cover
Contact Name
Diyah Tri Utami
Contact Email
diyahtriutami12@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jaht@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Jl. Kolonel Sutarto Nomor 150K, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Applied Agriculture, Health and Technology
ISSN : 29634873     EISSN : 29633028     DOI : 10.20961/jaht.v2i2.793
Journal of Applied Agriculture, Health and Technology, abbreviated JAHT, is an open-access, peer-reviewed journal published biannually. JAHT aims to update the applied agriculture, pharmacy, health community issues, applied engineering, and technology and accepts original research, review articles, and short communications.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): December" : 5 Documents clear
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan CVS Pada Pekerja Bagian KPI BBWS Bengawan Solo Noor Fajriyah, Hamidah; Fajariani, Ratna; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i2.806

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah kumpulan gejala ketidaknyamanan mata yang terjadi akibat sering atau lama menatap layar monitor. Penelitian memiliki tujuan memahami faktor yang berkaitan akan keluhan Computer Vision Syndrome. Penelitian merupakan observasional analitik, menggunakan desain cross sectional. Responden merupakan pekerja bidang KPI BBWS Bengawan Solo sebanyak 52 responden. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Penelitian memanfaatkan penggaris dalam ukur jarak mata responden terhadap monitor, lux meter untuk mengukur intensitas pencahayaan, dan kuesioner CVS sebagai alat ukur pengambilan data. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Somers’ d untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil korelasi Somers’d memperlihatkan 3 faktor analisis ada 2 faktor dengan keterkaitan secara signifikan akan keluhan CVS, yaitu lama istirahat mata dengan nilai p = 0,000 dan r = 0,705 serta jarak mata terhadap monitor dengan nilai p = 0,001 dan r = 0,412.
Hubungan Pengetahuan Perawat IGD Tentang Triase Terhadap Response Time Triase Pasien di IGD Rumah Sakit Mitra Plumbon Safitri, Evie; Fadila, Erida; Sumarni
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i2.3040

Abstract

Jumlah kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) terus meningkat sehingga menuntut pelayanan yang cepat dan tepat melalui sistem triase yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan perawat IGD tentang triase dengan response time triase pasien di Rumah Sakit Mitra Plumbon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 37 perawat IGD yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan triase dan lembar observasi response time yang dikategorikan menjadi cepat (≤5 menit) dan lambat (>5 menit). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square (ρ<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki pengetahuan baik (59,5%) dan cukup (40,5%), sementara sebagian besar response time triase pasien termasuk kategori cepat (70,3%). Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dan response time triase (ρ=0,000; ρ<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan triase perawat berkontribusi terhadap percepatan response time dan menjadi dasar bagi manajemen IGD dalam perencanaan pelatihan triase serta peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan.
Evaluasi Tatalaksana Penggemukan Domba Garut dan Analisis Kelayakan Usaha di Peternakan Somo Farm, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Rahmawati, Woro Dwi; Azzizah, Intan Nur; Darmawan, Muhammad Arif
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i2.3058

Abstract

Di Indonesia, domba memiliki potensi besar untuk dibudidayakan karena relatif mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, berkembang biak dengan cepat, dan minat masyarakat Indonesia terhadap konsumsi daging domba terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini dilakukan di Somo Farm Bantul, Yogyakarta. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas domba dan menganalisis kelayakan usaha peternakan Somo Farm. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi konsumsi pakan; berat badan awal, dan berat badan akhir dari 10 ekor domba untuk menentukan produktivitas domba yang meliputi ADG; FCR; FCG; dan FER. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata ADG adalah 0,121 kg/ekor/hari dan FCR adalah 12,1, yang menunjukkan bahwa manajemen pakan efisien. Nilai FCG adalah Rp 35.273, FER adalah 8,27%, sedangkan IOFC adalah Rp 3.160/ekor/hari. Analisis bisnis menunjukkan bahwa Somo Farm memiliki total biaya produksi sebesar Rp 88.104.250/tahun dengan total pendapatan sebesar Rp 100.700.000/tahun, menghasilkan keuntungan sebesar Rp 12.595.750/tahun. Nilai break event poin (BEP) tercapai pada Rp 80.108.854 atau setara dengan 30 ekor domba. Dapat disimpulkan bahwa usaha penggemukan domba di Somo Farm layak dikembangkan, baik dari aspek teknis maupun finansial.
Fortifikasi Puree Wortel dan Labu Kuning pada Sosis Ayam sebagai Upaya Peningkatan Kandungan β-Karoten Ismaningtyas, Dina; Khotimah, Khusnul
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i2.3140

Abstract

Sosis merupakan produk olahan daging yang digemari masyarakat karena praktis dan memiliki daya terima luas, namun umumnya masih memiliki keterbatasan dari sisi kandungan zat gizi fungsional. Penelitian sebelumnya mengenai fortifikasi vitamin A atau β-karoten pada produk daging umumnya masih berfokus pada mutu sensoris dan proksimat, serta belum menekankan kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan vitamin A harian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fortifikasi puree wortel (Daucus carota) dan labu kuning (Cucurbita moschata) terhadap karakteristik sensoris dan kimia sosis ayam, serta menilai potensinya sebagai sumber provitamin A. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu perbandingan konsentrasi puree wortel dan labu kuning yang terdiri atas empat formulasi: F1 (2,5%:12,5%), F2 (5%:10%), F3 (7,5%:7,5%), dan F4 (10%:5%). Parameter yang dianalisis meliputi uji sensoris (warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan), analisis proksimat, serta kadar β-karoten. Data sensoris dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis, sedangkan data kimia dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F4 memiliki tingkat penerimaan sensoris tertinggi pada seluruh parameter. Sosis F4 memiliki kadar air 63,30%, abu 2,03%, protein 17,18%, lemak 1,46%, dan karbohidrat 16,02%, yang seluruhnya memenuhi standar SNI 3820:2015. Kandungan β-karoten sosis F4 sebesar 6.750,67 μg/100 g atau setara dengan 562,56 μg RAE vitamin A. Hasil ini menunjukkan bahwa fortifikasi puree wortel dan labu kuning dapat meningkatkan nilai gizi sosis ayam serta mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis daging yang terjangkau dengan memanfaatkan bahan lokal, sebagai sumber provitamin A tambahan bagi kelompok rentan defisiensi vitamin A.
Hubungan Kelembapan Udara dan Intensitas Pencahayaan Dengan Sick Building Syndrome di Departemen K3 PT X Jakarta Nurrohmah; Harjono, Afrian Eskartya; Wijayanti, Reni; Widjanarti, Maria Paskanita
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i2.3209

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sangat berkaitan dengan kondisi kualitas udara dan lingkungan fisik di dalam sebuah bangunan. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2022 diperkirakan sekitar 3,2 juta orang akan meninggal sebelum waktunya akibat penyakit yang disebabkan oleh polusi udara di dalam ruangan Penelitian ini memfokuskan kajian pada dua faktor fisik utama yang diduga menjadi pemicu gejala tersebut, yakni tingkat kelembapan udara serta intensitas pencahayaan di area kerja. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh atau total sampling, di mana seluruh populasi sebanyak 81 responden dilibatkan dalam studi. Untuk menjamin validitas data, proses pengukuran dilakukan secara objektif menggunakan instrumen hygrometer untuk memantau kelembapan dan lux meter untuk mengukur kuat penerangan. Selain itu, kuesioner khusus SBS digunakan untuk mengidentifikasi persepsi keluhan kesehatan dari para pekerja. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank mengungkapkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara kelembapan udara terhadap kemunculan SBS (p=0,000). Temuan serupa juga diperoleh pada variabel intensitas pencahayaan yang menunjukkan nilai signifikansi p=0,000. Melalui uji regresi linier berganda, diketahui bahwa secara simultan kelembapan dan pencahayaan memberikan kontribusi sebesar 54,7% terhadap risiko terjadinya SBS. Dari kedua variabel tersebut, kelembapan udara ditemukan sebagai faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kesehatan pekerja, dengan nilai t sebesar 6,251 dan nilai p<0,05. Hal ini menunjukkan perlunya manajemen lingkungan kerja yang lebih ketat guna menekan prevalensi keluhan kesehatan di perkantoran.

Page 1 of 1 | Total Record : 5