cover
Contact Name
Asep Sukandar
Contact Email
annida@uninus.ac.id
Phone
+628121443513
Journal Mail Official
annida@uninus.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Agama Islam UNINUS Jl. Soekarno Hatta No 530 Kota Bandung 40286 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
AN-NIDA: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 24769177     EISSN : 29639255     DOI : https://doi.org/10.30999/an-nida.v11i2
AN-NIDA: Jurnal Pendidikan Islam (E-ISSN 2963-9255, P-ISSN 2476-9177) Journal An Nida focus on the issues that are related in Islamic Education; including Research Methodology, Education Science, Islamic Education Science, Educational Psychology, Learning Psychology, Educational Philosophy, Islamic Educational Philosophy, Lesson Plan, Lesson Design, Lesson Media, Educational Facilities, Islamic Science, Tafsir Tarbawi, Hadist Tarbawi, Lesson Organization, Objectives and Evaluations of Educational Curriculum. An-Nida: Journal of Islamic Education published the first edition: Vol. 1, No. 1, 2012, in January and July with print media. Since Vol. 11 No. 1, 2022 journal published online. The review process in this journal uses double-blind peer-review, which means that the identity of the reviewer and author is hidden from the reviewer, and vice versa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober" : 10 Documents clear
Integrasi Pengetahuan Arah Kiblat dalam Pendidikan Islam: Kerangka Pedagogis untuk Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Maula, Muhammad Syakir
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3418

Abstract

Mengintegrasikan pengetahuan arah kiblat ke dalam pendidikan Islam dapat meningkatkan pemahaman keagamaan dan memperkaya kurikulum dengan pendekatan interdisipliner yang mencakup konsep geografis dan astronomis. Dalam konteks ini, pengajaran arah kiblat tidak hanya merupakan aspek teknis, tetapi juga merupakan upaya untuk membangun pemahaman spiritual dan ilmiah yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan pedagogis praktis dalam integrasi ini dan mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman siswa tentang ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Narasumber yang diwawancarai meliputi pendidik, siswa, dan pakar pendidikan Islam. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berkaitan dengan penerapan pengetahuan arah kiblat dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengintegrasikan pengetahuan arah kiblat melalui pendekatan interdisipliner dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep agama dan sains. Pendekatan pedagogis yang inovatif, seperti pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, dan multimedia, secara efektif mendorong keterlibatan siswa dan meningkatkan retensi pengetahuan. Siswa yang belajar melalui metode-metode ini menunjukkan peningkatan fokus pada ibadah dan apresiasi yang lebih dalam terhadap ajaran Islam. Mengintegrasikan pengetahuan arah kiblat dalam pendidikan Islam memiliki dampak positif terhadap pemahaman agama siswa. Penggunaan pendekatan interdisipliner dan strategi pedagogis yang inovatif meningkatkan kualitas pendidikan dan menghubungkan siswa dengan iman mereka dengan cara yang lebih bermakna. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang menggabungkan ajaran agama dengan pengetahuan ilmiah dan pelatihan profesional bagi para guru untuk mendukung penerapan strategi ini.
Strategi Pembelajaran Inovatif Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar: Studi Kasus di SMK Medikacom Naufal Nazmuddin; Ifah Khadijah; Riss, Anita Puspana; Tatik Rahmat
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3423

Abstract

Pendidikan Agama Islam di Indonesia menghadapi tantangan dalam relevansi dan efektivitas pembelajaran, terutama di era globalisasi dan perubahan sosial. Banyak siswa yang menganggap pembelajaran PAI tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga menurunkan motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan strategi pembelajaran inovatif dan Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Medikacom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif sebagai metode pengumpulan data utama. Analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang relevan terkait penerapan strategi pembelajaran inovatif dan KMB. Strategi pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. KMB memberikan fleksibilitas kepada siswa dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai, sehingga meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pelatihan guru dalam mendukung implementasi strategi tersebut. Strategi pembelajaran inovatif dan KMB terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran PAI. Hasil penelitian ini memberikan dasar untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih adaptif dan relevan. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk memperluas cakupan dan meningkatkan generalisasi hasil penelitian.
Dimensi Etika dalam Pendidikan Berbasis Al-Qur'an: Pengembangan Karakter dan Pembentukan Moral dalam Mengatasi Perundungan di Kalangan Pelajar Muslim Ashri Hidayati; Achmad Saefurrijal; Iskandar Mirza; Yefi Ardyanti
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3436

Abstract

Fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim di Indonesia semakin memprihatinkan, meskipun ajaran Islam menekankan pentingnya moral dan akhlak. Berbagai laporan menunjukkan tingginya angka perundungan, termasuk pada sekolah berbasis Islam, yang mengindikasikan celah dalam penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an dalam membentuk karakter pelajar agar mampu mencegah perilaku perundungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan laporan empiris terkait fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim, baik domestik maupun internasional. Analisis dilakukan untuk menyoroti faktor penyebab serta strategi pendidikan akhlak yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya internalisasi nilai moral, tekanan sosial teman sebaya, dan kurangnya keteladanan dari pendidik maupun keluarga merupakan faktor kunci pemicu perundungan. Strategi pendidikan akhlak yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan sosial terbukti memiliki potensi menekan perilaku menyimpang. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik dalam menerapkan ajaran Al-Qur’an, di mana pendidikan moral tidak hanya teoritis, tetapi juga disertai pembiasaan dan praktik nyata. Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan terbentuk lingkungan kondusif yang mendukung pengembangan akhlakul karimah dan mencegah perundungan secara berkelanjutan.
Pengaruh Aktivitas Salat Duha Terhadap Perilaku Keagamaan Siswa Kelas XI MA Al-Adzkar Babadan Gunung Djati Cirebon Fitriah, Fitriah; Mayada Azzahroh; Tafsir Tantowi
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3486

Abstract

Salat merupakan ibadah yang mendasar bagi umat Islam, yang meliputi ibadah wajib dan sunnah, seperti salat duha. Salat duha memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku religius siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan agama memainkan peran penting dalam membina perilaku keagamaan yang baik di kalangan siswa. Ketika siswa mengembangkan perilaku keagamaan yang baik, hal ini akan berdampak positif pada lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji kegiatan salat Dhuha siswa kelas XI di MA Al Adzkar Babadan Gunung Djati, Cirebon, pada tahun ajaran 2023/2024; (2) menilai perilaku keagamaan mereka; dan (3) mengetahui pengaruh salat Dhuha terhadap perilaku keagamaan mereka. Pendekatan penelitian lapangan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan rumus korelasi product moment untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan salat Dhuha siswa mendapatkan skor rata-rata yang cukup baik yaitu 44,4, berada pada interval 41-44, sedangkan perilaku keagamaan mereka mendapatkan skor rata-rata yang baik yaitu 52,5, berada pada interval 49-52. Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara salat Dhuha dan perilaku keagamaan siswa, dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,525 yang melebihi nilai r-tabel sebesar 0,312 pada tingkat signifikansi 5%. Hal ini menegaskan adanya hubungan positif antara kegiatan salat Dhuha dengan perilaku keagamaan siswa. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan diterima, yang menunjukkan bahwa keterlibatan secara teratur dalam salat duha berkontribusi pada pengembangan sikap dan perilaku keagamaan siswa.
Pendekatan Pembelajaran Hybrid dalam Pendidikan Islam: Menjembatani Strategi Pedagogis Tradisional dan Modern Fitriyani Kosasih; Iqbal Hilman; Jaeni Dahlan; Enung Herawati
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3566

Abstract

Pendekatan pembelajaran hybrid dalam pendidikan Islam semakin relevan dalam menjawab tantangan pendidikan global. Studi ini mengeksplorasi bagaimana model pembelajaran hybrid dapat mengintegrasikan strategi pedagogis tradisional dan modern untuk memenuhi kebutuhan generasi milenial dan Gen Z. Meski berbagai reformasi telah dilakukan, banyak siswa merasa kurang tertarik dengan metode konvensional yang minim interaktivitas. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kehadiran siswa dalam pelajaran agama dan tingkat toleransi, menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan, melibatkan guru pendidikan Islam, administrator sekolah, dan siswa. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola terkait strategi pengajaran, penggunaan sumber daya, dan keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan bahwa 85% pendidik menganggap pembelajaran hybrid efektif dalam mengakomodasi gaya belajar yang beragam, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memberikan fleksibilitas. Penggunaan alat digital seperti forum diskusi dan media interaktif meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa. Namun, 70% guru melaporkan kesulitan menyeimbangkan pengajaran daring dan tatap muka, yang menyebabkan kelelahan kerja. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi teknologi dan pembelajaran berpusat pada siswa untuk meningkatkan otonomi dan pemahaman siswa terhadap prinsip Islam. Namun, implementasi pembelajaran hybrid memerlukan dukungan institusional, pelatihan profesional, serta kerangka evaluasi yang sesuai. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya strategi untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dan metode penilaian tradisional guna mengoptimalkan penerapan pembelajaran hybrid. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dan praktik terbaik dalam penerapan hybrid learning di pendidikan Islam.
Integrasi Pengetahuan Arah Kiblat dalam Pendidikan Islam: Kerangka Pedagogis untuk Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Maula, Muhammad Syakir
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3418

Abstract

Mengintegrasikan pengetahuan arah kiblat ke dalam pendidikan Islam dapat meningkatkan pemahaman keagamaan dan memperkaya kurikulum dengan pendekatan interdisipliner yang mencakup konsep geografis dan astronomis. Dalam konteks ini, pengajaran arah kiblat tidak hanya merupakan aspek teknis, tetapi juga merupakan upaya untuk membangun pemahaman spiritual dan ilmiah yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan pedagogis praktis dalam integrasi ini dan mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman siswa tentang ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Narasumber yang diwawancarai meliputi pendidik, siswa, dan pakar pendidikan Islam. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berkaitan dengan penerapan pengetahuan arah kiblat dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengintegrasikan pengetahuan arah kiblat melalui pendekatan interdisipliner dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep agama dan sains. Pendekatan pedagogis yang inovatif, seperti pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, dan multimedia, secara efektif mendorong keterlibatan siswa dan meningkatkan retensi pengetahuan. Siswa yang belajar melalui metode-metode ini menunjukkan peningkatan fokus pada ibadah dan apresiasi yang lebih dalam terhadap ajaran Islam. Mengintegrasikan pengetahuan arah kiblat dalam pendidikan Islam memiliki dampak positif terhadap pemahaman agama siswa. Penggunaan pendekatan interdisipliner dan strategi pedagogis yang inovatif meningkatkan kualitas pendidikan dan menghubungkan siswa dengan iman mereka dengan cara yang lebih bermakna. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang menggabungkan ajaran agama dengan pengetahuan ilmiah dan pelatihan profesional bagi para guru untuk mendukung penerapan strategi ini.
Strategi Pembelajaran Inovatif Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar: Studi Kasus di SMK Medikacom Naufal Nazmuddin; Ifah Khadijah; Riss, Anita Puspana; Tatik Rahmat
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3423

Abstract

Pendidikan Agama Islam di Indonesia menghadapi tantangan dalam relevansi dan efektivitas pembelajaran, terutama di era globalisasi dan perubahan sosial. Banyak siswa yang menganggap pembelajaran PAI tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga menurunkan motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan strategi pembelajaran inovatif dan Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Medikacom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif sebagai metode pengumpulan data utama. Analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang relevan terkait penerapan strategi pembelajaran inovatif dan KMB. Strategi pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. KMB memberikan fleksibilitas kepada siswa dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai, sehingga meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pelatihan guru dalam mendukung implementasi strategi tersebut. Strategi pembelajaran inovatif dan KMB terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran PAI. Hasil penelitian ini memberikan dasar untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih adaptif dan relevan. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk memperluas cakupan dan meningkatkan generalisasi hasil penelitian.
Dimensi Etika dalam Pendidikan Berbasis Al-Qur'an: Pengembangan Karakter dan Pembentukan Moral dalam Mengatasi Perundungan di Kalangan Pelajar Muslim Ashri Hidayati; Achmad Saefurrijal; Iskandar Mirza; Yefi Ardyanti
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3436

Abstract

Fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim di Indonesia semakin memprihatinkan, meskipun ajaran Islam menekankan pentingnya moral dan akhlak. Berbagai laporan menunjukkan tingginya angka perundungan, termasuk pada sekolah berbasis Islam, yang mengindikasikan celah dalam penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan akhlak berbasis Al-Qur’an dalam membentuk karakter pelajar agar mampu mencegah perilaku perundungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan laporan empiris terkait fenomena perundungan di kalangan pelajar Muslim, baik domestik maupun internasional. Analisis dilakukan untuk menyoroti faktor penyebab serta strategi pendidikan akhlak yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya internalisasi nilai moral, tekanan sosial teman sebaya, dan kurangnya keteladanan dari pendidik maupun keluarga merupakan faktor kunci pemicu perundungan. Strategi pendidikan akhlak yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan sosial terbukti memiliki potensi menekan perilaku menyimpang. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik dalam menerapkan ajaran Al-Qur’an, di mana pendidikan moral tidak hanya teoritis, tetapi juga disertai pembiasaan dan praktik nyata. Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan terbentuk lingkungan kondusif yang mendukung pengembangan akhlakul karimah dan mencegah perundungan secara berkelanjutan.
Pengaruh Aktivitas Salat Duha Terhadap Perilaku Keagamaan Siswa Kelas XI MA Al-Adzkar Babadan Gunung Djati Cirebon Fitriah, Fitriah; Mayada Azzahroh; Tafsir Tantowi
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3486

Abstract

Salat merupakan ibadah yang mendasar bagi umat Islam, yang meliputi ibadah wajib dan sunnah, seperti salat duha. Salat duha memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku religius siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan agama memainkan peran penting dalam membina perilaku keagamaan yang baik di kalangan siswa. Ketika siswa mengembangkan perilaku keagamaan yang baik, hal ini akan berdampak positif pada lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji kegiatan salat Dhuha siswa kelas XI di MA Al Adzkar Babadan Gunung Djati, Cirebon, pada tahun ajaran 2023/2024; (2) menilai perilaku keagamaan mereka; dan (3) mengetahui pengaruh salat Dhuha terhadap perilaku keagamaan mereka. Pendekatan penelitian lapangan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan rumus korelasi product moment untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan salat Dhuha siswa mendapatkan skor rata-rata yang cukup baik yaitu 44,4, berada pada interval 41-44, sedangkan perilaku keagamaan mereka mendapatkan skor rata-rata yang baik yaitu 52,5, berada pada interval 49-52. Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara salat Dhuha dan perilaku keagamaan siswa, dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,525 yang melebihi nilai r-tabel sebesar 0,312 pada tingkat signifikansi 5%. Hal ini menegaskan adanya hubungan positif antara kegiatan salat Dhuha dengan perilaku keagamaan siswa. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan diterima, yang menunjukkan bahwa keterlibatan secara teratur dalam salat duha berkontribusi pada pengembangan sikap dan perilaku keagamaan siswa.
Pendekatan Pembelajaran Hybrid dalam Pendidikan Islam: Menjembatani Strategi Pedagogis Tradisional dan Modern Fitriyani Kosasih; Iqbal Hilman; Jaeni Dahlan; Enung Herawati
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3566

Abstract

Pendekatan pembelajaran hybrid dalam pendidikan Islam semakin relevan dalam menjawab tantangan pendidikan global. Studi ini mengeksplorasi bagaimana model pembelajaran hybrid dapat mengintegrasikan strategi pedagogis tradisional dan modern untuk memenuhi kebutuhan generasi milenial dan Gen Z. Meski berbagai reformasi telah dilakukan, banyak siswa merasa kurang tertarik dengan metode konvensional yang minim interaktivitas. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kehadiran siswa dalam pelajaran agama dan tingkat toleransi, menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan, melibatkan guru pendidikan Islam, administrator sekolah, dan siswa. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola terkait strategi pengajaran, penggunaan sumber daya, dan keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan bahwa 85% pendidik menganggap pembelajaran hybrid efektif dalam mengakomodasi gaya belajar yang beragam, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memberikan fleksibilitas. Penggunaan alat digital seperti forum diskusi dan media interaktif meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa. Namun, 70% guru melaporkan kesulitan menyeimbangkan pengajaran daring dan tatap muka, yang menyebabkan kelelahan kerja. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi teknologi dan pembelajaran berpusat pada siswa untuk meningkatkan otonomi dan pemahaman siswa terhadap prinsip Islam. Namun, implementasi pembelajaran hybrid memerlukan dukungan institusional, pelatihan profesional, serta kerangka evaluasi yang sesuai. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya strategi untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dan metode penilaian tradisional guna mengoptimalkan penerapan pembelajaran hybrid. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dan praktik terbaik dalam penerapan hybrid learning di pendidikan Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10