cover
Contact Name
ZAINUL ANWAR
Contact Email
anwarzein205@gmail.com
Phone
+6285790776665
Journal Mail Official
nuranirahmania@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H. Abdul Fattah, Nglawak, Kertosono, Kab. Nganjuk, Jawa Timur
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
MENTARI : Journal Of Islamic Primary School
Published by STAI Miftahul Ula
ISSN : 30218497     EISSN : 30218497     DOI : -
Core Subject : Education,
Mentari : Journal of Islamic Primary School is a double-blind peer-reviewed journal published by the Study Program of Education for Islamic Elementary School Teachers , Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ula Kertosono Nganjuk. The journal publishes research articles of Islamic primary education or primary education in Islamic country (See Focus and Scope). The articles of this journal are published annually; March, June, September and Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 88 Documents
Integrasi Hierarkis Komponen Pembelajaran dalam Sistem Pendidikan Dasar (SD/MI) Mohamad Azhar Annawa UBM; Dewi Susilo Reni; Wulan Feronika Maharani
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekaburan konseptual dan ketidaksinkronan antar unsur perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran di pendidikan dasar SD/MI yang berdampak pada desain pembelajaran yang parsial dan kurang koheren, khususnya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan merumuskan struktur hierarkis dan integratif komponen pembelajaran dalam sistem pendidikan dasar. Menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan analisis konseptual tematik terhadap literatur pada basis data Google Scholar tahun 2015 sampai 2025, kajian ini mensintesis hubungan fungsional antara pendekatan, strategi, model, metode, teknik, taktik, media, sumber belajar, lingkungan, dan asesmen dalam kerangka General Systems Theory yang mencakup input, proses, output, dan feedback. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran efektif harus disusun secara hierarkis, di mana pendekatan mengarahkan strategi, strategi membingkai model, model dioperasionalkan melalui metode dan teknik, serta taktik berfungsi sebagai adaptasi situasional yang tetap konsisten dengan desain awal. Asesmen dan refleksi menjadi mekanisme umpan balik untuk menjaga koherensi sistem. Implikasinya, guru perlu merancang pembelajaran berbasis keselarasan antar level komponen. Keterbatasan penelitian ini bersifat konseptual sehingga belum teruji secara empiris, sehingga penelitian selanjutnya perlu melakukan validasi implementatif untuk mengukur efektivitas kerangka terhadap peningkatan mutu hasil belajar.
Peran Ibu sebagai Madrasah Pertama dalam Penanaman Karakter Anak Siti Istatik Choiroyaroh
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the role of mothers as the first madrasah in instilling character in early childhood. A qualitative case study approach was employed, involving eight mothers with children aged 0-6 years in Tulungagung Regency, selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and SaldaƱa. The findings reveal three parenting styles: authoritative (4 mothers), authoritarian (2 mothers), and permissive (2 mothers). Mothers with authoritative parenting consistently implement five character instillation steps knowing the good, thinking the good, feeling the good, action the good, and habituating the good producing children with independence, discipline, responsibility, honesty, and religiosity. Authoritarian parenting yields fear-based compliance, while permissive parenting fails to establish discipline. Supporting factors include husband's support, quality time, and maternal understanding of child development. Inhibiting factors are uncontrolled gadget use, inconsistent grandparent intervention, and maternal fatigue. The study concludes that the mother's role as the first madrasah is crucial and requires family synergy. Character formation in early childhood is like carving on a gemstone requiring persistent effort for lifelong results.
Peran POAC dalam Upaya Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Erica Nurlailatul Ulya
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v4i2.1879

Abstract

Pendidikan berkualitas merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, namun tantangannya meliputi kurangnya perencanaan strategis dan pengendalian efektif di lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di tiga sekolah menengah atas, melibatkan wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta analisis dokumen kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan POAC secara terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, motivasi staf, dan pencapaian standar akademik, dengan rekomendasi untuk pelatihan manajemen bagi pengelola pendidikan guna mengatasi hambatan seperti keterbatasan anggaran dan infrastruktur.
Peran Administrasi Sarana-Prasarana dalam Mendukung Efektivitas Proses Belajar Mengajar Aina Salsabila
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v4i2.1887

Abstract

Sarana dan prasarana sering dianggap hanya pendukung pendidikan, padahal peranannya sangat penting untuk kelancaran pembelajaran. Tanpa fasilitas yang memadai dan terkelola dengan baik, guru dan kurikulum yang hebat pun sulit mencapai tujuan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk melihat bagaimana administrasi sarana- prasarana dijalankan, faktor yang memengaruhi, dan dampaknya terhadap efektivitas belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah yang administrasinya rapi mampu menjaga fasilitas tetap berfungsi, proses belajar lebih lancar, dan mutu pendidikan meningkat. Sebaliknya, sekolah dengan administrasi lemah sering menghadapi fasilitas rusak, pemborosan, dan kesenjangan kualitas. Faktor yang mendorong antara lain kepemimpinan kepala sekolah, SOP yang jelas, partisipasi guru, dan kreativitas dalam memanfaatkan fasilitas. Hambatan yang sering muncul meliputi keterbatasan dana, lambatnya pengadaan, rendahnya dukungan masyarakat, serta distribusi sarana yang tidak merata. Dengan kata lain, pengelolaan sarana-prasarana yang baik bukan sekadar catatan atau inventaris, tapi fondasi utama agar pembelajaran berjalan efektif dan siswa bisa belajar dengan maksimal.
Implementasi Administrasi Hubungan Masyarakat dalam Membangun Kerjasama Sekolah dengan Masyarakat untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Vinna Rema Winata
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v4i2.1931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi administrasi hubungan masyarakat dalam membangun kerja sama antara sekolah dan masyarakat sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan akibat kurang optimalnya fungsi humas sekolah sebagai penghubung antara lembaga pendidikan dan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala bidang humas, guru, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi administrasi humas dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan kegiatan humas disusun secara partisipatif melalui rapat kerja sekolah, sementara pelaksanaan berfokus pada komunikasi dua arah, kemitraan dengan masyarakat, dan publikasi kegiatan sekolah. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas program dan merancang tindak lanjut. Implementasi administrasi humas yang baik terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat citra positif sekolah, dan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa administrasi humas yang terencana dan berkelanjutan merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan berbasis kolaborasi antara sekolah dan masyarakat.
Peran Perorganisasian dan Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Rif'ah Ayyumal Munah
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v4i2.1949

Abstract

Perorganisasian dan kepemimpinan dalam pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah, kualitas, dan keberlangsungan proses pendidikan. Perorganisasian menjadi kerangka kerja yang mengatur pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab seluruh komponen sekolah, sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan pendidikan. Sementara itu, kepemimpinan berfungsi sebagai motor penggerak yang mampu memberikan motivasi, inspirasi, serta mengarahkan guru, staf, dan peserta didik menuju pencapaian visi dan misi madrasah. Seorang pemimpin di MI dituntut memiliki kompetensi manajerial, kepribadian yang kuat, serta kemampuan membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh warga sekolah dan masyarakat. Dengan sinergi yang baik antara sistem perorganisasian yang efektif dan kepemimpinan yang visioner, MI dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan mutu pendidikan, serta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan beberapa madrasah sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas perorganisasian yang mencakup pembagian tugas yang proporsional, koordinasi antarlembaga, serta sistem supervisi yang terstruktur, berimplikasi positif terhadap peningkatan kualitas kerja guru. Selain itu, kepemimpinan transformatif yang ditandai oleh kemampuan kepala madrasah dalam memberikan motivasi, membangun visi bersama, serta menciptakan iklim kerja kolaboratif, terbukti mampu mendorong pengembangan kompetensi guru secara optimal. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara tata kelola organisasi yang adaptif dan kepemimpinan yang inspiratif merupakan prasyarat utama dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah.
Peran Evaluasi Pendidikan dalam Kepemimpinan Instruksional untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Moh. Dimas Yusuf Arifin
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v4i2.1961

Abstract

Kepemimpinan instruksional kepala sekolah merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis evaluasi pendidikan sebagai fondasi utama dari kepemimpinan instruksional tersebut. Kajian literatur dilakukan dengan menelaah berbagai teori dan hasil penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa evaluasi pendidikan berperan sebagai sumber data yang kritis bagi kepala sekolah untuk mengambil keputusan instruksional yang tepat, merancang program dengan pengembangan guru yang berbasis kebutuhan riil, dan menciptakan akuntabilitas yang berorientasi pada perbaikan. Dengan memanfaatkan data evaluasi secara sistematis, kepala sekolah dapat mengalihkan perannya dari administrator menjadi pemimpin pembelajaran yang efektif, sehingga secara tidak langsung mendorong peningkatan kualitas proses dan hasil belajar di sekolah. Disimpulkan bahwa integrasi antara evaluasi pendidikan dan kepemimpinan instruksional membentuk suatu siklus peningkatan berkelanjutan yang penting untuk ditanamkan dalam praktik manajemen sekolah.
Peran Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional pada Guru Amelia Febrianti
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 4 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v4i2.1963

Abstract

Supervisi pendidikan di sekolah merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. supervisi pendidikan juga harus Menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Implementasi supervisi dilakukan Melalui berbagai proses yang berfokus pada pemecahan masalah untuk meningkatkan Efektivitas dan efisiensi guru. Selain itu, supervisi berperan dalam meningkatkan kualitas Pembelajaran di Indonesia yang masih belum memenuhi standar yang diharapkan. Supervisi pendidikan bertujuan untuk mendorong guru agar mampu memenuhi tuntutan profesionalisme yang terus berkembang supervisi yang efektif dapat memberikan dampak positif terhadap kompetensi pedagogik dan profesional guru. Hal ini dikarenakan supervisi memberikan umpan balik yang konstruktif serta dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Yang dikategorikan menjadi dua Jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui atau memahami bagaimana peran supervisi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan meningkatkan kopetensi pada guru. Haisl dari penelitian ini menyoroti peran supervisi pendidikan oleh kepala sekolah dalam membina guru untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM). Supervisi didefinisikan sebagai pembinaan dan bantuan bagi guru serta staf sekolah guna menciptakan kondisi pembelajaran optimal, dengan kepala sekolah berperan sebagai teladan melalui sikap menghargai pendapat, menerima perbedaan, dan kerjasama harmonis. Hasil utama menunjukkan supervisi efektif memperbaiki kekurangan dalam KBM.