cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Phone
+6282350565148
Journal Mail Official
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani KM. 4,5 Kel. Kebun Bunga Kec. Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tashwir: Jurnal Penelitian Agama dan Budaya
ISSN : 23389702     EISSN : 30321166     DOI : https://doi.org/10.18592/jt
The focus of this journal is on important and actual issues regarding Islam, social and culture, such as; Religious Values, and Local Wisdom Issues, Islam Integration, History of Islam and Turats. o Contemporary Islamic Religious Social Phenomena o Islamic Spirituality o Religious Values o Local Wisdom Issues o Islam Integration o History of Islam dan Turats.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 113 Documents
MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI MARTAPURA DALAM MENJAGA LINGKUNGAN PERSFEKTIF SUNNAH Yulinda, Ratna; Riduan, Ahmad; Sya’ban, Muhammad Fuad
TASHWIR Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i02.15143

Abstract

Abstract: Public Martapura Riverbanks are people who live in the area located between the edge of the riverbed and the foot of the inner embankment, which is on the left and/or right side of the Martapura Riverbed. People still use the river for bathing, washing, cooking and fetching water. However, rivers are also used for urination, even as a place to defecate and dispose of rubbish. In the view of environmental ethics according to Islam, Muslims are reminded of the threats posed by natural destruction, therefore researchers examine community behavior from the perspective of the Sunnah. Researchers used a descriptive qualitative approach, through: interviews, observations and documentation studies. The people on the banks of the Martapura River still do not pay attention to maintaining the environment from a Sunnah perspective, because they still do not pay attention to cleanliness, especially disposing of domestic waste and rubbish along the Martapura River, and pay little attention to the quality of river water even though the river is the source of life for the community in their daily activities. Keywords: Public Martapura Riverbanks, Environment, Sunnah Abstrak: Masyarakat bantaran Sungai Martapura adalah masyarakat yang hidup di area yang terletak di antara tepi palung sungai dan kaki tanggul bagian dalam, yang berada di sisi kiri dan/atau kanan palung Sungai Martapura. Masyarakat masih memanfaatkan sungai untuk mandi, mencuci, memasak, dan mengambil air. Namun, sungai juga digunakan untuk membuang air kecil, bahkan sebagai tempat buang air besar (BAB) dan membuang sampah. Dalam pandangan etika lingkungan menurut Islam, umat Muslim diingatkan akan ancaman yang ditimbulkan oleh kerusakan alam, oleh sebab itu peneliti mengkaji perilaku masyarakat dalam persfektif Sunnah. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui: wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Masyarakat bantaran Sungai Martapura masih belum memperhatikan dalam hal menjaga lingkungan persfektif sunnah, karena masih belum memperhatikan kebersihan khususnya membuang limbah domestik dan sampah di sepanjang Sungai Martapura, dan kurang memperdulikan kualiatas air sungai padahal sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari. Kata Kunci: Masyarakat Bantaran Sungai, Lingkungan, Sunnah
KULTUR MASYARAKAT BANJAR DALAM MERESPON SAKIT: BANJAR CULTURE IN RESPONSE TO ILLNESS Nadia, Helsa
TASHWIR Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i02.15194

Abstract

Dalam menangani penyakit, masyarakat Banjar menggabungkan nilai-nilai tradisi, agama, dan modernitas. Studi ini menyelidiki perilaku kesehatan masyarakat Banjar, terutama dalam hal pencegahan, pengobatan, dan mempertahankan keseimbangan dalam aktivitas sehari-hari. Metode deskriptif-kualitatif digunakan untuk menggambarkan praktik pengobatan tradisional yang masih digunakan, seperti penggunaan tanaman obat dan ritual spiritual. Selain itu, doa-doa dan tokoh agama yang terlibat dalam proses penyembuhan menunjukkan kekuatan agama Islam. Sebaliknya, orang Banjar menggunakan layanan medis modern untuk mengobati penyakit yang lebih parah. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi pengobatan tradisional dan modern menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap perubahan zaman sambil mempertahankan identitas budaya mereka. Ada kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan fisik dan spiritual untuk kesehatan. Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara tradisi dan inovasi medis untuk menciptakan layanan kesehatan yang holistik dan sesuai dengan nilai-nilai budaya.
GAYA KOMUNIKASI DAKWAH GURU TUNGKAL Rifqi, Muhammad; Hasanah, Mir'atun
TASHWIR Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i02.15225

Abstract

Penelitian ini melihat gaya komunikasi dakwah Guru Tungkal, atau KH Fakhruddin Nur, seorang penceramah dari Jambi, di era modern. Penelitian ini menyelidiki konten ceramah yang ditemukan di saluran YouTube Abang Santribanjar dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk menyampaikan pesan keagamaan secara efektif, Guru Tungkal menggunakan kombinasi komunikasi verbal dan non-verbal. Komunikasi verbalnya menggunakan bahasa Banjar yang diselingi humor, yang membuat pesan lebih mudah dipahami dan diterima oleh penonton lokal. Sementara itu, elemen non-verbal seperti ekspresi wajah, gerakan tangan, dan intonasi suara meningkatkan penyampaian pesan dan menciptakan suasana ceramah yang interaktif dan menarik. Akhlak, tauhid, dan ibadah adalah tema dakwah yang paling umum, dengan penekanan pada nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan rasa syukur. Selain itu, Guru Tungkal dan media digital sebagai platform penting untuk memperluas audiensnya dan menjangkau lebih banyak generasi. Penelitian ini menekankan peran penting yang dimainkan oleh media digital dalam mendukung dakwah yang inklusif dan relevan di era modern. Hasilnya memungkinkan mubaligh dan praktisi dakwah untuk membuat strategi komunikasi yang lebih kontekstual dan efektif.
RAJAH DALAM TRADISI MASYARAKAT ACEH utami, Rizka; Auliana, Nisa
TASHWIR Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i02.15491

Abstract

Abstract: Some people in Aceh believe that there are individuals who possess the ability to call upon guardian spirits or khadam that protect them. This is known as "rajah," which is understood as a mantra and prayer, or symbols such as tattoos in certain tribes. This article employs a qualitative approach with ethnographic methods and a sociological perspective. The research findings indicate that Rajah is a form of traditional healing that combines spiritual and symbolic elements, usually performed by individuals considered to have special skills, such as shamans or spiritual experts. In the context of magical healing, rajah is used to counter or neutralize negative energy that may be sent through supernatural means, such as black magic, curses, witchcraft, or peunyaket donya, a term unique to Aceh referring to diseases caused by the malevolent intentions of others. This process typically involves the writing of specific symbols, recitations of prayers, or mantras that are believed to possess the power to protect or heal. The practice aims not only to address physical issues but also to restore the spiritual balance of a person believed to be disturbed by negative energy. In Acehnese culture, peunyaket donya reflects the belief in the influence of magic in daily life, a belief still held by some members of the community. Keywords: Aceh community, Rajah Abstrak:Sebagian masyarakat Aceh percaya bahwa ada individu yang memiliki kemampuan untuk memanggil roh penjaga atau khadam yang melindungi dirinya. Hal tersebut dikenal dengan ungkapan rajah yang dimaknai sebagai mantra dan do’a atau simbol-simbol seperti tato pada suku tertentu. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan pendekatan sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rajah merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang memadukan elemen spiritual dan simbolik, biasanya dilakukan oleh individu yang dianggap memiliki keahlian khusus, seperti dukun atau ahli spiritual. Dalam konteks pengobatan magis, rajah digunakan untuk melawan atau menetralkan energi negatif yang bisa dikirimkan melalui cara-cara gaib, seperti teluh, guna-guna, santet, atau peunyaket donya, yang merupakan istilah khas Aceh untuk penyakit yang disebabkan oleh niat jahat orang lain. Proses ini biasanya melibatkan penulisan simbol tertentu, bacaan doa, atau mantra yang diyakini memiliki kekuatan untuk melindungi atau menyembuhkan. Tujuan praktik ini tidak hanya untuk mengatasi masalah fisik, tetapi juga untuk memulihkan keseimbangan spiritual seseorang yang diyakini terganggu oleh energi negatif. Dalam budaya Aceh, peunyaket donya mencerminkan keyakinan terhadap pengaruh magis dalam kehidupan sehari-hari, yang masih diyakini oleh sebagian masyarakat. Kata Kunci: Masyarakat Aceh, Rajah
Pengeluaran Keluarga Untuk Pendidikan Buseri, Kamrani
TASHWIR Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i5.583

Abstract

Pengembangan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler Keagamaan di Sekolah (Studi Pada SMA di Kota Banjarmasin) tarwilah, Tarwilah; raihanah, Raihanah; siti Aisyah, Siti Aisyah
TASHWIR Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i5.584

Abstract

Characters are the values of human behavior associated with the One Almighty God, ourselves, our fellow human beings, our environment and nation which are embodied in our mind, attitudes, feelings, words and actions based on legal norms, manners, culture and customs. Extracurricular activities are one of the parts of the student development program as an effort in improving the quality of education. In the 2013 curriculum, extracurricular activities are positioned as curriculum operational devices (supplements and complements) which include the religious extracurricular activities.Among the character values that can be developed through religious extracurricular activities are: religious values, honesty, tolerance, discipline, perseverance, creativity, independence, democratic, curiosity, the spirit of nationalism and patriotism, and responsibility.Keywords: Characters, extracurricular, religiousKarakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari program pembinaan kesiswaan, termasuk kelompok bidang peningkatan mutu pendidikan. Dalam kurikulum 2013, kegiatan ekstrakurikuler diposisikan sebagai perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, termasuk di dalamnya adalah kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Semua nilai-nilai karakter dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, di antaranya: nilai religius, karakter kejujuran, karakter toleransi, karakter disiplin, karakter kerja keras, karakter kreatif, karakter mandiri, karakter demokratis, karakter rasa ingin tahu, karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air, dan karakter tanggung jawab. Kata kunci: Karakter, ektrakurikuler, keagamaan
Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Model se-Kalimantan Selatan (Perspektif Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah dan Madrasah) dkk, Muhammad Yuseran
TASHWIR Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i5.585

Abstract

Model Kepemimpinan Partisipatif Dalam Pengembangan Mutu Lembaga di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin Zuhri, Murhan
TASHWIR Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i5.586

Abstract

Attitude Towards Language Use In Digital Rahmila, Rahmila
TASHWIR Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i5.587

Abstract

The development of information communication technology (ICT) and digital media has enabled people to communicate with each other in a more sophisticated way. This research was conducted to find out the attitude of students toward digital communication and the attitude of lecturers toward digital communication compared to that of students. This research used a quantitative approach with cross-sectional survey design.The research participantswere 112 student of English Department Faculty of Tarbiyah and Teacher Training and 22 lecturers who teach at English Department and Language Service Center IAIN Antasari Banjarmasin. Data were collected through questionnaire which consists of 28 item statements using Likert scale and 3 open-ended questions.The findings reveal that students and lecturers are familiar with the use of language features in digital communication such as abbreviation, acronyms, and emoticons. They agree that language use in digital communication is innovative and creative. However, the majority of respondents think that awareness toward audience and context is very important so we should use language style appropriately. Key words: Digital Communication, Language Use, AttitudePerkembangan teknologi komunikasi dan informasi dan media digital memungkinkan orang untuk dapat saling berkomunikasi denngan sesama dengan lebih canggih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap siswa terhadap komunikasi digital dan membandingkannya dengan sikap dosen terhadap komunikasi digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain survey silang. Responden penelitian adalah 112 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan 22 dosen yang mengajar pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) IAIN Antasari Banjarmasin. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang terdiri dari 28 item yang disusun dalam skala likert dan tiga pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa dan dosen telah akrab dengan fitur-fitur bahasa yang digunakan dalam komunikasi digital seperti singkatan, akronim, dan emotikon. Mereka setuju bahwa penggunaan bahasa dalam komunikasi digital bersifat inovatif dan kreatif. Namun demikian, mayoritas respon den berpendapat bahwa kesadaran terhadap lawan bicara/pendengar dan konteks adalah hal yang penting sehingga kita perlu menggunakan gaya bahasa yang sesuai.Kata kunci: Kounikasi Digital, Penggunaan Bahasa, Sikap
Efektivitas Evaluasi Pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ukhuwah Kota Banjarmasin Norlaila, Norlaila
TASHWIR Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v3i5.588

Abstract

Page 9 of 12 | Total Record : 113