cover
Contact Name
Anting Wulandari
Contact Email
antingwulandari5@gmail.com
Phone
+6285773653505
Journal Mail Official
joseam@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Untirta, Jl. Jendral Soedirman KM. 3 Cilegon 42435 Provinsi Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Systems Engineering and Management
ISSN : -     EISSN : 29640040     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Systems Engineering and Management (JOSEAM) is a peer-reviewed, open-access journal published twice a year, in March and September. It is published by the Department of Industrial Engineering, Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia. JOSEAM aims at students, educators, and industrial engineering practitioners. It publishes articles on industrial engineering or related fields, such as production systems and control, manufacturing systems, supply chain, optimization, health and safety, ergonomics, and industrial management. Submission can be written in English or Indonesia. We welcome submission from all over the world. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 11 Documents clear
Effect of job satisfaction, employee engagement, and work culture on employee performance during the Covid-19 pandemic Gunawan, Akbar; Wahyuni, Nuraida; Baridzualdi, Baridzualdi; Katili, Putiri Bhuana; Setiawan, Hadi; Yulianti, Nani
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17542

Abstract

XYZ is a manufacturing company producing paper and cardboard boxes for packaging. Based on field observations, the Covid-19 pandemic also impacts XYZ employees, namely changes in work habits. These changes make employees experience difficulties at work and make it difficult for them to meet production targets. Based on this, there are indications of a decrease in employee performance. Therefore, the researchers took several approaches to things that affect employee performance. This study aims to determine the effect of job satisfaction on employee performance, attachment to employee performance, and work culture on employee performance. The results obtained from these objectives are that the job satisfaction variable has a positive and significant effect on the employee performance variable, the employee engagement variable has a positive and significant effect on employee performance, and the work culture variable has a positive and significant influence on the employee performance variable.
Profil risiko proses bongkar muat pada jasa logistik Wahyuni, Nuraida; Anggraeni, Shanti Kirana; Zakia, Halisatu
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17609

Abstract

Sistem bongkar muat pada sebuah perusahaan logistik mengalami perubahan sistem. Sistem lama memindahkan muatan dari kapal langsung menuju ke gudang pelanggan. Sedangkan sistem yang baru memindahkan muatan dari kapal menuju ke gudang milik perusahaan. Sebuah manajemen risiko dibutuhkan agar dapat menganalisis risiko kegiatan dan anggaran perubahan sistem tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat profil risiko pada perubahan sistem bongkar muat. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan risk register. Hasil dari pengolahan risk register didapatkan bahwa risiko inherent termasuk pada kategori extreme high apabila tidak dimitigasi. Dan apabila tindakan mitigasi dilakukan, akan menghasilkan risiko residual dalam kategori medium. Sehingga, secara keseluruhan, risk appetite didapatkan dalam kategori low risk.
Identifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja untuk mempertahankan zero accident Lestari, Nina Puji; Dewantari, Nustin Merdiana; Umyati, Ani
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17553

Abstract

Occupational safety and health (OSH) are essential factors in supporting the smooth production process in a company. Z company received a zero-accident award for 2016 until 2022 because it implements OSH appropriately. This study aims to determine the potential hazard, determine the value of the risk level, and determine risk control in the repair work of the production building. The method used is HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control). The results are obtained from 23 potential risks from 3 activities in the repair of production buildings. The level of risk in building repair activities tends to be low and moderate. Risk control recommendations for the three jobs are elimination, administrative, engineering, and PPE use.
Implementasi lean service dengan metode WAM dan VALSAT untuk meminimasi waste pada loading steel plate Evi Febianti; Kulsum Kulsum; Adrian Rizki Pratama; Lely Herlina; Bobby Kurniawan; Muhammad Adha Ilhami; Ade Irman Saeful Mutaqin; Yusraini Muharni; Anting Wulandari
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17538

Abstract

Lean service adalah sekumpulan metode dan peralatan yang digunakan untuk meminimasi biaya, memperbaiki performance, mengurangi waktu tunggu, serta mengeliminasi waste agar kualitas jasa yang dihasilkan dapat maksimal. Waste yang terjadi dalam proses pelayanan jasa loading steel plate akan memberikan dampak keterlambatan pelayanan ataupun cacat dalam prosedur pelayanan. Waste yang terjadi di dalam proses ini perlu dihilangkan atau diminimasikan untuk membuat proses pelayanan menjadi lebih baik dan tidak merugikan pihak perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi urutan waste tertinggi hingga terendah, mengidentifikasi faktor-faktor dominan pada pemborosan, memberikan usulan perbaikan dan mengetahui nilai process cycle efficiency (PCE). Penelitian ini menerapkan Waste Assessment Model (WAM) untuk mengidentifikasi waste dan Value Analysis Stream Tools (VALSAT) untuk melakukan pemilihan detail mapping tools yang digunakan sebagai analisis perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan dengan nilai tertinggi sampai terendah adalah Waiting (26,97%), Defects (19,88%), Motion (14,83%), Inventory (12,88%), Transportation (10,36%), Processing (9,91%), dan Overproduction (5,16%). Faktor yang menyebabkan pemborosan dominan adalah kargo masih dalam proses pendinginan yang menyebabkan proses loading steel plate terhambat. Nilai PCE saat ini sebesar 46,25% dan usulan sebesar 67,30% perbaikan ini meningkatkan nilai PCE sebesar 21,05%.
Identifikasi kebutuhan dan peluang pengembangan teknologi pada industri kecil menengah Hadi Setiawan; Bobby Kurniawan; Ade Irman Saeful Mutaqin; Putro Ferro Ferdinant
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17483

Abstract

Industri Kecil Mengengah (IKM) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari unsur perekonomian Indonesia. Beberapa karakteristik yang menjadi ciri IKM adalah jumlah tenaga kerja yang terserap cukup besar, modal yang tidak besar, produksi dominan dilakukan menggunakan mesin berteknologi rendah atau dikerjakan secara manual, pemasaran masih bersifat domestik, masih banyak yang belum memiliki izin usaha, dan kualitas yang masih kalah dengan kualitas industri besar. Penelitian ini mengidentifikasi tingkat penggunaan teknologi pada sampel sebsanyak 33 IKM di Kabupaten Serang. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung ke lokasi dan wawancara dengan pemilik IKM. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penggunaan teknologi masih sangat terbatas dilakukan oleh IKM. Pemilik IKM masih dominan menggunakan cara manual atau semi manual.
Analisis risiko pada oil laboratory menggunakan metode House of Risk Anggraeni, Shanti Kirana; Wahyuni, Nuraida; Febianti, Evi; Ramdhani, Desi
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17585

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan penyedia energi listrik yang memiliki beberapa laboratorium, salah satunya yaitu Oil Laboratory dimana di dalamnya terdapat bahan kimia yang mudah terbakar. Tingginya resiko kecelakaan kerja pada Oil Laboratory menyebabkan dibutuhkannya   penanganan risiko yang tepat yang dapat mencegah terjadinya risiko yang dapat timbul dari setiap aktivitas yang dilakukan di laboratorium ini.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian risiko dan sumber risiko yang dapat terjadi di Oil Laboratory dengan menggunakan metode House of Risk fase 1. Dengan menggunakan metode House of Risk fase 1 diperoleh hasil bahwa terdapat 9 kejadian risiko dan 5 sumber risiko yang diutamakan di Oil Laboratory, yaitu (1) Bahan kimia yang memiliki sifat mudah terbakar (26%); (2) Terpapar bahan kimia yang digunakan (17%); (3) Ketika sarung tangan yang digunakan berbahan karet dan terkena oil sample (13%); (4) Terkena reagen yang digunakan (12%); dan (5) Ketika oil sample yang digunakan berjatuhan ke lantai (12%).
Penerapan metode six sigma dalam pengendalian kualitas di industri tekstil PT XYZ Trenggonowati, Dyah Lintang; Ridwan, Asep; Ulfah, Maria; Herlina, Lely; Bahauddin, Achmad; Ekawati, Ratna; Arina, Faula; Ferdinant, Putro Ferro; Sonda, Atia; Fachrur, Adhitya Rahadian
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17587

Abstract

Perkembangan dunia industri sekarang mengakibatkan semakin banyaknya persaingan dalam dunia industri khususnya bidang tekstil. Dalam persaingan yang semakin ketat ini, perusahaan harus perusahaan harus mampu mempertahankan jumlah pelanggan dengan cara menjaga kualitas produk. PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan industri penenunan label yang terletak di Tangerang Banten Indonesia, dengan produk yang paling banyak diproduksi adalah woven label. Banyaknya permintaan dari produk woven label ini diperlukan kualitas yang baik untuk memenuhi kriteria konsumennya. Oleh karena itu, diperlukan proses produksi yang juga sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Permasalahan yang terdapat pada PT. XYZ adalah banyaknya produk reject pada bagian produksi dan finishing. Hal ini ditunjukan pada data reject yang terjadi di bulan Desember 2021 sebanyak 1.285.876 dozen dan proses produksi yang belum terkendali secara statistic karena banyaknya jenis cacat (CTQ) sebesar 19 jenis. Banyaknya reject woven label ini mengakibatkan produksi tidak sesuai yang dijadwalkan, biaya operasional bertambah dan keuntunganpun bisa menurun. Oleh karena itu, PT. XYZ perlu melakukan perbaikan pengendalian kualitas yang salah satu caranya dengan metode Six Sigma. Tahapan pengendalian metode six sigma dilakukan dengan melakukan tahapan DMAI atau Define, Measure, Analyze, dan Improve. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai DPMO sebesar 2454,102 dan nilai sigma 4,318 yang berarti perusahaan merupakan rata-rata industri USA. Usulan yang peneliti berikan untuk PT. XYZ untuk mengurangi kecacatan yaitu dengan menetapkan settingan tension beam yang tepat disetiap produksi, membuat desain garis untuk pemotongan agar saat dipotong, garis tepi dapat lurus,  menyamakan persepsi atau membuat standar terkait reject PGM, operator mengontrol mesin setiap beberapa menit, dan mengganti benang yang sudah mau putus, agar mesin distop manual.
Solar panel optimization using maximum power point tracking based on Artificial Bee Colony algorithm Hartono Hartono; Yusraini Muharni; Wahid Diana Tasdik; Alief Maulana; Irma Saraswati
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17530

Abstract

Solar panels are a renewable energy generator widely used by the wider community. However, solar panels have a disadvantage in operation, namely very low efficiency. One way to improve the performance of solar panels is to find the MPP (Maximum Power Point) on the V-P curve of the solar panel. This study aims to find the maximum point of the solar panel so that the output power is maximized. This research has succeeded in making a model of a solar panel-based MPPT system using the Artificial Bee Colony method using a DC-DC converter of the choke type. The model is made using Solarland 200 WP solar panels. The difference in output power based on the test results obtained the results of the power efficiency generated by solar panels using MPPT on changes in irradiation with an average fixed temperature of 99.06%. At temperature changes with constant irradiation, the average is 99.12%.
Aksi mitigasi risiko rantai pasok produk H-Beam menggunakan metode House of Risk Maria Ulfah; Dyah Lintang Trenggonowati; Putro Ferro Ferdinant; Faula Arina; Atia Sonda; Asep Ridwan; Achmad Bahaudin; Anting Wulandari
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17586

Abstract

PT Sentra Karya Mandiri merupakan perusahaan yang berkembang dan bergerak di bidang pabrikasi baja (structural steel fabrication), spesialis alat berat (heavy equipment), serta konstruksi jembatan (steel bridge construction) sebagai core business perusahaan. Salah satu produk yang diproduksi oleh PT Sentra Karya Mandiri adalah produk H-beam. Aktivitas pada aliran supply chain atau rantai pasok di PT Sentra Karya Mandiri tidak terlepas dari kemunculan risiko. Adanya hambatan atau risiko di sepanjang aliran rantai pasok ini dapat menyebabkan gangguan pasokan sampai konsumen akhir, sehingga manajemen risiko rantai pasok diperlukan untuk mengetahui aksi mitigasi penanganan risiko-risiko yang terjadi sepanjang aktivitas rantai pasok. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan sumber risiko (risk agent), serta merancang dan mengusulkan strategi mitigasi risiko untuk mengatasi sumber risiko pada rantai pasok produk H-beam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) dalam pemetaan aktivitas rantai pasok dan metode House of Risk (HOR) untuk menentukan usulan strategi mitigasi yang dapat diterapkan untuk menangani dan memitigasi sumber risiko pada rantai pasok pembuatan H-beam. Terdapat 4 tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu tahap identifikasi risiko, tahap analisa risiko, dan tahap evaluasi risiko yang termasuk dalam House of Risk tahap 1, serta tahap mitigasi risiko termasuk dalam House of Risk tahap 2. Berdasarkan metode House of Risk, diperoleh 33 kejadian risiko (risk event) dan 27 sumber risiko (risk agent) dengan 2 sumber risiko prioritas primer, 8 sumber risiko prioritas sekunder, dan 17 sumber risiko non prioritas, serta 14 usulan aksi mitigasi untuk menangani sumber risiko prioritas.
Analisis sistem antrian model G/G/1 pada fasilitas layanan kesehatan Aditya Rahadian Fachrur; Laura Novel Hutagaol; Rendiansyah Rendiansyah
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17547

Abstract

Health care is one of the services that must maintain excellent service quality, particularly in terms of patient wait times, including for XYZ health care facilities. XYZ health care services include administration or registration, health check-ups, and drug collection. Queues of patients are frequently encountered during the outpatient service process at XYZ health facilities. These queues often occur when patients perform registration administration, allegedly because there is only one registration counter. This problem will certainly affect patient satisfaction because service waiting time is a health facility customer satisfaction indicator. This study aims to analyze the queuing system for administrative services and health checks using the queuing theory method to obtain a queuing model and queuing performance. The results of this study indicate that the XYZ health facility queuing model is G/G/1/FIFO/I/I with an arrival rate for each service stage of 13 and 11 patients per hour, respectively, with 11 and 13 patients. Steady-state conditions are not met in administrative services because the arrival rate is higher than the service level, so the performance of the queuing system can be analyzed only on health check services, with the result that the probability of service facilities experiencing idle is 0.12. The average number of patients in the queue is one patient per hour, and the average number of patients in the system is four people per hour, while the waiting time for health check services is 37.0820 minutes per patient. The average length of time is 37.0820 minutes per patient. Patients are in the health care system for 41.9714 minutes per patient.

Page 1 of 2 | Total Record : 11