cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015" : 7 Documents clear
Kajian suhu permukaan laut mengunakan data satelit Aqua-MODIS di perairan Jayapura, Papua Baigo Hamuna; Yunus P. Paulangan; Lisiard Dimara
Depik Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.3.3055

Abstract

Abstract. Information about sea surface temperature (SST) very important role in ocean and fisheries study. Aqua-MODIS satellite data very important to monitoring SST periodically exchange. The aim or this study to analyze temporal distribution and spatial SST in Jayapura waters of Papua Province. SST data from Aqua-MODIS satellite used on June 2011 to May 2015 period. Descriptive analysis on this research consist of temporary SST analysis base on monthly and seasonal fluctuating of SST in time series graph, and spatial analyze base on color degradation visualization on monthly average SST distribution map. The result show that temporal pattern variations in Jayapura waters experience decreasing in four years of monthly SST. Variations of SST in Jayapura waters are 25°C-31°C with dominant SST revolve 27°C-29°C. The maximum SST value in November (29.25°C) and the minimum in March (27.86°C). Variability of SST value in Jayapura waters be affected by moonson. SST value on east monsoon and intermediate II tend more higher than SST on west monsoon and intermediate I. Spatial distribution of SST in offshore tends highly than spatial distributions near from coastal.Keywords: SST; Aqua-MODIS; Variability Temporal and Spatial; Jayapura WatersAbstrak. Informasi suhu permukaan laut (SPL) dalam bidang kelautan dan perikanan memiliki peran yang sangat penting. Data satelit Aqua-MODIS sangat baik untuk pemantauan perubahan SPL secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sebaran temporal dan spasial SPL di perairan Jayapura, Papua. Data yang digunakan adalah data SPL dari sensor satelit Aqua-MODIS periode Juni 2011 sampai Mei 2015. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang meliputi analisis SPL secara temporal berdasarkan fluktuasi SPL bulanan dan musiman dalam bentuk grafik deret waktu, dan analisis spasial berdasarkan visualisasi degradasi warna pada peta sebaran rata-rata SPL bulanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi temporal SPL bulanan di perairan Jayapura selama empat tahun cenderung mengalami penurunan. Nilai SPL di perairan Jayapura bervariasi antara 25°C-31°C dengan SPL dominan berkisar antara 27°C-29°C. Nilai SPL maksimum terjadi pada bulan November (29.25°C) dan minimum pada bulan Maret (27.86°C). Variabilitas nilai SPL di perairan Jayapura dipengaruhi oleh musim, SPL pada musim timur dan musim peralihan II cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL pada musim barat dan musim peralihan I. Sebaran spasial SPL di perairan lepas pantai cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL di perairan dekat pesisir.Kata kunci : SPL; Aqua-MODIS; Variabilitas Temporal dan Spasial; Perairan Jayapura
Peta batimetri Danau Sentani Papua Ervina Indrayani; Kamiso Handoyo Nitimulyo; Suwarno Hadisusanto; Rustadi .
Depik Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.3.2723

Abstract

Abstract. Lake Sentani is located in Jayapura Regency, Papua Province with an area 9,360 ha and 70-90 meters above sea level. The lake directly adjacent to Cycloops Mountains Nature Reserve, obtaining supplies of about 34 springs.  The aim of the research was to describes the lake bathymetry as a basic information for the utilization. The function are as habitat place for many species, water resources, fisheries, transport and tourism. Morphometry and bathymetry of the lake is very important for the sustainable management of the lake functions as a topography and relief lakes that have different extreme depths. Making the bathymetry of the lake is done with the acoustic method. Recording data using Garmin GPSmap 76CSx and Garmin Echo 100 Fishfinder. The result of the research showed that the depth of Lake Sentani with 9 variation at the different location, in generally range 15-23 m. Meanwhile, the waters of the deepest lake located in the eastern part of the lake is more than 70 m and the lowest depths of 0-7 m are in the middle of the Sentani area.Keywords: bathymetry; morphometry; acoustic method; Garmin Echo 100 Fishfinder; Lake SentaniAbstrak. Danau Sentani terletak di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua dengan luas 9.360 ha dan ketinggian   70–90 m dpl. Danau ini berbatasan langsung dengan Cagar Alam Pegunungan Cycloops dan memperoleh suplai dari sekitar 34 sumber mata air. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan batimetri danau sebagai informasi dasar pemanfaatan danau. Fungsi danau adalah sebagai habitat makhluk hidup, sumber air masyarakat sekitar, perikanan, transportasi dan pariwisata. Mengetahui morfometri dan batimetri danau sangat penting untuk pengelolaan fungsi danau yang berkelanjutan karena kondisi topografi dan relief danau yang memiliki perbedaan kedalaman ekstrim. Pembuatan batimetri danau dilakukan dengan metode akustik. Perekaman data menggunakan Garmin GPSmap 76CSx dan Garmin Echo 100 Fishfinder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman perairan Danau Sentani terdiri dari 9 variasi yang umumnya berkisar 15–23 m. Perairan danau terdalam berada di wilayah timur danau yaitu lebih dari 70 m dan kedalaman terendah antara 0–7 m berada di wilayah Sentani tengah.Kata kunci: batimetri; morfometri; metode akustik; Garmin Echo 100 Fishfinder; Danau Sentani
Pengaruh konsentrasi sublethal endosulfan dan glifosat terhadap konsumsi oksigen kerang darah (anadara granosa) Mikson M.D. Nalle; Ricky Gimin
Depik Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.3.3053

Abstract

Abstract. The aims of the study were: (1) to test oxygen consumption of Anadara granosa under sub-lethal concentrations of endosulfan, (2) oxygen consumption under sub-lethal concentrations of glifosat and (3) oxygen consumption under mixture of endosulfan and glifosat. Complete randomlizeddesign were applied on this experiment. Initially, the oxygen consumption was standardised against animal’s dry flesh weight. Results showed that dry flesh weight afffected significantly the oxygen consumption.  The relationship between the two variables was formulated as  y = 0.217 + 0.243x.  Based on teh relationship, the oxygen consumption was reported as mg/l/hr of 1g standard animal.  Exposure of blood cockles to various sub-lethal concentrations of pesticides showed that the oxygen consumption rates reduced as the concentrations increased.  For endosulfan, the oxygen consumption rate decreased from (0.5325 ± 0.1556)mg/l/hr at 0.05 ppm to (0.2282 ± 0.1552 ) mg/l/hr at 0.5 ppm.  Increasing glifosat from 50 ppm to 200 ppm reduced the oxygen consumption from (0.3111± 0.1811)to (0.2449 ± 0.2548)mg/l/hr. Accordingly, the oxygen consumption decreased from (0.3376± 0.972)mg/l/hr to (0,2841± 0.2057)mg/l/hr when concentrations of mixture endosulfan + glifosat mixture increased from 0.005 + 50 ppm to 5 + 200 ppm.Keywords: pesticide; endosulfan; glyphosate; Anadara granosa; bioassay; oxygen consumption Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sublethal endosulfan, glifosat, dan secara bersama-sama terhadap konsumsi oksigen kerang darah (Anadara granosa). Metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat tubuh mempengaruhi laju konsumsi oksigen dengan hubungan y = 0,217+0,243 x, sehingga hasil pengukuran laju konsumsi oksigen dinyatakan sebagai mg/l/jam per 1 gram berat kering kerang standar. Pemaparan terhadap konsentrasi sublethal menunjukkan bahwa laju konsumsi oksigen menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi masing – masing pestisida maupun campurannya.  Untuk endosulfan, laju konsumsi oksigen menurun dari (0,5325± 0,1556) mg/l/jam pada 0,05 ppm menjadi (0,2282 ± 0,1552) mg/l/jam pada 5 ppm.  Untuk glifosat, laju konsumsi oksigen menurun dari (0,3111± 0,1811) mg/l/jam pada 50 ppm menjadi (0,2449 ± 0,2548) pada 200 ppm, sedangkan untuk campuran endosulfan + glifosat, laju konsumsi oksigen menurun dari (0,3376± 0,972)  mg/l/jam pada 0,005 + 50 ppm menjadi (0,2841± 0,2057) mg/l/jam pada 5 + 200 ppm.  Kisaran konsentrasi sublethal ini sangat mempengaruhi konsumsi oksigen kerang darah (Anadara granosa) yaitu laju konsumsi oksigen akan menurun jika konsentrasi endosulfan dan glifosat ditingkatkan. Kata kunci: pestisida; endosulfan; glifosat; Anadara granosa; bioassay; konsumsi oksigen
Distribusi butiran sedimen di pantai Dalegan, Gresik, Jawa Timur Ahmad Bayhaqi; Caesar M.A. Dungga
Depik Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.3.3054

Abstract

Abstract. Erosion or sedimentation process is an important thing to know the condition of beach. That process can be noticed from sediment’s feature. Meanwhile, the particle size of sediment is of paramount thing than other feature such as speed of deposition and mass density. This study was conducted to find out distribution of particle size in Dalegan beach. Samples were collected from 15 sampling sites in different zones (zone A: lowest tide zone, zone B: 5 meters from zone A, zone C: 5 meters from zone B) with purposive sampling method. Sediments were grouped by Wentworth scale. Sieve and Granulometry analysis were used in this research to know type of sediment and its distribution. Results of study showed that the dominant of sediment type is fine sand. The spreading of this type be more dominant to the open sea and west direction along the coast. The condition of this spreading can be potential to make a change of beach condition.Keywords: Particle size; Sediment; Fine Sand; GranulometryAbstrak. Proses erosi dan sedimentasi adalah hal yang penting untuk mengetahui kondisi pantai. Proses tersebut dapat diketahui dengan sifat-sifat sedimen. Ukuran butir sedimen merupakan hal yang terpenting diantara sifat-sifat sedimen yang lainnya seperti kecepatan endap dan kepadatan massa. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui distribusi ukuran butir sedimen di Pantai Dalegan. Sampel dikumpulkan dari 15 titik sampling yang berbeda dari 3 zona (zona A : zona surut terendah, zona B : zona 5 meter dari zona A dan zona C : zona 5 meter dari zona B) menggunakan purposive sampling method.  Sedimen dikelompokkan dengan skala Wenworth. Analisis ayakan dan granulometri digunakan untuk mengetahui jenis sedimen dan penyebaran ukuran butirnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sedimen yang mendominasi adalah pasir halus. Penyebaran jenis sedimen ini lebih cenderung dominan ke arah laut terbuka dan semakin ke barat dari pantai. Kondisi penyebaran distribusi ukuran butir sedimen dapat berpotesi membuat perubahan pada kondisi pantai.Kata kunci : Ukuran Butir; Sedimen; Pasir Halus; Granulometri
Distribusi mikroplastik pada sedimen di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara Intan Sari Dewi; Anugrah Aditya Budiarsa; Irwan Ramadhan Ritonga
Depik Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.3.2888

Abstract

Abstract. The distribution of microplastic was studied in the Muara Badak districts Kutai Kartanegara regency in May 2015. Sediment samples were taken from four stations that represent residential, in mangrove, near the beach and away from residential areas. Sediment samples were taken using the pipe at a depth of 0-10 cm - 10-20 cm, then the observed and calculated abundance of microplastic. The results showed that the type microplastic found is a fragment, film and fiber. At Station 1 found fragments about 100.2-201.3 particle/kg, the film about 69.6-79.9 particles/kg and fiber  about 43.1-50.9 particles/kg, the stations 2 found of fragments about 146.5-238.8 particle/kg, the film about 53.2-81.9 particles/kg and fiber about 48.8-75.5 particles/kg, stations 3 found of fragments about 204.2-207.9 particles/kg, the film about 107.7-126.5 particle/kg and fiber about 26.1-39.9 particles/kg, station 4 found of fragments about 167.6-220 particle/kg, the film about 59.7-69.5 particle/ kg and fiber about 47.5-55.3 particles/kg. Keywords: Depth; Microplastic; Muara Badak; Sediment  Abstrak. Distribusi mikroplastik diteliti di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara pada bulan Mei 2015. Sampel sedimen diambil dari 4 stasiun yang mewakili pemukiman penduduk, dekat sungai, dekat pantai dan jauh dari pemukiman penduduk. Sampel sedimen diambil menggunakan pipa paralon pada kedalaman 0-10 cm – 10-20 cm, kemudian diamati dan dihitung kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan adalah fragmen, film dan fiber. Pada stasiun 1 ditemukan fragmen berkisar 100,2-201,3 partikel/kg, film berkisar 69,6-79,9 partikel/kg dan fiber berkisar 43,1-50,9 partikel/kg, stasiun 2 ditemukan fragmen berkisar 146,5-238,8 partikel/kg, film berkisar 53,2-81,9 partikel/kg dan fiber berkisar 48,8-75,2 partikel/kg, stasiun 3 ditemukan fragmen berkisar 204,2-207,9 partikel/kg, film berkisar 107,7-126,5 partikel/kg dan fiber berkisar 26,1-39,9 partikel/kg, stasiun 4 ditemukan fragmen berkisar 167,6-220 partikel/kg, film berkisar  59,7-69,5partikel/kg dan fiber berkisar 47,5-55,3 partikel/kg.Kata kunci:  Kedalaman; Mikroplastik; Muara Badak; Sedimen
Pemanfaatan ekstrak daun inai (Lawsonia inermis l.) sebagai bakterisida terhadap Aeromonas hydrophila yang menginfeksi ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) Sofyatuddin Karina; Mimie Saputri; Muhammad Naufal
Depik Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.3.3056

Abstract

Abstract. The objective of this research was to find out the effectiveness of henna leaf extract (Lawsonia inermis L.) on A. hydrophila in vitro and its effect on the survival rate of Clarias gariepinus that infected by those bacterias in vivo. The research was conducted at chemistry laboratory of Teacher Training and Education Faculty, Syiah Kuala University and at Microbiology laboratory, Brackishwater aquaculture Department Center, Ujong Batee on Avril to September, 2015. The research involved in vitro test with the inhibition zone as measured parameter and in vivo test with the survival rate value as measured parameter. The treated concentrations were 1, 2, 3, 4 and 5% of extract. The result of in vitro test showed that henna leaf extract was effective against A. hydrophila with the inhibition zone for 1, 2, 3, 4, and 5% extract were 5.45; 5.7; 6.5; 7.5; and 9.6 mm, respectively. The result of ANOVA test showed that henna leaf extract has a significant effect on the survival rate of catfish (P0.05). The best survival rate was obtained at 4% of extract  concentration.  Keywords: Aeromonas hydrophila; henna leaf extract; catfishAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun inai (Lawsonia inermis L.) terhadap A. hydrophila secara in vitro dan pengaruhnya secara in vivo terhadap kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) yang terinfeksi bakteri ini dengan cara perendaman. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium kimia, FKIP Unsyiah dan Laboratorium Mikrobiologi Balai Budidaya Perikanan Air Payau (BBAP) Ujong Batee pada dari bulan April hingga bulan September 2015. Penelitian ini meliputi uji in vitro dengan parameter uji berupa zona hambat ekstrak terhadap bakteri dan uji in vivo dengan parameter uji berupa nilai kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang pasca perlakuan dengan ekstrak. Konsentrasi perlakuan yang dilakukan adalah 1, 2, 3, 4, dan 5%. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun inai (Lawsonia inermis L.) terbukti efektif terhadap Aeromonas hydrophila dengan nilai zona  hambat secara berturut-turut terhadap konsentrasi 1, 2, 3, 4 dan 5% adalah 5,45; 5,7; 6,5; 7,5; dan 9,6 mm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun inai berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang. Tingkat kelangsungan hidup ikan terbaik diperoleh pada konsentrasi ekstrak 4%.Kata kunci : Aeromonas hydrophila; ekstrak daun inai; ikan lele sangkuriang   
Struktur komunitas ekosistem mangrove di kawasan pesisir Sidangoli Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara Nebuchadnezzar Akbar; Abdurrachman Baksir; Irmalita Tahir
Depik Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.3.3052

Abstract

Abstract. Mangroves is important ecosystem in coastal. However, multiple  destructive activities to cause reduced mangrove area. The information about area and criteria of mangrove in Sidangoli coastal area, had been doing, however information ecology mangrove unexplored. This information is required to plan better conservation strategy of mangrove. The study was conducted to infer the ecology of mangrove in the Sidangoli coastal of west halmahera regency, North Mollucas. A total of location diveded by four and perform in November 2014. Mangrove sampling, done by the "spot check". The results showed that mangrove of thickness ranging from 145-750 meters and founded 11 specieses from 5 families of mangroves. The ecology analysis showed that frequency and density of mangrove founded station three. Whereas persent cover contained station four and value sicnificant analysis in all station. The mangrove vegetation analysis contained the high frequency, density and value sicnificant is Rhizopora stylosa and high persent cover Sonneratia alba.the overall observation of mangrove explaided that mangrove ecosystem enter in low/damage criteria.Keywords:  Mangroves;  Rhizopora stylosa; spot check; Sonneratia alba Abstrak. Mangrove merupakan ekosistem penting di kawasan pesisir. Tetapi, berbagai macam aktivitas yang bersifat destruktif telah menurunkan luas penyebaran lahan mangrove. Informasi tentang luas dan kriteria mangrove di kawasan pesisir Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat telah dilakukan. Akan tetapi informasi tentang nilai ekologi mangrove belum dilaporkan, sehingga perlu adanya kajian tentang anailsis ekologi mangrove. Informasi nilai ekologi dapat dijadikan sebagai data untuk dijadikan sebagi acuan dalam merencanakan strategi konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekologi mangrove dikawasan pesisir Sidangoli Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Lokasi penelitian dibagi menjadi empat dan penelitian dilaksanakan pada November 2014. Pengambilan contoh mangrove, di lakukan dengan menggunakan metode “spot chek”. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan mangrove berkisar 145-750 meter dan diperoleh sebanyak 11 jenis dari 5 famili mangrove. Analisis ekologi memperlihatkan bahwa nilai total kerapatan dan frekuensi tertinggi ditemukan pada stasiun  tiga. Sedangkan tutupan tertinggi pada stasiun empat serta nilai penting pada setiap stasiun adalah 300. Analisis vegetasi mangrove disetiap stasiun diperoleh kerapatan, frekuensi dan nilai penting jenis tertinggi adalah Rhizopora stylosa serta tutupan jenis tertinggi adalah Sonneratia alba. Total pangamatan jenis mangrove dan jumlah yang tersedia, menggambarkan kondisi ekosistem mangrove di pesisir Sidangoli masuk dalam kategori rendah/rusak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2015 2015