Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI JENIS DAN TEKNIK PENGEMASAN TERHADAP SIFAT KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK BUMBU AYAM TALIWANG KHAS LOMBOK SELAMA PENYIMPANAN Suhaemi, Emi; Basuki, Eko; Prarudiyanto, Agustono
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi pengaruh jenis kemasan dan teknik pengemasan terhadap sifat kimia, mikrobiologi dan organoleptik bumbu ayam taliwang khas Lombok selama penyimpanan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal (pengaruh kombinasi jenis kemasan dan teknik pengemasan) yang terdiri atas lima perlakuan (kontrol, kemasan PP Non-Vakum, kemasan PP Vakum, kemasan alumunium foil Non-Vakum dan kemasan alumunium foil Vakum) dengan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati yaitu kadar air, pH, kadar thiobarbituricacid (TBA), pertumbuhan kapang, rasa, aroma dan kenampakan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan software Co-Stat dan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila terdapat beda nyata. Analisis dilakukan pada hari ke 0, 10 dan 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap kadar air pada penyimpanan 0 dan 10 hari, nilai pH pada penyimpanan 0, 10 dan 20 hari dan angka TBA pada penyimpanan 0 hari, namun berbeda nyata terhadap kadar air pada penyimpanan 20 hari dan angka TBA pada penyimpanan 10 dan 20 hari. Pada penyimpanan hari ke 20, pertumbuhan kapang. hanya terdapat pada perlakuan tanpa kemasan. Semua perlakuan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter organoleptik pada penyimpanan 0 dan 10 hari, namun memberikan hasil yang berbeda nyata pada penyimpanan 20 hari. Sampel bumbu ayam taliwang yang diberi perlakuan pengemasan menunjukkan hasil uji yang lebih baik dari kontrol. Perlakuan kemasan Alumunium foil vakum merupakan perlakuan terbaik dari semua parameter uji setelah 20 hari penyimpanan bumbu ayam taliwang. Kata Kunci: Bumbu, Bumbu Ayam Taliwang, Pengemasan, Umur Simpan
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN DAGING AYAM Alamsyah, Ahmad; Basuki, Eko; Prarudiyanto, Agustono; Cicilia, Siska
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i1.12

Abstract

Ayam merupakan salah satu jenis unggas yang paling banyak dipelihara dan dibudidayakan untuk dimanfaatkan oleh manusia. Jenis ayam yang paling banyak diternakkan adalah ayam petelur dan ayam pedaging. Pemanfaatan daging ayam sudah banyak dilakukan menjadi beberapa produk olahan seperti bakso dan nugget. Kedua produk tersebut sedang menjadi trend kuliner di masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya stand penjual bakso bakar dan sosis. Salah satu daerah yang banyak menjajakan produk ini adalah Kebun Duren Selagalas. kendala yang dihadapi adalah sebagian dari penjual belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat bakso dan nugget. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat memberi tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah daging ayam menjadi kedua produk tersebut. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan pedagang bakso yang terdapat di desa tersebut yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian diawali dengan survey potensi daerah, pengumpulan data, penyuluhan produk turunan dan teknik pengolahannya, serta praktik pembutan bakso dan nugget. Kegiatan berlansung dengan baik dimana peserta serius mengikuti pelatihan dan bisa mempraktikkan pembuatan bakso dan nugget ayam.
PELATIHAN PEMBUATAN COOKIES UBI JALAR DI KELOMPOK TANI DI DESA JENGGIK UTARA Rasyd, Riezka Zuhriatika; Alamsyah, Ahmad; Basuki, Eko; Cicilia, Siska; Pawestri, Setyaning
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v5i1.23090

Abstract

Desa Jenggik Utara merupakan salah daerah penghasil ubi jalar terbesar di Lombok. Akan tetapi komoditas tersebut belum diolah secara maksimal sehingga nilai ekonominya masih tergolong rendah. Petani ubi jalar menjual hasil panen dalam bentuk segar dan diolah menjadi keripik. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ubi jalar dapat diolah menjadi produk antara atau produk setengah jadi seperti tepung. Tepung ubi jalar memiliki aplikasi yang lebih luas, salah satunya dalam produk bakery. Tepung ini dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti cookies, cake, roti, dan makanan tradisional. Tahapan awal pelatihan ini adalah pelatihan pembuatan tepung ubi jalar. Selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan cookies berbasis tepung ubi jalar, pelatihan pengemasan, pemasaran, dan pelatihan manajemen usaha. Kegiatan pelatihan ini dapat dijadikan langkah awal untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu kelompok tani di Desa Jenggik Utara dalam mengolah dan meningkatkan nilai ekonomi ubi jalar, serta dapat meningkatkan perekonomian petani. Ibu-ibu kelompok tani mengikuti tahapan kegiatan dengan penuh semangat dan termotivasi untuk mengolah ubi jalar menjadi tepung dan cookies.
PELATIHAN PENGOLAHAN BIJI NANGKA MENJADI COOKIES DI KELOMPOK PEMBUAT DODOL DI SURANADI, LOMBOK BARAT Alamsyah, Ahmad; Basuki, Eko; Handito, Dodi; Cicilia, Siska
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v4i1.3655

Abstract

Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lamk) is a tropical fruit. The use of jackfruit is still limited so that people only consume the flesh of the fresh fruit. Unripe jackfruit is made warm and mixed with vegetables such as pecel and lodeh, while ripe jackfruit is made into syrup, dodol, chips, compote, pudding or eaten fresh. The by-product of these preparations is jackfruit seeds. It is only sold in the form of fresh seeds. The purpose of this activity was provide training on processing jackfruit seeds into cookies to partners, namely UD. Taste Kitchen in Suranadi, West Lombok. The stages of this service activity include surveys, discussions, training (transfer of technology for processing jackfruit seeds into cookies), and evaluation. The activity was held on Friday, September 23, 2022, involving 15 participants. Jackfruit seed flour is made at the Fatepa Food Processing Laboratory, Mataram University. Participants were given knowledge about the nutritional content of jackfruit seeds, types of processed jackfruit seeds, how to make flour, and how to make cookies made from jackfruit seed flour. It is hoped that from this activity, UD. Dapur Rasa and other dodol craftsmen can process jackfruit seeds into other products that have higher economic value.
Pemberdayaan Anggota Kelompok Tani Desa Jenggik Utara melalui Pengolahan Tepung Ubi Ungu Bernilai Ekonomis Setyaning Pawestri; Basuki, Eko; Alamsyah; cicilia, siska; Rasyda, Riezka Zuhriatika
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v4i2.4786

Abstract

Desa Jenggik Utara dikenal sebagai daerah agribisnis ubi jalar ungu, sektor ini menjadi penopang ekonomi sebagian besar warganya. Meskipun memiliki potensi yang besar, ubi jalar ungu baru dijual dalam bentuk segar dan keripik. Menilik dari kurang berkembangnya inovasi produk, maka dipelukan pelatihan diversifikasi olahan pangan ubi jalar ungu. Tepung ubi jalar ungu dapat menjadi substitusi tepung terigu dan potensial dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan produk bebas gluten. Menyelaraskan dengan hasil survey awal, maka pelatihan kelompok tani di Desa Jenggik Utara juga memberikan informasi terkait pengemasan, pelabelan, dan SPP-IRT yang diharapkan dapat meningkatkan daya jual tepung ubi jalar ungu. Tahap kegiatan berupa pemberian materi, pelatihan pembuatan tepung ubi ungu, dan diskusi. Kegiatan ini diadakan pada Jum’at, 23 Juni 2023 dan diikuti oleh 7 orang ibu kelompok tani. Diharapkan dari kegiatan ini, maka ibu-ibu kelompok tani memiliki produk tepung ubi jalar ungu yang berdayajual ekonomis. Kata kunci: diversifikasi pangan, Jenggik Utara, kelompok tani, tepung ubi ungu
KARAKTERISTIK COOKIES DARI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG BIJI NANGKA DIMODIFIKASI SECARA ENZIMATIS Cicilia, Siska; Basuki, Eko; Alamsyah, Ahmad; Yasa, I Wayan Sweca; Dwikasari, Lingga Gita; Suari, Rafika
Journal of Agritechnology and Food Processing Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.215 KB) | DOI: 10.31764/jafp.v1i1.5960

Abstract

This study aims to determine the characteristics of cookies made from wheat with the addition of enzymatically modified jackfruit seed flour. This study used an experimental method with a one-factor Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 levels of the ratio of the use of wheat flour: modified jackfruit seed flour, namely P1=100% : 0%, P2=85% : 15% , P3=70% : 30% , P4=55% : 45% , P5=40% : 60% and P6=25% : 75% with 3 repetitions. Parameters observed included chemical parameters, namely moisture, ash, protein, fat content and organoleptic (color, taste, and texture). The observed data were analyzed for variance (Analysis of Variance) with a significance level of 5%. If there is a significant difference, the Polynomial Orthogonal (MOP) further test for chemical parameters and Duncan's test for organoleptic is carried out. The results showed that the addition of modified jackfruit seed flour with different concentrations gave significantly different effects on all chemical and organoleptic parameters. The higher the addition of modified jackfruit seed flour causes an increase in water content, ash content, protein content, fat content, darker color, denser texture and bitter taste. Treatment with a ratio of 55% flour: 45% modified jackfruit seed flour was the best treatment with 6.94% moisture content; 1.13% ash content; 7.95% protein content and 17.63% fat content.
MINYAK CENGKEH SEBAGAI ASSET PENGEMBANGAN KOMUNITAS DI DESA WAELIKUT – KABUPATEN BURU SELATAN Basuki, Eko; Noya, Josephus
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1015

Abstract

Hasil pengkajian dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang dilakukan di masyarakat Desa Waelikut Kabupaten Buru Selatan - Indonesia menunjukkan bahwa produksi minyak cengkeh merupakan aset masyarakat yang berpotensi untuk dikembangkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ekonomi. Produksi minyak cengkeh sebenarnya membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama dalam proses pengumpulan daun cengkeh kering. Daun cengkeh yang sudah rontok dan sudah kering dapat dengan mudah kita temukan di Desa Waelikut – Kabupaten Buru Selatan, karena pada umumnya penduduk memiliki pohon cengkih yang tersebar di seluruh desa. Kelemahan produksi minyak cengkeh masyarakat Desa Waeliikut adalah pada kegiatan promosi dan pengemasan produk yang masih tradisional sehingga dari segi pemasaran kurang menarik. Tim pengabdian masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku kemudian melakukan pelatihan manajemen pemasaran produksi minyak cengkeh kepada masyarakat Desa Waelikut, yang bertujuan agar produksi minyak cengkeh Desa Waelikut memiliki jaringan pemasaran yang luas. Tim pengabdian masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku bersama masyarakat Desa Waelikut berhasil memutakhirkan kemasan produk minyak cengkih, sehingga produk minyak cengkih masyarakat Desa Waelikut memiliki daya tarik tersendiri dan mudah dikenal di pasaran. Produk minyak cengkih dari Desa Waelikut kemudian dihubungkan dengan Pemkab Buru Selatan untuk membantu mempromosikan produknya dengan harapan produk minyak cengkeh ini dapat menembus pasar di dalam dan luar Kabupaten Buru Selatan.
Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Iman Kepada Anak Di Jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh Yerusalem Baru, Surabaya Berdasarkan Kitab Ulangan 6:4-9 Basuki, Eko; Liantoro, Liantoro; Saukotta, Dunant Frederick; Tanasyah, Yusak
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 5 No 1 (2024): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.5 No.1 (April 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v5i1.239

Abstract

Deuteronomy 6:4-9, also known as the Shema, provides a strong foundation for the formation of Christian faith. In the context of the church, Christian Education teaching can be implemented through several relevant and effective approaches. Christian Education teachers can guide children in understanding and internalizing the fundamental teachings of the oneness of God, love and obedience to Him, and the importance of keeping His commandments. This approach allows children to deeply understand the basic teachings of the Christian faith. The purpose of this study is the application of the values ​​contained in Deuteronomy 6:4-9 in everyday life, Christian Education teachers can help children understand the relevance and practical application of these teachings in the context of their lives. This can be done through stories, illustrations, and concrete examples that illustrate how these values ​​can be lived and practiced in various life situations. By actively involving parents and the church community, children can be placed in an environment that strengthens the values ​​of faith taught in Deuteronomy 6:4-9. Through the implementation of holistic PAK teaching integrated with the teachings of Deuteronomy 6:4-9, it is hoped that the younger generation in the congregation of the New Jerusalem Bethel Gospel Church, Surabaya, can grow in strong faith and be able to face spiritual challenges in their lives. Kitab Ulangan 6:4-9, yang juga dikenal sebagai Syema, memberikan dasar yang kuat bagi pembentukan iman Kristen. Dalam konteks gereja tersebut, pengajaran PAK dapat diimplementasikan melalui beberapa pendekatan yang relevan dan efektif. Guru PAK dapat membimbing anak-anak dalam memahami dan menginternalisasi ajaran fundamental tentang keesaan Allah, cinta dan ketaatan kepada-Nya, serta pentingnya memelihara perintah-Nya. Pendekatan ini memungkinkan anak-anak untuk memahami secara mendalam ajaran-ajaran dasar dalam iman Kristen. Tujuan dari penelitian ini adalah penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Kitab Ulangan 6:4-9 dalam kehidupan sehari-hari, para guru PAK dapat membantu anak-anak dalam memahami relevansi dan aplikasi praktis dari ajaran tersebut dalam konteks kehidupan mereka. Ini dapat dilakukan melalui cerita, ilustrasi, dan contoh konkret yang menggambarkan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat dihayati dan diamalkan dalam berbagai situasi kehidupan. Dengan melibatkan orang tua dan komunitas gereja secara aktif, anak-anak dapat ditempatkan dalam lingkungan yang memperkuat nilai-nilai iman yang diajarkan dalam Kitab Ulangan 6:4-9. Melalui implementasi pengajaran PAK yang holistik dan terintegrasi dengan ajaran Kitab Ulangan 6:4-9, diharapkan generasi muda dalam jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh Yerusalem Baru, Surabaya, dapat tumbuh dalam iman yang kokoh dan mampu menghadapi tantangan spiritual dalam kehidupan mereka.
Karakteristik Tepung Jewawut yang Difermentasi dengan Bimo CF pada Lama Fermentasi yang Berbeda Cicilia, Siska; Basuki, Eko; Alamsyah, Ahmad; Yasa, I Wayan Sweca; Unsunnidhal, Lalu; Jannah, Nuzuliya Miftahul
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.468

Abstract

Millet is a cereal with high nutritional content and has the potential to be a substitute for wheat. This research aimed to determine the characteristics of millet flour fermented by Bimo CF at different fermentation times.  This research was conducted using a completely randomized design with one factor (fermentation time). It consisted of P1 (0 hours), P2 (12 hours), P3 (24 hours), P4 (36 hours), and P5 (48 hours). The resulting product of each treatment's water content, ash content, crude protein content, lightness, and yield were analyzed as tested parameters. Observation data were analyzed using ANOVA and further tested using Honest Significant Difference Test at a significance level of 5%. The result showed that fermentation period treatment using Bimo CF starter had a significantly different effect on water, ash, crude protein content, lightness, and yield. The 12-hour fermentation treatment is the recommended treatment to produce fermented millet flour, with a water content of 2.78%, ash content of 2.41%, crude protein content of 7.41%, lightness of 73.11, and yield of 45.5%.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI MASYARAKAT PESISIR PANTAI AMPENAN Cicilia, Siska; Basuki, Eko; Alamsyah, Ahmad
Jurnal Bakti Nusa Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v6i1.135

Abstract

Fish is a source of animal protein and has essential amino acids that the body really needs. One of the fish producing areas in Mataram City is Ampenan. The type of fish most often caught by fishermen is tuna. Fishermen in Ampenan generally only sell fresh and simply processed fish. To increase the economic value of fish, it is necessary to provide training on appropriate technology for fish processing. Several fish derivative products are prepared simply, such as meatballs and nuggets. Meatballs and nuggets are derivative products that people really like. Diversification of fish products aims to increase economic value, increase nutritional value, improve quality and extend the shelf life of fish. This training activity was carried out in Bintaro Ampenan Village involving two groups of fishermen. Based on the activity evaluation, there were many benefits for the training participants and further training was needed to develop fish into other products.