cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Inovasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "VOL. 5, NO. 2, THN. 2008" : 9 Documents clear
TUMBUHNYA NASIONALISME DI GORONTALO SEBUAH PENCITRAAN HISTORIOGRAFI Joni Apriyanto
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.177 KB)

Abstract

Dari sejarah masa penjajahan, kita mengetahui bahwa negasi status serta peran bangsa Indonesia khususnya Gorontalo karena politik diskriminasi, eksploitasi, serta dominasi oleh penguasa kolonial, mengingkari identitas rakyat Gorontalo sebagai kesatuan bangsa Indonesia. Lewat pergerakan nasionallah para perintis kemerdekaan mampu menemukan kembali serta merumuskan identitas nasional bersama dengan ideologi nasionalismenya. Prinsip-prinsip nasionalismelah yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Gorontalo, yang memacu kapasitas serta potensi sebagai suatu bangsa untuk berkembang dan merealisasikan tujuan kolektif. Abad XX adalah abad nasionalisme, artinya sejak awal sampai dengan penutupan abad ini timbul kesadaran berbangsa. Hal ini dapat dilihat dari kesadaran rakyat Gorontalo untuk merdeka sudah mengawali abad ini yang menginginkan terciptanya nation sendiri yang merdeka, yang terakhir ini ternyata baru berlangsung menjelang penutupan abad XX. Jelas kiranya bahwa keinginan bersama untuk membebaskan diri dari dominasi etnik lain (kolonial Belanda) terjadi secara universal.
AUDIT KINERJA SEKTOR PUBLIK Ismet Sulila
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.903 KB)

Abstract

Tekanan terhadap organisasi sektor publi, khususnya organisasi pemerintah baik pusat dan daerah serta perusahaan milik pemerintah dan organisasi sektor publik lainnya untuk memperbaiki kinerjanya mendorong perlunya audit kinerja sektor publik. Akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan pemerintah pusat maupun daerah sebagai organisasi sektor publik merupakan tujuan penting dari reformasi akuntansi dan administrasi sektor publik. Untuk dapat memastikan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah yang telah dilakukan aparatur pemerintah , maka fungsi akuntabilitas dan audit atas pelaporan keuangan sektor publik harus berjalan dengan baik. Seiring dengan tuntutan masyarakat agar organisasi sektor publik meningkatkan kualitas, profesionalisme dan akuntabilitas publik dalam menjalankan aktivitasnya, diperlukan audit yang tidak hanya terbatas pada keuangan dan kepatuhan saja, tetapi perlu diperluas dengan melakukan audit terhadap kinerja sektor publik.
PROFESIONALITAS GURU DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Sitti Roskina Mas
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.042 KB)

Abstract

Kompetensi profesional guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas sangat ditentukan oleh keberhasilan pendidikan secara menyeluruh. yang harus ditunjang oleh kompetensi personal, pedagogik dan kompetensi sosial. Kompetensi-kompetensi tersebut harus dikembangkan dalam proses pembelajaran secara berkesinambungan. Ada empat fungsi guru dalam kepemimpinan di kelas yaitu, sebagai motivator, fasilitator, pemacu maupun pemberi inspirasi. Kualitas guru dapat ditinjau dari dua segi, dari segi proses dan hasil. Terdapat beberapa strategi dan pendekatan yang dapat dilakukan guru agarproses pembelajaran berjalan dengan baik. Strategi tersebut yaitu: menciptakan pembelajaran dengan cara yang demokratis dan iklim yang demokratis, menciptakan pembelajaran yang kooperatif, dan melakukan adaptasi paradigma triplization. Sedangkan pendekatan yang dapat digunakan guru adalah :pendekatan kompetensi, ketampilan proses, lingkungan, contekstual teaching learning (CTL), dan pendekatan temamatik
TEORI BELAJAR ANDRAGOGI DAN APLIKAINYA DALAM PEMBELAJARAN Halim Malik
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.034 KB)

Abstract

The theory Andragogi explains how adult learning in study. Adult is interpreted as one who has owned maturity of biological functions, psychological and social in consideration facets, responsibility, and the role of in themeselves life. Andragogi conceived of adult entangling technology in study. Adult learning method is way is organizing participant that they to do learning activity, either in the form of activity of theory and also practice. Study process can happened carefully if method and study technique entangles educative participant. For Young man and adult man, learning is a requirement felt as a compulsion to be fulfilled along the length of age, from the day borned till end of its. Usage of study method in education of implication adult at usage of study technique regarded as compatible is applied in growing behavior of member of learning. The adult learning theory not only to known, but having to can be application in every activity of learning and learns to process or interaction of learning managed by it can take place effectively and efficient.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Yusni Pakaya
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.613 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran sejarah di masa yang akan datang diperlukan perubahan pola pikir yang akan dijadikan sebagai landasan pelaksanaan program pembelajaran. Pada waktu yang lalu proses pembelajaran sejarah terfokus pada guru, dan kurang berfokus pada siswa. Akibatnya kegiatan belajar mengajar lebih menekankan pada pengajaran dan bukan pada pembelajaran. Kegiatan pembelajaran lebih berpihak kepada kepentingan orang yang mengajar. Upaya Agar pembelajaran sejarah terfokus pada siswa, maka perlu adanya penerapan model pembelajaran kooperatif yang merupakan salah satu bentuk perubahan pola pikir dalam kegiatan pembelajaran sejarah di sekolah. Dalam hal ini guru tidak lagi mendominasi kegiatan pembelajaran, melainkan lebih banyak menjadi fasilitator dan mediator dari proses itu. Model pembelajaran kooperatif dirancang dengan memberi kesempatan kepada siswa secara bersama-sama untuk membangun pengetahuannya sendiri
Eksistensi Lembaga Class Action (Gugatan Perwakilan Kelompok) Dalam Hukum Positif di Indonesia Mutia Ch. Thalib
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.026 KB)

Abstract

Gugatan Class Action melalui proses pengadilan, dapat diajukan oleh satu atau beberapa orang yang bertindak sebagai wakil kelompok, bertindak tidak hanya untuk dan atas nama mereka, tetapi untuk dan atas nama kelompok yang mereka wakili, tanpa memerlukan surat kuasa dari anggota kelompok. Meskipun Hukum Acara Perdata Indonesia tidak mengatur prosedur class action, tetapi dalam beberapa hukum positif di Indonesia mengatur beberapa substansi ciri-ciri gugatan class action. Ketiadaan Hukum Acara Perdata tersebut diantisipasi oleh Mahkamah Agung melalui Perma Nomor 1 Tahun 2002, yang dapat dijadikan pedoman bagi praktisi hukum, para hakim, serta masyarakat pencari keadilan yang menggunakan prosedur class action, tujuannya adalah untuk menyederhanakan akses masyarakat memperoleh keadilan serta mengefektifkan penyelesaian pelanggaran hukum yang dilakukan orang banyak.
HEMPASAN BADAI KAPITALIS Farid Th. Musa
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of Agriculture using modern technology and names pengentasan poorness is not one steps to increase farmer life level. Exactly happened is capitalization in agriculture area exploiting human resource and sumberdaya the nature in rural. The role of government expected as public or community protector exactly not happened, but has become komprador capitalist. Seed usage, fertilizer, company product pesticide, be image of capitalization in agricultural sector which capital intensive, and exactly kills efficiency of farmer to process the agricultural land based on knowledge owned by it. Thereby third usage of equipment produce of above mentioned is striving government to make way for capitalist circle to do newfangled colonization. So this thing is not solution for pengentasan poorness of farmer in rural, but is an action of murder to local wisdom owned by farmer embracing principle subsistensi
SIKAP NASIONALISME DALAM PEMAHAMAN MAKNA SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA Trisnowaty Tuahunse
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nationalism attitude, understanding the Indonesia national movement, grow through Indonesian struggle to oppose colonialism and imperialism in a great deal to fight and defend Indonesia independence. A Relevance and essential of Indonesia national movement is inspired the nationalism which is need to proses own country. Nationalism is contained basic elements such as the unity and integrity. And the essential of unity or nationalism is not based and group, ethnic, race, language, or religion. Event thought the ethnics, culture and religion are the social factor but by the unity and integrity, realization of nationalism so the society diversity is merged becomes mono socio cultural, it is one nation, on language and one culture of Indonesia. To defend nation exits in this period and future, it is not apart from globalization stress so the unity and integrity were needed or nationalism from all the component of nation in life to mingle the society nation and state. The fieldwork prove that most of the students of UNG Gorontalo still consistent with the unity and integrity or nationalism in socio cultural, socio economic, and socio politic life even trough the changes happened in the social order of society life. However, the nationalism nowadays must be accommodative and adaptive in every aspects of nation, state and society life in other to nation existence can be defended
PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Ansar .
Jurnal Inovasi VOL. 5, NO. 2, THN. 2008
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pemberdayaan Komite Sekolah dalam menyukseskan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada Lembaga Persekolahan di Indonesia. Pada negaranegara yang sukses menerapkan MBS, masyarakat merupakan inisiator utama, sedangkan penerapan MBS di Indonesia justru inisiator utamanya adalah pemerintah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa ide-ide reformasi pendidikan masih didominasi oleh pemerintah sehingga masyarakat kurang memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan. Kondisi ini, mengindikasikan pula bahwa untuk memaksimalkan peranserta masyarakat sebagai salah satu pilar utama keberhasilan penerapan MBS di sekolah memerlukan kerja keras bagi semua pihak terutama Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah untuk meyakinkan masyarakat tentang pentingnya keterlibatan mereka dalam pengelolaan sekolah secara efektif sebagaimana amanat UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Page 1 of 1 | Total Record : 9