cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Phone
+6282350565148
Journal Mail Official
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani KM. 4,5 Kel. Kebun Bunga Kec. Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tashwir: Jurnal Penelitian Agama dan Budaya
ISSN : 23389702     EISSN : 30321166     DOI : https://doi.org/10.18592/jt
The focus of this journal is on important and actual issues regarding Islam, social and culture, such as; Religious Values, and Local Wisdom Issues, Islam Integration, History of Islam and Turats. o Contemporary Islamic Religious Social Phenomena o Islamic Spirituality o Religious Values o Local Wisdom Issues o Islam Integration o History of Islam dan Turats.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 113 Documents
PENINGKATAN LITERASI AL-QUR’AN DI KALANGAN IBU-IBU DEWASA DAN LANSIA DI DESA NUSA INDAH (JAMA’AH MAJLEIS TAKLIM RAUDHATUL JANNAH) Munirah, Nida
TASHWIR Vol. 11 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i02.11490

Abstract

Abstract: This research was motivated by the lack of ability of the people of Nusa Indah, especially the elderly, to read the Koran. It is hoped that this research will help the people in Nusa Indah Village to be able to read the Koran according to the correct Tajwid reading instructions. The method used in this research is a qualitative method with a case study type. The results of the research show that after learning to read the Al-Qur'an using the Iqra method, reading repeatedly, face-to-face, with homework, to increase interest in learning to read the Al-Qur'an, as well as the participation of elderly mothers in learning to read the Al-Qur'an becomes more conducive. Keywords: Al-Quran literacy, adults and the elderly, methods of reading the Al-Quran Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi dari kekurangmampuan masyarakat Nusa Indah terutama lansia dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini  diharapkan dapat membatu masyarakat yang ada di Desa Nusa Indah agar dapat membaca Al Quran  sesuai dengan tuntunan bacaan Tajwid yang benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melakukan pembelajaran membaca Al Quran dengan metode Iqra, membaca berulang-ulang, tatap muka, Tugas Rumah, untuk meningkatkan minat belajar membaca Al Qur’an, serta partisipasi  ibu-ibu Lansia dalam belajar membaca  Al-Qur’an menjadi lebih kondusif.  Kata Kunci: Literasi Al-Quran, dewasa dan lansia, metode membaca Al-Quran
TRADISI MAULID NABI MUHAMMAD DALAM SASTRA BANJAR Nordiana, Lia
TASHWIR Vol. 11 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i02.11507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Maulid Nabi Muhammad dalam sastra Banjar. Sastra Banjar merupakan karya sastra yang ditulis menggunakan bahasa Banjar atau karya sastra yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang mengungkapkan sesuatu yang berkaitan dengan etnografi orang Banjar. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data-data yang digunakan meliputi berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh, dan paragraf yang berhubungan dengan tradisi Maulid Nabi Muhammad dalam karya sastra itu yaitu, Bacina Buta karya Hatmiati Masy’ud dan Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Maulid Nabi Muhammad dalam sastra meliputi gambaran masyarakat yang bersama-sama saling gotong royong dalam pelaksanaan, seperti membersihkan dan menghias masjid, membuat bunga rampai, hingga menjadikan rangkaian kembang barenteng khas Kalimantan Selatan sebagai salah satu bagian yang tidak terlupakan. Selain itu, bulan mulud juga dianggap masyarakat Kalimantan Selatan sebagai bulan yang baik untuk melaksanakan pernikahan.
FENOMENA TAJDID NIKAH PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DI INDONESIA Atamy, Wahyu Fitrianoor; Norfadillah, Norfadillah
TASHWIR Vol. 11 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i02.11521

Abstract

Abstract Renewal of marriage contracts, or what is familiarly called tajdid nikah, has been very popular lately, based on various reasons, while positive law has regulated the obligation to register marriages, both in article 2 of the marriage law, KHI in article 6, and PMA no. 19 of 2018. This phenomenon which is contrary to statutory regulations is the author's attention in researching this legal phenomenon. Type of empirical normative legal research with a positive legal approach, with qualitative methods. The results of this research state that the factors causing tajdid nikah are divided into two parts, first; positive factors, such as errors in the implementation of previous contracts, which with this tajdid are straightened out so that the contract is valid. Second; negative factors, such as getting rid of bad luck, Sharpmul (beautifying the marriage contract), and hoping for blessings from certain scholars. Meanwhile, if viewed from positive law, the motive for tajdid nikah is mostly contrary to the positive law that is already in force, due to the lack of results from this tajdid practice. However, if the motive of the couple doing this tajdid is to correct a mistake, this is justified for the sake of the validity of their marriage. Keywords: Tajdid Nikah, Marriage Law Abstrak Pembaruan akad nikah atau yang akrab disebut tajdid nikah, sangat marak belakangan ini, dengan dilatari dari berbagai alasan, sedangkan hukum positif telah mengatur tentang wajibnya pencatatan pernikahan, baik pada pasal 2 undang-undang perkawinan, KHI di pasal 6, dan PMA no. 19 tahun 2018. Fenomena yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan ini menjadi perhatian penulis dalam meneliti fenomena hukum ini. Jenis penelitian hukum normatif empiris dengan pendekatan hukum positif, dengan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menyatakan, faktor penyebab terjadinya tajdid nikah ini dibagi menjadi dua bagian, pertama; faktor positif, seperti adanya kekeliruan dalam pelaksanaan akad terdahulu, yang dengan tajdid ini diluruskan agar akadnya sah. Kedua; faktor negative, seperti tradisi untuk buang sial, tajammul (memperindah akad nikah), dan mengharap barokah dari ulama tertentu. Sedangkan jika ditinjau dari hukum positif, motif tajdid nikah kebanyakan bertentangan dengan hukum positif yang sudah berlaku, dikarenakan nihilnya asil yang dilakukan praktik tajdid ini. Akan tetapi jika motif pasangan yang melakukan tajdid ini untuk memperbaiki kekeliruan, hal ini dibenarkan demi keabsahan dalam pernikahan mereka. Kata Kunci: Tajdid Nikah, Hukum Perkawinan
CYBERDAKWAH ALA ISLAM KONSERVATIF: Analisis Isi Dakwah Akun Instagram @salaf.ittiba Shalehah, Juraida
TASHWIR Vol. 11 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i02.11544

Abstract

Abstract Conservative Islam has a significant influence on Muslim societies, and the propagation of conservative Islamic preaching often takes place through social media. Therefore, research on conservative Islamic cyber preaching (Cyberdakwah) becomes important to understand how preaching is conducted and to identify the themes and messages conveyed by conservative Islamic preachers and scholars through social media. Thus, this research aims to provide an overview of conservative preaching and analyze the content of the preaching messages on the Instagram account @salaf.ittiba, which is one of the popular accounts for conservative Islamic preaching on social media. The method used for content analysis represents an effort to portray conservative Islamic preaching in the online realm. The research is conducted as a literature review employing a qualitative descriptive approach. Research data is examined through both literature and the posts available on the preaching account. The research findings indicate that the themes and messages conveyed by the @salaf.ittiba account revolve around Faith, Worship, and Morality. Furthermore, the conveyed preaching also emphasizes the significance of following the Sunnah of Prophet Muhammad (PBUH) and rejecting practices deemed as innovation (bid'ah). The conveyed preaching also tends to underscore conservative aspects of morality and religiosity. Keywords: Cyber Preacing, Conservative Islam, Content Analysis, Instagram Abstrak Islam konservatif memiliki pengaruh yang signifikan pada masyarakat Muslim, dan dakwah ala Islam konservatif seringkali disampaikan melalui media sosial. Oleh karena itu, penelitian tentang cyberdakwah ala Islam konservatif menjadi penting untuk mengetahui menggambarkan bagaimana dakwah yang dilakukan sekaligus mengidentifikasi tema dan pesan dakwah yang disampaikan oleh para dai dan ulama Islam konservatif melalui media sosial. Maka penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran dakwah konservatif sekaligus menganalisis isi pesan dakwah pada akun Instagram @salaf.ittiba, yang merupakan salah satu akun dakwah Islam konservatif yang populer di media sosial. Metode analisis isi yang dilakukan adalah upaya representasi dari dakwah Islam konservatif di dunia maya. Jenis penelitian yang dilakukan ialah kajian pustaka menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian dikaji melalui literature juga unggahan-unggahan yang ada pada akun dakwah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dan pesan yang disampaikan oleh akun @salaf.ittiba adalah tentang Akidah,Ibadah dan Akhlak. Selain itu, dakwah yang disampaikan juga menekankan pentingnya mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW dan menolak praktek-praktek yang dianggap bid'ah. Juga dakwah yang disampaikan cenderung menekankan pada aspek-aspek moral dan religiusitas yang bersifat konservatif. Kata Kunci: Cyberdakwah, Islam Konservatif, Analisis Isi, Instagram
PERAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA TERHADAP ADAPTASI MAHASISWA PERANTAU DI SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI AMUNTAI Noorrahman, Mohammad Fajar
TASHWIR Vol. 11 No. 02 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i02.11620

Abstract

The phenomenon of student exchange and migrant students is becoming increasingly common. Students who choose to continue their studies outside the region are not only faced with academic demands, but are also expected to be able to adapt to new social and cultural environments. The adaptation process involves the involvement of intercultural communication, where students must be able to interact with the local community. Therefore, this adaptation is very necessary to be able to adapt to the new environment. This research uses a quantitative method where samples are drawn using a purposive sampling technique. The research subjects were 236 students of STIA Amuntai semester 1 with migrant student status. The instruments used were adaptation and intercultural communication. Based on the results of the person product moment correlation analysis, it is known that the correlation coefficient is r = -0.425, which means there is a significant relationship between Intercultural Communication and adaptation with the direction of the relationship between the two variables being positive, which means that the higher the Intercultural Communication, the higher the adaptation. The effective contribution of Intercultural Communication to adaptation is 18.06%, while the other 81.94% of the contribution is influenced by other variables. Keywords:. Intercultural Communication, Adaptation, Domestik Student From Different Cities
WAFAK DAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT BANJAR Nazwa, Radiatun
TASHWIR Vol. 12 No. 01 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i01.12870

Abstract

Abstract: This research is motivated by the phenomenon of wafak which is believed by the Banjar community. Many Banjar communities use wafak for various purposes. This is certainly related to the beliefs of the Banjar community itself, so wafak needs to be seen in the spiritual view of the Banjar community. This research aims to find out wafak in the beliefs of the banjar community and how the banjar community uses wafak in relation to spirituality. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The results of the research show that wafak is a culture of the Banjar community in South Kalimantan which is believed to be an intermediary to be a guardian, a mediciner, a benefactor, a summoner of sustenance to the authority of its users. Wafak is found in many forms and types, as well as with diverse functions. The banjar community believes that wafak is only a form of effort and prayer, and remains convinced that everything in the world is governed only by Allah swt. Many Banjar communities use wafak as tawasul or a form of tabaruk (taking blessings) from the writings on the wafak. And continue to exercise the nature of being a servant, that is, by trying. Even the process of making and using wafak is not separated from the hope that it will always be accepted by Allah swt. Keywords: Wafak, spiritual, Banjar community. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena wafak yang diyakini oleh masyarakat Banjar. Banyak masyarakat Banjar menggunakan wafak dengan berbagai macam tujuan. Hal tersebut tentunya terkait dengan kepercayaan masyarakat Banjar sendiri, maka wafak perlu dilihat dalam pandangan spiritual masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wafak dalam kepercayaan masyrakat banjar dan bagaimana masyarakat banjar menggunakan wafak dalam hubungannya dengan spiritualitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wafak merupakan budaya masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang dipercaya bisa menjadi perantara untuk menjadi penjaga, pengobatan, pengasih, pemanggil rezeki hingga untuk kewibawaan bagi penggunanya. Wafak banyak ditemukan dengan berbagai bentuk dan jenis, serta dengan fungsi yang beragam. Masyarakat banjar menyakini bahwa wafak hanyalah bentuk ikhtiar dan do’a, dan tetap yakin bahwa segala sesuatu di dunia diatur hanya oleh Allah swt. Banyak masyarakat banjar yang menggunakanwafak sebagai tawasul atau bentuk tabaruk (mengambil keberkahan) dari tulisan yang ada pada wafak tersebut. Dan tetap menjalankan fitrah sebagai seorang hamba yaitu dengan berusaha. Bahkan proses pembuatan dan penggunaan wafak pun tidak terlepas dari harapan agar senantiasa dikabulkan oleh Allah swt. Kata Kunci: Wafak, Spiritual, Masyarakat Banjar
FENOMENA PERJODOHAN DI PONDOK PESANTREN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KELUARGA SAKINAH Ramadhan, Mufti
TASHWIR Vol. 12 No. 01 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i01.13236

Abstract

Abstract: This research discusses the phenomenon of arranged marriages in Islamic boarding schools and its implications for the Sakinah family based on the Decree of the Minister of Religion of the Republic of Indonesia Number 3 of 1999 concerning the Development of the Sakinah Family Movement. This type of research is field research which is descriptive qualitative in nature. The subjects of this research were married alumni and kiyais who were making matches. Meanwhile, the object of this research is a general description of the phenomenon of arranged marriages in Islamic boarding schools and its implications for the Sakinah family. Data collection was carried out by data mining, the author used observation, interviews and documentation techniques. Meanwhile, data processing techniques are carried out by editing, verification and analysis. Based on the research results, it is known that the Arranged Marriage Phenomenon has been realized up to now based on the efforts and role of the Chairman to match his students and the good response of his students to the matchmaking, and this matchmaking has good implications and is included in sakinah III plus based on the benchmarks stated in the letter Decree of the Minister of Religion of the Republic of Indonesia number 03 in 1999 concerning the development of the Sakinah family movement. Keywords: Phenomenon, Arranged Marriage, Sakinah Abstrak : Penelitian ini membahas tentang Fenomena Perjodohan di Pondok Pesantren serta Implikasinya Terhadap Keluarga Sakinah berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1999 Tentang Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah. Jenis penelitian ini adalah penelitian mix method yaitu lapangan (field research) dan normatif yang bersifat diskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah alumni yang sudah menikah serta para kiyai yang menjodohkan. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah gambaran umum tentang fenomena perjodohan di Pondok Pesantren serta implikasinya terhadap keluarga sakinah. Hasil dari penelitian ini, diketahui bahwa Fenomena Perjodohan terealisasi sampai sekarang berdasarkan upaya dan peran kiyayi untuk menjodohkan para Santrinya dan respon baik dari santri-santrinya terhadap perjodohan tersebut, serta perjodohan ini berimplikasi baik dan termasuk sakinah III plus berdasarkan tolak ukur yang di tertera dalam surat keputusan menteri agama republik Indonesia pada nomor 03 pada tahun 1999 tentang pembinanan gerakan keluarga sakinah. Kata kunci: Fenomena, Perjodohan, implikasi keluarga Sakinah
EFEK SISTEM KEKERABATAN BILATERAL MASYARAKAT BANJAR Hasanah, Nurul
TASHWIR Vol. 12 No. 01 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i01.13498

Abstract

Abstract: Other geographical conditions of South Kalimantan include many swamps and rivers. The largest ethnic group in South Kalimantan is the Banjar tribe. Urang Banjar (Banjar people) are the largest ethnic group inhabiting the province. The aim of this research is to identify the impact of the bilateral kinship system in South Kalimantan society. The study area of this research is Banjarmasin, the capital city of South Kalimantan province using a descriptive-qualitative method. The results of the research discussion show two main findings, namely the traditions in bilateral kinship in Banjar society and the positive effects of bilateral kinship in Banjar society. Keywords: Bilateral Kinship, Banjar Society. Abstrak: Kondisi geografis Kalimantan Selatan lainnya meliputi banyak rawa dan sungai. Suku terbesar di Kalimantan Selatan adalah suku Banjar. Urang Banjar (orang Banjar) merupakan kelompok etnis terbesar yang mendiami provinsi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak sistem kekerabatan bilateral dalam masyarakat Kalimantan Selatan. Wilayah studi dari penelitian ini adalah Banjarmasin, ibu kota provinsi Kalimantan Selatan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil dari pembahasan penelitian menunjukkan dua temuan utama, yaitu tradisi dalam kekerabatan bilateral pada masyarakat Banjar dan efek positif. Kata Kunci: Kekerabatan Bilateral, Masyarakat Banjar
AKSARA ARAB MELAYU DI KESULTANAN MELAYU Ulfa, Marhamah
TASHWIR Vol. 12 No. 01 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i01.13515

Abstract

Abstract: The background to this research is the development of the Malay Arabic script in Indonesia, which was initially influenced by the spread of Islam using the Arabic language. This research uses a literature review (research library) with qualitative methods based on sociolinguistic studies. The results of this research show that the Malay Sultanate paid attention to the Arabic-Malay script which is visible in the people of Riau, making Malay Arabic a local content subject in formal and non-formal education to preserve the Malay Arabic script. Keywords: Arabic-Malaya, Malay Sultanate   Abstrak: Latar belakang penelitian ini adalah berkembangnya aksara arab melayu di Indonesia yang awalnya dipengaruhi oleh persebaran agama islam dengan bahasa arab.  Penelitian ini menggunakan kajian pustaka (library riset) dengan metode kualitatif berdasarkan kajian sosiolingustik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesultanan melayu memberikan perhatian terhadap aksara arab-melayu yang terlihat pada masyarakat yang berada di Riau menjadikan bahasa Arab Melayu sebagi mata pelajaran muatan lokal pada pendidikan formal dan non-formal untuk melestarikan aksara Arab Melayu  Kata Kunci: Arab-Melayu, Kesultanan Melayu  
“BAPUKUNG” IDENTITAS BUDAYA LOKAL SUKU BANJAR DI TEMBILAHAN Andrian, Riko
TASHWIR Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i02.14708

Abstract

Abstract: The bapukung tradition is a cultural heritage of the Banjar people that has existed since ancestral times. This tradition is practiced when a child is fussy, tired, or experiencing stomach pain and crying continuously. The bapukung method involves placing the child in a swing in a seated position, with the neck supported using a tapih (a traditional lower cloth), allowing the baby to sleep soundly for up to 12 hours. Bapukung is typically performed on babies aged 2 to 9 months. To help the baby fall asleep, lullabies containing prayers and parental hopes are often sung. This study employs a qualitative approach using ethnographic methods, viewing culture not merely as a product but as a continuously evolving process. Data collection was conducted through interviews and direct observations of the Tembilahan community who practice the bapukung tradition. The findings of this research indicate that, despite modernization and technological advancements influencing baby-carrying practices, the fundamental principles of the bapukung tradition are still upheld by the Banjar community in Tembilahan. This tradition remains an integral part of daily life and serves as an effort to preserve local cultural heritage. Keywords: Bapukung, Banjar Tribe Abstrak: Tradisi bapukung merupakan warisan budaya dari suku Banjar yang telah ada sejak zaman nenek moyang. Tradisi ini dilakukan ketika anak sedang rewel, lelah, atau mengalami sakit perut serta menangis terus-menerus. Cara bapukung dilakukan dengan memasukkan anak ke dalam ayunan dalam posisi duduk, dengan bagian lehernya disangga menggunakan tapih (kain bawahan), sehingga bayi dapat tidur nyenyak selama sekitar 12 jam. Bapukung umumnya dilakukan pada bayi berusia 2 hingga 9 bulan. Untuk membantu bayi tidur, biasanya ada nyanyian pengantar tidur yang mengandung doa dan harapan orang tua untuk anaknya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi etnografi yang melihat budaya tidak hanya sebagai hasil atau produk, tetapi sebagai suatu proses yang terus berkembang. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung kepada masyarakat Tembilahan yang melakukan tradisi bapukung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun modernisasi dan pengaruh teknologi membawa perubahan dalam cara mengayun bayi, prinsip dasar dari tradisi bapukung tetap dijaga oleh masyarakat Banjar di Tembilahan. Tradisi ini masih hidup dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan budaya lokal. Kata Kunci: Bapukung, Suku Banjar

Page 8 of 12 | Total Record : 113