cover
Contact Name
Widia
Contact Email
jurnalpendikbud@gmail.com
Phone
+6281337237577
Journal Mail Official
widia@habi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 30316421     EISSN : 3031643X     DOI : https://doi.org/10.56842/jpk
JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan memuat hasil belajar dan pembelajaran, kajian konseptual dan hasil penelitian tentang Pendidikan dan Kebudayaan yang ada Sekolah dan Masyarakat pada umumnya yang dapat memberikan khasanah keilmuan. Jurnal ini terbit 4 kali dalam 1 tahun. Journal Title : JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan ISSN : 3031-643X (online) & 3031-6421 (cetak) DOI Prefix : 10.56842 Editor in Chief : Widia Publisher : STKIP Harapan Bima Frequency : Terbit 4 kali dalam satu tahun (Januari, April, Juli and Oktober)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 02 (2025): April 2025" : 6 Documents clear
Identitas di Era Maya: Pencarian Jati Diri Remaja dalam Labirin Media Sosial Saryuti, Saryuti; Nur, Haerani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.485

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pembentukan identitas remaja di era digital melalui penggunaan media sosial. Dengan persentase pengguna internet berdasarkan kategori usia, tercatat sebanyak 91% penggunanya berasal dari kalangan remaja dengan rentang usia 15-19 tahun, fenomena ini menjadi penting untuk dipahami, terutama bagaimana remaja menavigasi identitas mereka dalam konteks budaya yang terus berkembang. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yang mencakup analisis 32 artikel dan laporan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai platform untuk ekspresi diri dan interaksi sosial, tetapi juga menimbulkan tantangan, termasuk tekanan sosial, krisis identitas, dan dampak negatif terhadap kesehatan mental. Kesenjangan dalam literasi digital dapat menghambat kemampuan remaja dalam mengelola identitas mereka. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang melibatkan pendidik, pembuat kebijakan, dan profesional kesehatan mental untuk mendukung perkembangan identitas yang sehat dan otentik di kalangan remaja. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai dinamika identitas remaja dalam konteks digital dan mendukung strategi intervensi yang efektif.
Tantangan Pengembangan Identitas Diri Remaja di Media Sosial: Telaah Literatur Najiba, Najiba; Nur, Haerani; Sirajuddin, Witasari
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.486

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah membawa dampak signifikan terhadap proses pembentukan identitas diri remaja. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif tantangan yang dihadapi remaja dalam mengembangkan identitas diri mereka di media sosial melalui pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari dua puluh literatur ilmiah nasional dan internasional yang relevan dalam kurun waktu 2015–2024. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) secara deskriptif dengan mengidentifikasi tema-tema utama dari setiap literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja mengalami tekanan untuk menampilkan citra diri ideal, kecenderungan melakukan perbandingan sosial, serta ketergantungan pada validasi eksternal seperti likes dan komentar. Tekanan tersebut memicu kebingungan identitas, menurunnya harga diri, serta munculnya gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Selain itu, tantangan lain meliputi pelanggaran privasi, pengaruh nilai budaya global, dan rendahnya literasi digital. Namun demikian, media sosial juga memiliki potensi positif sebagai ruang eksplorasi diri dan ekspresi personal jika digunakan secara bijak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memberikan pendampingan serta edukasi digital guna mendukung pembentukan identitas diri remaja yang sehat dan autentik di era digital.
Resiliensi Sebagai Mekanisme Bertahan Anak dalam Dinamika Keluarga yang Tidak Harmonis: Kajian Literatur Astuti, Andi Esti Emalia; Nur, Haerani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.488

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi resiliensi anak dalam menghadapi dinamika keluarga yang tidak harmonis, seperti konflik berkepanjangan, perceraian, dan kurangnya dukungan emosional. Anak-anak yang berada dalam situasi ini rentan mengalami stres, kecemasan, hingga gangguan perilaku yang dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional mereka. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana resiliensi berperan sebagai mekanisme bertahan anak dalam menghadapi tekanan akibat ketidakharmonisan keluarga, serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang digunakan anak dalam situasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 30 literatur relevan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa resiliensi berfungsi sebagai pelindung psikologis (psychological buffer) yang membantu anak mengelola tekanan, mempertahankan citra diri positif, serta tetap berfungsi secara sosial dan akademik. Selain itu, strategi koping aktif, dukungan sosial, regulasi emosi, dan pencarian makna melalui spiritualitas menjadi faktor kunci dalam memperkuat resiliensi anak. Kesimpulannya, resiliensi merupakan aspek penting yang memungkinkan anak tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang meski berada dalam lingkungan keluarga yang disfungsional. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan resiliensi melalui intervensi berbasis keluarga, pendidikan, dan komunitas. 
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Aqidah di Kelas 5 SDIT Imam Syafi'i Kedo Kota Bima Kota Bima Yaan, Yaan; Ruslan, Ruslan; Nasaruddin, Nasaruddin
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.471

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi sangat krusial untuk mengakomodasi beragam kemampuan siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran Aqidah di kelas 5 SDIT Imam Syafi’i Kedo Kota Bima. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan observasi dan wawancara untuk memperoleh hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Aqidah secara signifikan. Siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi saat belajar, karena metode ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar mereka. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya meningkatkan hasil akademis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan menyenangkan. Penggunaan pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi guru untuk lebih kreatif dalam menyusun materi dan strategi pengajaran. Dengan adanya variasi dalam metode pengajaran, seperti diskusi kelompok, proyek berbasis pemecahan masalah, dan penggunaan teknologi, siswa dapat belajar sesuai dengan cara yang paling efektif bagi mereka. Hal ini membantu menciptakan suasana kelas yang dinamis dan kolaboratif, di mana siswa saling mendukung dalam proses pembelajaran.
Faktor-Faktor Resiliensi Remaja Korban Cyberbullying: Studi Literatur Isnayanti, Nur; Nur, Haerani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.493

Abstract

Cyberbullying merupakan bentuk intimidasi yang dilakukan melalui perangkat teknologi, dengan tujuan melecehkan atau mempermalukan korban. Resiliensi menjadi hal penting bagi korban cyberbullying untuk mengatasi tekanan psikologis yang dialaminya dan pulih dari pengalaman traumatis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi remaja korban cyberbullying, dampak dari cyberbullying serta strategi dalam meningkatkan resiliensi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan dan menganalisis 30 artikel jurnal yang menggunakan kata kunci : cyberbullying dan resiliensi remaja serta diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor internal yaitu regulasi emosi, optimisme, dan konsep diri positif dan faktor yaitu dukungan sosial dari teman sebaya dan keluarga dalam meningkatkan resiliensi remaja. Dampak cyberbullying yang dihadapi rentan terhadap dampak negatif secara psikologis dan emosional, seperti stres, depresi, dan kecemasan.  Strategi Strategi Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) menjadi salah satu intervensi efektif meningkatkan resiliensi remaja dalam menghadapi cyberbullying.
Strategi Pembelajaran Project Based Learning (PBL) Menggunakan Teknik Gambar Bercerita Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Azzah, Safrina Ilmi Nur; Sari, Esti Swatika; Syamsi, Kastam
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.405

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan strategi pembelajaran berbasis proyek ditinjau dari segi efektivitas waktu pembelajaran dan keaktifan peserta didik. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi vlog berita. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, Teknik analisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman. Dalam proses pembelajaran peserta didik cenderung bosan dan kurang tertarik dengan proses pembelajaran yang berlangsung karena metode yang digunakan hanya ceramah dan monoton. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan agar peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran juga mempunyai peranan penting berperan dalam hasil belajar. Strategi pembelajaran project-based learning merupakan pendekatan saintifik dan terdiri dari beberapa tahapan, antara lain mengamati, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan. Kemudian, strategi project-based learning dipadukan dengan teknik gambar bercerita. Melalui berbagai tahapan strategi, peserta didik dapat meningkatkan perannya dalam proses pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6