cover
Contact Name
Micrets Agustina Silaya
Contact Email
makawerumicke@gmail.com
Phone
+6285243580007
Journal Mail Official
makawerumicke@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Lt. 1 Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku Jl. Ot Pattimaipauw, Talake | Ambon 97115
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27214680     DOI : 10.69765/mjppm
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023): Maret" : 9 Documents clear
PENTINGNYA MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN, PENGENALAN DIGITAL MARKETING DAN E-COMMERCE SEJAK DINI KEPADA SISWA SMP NEGERI 1 KAIRATU Natten, Simson; Lakatua, Robby D.
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1058

Abstract

Desa Kairatu merupakan salah satu desa di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Sector perekekonomian yang berkembang di desa kairatu adalah pada sector pertanian. Namun sayangnya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro masih sangat rendah. Selain itu terlihat jelas banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan. Berbeda dengan desa Kairatu, Desa Waimital yang berbatasan dengan desa Kairatu sangat maju dalam hal pengembangan usaha mikro khususnya pada sector pertanian. Jika dilihat dari luasnya potensi sumber daya alam yang dimiliki, seharusnya warga Desa Kairatu bisa lebih berkembang dalam hal usaha hasil pertanian dan perkebunan daripada desa Waimital. Masyarakat desa Kairatu bisa maju dan berkembang apabila memiliki minat yang kuat untuk berwirausaha. Minat seseorang akan semakin kuat untuk berwirausaha apabila seseorang telah memiliki jiwa wirausaha sejak dini. Pelaksanaan PkM ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, edukasi digital marketing dan e-commerce bagi SISWA SMP Negeri 1 Kairatu, Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode sosialisasi. Pelaksanaan kegiatan akan diawali dengan tahap pesiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan PkM ini yaitu meningkatnya ketrampilan siswa dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebesar 80% dan meningkatnya pengetahuan mitra tentang Digital Marketing dan ecommerce sebesar 80%.
GENERASI MILENIAL BEBAS FINANCIAL Tuhuteru, Joselina; Ririmasse, Olyvia
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1013

Abstract

Berdasarkan argumen dan kesimpulan kegiatan sebelumnya, maka kegiatan PkM ini menyasar mitra yaitu kaum milenial yang tergabung dalam persekutuan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Zebaoth di Kota Masohi dengan foksu permasalahan yang disepakati dengan mitra antara lain (1) Kurangnya pemahaman mitra tentang pengelolaan keuangan pribadi, meliputi perencanaan, penganggaran, pengelolaan, evaluasi dan pengendalian; (2) Kurangnya pemahaman mitra tentang pengelolaan perilaku konsumtif menyikapi perkembangan e commerce dengan kemudahan penawaran dari market place dan (3) Kurangnya pemahaman mitra tentang investasi di pasar modal yang lebih menguntungkan dari sekedar menabung. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra antara lain (1) Pelatihan pengelolaan keuangan pribadi (2) Sosialisasi Perilaku Hidup Konsumtif dan (3) Sosialisasi investasi di pasar modal. Metode pelaksanaan PkM ini dilakukan dengan empat tahapan antara lain tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap tindak lanjut. Pelatihan pengelolaan keuangan dilakukan dengan metode coaching clinic sedangkan kegiatan sosialisasi perilaku hidup konsumtif dan investasi di pasar modal. Target luaran kegiatan yang akan dicapai dalam pelaksanaan PkM ini antara lain (1) Meningkatnya keterampilan mitra dalam pengelolaan keuangan pribadi sebesar 80% (2) Meningkatnya pemahaman mitra tentang perilaku hidup konsumtif sebesar 85% dan (3) Meningkatnya pemahaman mitra tentang pasar modal sebesar 85%.
PkM SOSIALISASI PERATURAN ORGANISASI NOMOR EMPAT TENTANG URAIAN TUGAS/JOB DISCRIPTION PENGURUS AMGPM DAN PELATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN PADA AMGPM CABANG BETHANIA RANTING IMANUEL JEMAAT GPM NAIWEL AHINULIN, DESA NAIWEL AHINULIN Wattimena, Demsy; Muskita, Marleen
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1057

Abstract

sebabnya setiap pemimpin diharuskan memiliki kemampuan memimpin orang lain atau leadership skill. leadership skill memegang peranan penting dalam sebuah manajemen kepemimpinan. Leadership skill adalah kemampuan seseorang untuk menginspirasi orang lain agar mau bertindak sesuai rencana demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin dikatakan sukses jika ia berhasil melahirkan pemimpin, kurangnya pemahaman/pengetahuan terhadap calon mitra tentang Uraian Tugas/Job Discription terhadap Pengurus AMGPM hal ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan organisasi terkait program pram kegiatan yang akan di laksanakan karena dengan memahami Tugas/Job Discription maka kepengurusan AMGPM dapat menjalan program yang sudah di tetapkan sesuai bidang masing-masing. Setalah mendiskusikan dan mempelajari permasalahan yang dihadapi calon mitra dalam hal ini AMGPM Cabang Betania Ranting Imanuel, persoalan mendasar yang terjadi di mitra antara lain : (1) Kurangnya pemahaman/pengetahuan tentang Peraturan Organisasi Nomor 4 tentang Uraian Tugas/Job Discription Pengurus AMGPM terhadap calon mitra; (2) Banyaknya anggota organisasi yang pada saat ditunjuk sebagai pemimpin sidang dalam pelaksanaan agenda organisasi selalu menghindar sebagai akibat dari kurangya pengetahuan dan ketrampilan dalam memimpin sidang; (3) Tidak ada Papan Sekretariat, AMGPM Cabang Bethania Ranting ImanuelBerdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra AMGPM CABANG BETHANIA RANTING IMANUEL JEMAAT NAIWEL AHINULIN adalah: (1) Melakukan sosialisasi peraturan organisasi nomor empat tentang Uraian Tugas/Job Discription Pengurus AMGPM; (2) Melakukan sosialisasi dan simulasi tata cara memimpin sidang yang baik; (3) Pengadaan papan sekretariat yang merupakan simbol dari lokasi pelayanan AMGPM. Luaran kegiatan ini akan dipublikasi pada Jurnal EUSEBEIA LPM UKIM
PELATIHAN DAN PENGOLAHAN ANEKA PRODUK PISANG TONGKA LANGIT BAGI PERSEKUTUAN KAUM PEREMPUAN JEMAAT GPM SERSING, SEKTOR ZAITUN Hetharia, Henky Herzon; Saimima, Johan Robert; Hurulean, Mex
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1014

Abstract

Pisang Tongka Langit adalah hasil bumi di Kampung Siwang yang bernilai jual rendah. Padahal, Pisang Tongka Langit memiliki kandungan gizi yang tinggi dan dapat diolah menjadi aneka produk pangan, yang bila dijual dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk Jemaat GPM Sersing. Dalam rangka membantu pemberdayaan ekonomi dan kesehatan mereka, terutama para ibu yang adalah para petani, maka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan Pelatihan dan Pengolahan aneka produk Pisang Tongka Langit kepada Persekutuan Kaum Perempuan, Jemaat Gereja Protestan Maluku Sersing, Sektor Zaitun dilakukan. Tiga tahapan kegiatannya, yakni: persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pelaporan. Alhasil, pemahaman para peserta, yang merupakan para ibu tentang pengolahan Pisang Tongka Langit menjadi Jus Pisang Tongka Langit, Dodol Pisang Tongka Langit, Selai Pisang Tongka Langit, Selai kulit Pisang Tongka Langit, dan Bolu kulit Pisang Tongka Langit, semakin menunjang upaya pemroduksi berbagai produk dari Pisang Tongka Langit di Jemaat GPM Sersing ini, yang selanjutnya bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan mereka, terutama ekonomi keluarga jemaat dan masyarakat setempat, selain kontribusinya bagi kesehatan manusia.
PkM PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PELATIHAN DAN SIMULASI PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA Silaya, Micrets Agustina; Talakua, Beatrix Adonia; Balik, Dessy
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1010

Abstract

Keluarga merupakan inti terkecil dalam mendukung pembangunan suatu Negara. Negara dapat berjalan dengan baik apabila seluruh warga negaranya memiliki ekonomi keluarga yang kuat. Oleh karena itu pengabdian ini berfokus pada peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan keluarga melalui pelatihan pengelolaan keuangan. Adapun sasaran pada pengabdian masyarakat ini adalah warga di Negeri Makububui Kecamatan Taniwel Timur, Seram Bagian Barat. Pengabdian ini dilakukan karena adanya permasalahan keuangan keluarga masyarakat negeri Makububui, dimana masyarakat cenderung melakukan hutang demi memenuhi kebutuhan yang secara mendadak, masyarakat tidak memiliki simpanan, pendapatan yang diperoleh selalu digunakan habis untuk keperluaan sehari-hari. Program pengabdian ini dilakukan bertujuan agar masyarakat Desa Makububui dapat memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola keuangan keluarga yang dapat meningkatkan kesejahteran keluarga. Sehingga materi yang diberikan adalah konsep dan aplikasi pengelolaan keuangan keluarga.
MINYAK CENGKEH SEBAGAI ASSET PENGEMBANGAN KOMUNITAS DI DESA WAELIKUT – KABUPATEN BURU SELATAN Basuki, Eko; Noya, Josephus
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1015

Abstract

Hasil pengkajian dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang dilakukan di masyarakat Desa Waelikut Kabupaten Buru Selatan - Indonesia menunjukkan bahwa produksi minyak cengkeh merupakan aset masyarakat yang berpotensi untuk dikembangkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ekonomi. Produksi minyak cengkeh sebenarnya membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama dalam proses pengumpulan daun cengkeh kering. Daun cengkeh yang sudah rontok dan sudah kering dapat dengan mudah kita temukan di Desa Waelikut – Kabupaten Buru Selatan, karena pada umumnya penduduk memiliki pohon cengkih yang tersebar di seluruh desa. Kelemahan produksi minyak cengkeh masyarakat Desa Waeliikut adalah pada kegiatan promosi dan pengemasan produk yang masih tradisional sehingga dari segi pemasaran kurang menarik. Tim pengabdian masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku kemudian melakukan pelatihan manajemen pemasaran produksi minyak cengkeh kepada masyarakat Desa Waelikut, yang bertujuan agar produksi minyak cengkeh Desa Waelikut memiliki jaringan pemasaran yang luas. Tim pengabdian masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku bersama masyarakat Desa Waelikut berhasil memutakhirkan kemasan produk minyak cengkih, sehingga produk minyak cengkih masyarakat Desa Waelikut memiliki daya tarik tersendiri dan mudah dikenal di pasaran. Produk minyak cengkih dari Desa Waelikut kemudian dihubungkan dengan Pemkab Buru Selatan untuk membantu mempromosikan produknya dengan harapan produk minyak cengkeh ini dapat menembus pasar di dalam dan luar Kabupaten Buru Selatan.
SEMINAR TENTANG METODE RESPONSI FISIK TOTAL (RFT) / TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) DALAM PEMBELAJARAN & PENGAJARAN BHS INGGRIS DI SMP NEGRI 19 AMBON Harsono, Debora
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1011

Abstract

Fakta menunjukkan, bahwa permasalahan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris sangatlah kompleks. Pertama, Materi Pelajaran Bahasa Inggris cukup sulit untuk sebagian siswa. Seperti kita ketahui, Bahasa Inggris bukanlah bahasa yang kita ucapkan sejak balita. Secara pribadi, kita belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa ketiga dalam kehidupan ini. Ketika batita kita memperoleh bahasa pertama dari ibu, kemudian kita mempelajari Bahasa Indonesia secara formal di bangku TK. Selanjutnya, kita mulai belajar bahasa Inggris di bangku SD atau SMP. Kedua, pengajaran Bahasa Inggris sangatlah membosankan bagi para siswa. Artinya meliputi pengajaran tata bahasa yang sangat rumit, hal ini diperburuk oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar para siswa dengan menerapkan metode mengajar yang lama. Mengajar Tata Bahasa dengan banyak mengerjakan latihan tanpa penjelasan materi yang ringkas dan jelas. Banyak guru Bahasa Inggris berpendapat bahwa murid dapat memahami tata bahasa dengan mengerjakan sebanyak mungkin latihan. Belajar dengan menganalisa kesalahan dalam pengerjaan latihan soal tata bahasa. Ketiga, pengejaan dan pengucapan bahasa Inggris sangatlah berbeda dengan kata kata yang tertulis. Karena Bahasa Inggris tidaklah diucapkan sesuai dengan huruf yang tertulis (seperti Bahasa Jerman). Tentunya, hal ini menimbulkan beberapa kesulitan dalam pengejaan dan pengucapan Bahasa Inggris bagi kebanyakan siswa. Tetapi kebanyakan guru TK dan SD di Ambon cenderung menerapkan metode yang lama daripada yang baru. Karena menerapkan metode yang terbaik, berarti kita harus meluangkan lebih banyak waktu, perhatian dan energi untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Berdasarkan hal itu, maka penulis menyampaikan Seminar tentang Metode RFT dlm Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris untuk para guru tetap mata pelajaran yang mengajar Bahasa Inggris di SMP Negri l9 Ambon pada hari Sabtu tertanggal 5 November 2022. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa penerapan Metode Responsi Fisik Total (RFT) bagi Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bukanlah suatu hal yang mudah karena membutuhkan lebih banyak keseriusan, kesungguhan dan pengobanan waktu di dalam mempersiapkan semua materi pengajaran sekaligus menerapkannya dalam proses Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bagi anak didik kita
OPTIMALISASI DAN INOVASI PRODUK KACANG TANAH UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA LIANG KECAMATAN TELUK ELPAPUTIH KABUPATEN MALUKU TENGAH Hehanussa, Salomi Jacomina; Hukom, Maximiliane L. C.
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1060

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, maka masyarakat Desa Liang perlu mengedepankan dan meningkatkan perekonomia kehidupan melalui penambahan pendapatan baik secara keluarga maupun masyarakat. Dengan sumber daya alam yang dimiliki dimungkinkan untuk masyarakat harus berkreatif menghasilkan produk-produk yang berinovatif dan bermutu agar dapat dipasarkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kehidupan ekonomi yang baik. Desa Liang adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah menjadi desa mandiri dalam binaan Universitas Kristen Indonesia Maluku. Sumber mata pencaharian utama kepala keluarga adalah sebagai petani, dimana masyarakatnya banyak yang menanam kacang tanah sebagai salah satu produk pangan. Kacang tanah merupakan hasil pertanian yang dibudidayakan dan merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat Desa Liang. Hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, perangkat Desa serta perangkat pelayan Jemaat GPM Liang, ditemukan beberapa permasalahan: 1) belum adanya diversifikasi produk olahan kacang; dan 2) kurangnya Inovasi Produk yang dilakukan oleh Masyarakat Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah dengan daya jual tinggi Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi maka diharapkan melalui program pemberdayaan akan dihasilkan diversifikasi dan inovasi produk kacang tanah yang menarik untuk dipasarkan.
LITERASI MANAJEMEN USAHA BAGI UMKM BATU BATA MERAH DI NEGERI HATU KECAMATAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Purimahua, Sarlotha Yulliana; Tupamahu, Yonette Maya
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1012

Abstract

Peluang industri batu bata merah di Negeri Hatu dalam jangka panjang tetap ada karena topografi wilayah dari dataran rendah sampai tinggi dan bertanah liat merah, lokasi Negeri Hatu lebih dekat ke ibukota Provinsi Maluku dimana terdapat banyak aktivitas pembangunan atau konstruksi sehingga permintaan bahan bangunan batu bata merah semakin bertambah. Kondisi riil usaha batu bata merah yaitu masih dilakukan secara konvensional (manual) dan sederhana, orientasi bisnis belum diterapkan, proses produksi sangat lama yang turut berdampak bagi pembiayaan tenaga kerja dan volume produksi per bulannya belum maksimal. Secara ekonomi, laju perputaran modal atau keuangan dan laba yang diterima pun menjadi lambat. Merujuk hal itu, dirumuskan masalah yang dihadapi pengusaha yaitu: masih rendahnya pengetahuan tentang manajemen usaha khususnya melakukan perencanaan usaha secara tepat, masih rendahnya pengetahuan mitra tentang meningkatkan akses pada lembaga keuangan khususnya bank, dan masih rendahnya pengetahuan mitra tentang mengelola keuangan usaha. Sebab itu perlu dilakukan kegiatan literasi manajemen usaha bagi pengusaha batu bata merah. Hasil kegiatan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan pengusaha setelah kegiatan dengan nilai rata-rata sebesar 69 dari sebelumnya 37, serta hasil uji beda berpasangan menunjukkan nilai t-hitung adalah -32,74 lebih besar dari t-tabel adalah 2,01 kesimpulannya adalah tingkat pengetahuan pengusaha sebelum dan sesudah mendapat sosialisasi literasi manajemen usaha berbeda secara signifikan dan kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan pengusaha batu bata merah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9