cover
Contact Name
Qomario
Contact Email
qomario@ulm.ac.id
Phone
+6285381847926
Journal Mail Official
qomario@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
J-INSTECH: Journal of Instructional Technology
ISSN : -     EISSN : 30627443     DOI : https://doi.org/10.20527/j-instech.v3i2
Core Subject : Science, Education,
J-INSTECH: Journal of Instructional Technology is a scientific journal that contains and disseminates the results of research, scientific studies and educational technology development that contributes to the understanding, development of theories and concepts of science, and Its application to education and thorough learning. The focus of J-INSTECH: Journal of Instructional Technology is an innovative work on the development of models, strategies, approaches, techniques and tactics in learning and development of effective educational multimedia to contribute positively to the world Education. The journal is published twice a year in April and October and is circulated as an educational publication, especially in education technology or other related fields.The circulation for limited circles, and enthusiasts can obtain it by replacing the print and postage costs.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022)" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS XI Wildan Maulana Ma’ruf; Agus Salim; Adrie Satrio
J-INSTECH Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i1.8870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran bahasa inggris kelas XI. Pengembangan media pembelajaran berfokus pada materi offer & suggestion serta opinion & thought. Selanjutnya jenis penelitian yang diterapkan dan dimanfaatkan berupa penelitian dan pengembangan atau (Research & Development). Model pengembangan pada penelitian ini adalah model 4D dengan 4 tahapan utama. Tahapan dalam model pengembangan ini meliputi tahap define, design, development, dan dessiminate. Pada penelitian ini pengumpulan data memanfaatkan angket, wawancara, dan observasi. Sementara teknik analisis data yang digunakan merupakan teknik analisis kuantitatif deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian yang didapatkan dari validasi kelayakan materi mendapatkan total skor sebesar 80% dan memperoleh penilaian “sangat layak”, sementara dari validasi kelayakan media pembelajaran mendapatkan total nilai sebesar 91,18% dan memperoleh penilaian “sangat layak”. Kemudian penilaian angket respon siswa memperoleh total skor 87,11% dan mendapatkan penilaian interprestasi “sangat baik”. Dari keseluruhan penilaian kemudian dirata-rata kembali sehingga mendapatkan skor total 86,09% dan masuk kedalam kategori “sangat layak”.  Media pembelajaran berbasis android yang telah dikembangkan sangat direkomendasikan untuk digunakan dalam membantu guru melaksanakan proses pembelajaran daring pada mata pelajaran bahasa inggris.
Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Mastur Mastur
J-INSTECH Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i1.7837

Abstract

Kurikulum Prototipe rencananya akan diterapkan di sekolah-sekolah pada tahun pelajaran 2020. Kurikulum yang disebut kurikulum paradigma baru ini adalah jawaban dari proses pembelajaran di sekolah akibat dampak pandemi covid-19 yang hingga kini belum kunjung usai. Dampak pendemi covid-19 mengakibatkan cara belajar berbeda dan membutuhkan akselerasi adaptasi teknologi pembelajaran, sehingga munculah istilah pembelajaran daring dan atau belajar dari rumah dengan memanfaatkan rumah belajar yang dapat diakses melalui gawai. Sejatinya kurikulum prototipe adalah hasil evaluasi dari kurikulum 2013 yang disederhanakan sebagai dampak pandemi covid-19. Kurikulum ini juga bermakna sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran di masa pandemi covid-19, oleh karenanya pada Tahun 2020 kurikulum paradigma baru ini akan dievaluasi seiring proses pembelajaran menuju masa kenormalan baru (new normal). Kurikulum prototipe adalah bagian integral dari pengembangan kurikulum 2013, dimana proses pembelajaran menjadi sepenuhnya daring, namun pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik di masa pandemi covid-19 ini dapat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sebagai kurikulum prototipe atau model awal, kurikulum ini akan dievaluasi kembali pada masa-masa kenormalan baru yang kiranya juga mengetengahkan sejauh mana praktik implementasi kurikulum 2013 sebelum akhirnya kurikulum paradigma baru ini dapat diterapkan.
PENGEMBANGAN APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN WEB DAN PERANGKAT BERGERAK Qizhaya Halima Tusshafna; Hamsi Mansur; Mastur Mastur
J-INSTECH Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i1.8875

Abstract

Penggunaan smartphone yang semakin luas menciptakan potensi pemanfaatan sebagai media pembelajaran. Potensi pemanfaatan media smartphone kemudian mengarahkan tujuan akhir dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran mobile learning pada mata pelajaran pemrograman web dan perangkat bergerak di SMKN 4 Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research & Development). Metode yang digunakan dalam mengembangkan mobile learning adalah model Alessi & Trollip. Tahapan yang dilaksanakan dalam pengembangan mobile learning terdiri atas tahap perencanaan, tahap desain, dan tahap pengembangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini mendapatkan skor kelayakan dari ahli media sebesar 95,56% dan 86,26% termasuk ke dalam kategori “Sangat Layak”, sementara skor kelayakan dari ahli materi didapat sebesar 79,63% dan 98,15% termasuk kedalam kategori “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil kelayakan, media pembelajaran mobile learning telah dapat digunakan dalam proses pembelajaran sebagaimana mestinya.
Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Dalam Setting Kelas Inklusi Hamsi Mansur
J-INSTECH Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i1.7921

Abstract

Kualitas pendidikan di sekolah dasar (SD) inklusi tidak dapat dipisahkan dari kualitas guru yang mengajar didepan kelas dalam melaksanakan proses pembelajaran. Seorang guru yang profesional dituntut untuk mampu mengelola proses pembelajaran, penguasaan materi, penggunaann metode dan alat peraga yang tepat, serta memotivasi siswa untuk belajar sehingga dapat tercipta kondisi belajar yang efektif dan efesien. Pendidikan di SD inklusi memerlukan pengajaran dari berbagai disiplin ilmu. Pembelajaran yang tepat bagi siswa berkebutuhan khusus di SD inklusi adalah harus sesuai dengan struktur kognitif anak, yaitu materi harus menyederhanakan konsep yang terstruktur sehingga mereka bisa membangun sendiri pola pikir maupun ide-ide tentang peristiwa yang diperoleh dari pengalaman mereka, karena proses perkembangan belajar siswa berkebutuhana khusus SD inklusi memiliki kecenderungan beranjak dari hal-hal yang konkrit ke hal-hal yang abstrak, seperti memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu kebutuhan melalui serangkaian proses. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual/contextual teaching and learning (CTL) memiliki dua peranan dalam pendidikan yaitu sebagai filsofi pendidikan yang mengansumsikan bahwa peranan pendidikan adalah membantu siswa menemukan makna dalam pendidikan dengan cara-cara menerapkan pengetahuan tersebut didalam dunia nyata. Hal ini dimaksudkan untuk membantu siswa memahami mengapa yang mereka pelajari itu penting. Sedangkan sebagai strategi pengajaran dengan CTL memadukan teknik-teknik yang dapat membantu siswa menjadi lebih aktif sebagai pembelajar dan reflektif terhadap pengalamanya. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengajaran dan pembelajaran kontekstual adalah sebuah pembelajaran yang membantu guru mengaitkan isi materi pembelajaran denagan dunia nyata, khususnya untuk SD inklusi
PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI PEMBELAJARAN BERBASIS POWTOON PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI HEWAN DAN TUMBUHAN DI KELAS IV Chairuddin Noor; Mastur Mastur; Rafiudin Rafiudin
J-INSTECH Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i1.8872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan menguji kelayakan dari pengembangan video animasi pembelajaran pada mata pelajaran IPA materi hewan dan tumbuhan kelas IV di SD N Pasar Lama 3 Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah pengembangan atau Research & Development (R&D) menurut Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi enam langkah. Langkah yang dilakukan peneliti antara lain, (1) Pengumpulan.data, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan produk awal, (4) Uji coba awal, (5) Revisi Produk, (6) Produk Akhir. Teknik dan instrument yang akan digunakan pada pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penilaian produk dilakukan melalui uji validasi oleh ahli media dan ahli materi. hasil penelitian menunjukan bahwa ahli materi memberikan persentase 85,00% dan 87,68% dengan kategori sangat baik, ahli media memberikan persentase 92,14%, 93,42% dan 88,14% dengan kategori sangat baik, dan guru IPA persentase 85,35% dengan kategori sangat baik. Maka sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Memaknai Merdeka Belajar Susanti Sufyadi
J-INSTECH Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i1.7916

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar seri pertama yang dicanangkan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dan mencangkup 4 (empat) poin yaitu: pengalihan pelaksanaan USBN menjadi kewenangan satuan pendidikan, penghapusan Ujian Nasional di Tahun 2021, penyederhanaan RPP yang berfokus pada 3 (tiga) komponen meliputi: tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran,  penilaian,  dan  poin  ke  empat  yaitu  penambahan  proporsi jalur  prestasi  pada penerimaan peserta didik baru dalam sistem zonasi. Kebijakan ini kemudian di ikuti dengan seri kebijakan Merdeka Belajar lainnya, yang paling terkait dengan seri yang pertama adalah Kebijakan Merdeka Belajar seri ke-7 (tujuh) dan ke-8 (delapan), yaitu: Program Sekolah Penggerak dan Program SMK Pusat Keunggulan. Sampai saat ini implementasi kebijakan Merdeka Belajar masih menjadi topik yang ramai dibicarakan, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan kita tidak bisa hanya menunggu dan  menjadi pengamat, kontribusi dapat diberikan sejak dari sekarang  dan  seterusnya  untuk mendukung implementasi kebijakan ini. Isi dari artikel ini tidak membahas langsung poin-poin dalam kebijakan Merdeka Belajar namun lebih mengarah pada penjelasan rasional untuk membangun pemahaman akan makna dan urgensi Merdeka Belajar serta keterkaitan seri kebijakan Merdeka Belajar secara umum. Pembahasan dilakukan merujuk pada kajian literatur dan analisis hasil evaluasi   implementasi   Kurikulum   2013  yang   dilaksanakan   pada Pusat   Kurikulum  dan Pembelajaran di Tahun 2019. Melalui artikel ini penulis berharap dapat berbagi pemikiran tentang makna Merdeka Belajar, agar kemudian kita semua dapat menentukan kontribusi yang dapat diberikan untuk mendukung implementasi kebijakan ini.
E-MODUL BERBASIS KVISOFT FLIPBOOK MAKER SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATERI ANALISIS UNSUR PEMBANGUN PUISI Muhammad Zein; Agus Hadi Utama
J-INSTECH Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i1.8480

Abstract

Upaya peningkatan kualitas pembelajaran di jenjang pendidikan formal di masa pandemi Covid-19 menuntut pendidik untuk dapat menyelaraskan metode dan strategi pembelajarannya baik dari segi cara mengajarnya maupun pemanfaatan sumber belajar yang digunakan. Sumber belajar bisa darimana saja salah satunya adalah pemanfaatan e-modul yang notabennya sesuai dengan kondisi pembelajaran daring akibat pandemi Covid-19. Pemanfaatan e-modul dari rumah belajar yang disiapkan oleh pemerintah untuk mengatasi situasi pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 sangat membantu proses pembelajaran daring. Disini peneliti juga mencoba mengembangkan e-modul pada sub-bab atau pokok bahasan materi analisis unsur pembangun puisi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring. E-modul yang dikembangkan berbasis kvisoft flipbook maker dengan materi analisis unsur pembangun puisi mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA yang sesuai dengan karakteristik e-modul berisikan pesan teks, gambar, audio, dan video. Jenis penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Borg & Gall yang sudah dimodifikasi menjadi 5 (lima) langkah yaitu: perencanaan, pengembangan produk, uji coba produk, revisi hasil uji coba produk, dan diseminasi atau implementasi. Metodologi dan teknik analisis data penelitian menggunakan pendekatan kualitatif triangulasi sumber data dari instrumen pedoman wawancara dan angket expert judgement. Hasil penelitian ini menunjukan produk pengembangan e-modul berdasarkan expert judgement adalah “sangat layak” dengan jumlah persentase hasil uji validasi materi  adalah 83,2% dan hasil uji validasi media adalah 83,2%. Oleh karena itu, produk pengembangan e-modul berbasis kvisoft flipbook maker materi analisis unsur pembangun puisi ini telah layak digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring dan dapat digunakan sebagai sumber belajar guna meningkatkan kualitas pembelajaran guru dan siswa di kelas X SMA pada umumnya.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7