cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
jpmi@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Address: Metuk No.8 RT.2 RW. 1, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
ISSN : 3026717X     EISSN : 30264855     DOI : https://doi.org/10.62017/jpmi.v1i4
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Jurnal ini memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu antara lain pendidikan, ekonomi, teknik, pertanian, sosial, humaniora, dan komputer. JPMI terbit dua bulan sekali, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember di terbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 418 Documents
Peningkatan Pemahaman Wajib Pajak Melalui Pendampingan Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Coretax di Kpp Semarang Barat Shinta Dewi Ariyanti; Vita Fitriana; Aulia Asifani; Hielda Caskia Ekananta; Gita Agniatus Solihah; Ana Zahrotun Nihayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.7624

Abstract

Transformasi digital perpajakan melalui sistem Coretax bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan Wajib Pajak, namun masih terkendala oleh rendahnya pemahaman pengguna. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman Wajib Pajak Orang Pribadi dalam pelaporan SPT Tahunan melalui pendampingan langsung di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang Barat.  Metode yang digunakan adalah service learning yang dilaksanakan melalui pendampingan partisipatif dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pretest–posttest untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukan peningkatan pemahaman dari 70,58% menjadi 74,53%. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan pemahaman teknologi dan kelengkapan dokumen. secara keseluruhan, pendampingan memberikan dampak positif dalam mendukung pemahaman dan kepatuhan Wajib Pajak.
EDUKASI PENCEGAHAN CYBERBULLYING MELALUI LITERASI DIGITAL PADA SDN 1 PILANG Muangsal; Lilis Suharti; Muhammad Furqon; Raniawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.7629

Abstract

Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan penyuluhan interaktif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan tim pelaksana pengabdian. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal, pemberian materi mengenai literasi digital dan bahaya cyberbullying, diskusi interaktif, permainan edukasi, hingga evaluasi kegiatan. Selain itu, disediakan pula kotak curhat sebagai sarana bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman, perasaan, maupun permasalahan yang berkaitan dengan bullying dan persoalan pribadi lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan cyberbullying mengalami peningkatan. Siswa juga mulai menyadari pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital, melindungi data pribadi, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan terbebas dari tindakan cyberbullying melalui penguatan literasi digital sejak usia dini.
Studi Kasus Penyebab Rendahnya Pemanfaatan Bangunan Irigasi Ladang oleh Petani Ladang di Kabupaten Maluku Tenggara Eustachius K.A Batmomolin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.7643

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab rendahnya pemanfaatan bangunan irigasi ladang oleh petani ladang di Kabupaten Maluku Tenggara. Bangunan irigasi ladang dibangun untuk mendukung ketersediaan air bagi pertanian lahan kering, terutama pada wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air dan ketergantungan terhadap musim. Akan tetapi, pemanfaatannya belum berjalan optimal karena sebagian petani masih jarang menggunakan fasilitas tersebut dalam kegiatan budidaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap petani ladang, pengelola irigasi, kelompok tani, serta pihak terkait di tingkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemanfaatan bangunan irigasi ladang dipengaruhi oleh faktor teknis, ekonomi, kelembagaan, dan sosial. Faktor teknis meliputi keterbatasan kapasitas pompa dan pemeliharaan sarana irigasi. Faktor kelembagaan berkaitan dengan belum optimalnya pengaturan penggunaan dan pembiayaan operasional. Temuan utama menunjukkan bahwa biaya bahan bakar mesin pompa diesel menjadi faktor paling memberatkan petani. Mahalnya bahan bakar membuat petani membatasi penggunaan irigasi, terutama ketika hasil panen belum pasti dan kebutuhan penyiraman berlangsung berulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan pemanfaatan bangunan irigasi ladang memerlukan dukungan teknologi yang lebih hemat energi, penguatan kelembagaan petani, dan skema pembiayaan operasional yang lebih terjangkau.
Pendampingan Penggunaan AI dalam Pencatatan Keuangan Sederhana di Desa Padangsambian Bali Dhea Fitrisia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.7644

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Desa Padangsambian Bali dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Permasalahan utama yang dihadapi peserta adalah rendahnya kebiasaan mencatat transaksi usaha, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, serta keterbatasan pemahaman terhadap penyusunan laporan keuangan sederhana. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan penggunaan AI, praktik pencatatan transaksi, pendampingan penyusunan laporan kas sederhana, dan evaluasi hasil kegiatan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan pemasukan, pengeluaran, saldo kas, serta perhitungan laba-rugi sederhana. AI digunakan sebagai alat bantu untuk membuat format tabel, mengelompokkan transaksi, menyusun ringkasan keuangan, dan memberikan arahan awal dalam pengelolaan keuangan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami pentingnya pencatatan keuangan, mampu menyusun catatan kas masuk dan kas keluar secara lebih sistematis, serta mulai mengenal AI sebagai media pendukung pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis AI dapat menjadi strategi praktis dalam meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat desa.  
Peran Pengalaman Magang dalam Meningkatkan Pemahaman Praktik Audit Pada Mahasiswa Akuntansi di KAP Heliantono & Rekan Cabang Ungaran Ferdina Baskara Yanuar; Muhammad Atiya Farda Akhsani; Fika Muhammad Zaky; Muhamad Lubab Khoiri; Ari Kristin Prasetyoningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.7713

Abstract

Kegiatan magang di Kantor Akuntan Publik (KAP) menjadi salah satu sarana penting bagi mahasiswa akuntansi dalam meningkatkan pemahaman terhadap praktik audit secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam berbagai proses audit, seperti pemeriksaan bukti transaksi, penyusunan kertas kerja menggunakan aplikasi ATLAS, serta pengelolaan dokumen audit. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan bimbingan dari auditor profesional yang berperan dalam mengembangkan kemampuan teknis serta pemahaman terkait etika profesi. Keterlibatan aktif dalam lingkungan kerja profesional memungkinkan mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan teoritis yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik audit di lapangan. Hasil dari kegiatan magang menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap prosedur audit, mampu bekerja secara lebih sistematis, serta lebih siap dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Dengan demikian, kegiatan magang di KAP memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan mahasiswa akuntansi di bidang auditing.
Edukasi Literasi Keuangan Digital Berbasis Smartphone Bagi Mahasiswa dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi Digital Dwi Utami; Sri Utami; Desi Ratna Dewi; Patahuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.7876

Abstract

The rapid growth of the digital economy has increased the use of digital financial services among university students. However, the extensive utilization of financial technology has not been fully supported by adequate digital financial literacy skills. This condition exposes students to various risks, including consumptive behavior, digital fraud, misuse of personal data, and poor financial decision-making. This Community Service Program aimed to enhance students’ understanding and skills in managing digital finance through smartphone-based digital financial literacy education. The program employed interactive lectures, discussions, simulations of digital financial applications, and evaluations using pre-tests and post-tests. Students actively participated in all stages of the program. The results indicated an improvement in students’ understanding of digital financial literacy concepts, digital transaction security, personal financial management, and the responsible use of digital financial services. In addition, participants demonstrated increased awareness of the importance of protecting personal data, avoiding digital fraud, and controlling consumptive behavior in financial technology usage. Smartphone-based digital financial literacy education proved to be an effective approach for improving students’ ability to face the challenges of the digital economy. Similar programs should be implemented continuously to strengthen digital financial literacy among young generations in the era of digital transformation.
Edukasi Akuntansi Sederhana pada Strategi Pemberdayaan Kemandirian UMKM Petani Cengkeh di Desa Selopanggung Bertha Vio Adelya; Yohanes Oktavian Dwi Putra; Miladiyah Kusumaningarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.8034

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM petani cengkeh di Desa Selopanggung dengan cara memberikan pendidikan tentang akuntansi dasar. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah minimnya pengetahuan dalam hal pencatatan keuangan, kurangnya pembagian antara keuangan pribadi dan bisnis, serta ketidakmampuan untuk menyusun laporan keuangan yang sederhana. Untuk melaksanakan program ini, digunakan metode riset tindakan partisipatif (PAR) yang mencakup beberapa tahap, yaitu observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan tahapan evaluasi. Materi yang diajarkan mencakup pencatatan dalam jurnal sederhana, laporan laba rugi, neraca, serta manajemen arus kas usaha. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dari para peserta, yang terlihat dengan naiknya skor pre-test dari 40 menjadi 90 pada post-test. Selain itu, peserta sudah mulai mampu melakukan pencatatan transaksi usaha secara rutin, menyusun laporan keuangan sederhana, dan memisahkan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Program ini memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan kemandirian serta kemampuan pengambilan keputusan dalam usaha UMKM petani cengkeh.
Dinamika Pembelajaran pada Kelas Kecil: Pendampingan Siswa dengan Hambatan Literasi dan Numerasi di SD Negeri 2 Linggasari Dwi Putri Nuravianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.8073

Abstract

Pembelajaran pada kelas kecil di sekolah dasar memiliki dinamika yang berbeda, terutama ketika terdapat siswa yang mengalami hambatan literasi dan numerasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan karena terdapat satu siswa kelas IV di SD Negeri 2 Linggasari yang masih mengalami hambatan dalam  membaca, menulis, dan berhitung dengan baik sehingga memengaruhi fokus belajar siswa lain dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk mengetahui dinamika pembelajaran pada kelas kecil serta bentuk pendampingan yang diberikan kepada siswa yang mengalami hambatan literasi dan numerasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian meliputi  observasi, wawancara, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan mengajar dikelas selama tiga kali pertemuan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa jumlah siswa yang sedikit memudahkan guru dalam mengelola kelas dan membangun interaksi belajar yang baik antarsiswa. Namun, hambatan literasi dan numerasi pada salah satu siswa menjadi tantangan tersendiri karena memerlukan pendampingan khusus dan perhatian lebih dalam proses pembelajaran, karena sering mengganggu konsentrasi teman lainnya saat pembelajaran berlangsung. Kegiatan pendampingan yang dilakukan selama kegiatan mengajar  memberikan kontribusi dalam membantu siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran serta meningkatkan perhatian belajar di kelas. Dengan demikian, dinamika pembelajaran pada kelas kecil memerlukan strategi pendampingan yang adaptif agar proses belajar dapat berjalan secara optimal dan kondusif bagi seluruh siswa.