaian zakat mereka, serta pertimbangan dan motivasi yang menjadi alasan dan pertimbangan atas pola penunaian zakat yang dilakukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis, dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Penelitian ini bersifat studi kasus dengan memfokuskan pada 5 orang responden dengan latar belakang profesi dan pendidikan yang bervariatif. Berdasarkan temuan hasil penelitian dan analisis data dapat dinyatakan bahwa kesadaran berzakat di lingkungan masyarakat Banjar, khususnya para responden yang menjadi fokus kasus penelitian ini dapat dikatakan cukup tinggi. Namun pengamalan zakat yang dilakukan para responden terbatas pada makna ritual, kurang didukung ilmu pengetahuan mengenai zakat secara sosial. Praktik penyaluran zakat dilakukan secara tradisional melalui perantara seorang kiyai, tuan guru, ataupun guru mengaji. Zakat dalam pola ini lebih banyak disalurkan secara konsumtif dan belum dilakukan secara produktif kreatif. Pemberian zakat pun masih terkesan kurang memperhatikan prioritas mustahik dan kriteria masing-masing asnaf. Pertimbangan yang menjadi motivasi responden berdasarkan alasan lebih praktis dan mudah dalam mengeluarkan zakatnya, disamping karena faktor kebiasaan yang sudah mentradisi. Semangat spritualitas dengan mendapatkan tuntunan dan doa dengan berzakat melalui tuan guru juga menjadi salah satu alasan yang mendasari pertimbangan mereka dalam pola penunaian zakatnya.Kata kunci: zakat, ritual, sosial, muzakki, mustahik, tuan guru
Paradigma Bermazhab Dalam Pembelajaran Fikih Pada Pondok Pesantren di Kalimantan Selatan Dr. Sukarni, M.Ag, dkk, Dr. Sukarni, M.Ag
TASHWIR Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i8.607

Abstract

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Transaksi Jual Beli Intan di Martapura Kalimantan Selatan Amelia Rahmaniah, Amelia Rahmaniah
TASHWIR Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i8.608

Abstract

MENELUSURI NILAI-NILAI ISLAM DALAM ADAT PALANGKAHAN Ramadhan, Ahmad Dzikry; Azmi, Muhammad Ardian Maulana; Anisa, Adisti; Aslamiah, Suwaibatul; Nazar, Muaimin; Efendy, Noor
TASHWIR Vol. 13 No. 01 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i01.14049

Abstract

Abstract: In the wedding practices of the Banjar community, there is a tradition called palangkahan. Palangkahan is a customary tradition practiced by the Banjar people when a younger sister marries before her older sister. This tradition involves a form of compensation or gift, usually in the form of money, as a sign of respect from a younger sister to the older one. The moral values within the palangkahan tradition include honoring women within the family, respecting older siblings, and the practice of exchanging gifts. This study aims to analyze the moral values in the palangkahan tradition and their alignment with Islamic teachings. Islam emphasizes the importance of maintaining family ties, mutual respect, and giving gifts and assistance to relatives. Therefore, although palangkahan is part of local customs, the values it contains are in harmony with Islamic teachings. Based on this analysis, the palangkahan tradition is acceptable in Islam as long as it does not conflict with the principles of Sharia. Keywords: Palangkahan, Banjar Custom, Moral Values Abstrak: Dalam pelaksanaan pernikahan pada masyarakat Banjar ada yang dinamakan dengan palangkahan. Palangkahan merupakan tradisi adat yang dilakukan oleh masyarakat Banjar ketika seorang adik perempuan menikah lebih dahulu dibandingkan kakak perempuannya. Tradisi ini melibatkan tebusan atau pemberian yang biasanya berupa uang, sebagai bentuk penghormatan dari adik kepada kakaknya. Nilai moral dalam adat palangkahan meliputi penghormatan terhadap perempuan dalam keluarga, menghargai saudara yang lebih tua, dan praktik saling memberi hadiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral dalam adat palangkahan  dan kesesuaiannya dengan ajaran Islam. Islam menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, saling menghormati, memberi hadiah dan bantuan kepada kerabat. Oleh karena itu, meskipun palangkahan adalah bagian dari adat istiadat lokal, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya selaras dengan ajaran Islam. Berdasarkan analisis tersebut, adat palangkahan dapat diterima dalam Islam selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat. Kata Kunci: Palangkahan, Adat Banjar, Nilai Moral.
INTEGRASINILAI-NILAI PENDIDIKANaL QURAN DAN BUDAYA DALAM TRADISI MAULID FATIMAH DI KAMPUNG CIKAMPEK KOTA SERANG Agustina, Nanda; Handayani, Putri Mamduhah; Febriani, Ina Salma
TASHWIR Vol. 13 No. 01 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i01.14970

Abstract

Abstact:   Every year, precisely in the month of Rabiul Awwal, Muslims around the world usually commemorate the birth or birthday of the Prophet Muhammad SAW with great joy. However, the people of Banten not only perform the ritual of the birthday of the Prophet Muhammad SAW, but also the "Maulid Fatimah." The people of Banten usually carry out Fatimah's birthday in the month of Rabiul Akhir. Apart from that, for the people of Banten, religious customs have a strong binding force, so abandoning tradition means threatening the continued existence of the community. This research on Fatimah's birthday was carried out as part of the Commemoration of Islamic Holidays (PHBI) which was considered necessary because the people of Banten consider religious values ​​as the main values ​​that are binding and influence other values. Apart from that, for the people of Banten, religious customs have a strong binding force, so abandoning tradition means threatening the continued existence of the community. The aim of this research is not to draw generalizations on the conclusions produced but only to explore in depth the tradition of Fatimah's birthday in Cikampak Village, Serang City. Keyword: Al-Qur’an Education, Tradition, Birthday Of Fatimah                                                                                                                              Abstrak: Setiap tahun tepatnya di bulan Rabiul Awwal umat Islam di seluruh dunia biasanya memperingati hari kelahiran atau maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh suka cita. Akan tetapi di masyarakat Banten tidak hanya melakukan ritual Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga “Maulid Fatimah.” Pelaksanaan Maulid Fatimah biasanya dilaksanakan oleh masyarakat Banten pada bulan Rabiul Akhir. Selain itu bagi masyarakat Banten adat istiadat keagamaan memiliki daya pengikat yang kuat, sehingga meninggalkan tradisi berarti mengancam kelanggengan eksistensi masyarakatnya. Penelitian tentang Maulid Fatimah ini dilakukan sebagai bagian dari Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dianggap perlu karena masyarakat Banten menjadikan nilai agama sebagai nilai utama yang bersifat mengikat dan mempengaruhi nilai-nilai yang lain. Selain itu bagi masyarakat Banten adat istiadat keagamaan memiliki daya pengikat yang kuat, sehingga meninggalkan tradisi berarti mengancam kelanggengan eksistensi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini tidak bermaksud menarik generalisasi atas kesimpulan yang dihasilkan tetapi hanya bermaksud menelusurinya secara mendalam mengenai tradisi maulid Fatimah yang ada di Kampung Cikampak, Kota Serang. Kata Kunci: Pendidikan Al-Qur’an, Tradisi, Maulid Fatimah  

Page 11 of 12 | Total Record : 113