cover
Contact Name
USMAEDI
Contact Email
prodisejarahusbr@gmail.com
Phone
+6287773140507
Journal Mail Official
prodisejarahusbr@gmail.com
Editorial Address
Jl. Budi Utomo No. 22 L Komplek Pendidikan, Kel. Muara Ciujung Timur, Kec. Rangkasbitung, Kab. Lebak-Banten
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 23032189     EISSN : 26154447     DOI : -
Kala Manca menerima dan memuat artikel-artikel yang fokus pada hasil penelitian ilmiah dan hasil penelitian sejarah, pendidikan (pembelajaran) sejarah, Budaya, Bahasa. Hasil penelitian memberikan kontribusi terhadap pemahaman, pengembangan teori dan konsep keilmuan, serta penerapannya dalam pendidikan dan sejarah di Indonesia dan dunia. Skala Kala Manca meliputi kajian sejarah Indonesia dan sejarah dunia, serta kajian pendidikan berupa materi pelajaran, strategi, media, model pembelajaran, kajian budaya, bahasa serta evaluasi pembelajaran sejarah.
Articles 20 Documents
De Banten Bode: Media Masa di Banten Tahun 1924-1938 Usmaedi Usmaedi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 1 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i1.224

Abstract

De Banten Bode merupakan media masa pada masa kolonialisme di Banten yang terbit tahun 1924-1938. De Banten Bode mungkin satu-satunya surat kabar lokal yang terbit di Banten yang umurnya paling panjang, lima belas tahun, dari 1924- 1938. Meskipun Koran yang terbit setiap hari sabtu ini diterbitkan oleh Charles M. Fritz, dewan redaksi dan kontributor tulisan pada surat kabar ini sebagian besar adalah kaum pribumi. Sementara itu, tulisan yang dibuat oleh orang Eropa hanya muncul sesekali saja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yaitu (1) Heuristik dimana peneliti mencari dan mengumpulkan sumber-sumber tertulis (buku, arsip, internet), (2) Kritik dengan membandingkan /menelaah/ melakukan pengujian terhadap sumber-sumber tertulis yang telah didapat, (3) Interpretasi menafsirkan data yang telah terpilih, dimana peneliti mencoba memahami latar belakang terjadinya peristiwa, (4) Historiografi dimana peneliti melakukan penyusunan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam bentuk karya ilmiah. Hasil penelitian ini dimana Banten masa kolonial terutama setelah perempat kedua abad ke-20, dimana De Banten Bode merupakan media masa yang terbit setiap mingguan. De banten Bode memberikan informasi beragam dalam berbagai obyek pemberitaan berbagai aspek kehidupan dan merekam dinamika diskursus bidang ilmu pengetahuan, de Banten Bode benar-benar mampu membantu kita menangkap zeitgeist saat itu. Begitu pula dengan upaya rekonstruksi dinamika pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan (Barat) di Banten.
Regulasi Diri Mahasiswa Ditinjau dari Keikutsertaan dalam Suatu Organisasi Intra dan Ekstra Kampus Muhamad Rafly Islami
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 1 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i1.313

Abstract

Regulasi diri merupakan sebuah proses yang berasal dari dalam diri individu yang dalam perilakunya selalu dikendalikan oleh dirinya sendiri. Regulasi diri akan muncul ketika seseorang merasakan perilaku yang dialami tidak sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan sendiri sejak awal. Dengan adanya kegiatan organisasi yang tidak diwajibkan menjadi perbedaan kegiatan mahasiswa yang satu dengan yang lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbedaan tingkat regulasi diri mahasiswa ditinjau dari keikutsertaan dalam suatu organisasi. Penelitian ini dilakukan di Universitas Setia Budhi Rangkasbitung dengan subjek penelitian 9 mahasiswa. Teknik pengambilan data adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan mahasiswa yang mengikuti organisasi memiliki tingkat regulasi yang baik.
Hubungan antara Manusia dan Teknologi serta Pengaruhnya terhadap Budaya (Tinjauan Antropologi) Nawisan Nawisan
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 1 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i1.314

Abstract

Artikel ini membicarakan tentang hubungan antara manusia dan teknologi serta pengaruhnya terhadap budaya menggunakan tinjauan arkeologi. Manusia tak akan lepas dengan budaya, serta manusia sangat bergantung kepada teknologi sebagai hasil cipta yang bertujuan untuk kemudahan proses keberlangsungan hidup umat manusia. Teknologi sendiri merupakan hasil kebudayaan manusia dan dari teknologi akan mempengaruhi kebudayaan kita ke arah kebudayaan yang baru. Revolusi industri 4.0 mempengaruhi pesatnya laju perubahan teknologi yang tentunya akan berdampak terhadap kehidupan manusia, Teknologi memberikan dampak yang signifikan terhadap identitas budaya dan cara masyarakat memahami tempat mereka di dunia. Di beberapa budaya, teknologi dipandang sebagai kekuatan positif yang menyatukan manusia dan memfasilitasi komunikasi dan perdagangan. Di negara lain, teknologi dipandang dengan kecurigaan atau bahkan ketakutan. Oleh karena itu, Artikel ini akan membicarakan permasalahan teknologi yang ternyata bisa mempengaruhi kebudayaan manusia. Dalam artikel ini juga menghadirkan suatu tujuan untuk menjelaskan pola hubungan manusia dan teknologi terhadap kebudayaan manusia.
Pengaruh Globalisasi terhadap Prilaku Sosial Masyarakat Baduy Luar: Studi Antropologi Budaya Apriliya Millani; Adam Ramdana; Uzki Uzki; Mulyanudin Mulyanudin
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 1 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i1.317

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan globalisasi yang mempengaruhi prilaku sosial komunitas adat yaitu Baduy. Dalam penelitian ini membicarakan globlisasi yang melahirkan perkembangan teknologi dan gaya hidup. Modernisasi ini dibawa oleh wisatawan- wisatawan yang berkunjung ke Baduy, Fenomena ini tanpa disadari mengakibatkan lunturnya ciri khas Baduy yang identik patuh pada adat istiadat serta memakai konsep ke tradisionalan, Metode penelitian dengan kualitatif dengan penekatan etnografi di mana peneliti mencari sumber dari observasi dan wawancara dengan Orang Baduy, diketahui masyarakat Baduy sudah terkena sentuhan modernisasi, dimana terlihat remaja-remaja Baduy menormalisasikan penggunaan Handphone, memakai sandal, mengenakan pakaian diluar ciri khas mereka dan bahkan transaksi diwarung mereka bisa melalui Online, atau Mbanking. Sungguh diluar dari apa yang dibayangkan. Bahwa Baduy kini sudah terkena paparan modernisasi akibat interaksi dengan wisatawan yang banyak. Sementara itu, komunitas Baduy yang longgar sehingga mudah terkena gaya hidup orang di luar Baduy adalah pada Baduy Panamping atau Baduy Luar, hal ini disebabkan Baduy Luar tidak begitu mematuhi peraturan adat mereka, tidak seperti Baduy Dalam yang patuh pada peraturan, akibatnya mudah sekali menyerap budaya luar yang terjadi karena globalisasi, fenomena ini selain memiliki dampak positif yaitu memudahkan kehidupan mereka tetapi menggeser nilai yang sudah mereka anut sejak dulu.
Dibuat: Prosesi Memanen Padi di Masyarakat Kasepuhan Cibadak Jumyadi Jumyadi; Usmaedi Usmaedi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 1 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i1.319

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosesi dibuat (memanen padi ) di Kasepuhan Cibadak dengan cara tradisional yang telah berlangsung turun-turun. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengamati bagaimana prosesi memanen padi di Kasepuhan Cibadak. Dalam menemukan informasi, penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan wawancara tidak terstruktur dan observasi. Dibuat adalah istilah yang digunakan masyarakat kasepuhan banten kidul dalam memanen padi. Namun sebelum prosesi itu, ada ritual yang harus dijalankan terlebih dahulu yaitu salamet dibuat dan mipit. Tradisi dibuat di kasepuhan Cibadak sudah berlangsung turun-temurun. Dalam melestarikan suatu tradisi perlu adanya proses pewarisan tradisi, yaitu dengan melihat, melakukan dan mengajarkan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS XI IIS I Muhamad Rafly Islami; Usmaedi Usmaedi; Weny W Bastaman
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 2 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i2.355

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena masih banyak Siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran sejarah dan kondisi tenaga pendidik yang menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran, sehingga Siswa yang tadinya antusias menjadi kurang semangat belajar di dalam kelas. Padahal profesionalitas tenaga pendidik menjadi tumpuan awal keberhasilannya belajar di kelas. Tujuan penulisan ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar sejarah melalui metode Team Games Tournament (TGT). Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Arikunto, Suhardjono, & Supardi, 2015 terdiri dari 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 2 tindakan. Objek penelitian ini pada Siswa kelas XI MAN 1 Lebak pada bulan april-mei 2024 dengan jumlah 32 Siswa. Tes yang digunakan pada penilaian ini yaitu menggunakan tes dan nontes. Sedangkan analisis data kuantitatif memanfaatkan presentase yang merupakan langkah awal dari keseluruhan proses analisis. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa hasil belajar sejarah melalui metode Team Games Tournament (TGT) menunjukan adanya peningkatan, hal ini dapat dibuktikan dari tindakan prasiklus ini mencapai 55,75 termasuk kategori “kurang”. Pada hasil pelaksanaan siklus I menunjukan peningkatan dengan nilai rata-rata 2339 atau 73,09% mencapai kategori “cukup”. Dan pada siklus II ini secara keseluruhan sudah mencapai indikator pencapaian yaitu 2596 atau 81,13% dimana nilai KKM yaitu 80. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran metode Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar sejarah pada Siswa kelas XI IIS 1 MAN 1 Lebak.
Kajian Buku Teks Sejarah Kontroversial: Gerakan PRRI dan PERMESTA dalam Konflik dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Nasional Tahun 1958-1961 Kamelia Putri; Rendy Raihan; Rikza Fauzan
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 2 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i2.356

Abstract

Peristiwa PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Semesta) merupakan dua gerakan separatis yang terjadi di Indonesia pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an. PRRI diumumkan pada 15 Februari 1958 di Sumatera Barat oleh beberapa tokoh militer dan politisi yang tidak puas dengan kebijakan pemerintahan pusat di bawah Presiden Soekarno. Sementara itu, Permesta dideklarasikan pada 2 Maret 1957 di Sulawesi Utara oleh tokoh-tokoh militer yang juga menginginkan otonomi daerah yang lebih besar dan perbaikan ekonomi di wilayah mereka. Kedua gerakan ini mencerminkan ketidakpuasan daerah-daerah luar Jawa terhadap pemerintahan pusat yang dianggap tidak adil dan terlalu sentralistik. Adapun tujuan penulisan ini ialah untuk menggali lebih dalam tentang dinamika konflik dan dampaknya bagi kondisi sosial dan ekonomi di daerah-daerah yang terlibat dalam pemberontakan, serta bagaimana ketidakpuasan tersebut mempengaruhi tindakan-tindakan mereka.
Analisis Penggunaan Media Peta Berbentuk Puzzle Dari Plastik Kemasan Makanan Ringan Terhadap Kreativitas Siswa Elisafira Elisafira; Usmaedi Kent Usmaedi; Ajeng Ginanjar
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 2 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i2.357

Abstract

Masalah yang terdapat dalam penelitian ini yaitu pada proses kegiatan belajar mengajar, karena realita di lapangan saat ini pengajaran di sekolah hanya bersifat monoton. Terpengaruh oleh metode yang hanya menerangkan dengan ceramah. Seorang siswa bisa menikmati pembelajaran jika seorang guru menyajikan materi dengan berbagai metode ketika mengajar di kelas. Hal ini terdapat dua unsur yang penting yaitu metode pengajaran dan media pembelajaran. Kedua unsur ini saling keterkaitan karena dengan metode pengajaran tentunya juga akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai. Ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya berupa media peta berbentuk puzzle dengan memanfaatkan plastik kemasan makanan ringan pada mata pelajaran Sejarah. Media peta berbentuk puzzle ini adalah suatu jenis permainan yang dapat merangsang kemampuan logika anak, yang dimainkan dengan cara memasang kembali kepingan puzzle menjadi bentuk yang utuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan media peta berbentuk puzzle dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Objek yang diteliti adalah siswa kelas XI MAN 1 Lebak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Penggunaan media peta berbentuk puzzle dari plastik kemasan makanan ringan terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI MAN 1 Lebak ini pada proses pembelajaran sangat menarik siswa dalam mengikuti pelajaran Sejarah, aktif, kreatif serta dapat lebih mudah menghafal posisi-posisi pulau-pulau, Provinsi yang ada di Indonesia.
Tumbuh Menjadi Gen Z yang Mampu Merawat dan Menghidupkan Kembali Kebudayaan Lokal Pada Era Digital di Kasepuhan Cibadak Desa Warung Banten Usmaedi Usmaedi; Jumyadi Jumyadi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 2 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i2.360

Abstract

Nilai dari suatu kebudayaan adalah warisan bangsa yang sangat berharga. Keunggulan lokal suatu daerah mengandung nilai-nilai yang perlu digali dan dilestarikan. Generasi Z merupakan agen pelestarian kebudayaan untuk regenerasi dengan cara penerapan nilai-nilai kearifan loka. Dengan berpegang teguh terhadap adat dan tradisi di Kasepuhan Cibadak suatu upaya untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama, meluaskan pengetahuan tentang budaya bangsa, serta merupakan bagian dari upaya untuk meminimalisir dampak negatif dari arus globalisasi yang tidak lagi dapat dihindarkan dewasa ini. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi kehidupan masyarakat Kasepuhan Cibadak dalam tradisi yang diwariskan dari leluhur pada masyarakat adat di Desa Warungbanten, Cibeber, Kab. Lebak. Metode Penelitian dengan kualitatif dengan pendekatan Deskriptif sebagai metode penelitian dengan pemimpin adat (Kasepuhan) dan anggota masyarakat adat masyarakat desa warungbanten. Penelitian ini menemukan tradisi yang masih terjaga dengan baik (Helaran Geude, Rengkong, Ujungan, Jolian, Berog, Kabendon, Sedekah bumi, , Mapag pare nyiram, Maulid Nabi, Ngareremokeun, Pantangan, Gegendek, Nyimbur, Ponggokan, Prah-prahan, Karasmen Pencak Silat, Muludan, ngunjal, Nincak kukuk, Gosali, Ngageser, Helaran kacai, Sawer Sunat Buhun) dengan kehidupan filosofi (kesederhanaan, kebersamaan, mencintai alam, spiritualitas, dan kejujuran). Kasepuhuan selalu mengingatkan pentingnya kepatuhan kepada adat istiadat. Kepatuhan tradisi adat istiadat memiliki berdampak pada keberlanjutan masyarakat adat di Desa Warungbanten.
Implementasi Media Pembelajaran Infografis Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Nurlutfi Aoliah; Usmaedi Usmaedi; Iman Sampurna
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 12 No 2 (2024): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v12i2.392

Abstract

Mata pelajaran sejarah seringkali dihadapkan pada tantangan yang memengaruhi hasil belajar. Beberapa siswa merasa sulit untuk menemukan daya tarik dalam memahami kronologi peristiwa atau merasa bahwa materi sejarah tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka dan sangat membosankan. Selain itu, metode pengajaran konvensional yang kurang interaktif dapat menyebabkan dampak negatif terhadap pemahaman dan pencapaian hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan kerjasama antara peneliti dan guru kelas X SMA La-Tahzan. Peneliti terlibat dalam merancang, merencanakan, melakukan tindakan, observasi, refleksi, dan pelaporan penelitian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses pembelajaran agar lebih efektif dan efisien bagi siswa. Data penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat pada siklus I dari 49,9 menjadi 60,33 dan pada siklus II dari 64,36 menjadi 84,8. Selain itu, tingkat ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 6,6% pada siklus I menjadi 23,3%, dan pada pembelajaran akhir siklus II hasil siswa dari 43,3% menjadi 99,6%. Penggunaan media infografis dalam pembelajaran sejarah terbukti efektif dalam membantu siswa memahami materi lebih baik, meningkatkan performa akademik mereka secara keseluruhan, serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar.

Page 2 of 2 | Total Record : 20