cover
Contact Name
Nurul Arifiyanti
Contact Email
nurularifiyanti@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpafip@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : 23026804     EISSN : 25794531     DOI : 10.21831
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Anak is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Articles 243 Documents
Pengembangan Kemampuan Matematika Anak UsiA 5-6 Tahun Melalui Kegiatan di Sentra Seni Sri Indah Pujiastuti; Iva Sarifah; Finka Rachmawati
Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v1i2.3021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan matematika pada anak usia 5-6 tahun di TTKA Rawamangun Ceria, Jakarta Timur melalui kegiatan di pusat-pusat seni pada bulan Oktober-November 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui satu siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek adalah 6 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan rata-rata yaitu kuantitatif dan proporsi yang dipelajari harus meningkatkan 20%, dan kualitatif sebagai reduksi data, data display, dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan 35,52% pada siklus I, sehingga penelitian ini dihentikan pada siklus II. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegiatan di pusat-pusat seni bisa mengembangkan matematika pada anak-anak usia 5-6 tahun. Kata kunci: matematika, seni pusat, kegiatan, anak usia 5-6 tahun.
Peningkatan rasa percaya diri anak melalui show and tell dengan media benda-benda pribadi pada anak taman kanak-kanak Amini Amini; Muryati Muryati
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i1.25876

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan rasa percaya diri anak melalui metode show and tell. Metode show and tell adalah salah satu metode pembelajaran yang dilakukan guru untuk menunjukkan sesuatu kepada audiens dan menjelaskan sesuatu meliputi bentuk, warna ukuran, komposisi, dan guna unsur. Metode penelitian ini ada penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan guru pendamping sebagai pengamat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi dalam bentuk cheklist, unjuk kerja, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak-anak TK kelompok B TK Negeri Pembina Yogyakarta berjumlah 15 anak terdiri dari 10 anak laki- laki dan 5 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan rasa percaya diri anak yang signifikan melalui show and tell dengan benda-benda pribadi. Rasa percaya diri anak pra tidakan diperoleh hasil sebesar 58,05%, setelah dilakukan tindakan siklus I hasilnya meningkat 72,46 %, dan tindakan siklus II sebesar 81,34%. Rasa percaya diri anak yang muncul antara lain anak berani menatap dan mersepon orang diajak bicara, anak dapat memulai pembicaraan dengan orang lain, anak berani menyatakan keinginannya, anak berani memimpin di depn kelas, anak terbiasa meminta maaf jika bersalah dan meminta ijin jika meminjam barang teman serta mengucapkan terima kasih pada orang yang membantunya. AbstractThe purpose of this study is to develop children's confidence through the show and tell method. The show and tell method is one of the learning methods used by the teacher to demonstrate and explain certain objects or concepts such as shape, color, composition and use of the elements. This is collaborative classroom action research with a companion teacher as an observer. The research instrument was an observation guideline in the form of a checklist, performance, and documentation. The subjects of the study were 15 kindergarten children of Group B, TK Negeri Pembina Yogyakarta consisting of 10 boys and 5 girls. The results showed a significant increase in children's confidence through show and tell method involving personal objects. The children’s confidence before treatment amounts to 58.05%, after the first cycle the results increased to 72.46%, and the confidence kept growing (81.34%) in the second cycle. Children’s self confidence that grew stronger was shown in children had the courage to look in the eye as people talk to them and participate in the conversation, to start conversations, to express their desires, to lead their friends in classroom setting, to apologize whenever they made mistakes, to ask for permission whenever borrowing someone else’s belongings, and to thank people who helped them.
Deteksi dan Intervensi Dini Pada Anak Autis Sri Muji Rahayu
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v3i1.2900

Abstract

Autism adalah suatu gangguan perkembangan secara menyeluruh yang mengakibatkan hambatan dalam kemampuan sosialisasi, komunikasi, dan juga perilaku. Gangguan tersebut dari taraf yang ringan sampai dengan taraf yang berat. Gejala autis ini pada umumnya muncul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada umumnya penyandang autis mengacuhkan suara, penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka, dan mereka menghindari atau tidak merespon kontak sosial misalnya pandangan mata, sentuhan kasih sayang, bermain dengan anak lainnya. Gangguan yang dialami anak autism adalah gangguan dalam bidang interaksi sosial, gangguan dalam bidang komunikasi (verbal-non verbal), gangguan dalam bidang perilaku, gangguan bidang perasaan/emosi, dan gangguan dalam bidang persepsi-sensorik. Penanganan anak  autis bertujuan agar perkembangan yang terlambat pada dirinya dapat diatasi sesuai dengan perkembangan usianya. Semakin cepat mengetahui anak mengalami autis, maka akan semakin cepat pula usaha penanganannya. Deteksi dan intervensi dini sangat penting untuk anak autis  sehingga penanganannnya lebih cepat dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang relatif lama. Terapi untuk anak autis harus dimulai sejak awal dan harus diarahkan pada hambatan maupun keterlambatan yang secara umum dimiliki oleh setiap anak.   Kata kunci: deteksi, intervensi, autis
Membangun kesadaran lingkungan melalui ekopedagogik pada anak usia dini berlandaskan konsep Jan Ligthart Rd Roro Windy Amelya Kusumawardani; Kuswanto Kuswanto
Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v9i2.31997

Abstract

Jan Ligthart merupakan salah satu tokoh yang berjasa dalam dunia pendidikan. Konsep yang ia gunakan dalam pendidikan ialah pendidikan alam sekitar atau pendidikan yang berbasis alam. Adanya studi ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak usia dini melalui ekopedagogik yang berdasarkan kepada teori Jan Ligthart agar anak usia dini mempunyai pondasi yang kokoh untuk kehidupannya kelak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang mengumpulkan data beserta fakta-fakta yang ada dari berbagai sumber. Hasilnya dari penelitian ini yaitu ternyata adanya kesadaran lingkungan pada anak usia dini sangat penting. Namun, masih ada pula hambatan yang terjadi yaitu kurangnya kesadaran pendidik dalam memahami ekopedagogik. Hal ini dilakukan untuk membahas masalah pentingnya anak usia dini mengenal serta mencintai lingkungannya tetapi bukan hanya melalui transfer of knowledge melainkan adanya implementasi langsung ke lapangan.
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS KEPEMIMPINAN DALAM PENGELOLAAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Eka Sapti Cahyaningrum
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v4i2.12356

Abstract

Kepemimpinan lembaga pendidikan merupakan elemen dasar dalam pengembangan lembaga secara keseluruhan. Tanpa adanya kepemimpinan yang baik akan berakibat pada lemahnya pencapaian tujuan organisasi pendidikan. Berbicara mengenai kepemimpinan pada lembaga pendidikan sangat terkait dengan kesiapan sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Elemen pokok kemajuan lembaga pendidikan khususnya pada Pendidikan Anak Usia Dini terletak pada kesiapan seluruh komponen yang meliputi figur kultur, dan struktur dalam organisasi tersebut. Upaya mengembangkan kreativitas kepemimpinan dalam pengelolaan di lembaga pendidikan anak usia dini sangat tergantung pada komitmen setiap unsur di dalamnya. Pencapaian tujuan organisasi lembaga pendidikan anak usia dini teritegrasi dalam visi organisasi dan melalui pemimpin yang kreatif mampu membawa perubahan kea rah kemajuan. Pada sisi yang lain kualitas dukungan seluruh stake holder berpengaruh dalam membantu usaha-usaha lembaga pendidikan. Kata kunci: Kreativitas, Kepemimpinan, Pendidikan Anak Usia Dini
Pelaksanaan Pembelajaran Seni Rupa di Masa Pandemi Covid-19: Studi Kasus TK/RA Ma’Arif Candran Dwi Wulandari; Ledistar Sumin Naibaho; Lia Amanda Putri; Beata Melati Senja Kirana; Dimas Ganang Ardhianto; Ahmad Haidar
Jurnal Pendidikan Anak Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v11i1.42029

Abstract

Seni rupa merupakan bahasa pertama anak dan salah satu sarana yang menghubungkan anak dengan lingkungan di sekitarnya.  Pembelajaran seni rupa untuk anak-anak menjadi aspek penting bagi dunia pendidikan. Sayangnya, kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembatasan sosial ketat telah membawa tantangan tersendiri bagi pelaksanaan pendidikan khususnya pembelajaran seni rupa. Penelitian ini berusaha menganalisis secara etnografis pelaksanaan pembelajaran seni rupa selama pandemi Covid-19 dengan menitik-beratkan aspek sosio-kultural subjek penelitian yaitu TK/RA Ma’arif Candran. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Melalui model analisis data interaktif, disimpulkan bahwa RA Ma’Arif Candran tetap melaksanakan pembelajaran secara luring termasuk pembelajaran seni rupa selama masa pandemi Covid-19 menyesuaikan dengan kondisi dan aturan yang ditetapkan pemerintah. Seluruh aktivitas pembelajaran dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Pelaksanaan pembelajaran seni rupa di masa pandemi Covid-19 tidak sebebas pelaksanaan pada kondisi normal. Interaksi guru dan anak tidak seideal yang diharapkan. Meskipun pembelajaran berjalan dengan relatif kondusif, hasil pembelajaran seni rupa yang dilaksanakan juga dirasa oleh guru tidak bisa optimal. Inovasi- invovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran seni rupa dalam situasi yang mengharuskan pembatasan sosial masih sangat diperlukan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLANNEL PINTAR KELOMPOK A TK NEGERI PEMBINA BANTUL Partijem -
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v6i1.15683

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui  flannel pintar pada kelompok A2 TK Negeri Pembina Bantul. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis Mc Taggart. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A2 sebanyak 22 anak yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 12 anak laki-laki. Objek penelitian ini adalah kemampuan membaca permulaan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan dapat meningkat setelah diberikan tindakan menggunakan flannel pintar yang dilakukan secara bersamaan dengan teman menyerupai perlombaan, serta pemberian reward secara kongkret yakni memberi bintang dari kertas berwarna yang di tempel di papan karya. Peningkatan kemampuan membaca permulaan tersebut di atas dapat terlihat secara optimal dari hasil data observasi dan dokumentasi yang diperoleh pada setiap siklusnya. Peningkatan dari pra tindakan ke Siklus I sebesar 16,6% dan,dari Siklus I ke Siklus II mengalami peningkatan sebesar 41,6%. Anak yang berada pada kriteria Berkembang Sangat Baik sebelum tindakan berjumlah 2 anak (16,6%), pada Siklus I berjumlah 6 anak 34,4 % dan pada Siklus II berjumlah 11 anak (91,6%). Kata kunci: kemampuan membaca permulaan, media flannel pintar, kelompok A2
Pengaruh Dongeng dan Komunikasi Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 7-8 Tahun Pupung Puspa Ardini
Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v1i1.2905

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara cerita rakyat dan kemampuan komunikasi untuk perkembangan moral anak 7-8 tahun di Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial. Sampel penelitian ini didapatkan melalui dua langkah, teknik cluster sampling dan sample random sampling. Sampel percobaan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 SDIT Al Manar sedangkan kelas kontrol adalah siswa kelas 2 SDIT Al Husna. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk kemampuan komunikasi dan tes lisan untuk pengetahuan perkembangan moral. Berdasarkan analisis data, sehingga dapat disimpulkan bahwa (1) perkembangan moral anak-anak 7-8 tahun yang diberikan kisah fantasi modern lebih tinggi dari perkembangan moral yang diberikan cerita rakyat tradisional, (2) terdapat interaksi antara dongeng dengan kemampuan komunikasi melalui perkembangan moral anak-anak 7-8 tahun, (3) perkembangan moral anak-anak 7-8 tahun yang memiliki komunikasi yang lebih tinggi dan kisah fantasi yang diberikan modern lebih tinggi dibandingkan kelompok anak yang diberi cerita rakyat tradisional , (4) perkembangan moral anak-anak 7-8 tahun yang memiliki komunikasi yang lebih rendah dan diberikan yang modern kisah fantasi yang sama dengan kelompok anak yang diberi cerita rakyat tradisional. Kata kunci : Dongeng, Komunikasi, Moral Anak Usia 3-4 Tahun
Peran perencanaan pembelajaran untuk performance mengajar guru pendidikan anak usia dini Vivi Sufiati; Sofia Nur Afifah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i1.26609

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran perencanaan pembelajaran untuk performance mengajar guru PAUD. Penelitian dilakukan selama semester genap tahun ajaran 2018/2019. Penelitian merupakan kualitatif study kasus. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang guru Cendekia Kids School yang memenuhi kriteria. Kriteria tersebut adalah guru tetap yayasan yang menjadi guru inti di kelas yang sudah diwajibkan membuat perencanaan pembelajaran. Penelitian inidirancang dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Tahapan analisis yang digunakan dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan 44,44 % RPPH guru yang dikumpulkan tepat waktu dan rata-rata konten RPPH dinilai mulai berkembang. Rencana Program Pembelajaran harian yang disusun lengkap membantu guru dalam menguasai keterampilan mengajar membuka menutup pembelajaran, bertanya, variasi pembelajaran dan keterampilan menjelaskan. RPPH tidak cukup membantu jika hanya dihafalkan atau dibaca di kelas sambil mengajar tanpa dipahami. Menghafal akan membuat guru focus pada kegiatan menghafal bukan mengajar. Memahami RPPH membuat guru menampilkan performance percaya diri dan memunculkan keterampilan -keterampilan mengajar. RPPH merupakan perencanaan yang dibuat agar mencapai tujuan pembelajaran untuk anak bukan memaksakan kegiatan untuk anak. Perencanaan bisa berubah menyesuaikan keadaan anak dengan memodivikasi RPPH yang sudah dibuat. AbstractThis study aimed to determine the role of lesson plan for early childhood education teacher teaching performance. The study was conducted during the even semester of the 2018/2019 school year. Research was a qualitative case study. The research subjects consisted of 4 Cendekia Kids School teachers who met the criteria. These criteria were the foundation's permanent teachers who become the core teachers in the class that were required to make learning plans. Data collection uses observation, interviews, and documentation. The stages of the analysis was used by data reduction, data display and drawing conclusions or verification. The results showed 44.44% of the daily lasson plan of the teachers that were collected on time and the average lesson plan content was assessed as starting to develop. Daily Lesson Plan that were prepared in full help teachers in mastering teaching skills opening closing learning, asking questions, learning variations and explaining skills. Daily lasson plan is not enough to help if only memorized or read in class while teaching without being understood. Memorization will make the teacher focus on memorizing activities rather than teaching. Understanding the lesson plan make the teacher have a confident performance and bring up teaching skills. Lesson plan was a plan that is made in order to achieve learning objectives for children rather than imposing activities for children. Planning can change according to the child's situation by modifying the lesson plan that has been made.
Permainan Bola Estafet Sebagai Media Pembelajaran Pada Anak Usia Dini - Syamsidah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v2i2.3047

Abstract

Pembelajaran pada anak usia dini tidak pemah lepas dengan permainan, sesuai prinsip pembelajaran pada anak usia dini, bermain seraya belajar atau belajar seraya bermain. Tujuan dari permainan adalah untuk menyampaikan pembelajaran, namun anak tidak merasa terbebani untuk belajar, karena dilaksanakan dengan bermain. Melalui bermain ada beberapa bidang pengembangan untuk anak usia dini yang terstimulasi. Salah satu permainan yang dapat diberikan untuk anak usia dini adalah permainan bola estafe, dimana dalam permainan itu dilaksanakan secara kelompok. Alat yang dipergunakan adalah bola dari daun kelapa. Anak dengan semangat, bergembira melakukan tugas, apalagi ditambah janji guru jika yang juara akan diberi reword/hadiah yang menari. Diharapkan dengan berbagai permainan pembelajaran tersampaikan dengan baik dan hasilnya akan meningkat. Dengan menggali berbagai permaianan sebagai wahana penyampaian pembelajaran dapat meningkatkan semangat belajar anak dan dapat menampak perbendaharaan permaianan di lembaga. Kata Kunci: meningkatkan, kegiatan belajar mengajar, permainan bola estafet