cover
Contact Name
Andra Dwitama Hidayat
Contact Email
andra.dwitama@iik.ac.id
Phone
+6885258067697
Journal Mail Official
jenggala@iik.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Jl. K.H. Wachid Hasyim 65 Kota Kediri
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JENGGALA: Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 28307976     DOI : 10.56399
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah yang berfokus pada pengembangan kesehatan masyarakat berdasar pilar kesehatan masyarakat dan upaya manajerial unit penunjang difasilitas pelayanan kesehatan guna mencapai penyelenggaraan layanan kesehatan yang paripurna dan bermutu. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dibidang Kesehatan Masyarakat, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, serta Administrasi Rumah Sakit yang didalamnya mencakup (scope): 1. Epidemiologi 2. Promosi Kesehatan dan Perilaku 3. Kesehatan Lingkungan 4. Gizi Masyarakat 5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja 6. Kesehatan Reproduksi 7. Manajemen Data dan Statistik Kesehatan 8. Manajemen Penyelenggaraan dan Mutu Pelayanan Kesehatan 9. Manajemen Informasi Kesehatan 10. Manajemen Unit Pelayanan Kesehatan 11. Manajemen Sistem Informasi Kesehatan
Articles 75 Documents
Scoping Review Penelitian Stunting di Indonesia: Tren, Tantangan, dan Arah Penelitian Masa Depan: Scoping Review of Stunting Research in Indonesia: Trends, Challenges, and Future Research Directions Pandayu, Ardiansyah; Nurfadilah H, Siti; Supriyono, Nisa'i Daramita
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia, mengingat dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian mengenai stunting di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam satu dekade terakhir, namun kajian yang memetakan tren, tantangan, dan arah penelitian masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan scoping review terhadap publikasi ilmiah tentang stunting di Indonesia, dengan menyoroti tema-tema penelitian yang dominan, kendala dalam implementasi intervensi, serta potensi arah penelitian di masa depan. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan scoping review berdasarkan kerangka kerja PRISMA-ScR. Artikel yang relevan diidentifikasi melalui pencarian sistematis pada database nasional dan internasional dengan kriteria inklusi berupa penelitian empiris yang berfokus pada faktor determinan, intervensi gizi, serta peran sistem kesehatan dalam pencegahan stunting di Indonesia. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian stunting mengalami peningkatan signifikan, khususnya setelah tahun 2015, dengan fokus penelitian yang bervariasi. Faktor-faktor yang paling sering diteliti meliputi kondisi sosio-ekonomi keluarga, pola makan dan asupan gizi anak, sanitasi lingkungan, serta peran layanan kesehatan. Selain itu, intervensi spesifik seperti pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi, serta program sensitif seperti perbaikan sanitasi dan pemberdayaan masyarakat terbukti memberikan kontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting. Kesimpulan: Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa stunting di Indonesia merupakan masalah multidimensi yang memerlukan pendekatan interdisipliner dan kolaborasi lintas sektor. Arah penelitian ke depan sebaiknya menekankan pada evaluasi efektivitas intervensi berbasis komunitas, integrasi teknologi digital dalam pemantauan gizi, serta penguatan kebijakan kesehatan yang lebih kontekstual sesuai dengan keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia.
Keterlibatan Kepuasan Kerja Pada Work Engagement Perawat Di Rumah Sakit DEWI PERCUNDA, ALITA; Maharani, Medica Selvia
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Profesi perawat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan rumah sakit, namun sering kali mengalami tekanan kerja tinggi yang berdampak pada keterikatan kerja. Keterikatan kerja yang rendah dapat menurunkan kinerja dan meningkatkan turnover perawat.Salah satu faktor yang dapat meningkatkan keterikatan kerja adalah kepuasan kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap keterikatan kerja pada perawat di RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis regresi linear sederhana. Hasil: Dari 143 responden yang didapatkan, sebagian besar berada pada rentang usia 26-35 tahun (59,4%), dengan jenis kelamin mayoritas perempuan (71%), serta memiliki pendidikan terakhir pada jenjang Sarjana (49%), sedangkan untuk status kepegawaian mayoritas perawat berstatus kontrak (52%), dengan lama kerja terbanyak pada rentang 6-10 tahun (38%). Analisis deskriptif indikator kepuasan kerja tertinggi adalah hubungan kerja (3,97%) sedangkan indikator keterikatan kerja tertinggi adalah vigor (3,95%). Uji statistik menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap keterikatan kerja (sig 0,000). Simpulan dan saran: Kepuasan kerja berpengaruh terhadap keterikatan kerja perawat. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja guna memperkuat keterikatan kerja perawat. Kata Kunci: Perawat, Kepuasan Kerja, Keterikatan Kerja
Peran Faktor Ibu dalam Dinamika Kejadian Stunting: Sebuah Studi Kualitatif : The Role of Maternal Factors in the Dynamics of Stunting Incidence: A Qualitative Study Yunita, Astri; Maula, Liya Ni'matul
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas di masa depan. Faktor ibu, seperti pengetahuan gizi, praktik pemberian makanan, serta kondisi sosial ekonomi, berperan penting dalam mencegah maupun memperburuk kejadian stunting. Namun, kajian kualitatif yang menggali secara mendalam pengalaman ibu dalam konteks ini masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan faktor ibu dengan kejadian stunting pada anak balita berdasarkan pengalaman dan persepsi ibu serta tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Informan terdiri dari lima ibu yang memiliki anak balita stunting dan dua tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik induktif. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan member checking kepada informan. Hasil: Diperoleh tiga tema utama: (1) keterbatasan pengetahuan ibu tentang gizi dan periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK); (2) hambatan dalam praktik pemberian makanan dan pemantauan tumbuh kembang akibat beban kerja dan rendahnya dukungan keluarga; serta (3) pengaruh kondisi sosial ekonomi dan keterbatasan akses layanan kesehatan terhadap risiko stunting. Kesimpulan: Faktor ibu berperan besar terhadap kejadian stunting melalui interaksi antara pengetahuan, praktik pengasuhan, dan kondisi sosial ekonomi. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan kapasitas ibu, dukungan keluarga, dan akses layanan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan ibu balita.
Studi Ergonomi Terhadap Tingkat Pencahayaan, Suhu, dan Kelembapan Lingkungan Kerja di PR. Alaina Wijayati, Ekawati Wasis; Nurfitria, Azalia
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja fisik, terutama di pabrik, memegang peran penting dalam menentukan tingkat kenyamanan, keselamatan, dan pada akhirnya, produktivitas pekerja. Salah satu aspek penting dalam ergonomi adalah menciptakan kondisi lingkungan fisik yang optimal. Pencahayaan ruang kerja tidak cukup memadai, dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi pekerja. Selain itu, suhu dan kelembapan terlalu tinggi dapat menyebabkan kualitas udara di dalam ruangan akan menurun. Meskipun terdapat standar dan regulasi terkait lingkungan kerja, namun implementasi dan evaluasi dari ketiga faktor lingkungan fisik meliputi pencahayaan, suhu, dan kelembapan secara berkala masih perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif, di mana peneliti melakukan pengamatan, pengukuran, dan pencatatan terhadap fenomena yang terjadi pada variabel yang diteliti. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran terhadap intensitas pencahayaan setempat yang dilakukan pada meja kerja sebanyak 133 titik, sedangkan pengukuran suhu dan kelembapan dilakukan pada 6 titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan di ruang pelintingan PR. Alaina tidak memenuhi standar karena intensitas pencahayaan hasil pengukuran berada dibawah standar dengan pencahayaan paling rendah sebesar 108 lux dan paling tinggi hanya sebesar 342 lux. Hasil pengukuran tersebut masih jauh dibawah standar SNI 03-6197-2000. Sedangkan hasil pengukuran suhu dan kelembapan ruang pelintingan PR. Alaina termasuk dalam kategori tinggi dan tidak sesuai standar karena melebihi nilai ambang batas (NAB) yang direkomendasikan yaitu 23 – 26 °C. Suhu terendah sebesar 27,1 °C dan suhu paling tinggi sebesar 30,0 °C. Sedangkan kelembapan di ruang pelintingan menunjukkan hasil melebihi NAB yang direkomendasikan yaitu sebesar 40 – 60 %. Hasil pengukuran kelembapan paling rendah 70,8% dan kelembapan paling tinggi 76,5%. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap pencahayaan, suhu dan kelembapan tersebut belum memenuhi kriteria ergonomis untuk aspek fisik lingkungan kerja.
PENGARUH RUTINITAS SPORT MASSAGE DAN HOT BATH TERHADAP PENURUNAN KELELAHAN PADA ATLET SEPAKBOLA SSB TADULAKO WARRIORS Pardini, Gustaman Candra
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Dalam olahraga sepakbola pemain sering mengalami kelelahan pada saat setelah latihan, Kelelahan merupakan menurunnya kemampuan dalam melakukan aktivitas fisik, secara umum gejala kelelahan yang lebih dekat adalah pada pengertian kelelahan fisik atau physical fatigue dan kelelahan mental atau mental fatigue. Intervensi lain yang dapat diberikan untuk mengurangi kelelahan antara lain adalah dengan pemberian hot bath dan sport massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola dan juga untuk mengetahui beda pengaruh antar kedua intervensi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasi eksperimen, dengan pendekatan pre and post test design. Sampel berjumlah 30 orang diambil melalui metode Purposive Sampling, pengukuran dalam penelitian menggunakan Visual Analogue Scale for Fatigue (VAS-F) untuk mengukur nilai derajat kelelahan. Dari hasil uji T Dependent pada kelompok sport massage mendapatkan hasil 50,93 (t hitung) > 2,145 (t tabel) yang berarti menunjukkan ada pengaruh pemberian sport massage terhadap kelelahan, pada kelompok hot bath mendapatkan hasil 59,56 (t hitung) > 2,145 (t tabel) yang berarti menunjukkan ada pengaruh pemberian hot bath terhadap kelelahan, Interpretasi hasil uji T Independent beda pengaruh pemberian sport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola mendapatkan nilai 8,365 (t hitung) > 2,145 yang artinya ada beda pengaruh pemberian sport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola.