cover
Contact Name
Nurul Arifiyanti
Contact Email
nurularifiyanti@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpafip@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : 23026804     EISSN : 25794531     DOI : 10.21831
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Anak is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Articles 243 Documents
Penerapan language experience approach melalui cerita budaya lokal untuk mendukung membaca awal pada anak Martha Christianti; Nur Hayati; Arumi Savitri Fatimaningrum
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i1.26681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Language Experience Approach (LEA) melalui cerita rakyat budaya lokal untuk mendukung membaca awal pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain ekperimen quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data dengan observasi dalam bentuk ceklist dan catatan lapangan. Hasil penelitian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menerapkan pendekatan LEA dengan beberapa tahap yaitu (1) tahap bercerita; (2) tahap anak menyampaikan pengetahuan melalui pertanyaan; (3) nak menuangka pengalaman melalui gambar, huruf atau bentuk; (4) guru meminta anak untuk menceritakan hasil tulisannya secara lisan. Penelitian ini menunjukkan bahwa 80 persen anak di TPA Dharma Yoga Santi mengalami kemajuan dalam membaca awal yang ditunjukkan dalam kemampuan anak untuk menciptakan cerita dari pengalamannya mendengarkan cerita dalam bentuk tulisan dan kemampuan anak untuk menceritakan kembali cerita melalui hasil tulisannya dalam bentuk lisan atau tulisan. Anak anak mulai tumbuh rasa percaya diri untuk mengungkapkan ide melalui tulisan karena sering mendapatkan kesempatan dari guru untuk menuangkan idenya baik berupa gambar maupun tulisan. AbstractThis study aims to apply the Language Experience Approach (LEA) through local folklore to enhance early reading in early childhood. The research employed the quasi experimental design. Data were collected by means of observation in the form of a checklist and field notes. The data were then analyzed by using the quantitative and qualitative descriptive approaches. The results show that this study apply the LEA approach with several stages, namely (1) the storytelling stage; (2) the stage where children conveys knowledge through questions; (3) the stage where children want to imagine experiences through images, letters or shapes; and (4) the stage where teacher asks children to verbally convey their writing results. This study also reveals that 80 percent of children in TPA Dharma Yoga Santi experienced progress in early reading as indicated in the children’s ability to create stories in written from after they listen to certain stories and children’s ability to retell stories in written and oral forms. Children begin to grow the confidence to express ideas through writing because they often get the opportunity from the teacher to express their ideas in the form of pictures and writing.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak melalui Media Gambar dengan Pendekatan BCCT Siti Nur Istianingsih
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v3i1.3051

Abstract

Berbicara merupakan alat komunikasi yang penting dalam berkelompok. Secara normatif, anak akan saling berkomunikasi terutama dalam kegiatan yang dikeijakan secara kelompok. Apabila anak pasif bicara atau diam, pola keija kelompok tidak efektif, sebab pada keija kelompok, kecakapan bicara merupakan alat komunikasi yang jjienjadi bagian dari alat utama untuk saling bekeija sama. Kemampuan berbicara anak dapat ditingkatkan salah satunya melalui media gambar. Kata Kunci: kemampuan berbicara, anak, media gambar, BCCT
KEGIATAN SENAM OTAK DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI Ni Made Ary Astuti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v4i2.12349

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana menstimulus kemampuan kognitif anak agar mampu merespon kegiatan pembelajaran yang ada dikelas menjadi lebih baik. Salah satu kegiatan yang dapat diberikan adalah dengan melakukan gerakan senam otak. Gerakan senam otak dapat diberikan pada anak usia dini di awal kegiatan atau sebelum memasuki kegiatan inti. Gerakan senam otak yang sederhana dan identik dengan gerakan menyentuh bagian-bagian tubuh tertentu, akan mampu mengaktifkan energi-energi positif yang ada pada tubuh anak usia dini. Kegiatan senam otak mulai dilakukan dikelas melihat dari kondisi anak-anak di daerah 3T yang agak kurang pada kemampuan kognitifnya, seperti dalam hal menanggapi perintah yang diberikan guru serta  menyelesaikan tugas-tugas dalam proses pembelajaran di kelas. Mengingat perkembangan kemampuan kognitif anak-anak di daerah 3T yang dapat di katakan masih kurang, sehingga dilaksanakanlah suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan perkembangan kognitif pada anak usia dini di PAUD Mekarsari Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu NTT. Kata Kunci:  kemampuan kognitif, senam otak, anak usia dini
Pengaruh Storytelling dalam Meningkatkan Kemampuan Empati Anak Usia Dini Aqila Tsabita Salsabila; Dwi Yuni Astuti; Ruli Hafidah; Novita Eka Nurjanah; Jumiatmoko Jumiatmoko
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v10i2.41747

Abstract

Meningkatkan kemampuan empati pada anak usia dini sangat penting dilakukan karena hal ini bertujuan agar kemampuan berempati dapat terus tertanam dalam diri anak hingga dewasa. Salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan empati pada anak usia dini adalah storytelling atau bercerita. Melalui storytelling anak dapat mengambil nilai-nilai dalam cerita yang dibacakan oleh guru, kemudian anak akan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian jenis studi literatur yang berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari hasil acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Sumber literatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel yang mencakup artikel nasional maupun internasional dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2020 dengan keseluruhan terdapat 21 artikel, namun hanya 7 artikel yang dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian dan masalah studi literatur. Metode pencarian sumber literatur menggunakan database elektronik, yaitu Google Scholar dan ScienceDirrect. Dengan berfokus pada storytelling, empati, anak usia dini. Berdasarkan pembahasan hasil kajian literatur dari 7 artikel yang dirujuk, seluruh hasil artikel menyatakan bahwa adanya peningkatan kemampuan empati pada anak usia dini setelah penerapan metode storytelling atau bercerita.
IDENTIFIKASI PEMAFAATAN ALAT PERMAIAN EDUKATIF (APE) DALAM MENGEMBANGKA MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Baik Nilawati Astini; Nurhasanah -; Ika Rachmayani; I Nyoman Suarta
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v6i1.15678

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah salah satu lembaga pendidikan yang memegang peran penting untuk membantu pemerintah mempersiapkan generasi muda sedini mungkin, yang sesuai dengan tujuan pendidikan anak usia dini yaitu membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap perilaku, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik. Penelitian ini pada hakekatnya bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang Analisis Identifikasi Pemafaatan Alat Permainan Edukatif (APE) Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia Dini. Dimana hasil penelitian ini pada akhirnya diperoleh data yang menggambarkan Analisis Identifikasi Pemafaatan Alat Permainan Edukatif (APE) Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia Dini. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukan bahwa APE yang banyak digunakan atau dimanfaatkan guru untuk stimulasi tumbuh kembang motorik halus anak adalah bahan alam yang terdiri dari barang bekas seperti kertas bekas yang akan di sobek dan dibuat bubur kertas 88,8%. Tetapi pemanfaatan Koran bekas yang lebih mudah untuk dibentuk dan diekmbangkan pada kegiatan dan stiulasi asek lain maah jarang digunakan (33,3%) Bahan alam yang mudah didapat seperti serbuk gergaji, pasir dan air dan sejinisnya 83,3% guru sangat sering menggunakannya dalam proses pembelajaran. Hal yang juga sering dimanfaatkan guru adalah meronce manic-manik yakni 72,2%, alat mencocok 77,8%. Kata kunci: APE, motorik halus
Pelatihan Pengenalan Karakter untuk Anak Usia Dini melalui Cerita Rakyat Budaya Lokal Bagi Pendidik PAUD Non Formal TPA/ KB/ SPS se- Kecamatan Sleman Eka Sapti Cahyaningrum; Nur Cholimah; Martha Christianti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v3i1.2881

Abstract

Abstrak Latar belakang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah begitu banyak cerita-cerita rakyat yang diwariskan memiliki nilai-nilai luhur untuk membentuk karakter anak yang sudah semakin hilang dan tidak dikenal. Pendidik  lebih memilih cerita-cerita yang diterjemahkan dari luar negeri untuk bercerita Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pendidik dalam pengenalan karakter untuk anak usia dini melalui cerita rakyat serta meningkatkan ketrampilan bercerita. Sasaran adalah Pendidik di KB, TPA dan SPS  Se Kecamatan Sleman berjumlah 42 pendidik. Pelatihan ini  menggunakan metode ceramah, demonstrasi, micro teaching, praktek lapangan dan  diskusi. Langkah kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, pelatihan dan workshop. Peserta dikatakan berhasil dalam pemahaman materi minimal 75% dan dalam praktek minimal 70%. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini Pelaksanaan berjalan  lancar, peserta 100% lebih dari sasaran yang seharusmya. Adanya  peningkatan  skor pemahaman peserta tentang materi karakter anak Usia Dini dan materi tentang teknik-teknik bercerita sebesar 31,64 atau 84%.  Peningkatan  skor ketrampilan bercerita sebesar 82%. Hasil dari Pengamatan  terhadap Anak menunjukkan dari 3 kali tampil dihadapan anak anak 98% minta diceritakan kembali untuk esok harinya, dan 90% anak-anak usia KB 3-5 tahun memahami isi cerita rakyat (Kelip Kunang, Kedung Bolong, Kijang dan Lintah, Rusa Bertanduk, asal Mula Kali Gajah Wong, Mbok rondo dan Lurah Cokrojoyo, serta Gedung Bolong). Dengan demikian pelatihan ini efektif dalam peningkatkan pemahaman dan ketrampilan bercerita bagi Pendidik PAUD.   Kata Kunci: pemahaman karakter, keterampilan bercerita bagi pendidik PAUD
KEMAMPUAN BERCERITA ANAK PRASEKOLAH (5-6 TAHUN) Revina Rizqiyani; Nur Azizah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v7i2.24458

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan tentang perkembangan bahasa anak prasekolah terutama dalam kemampuan bercerita. Penelitian ini melibatkan 60 anak yang terdiri dari 32 anak laki-laki dan 28 anak perempuan yang berkisar usia 5-6 tahun dan terdapat 4 guru. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan desain control group pretest-posttet. Data deskriptive kualitatif didapat dari wawancara guru. Data kuantitatif didapat dari lembar observasi kemampuan bercerita. Anak-anak melakukan kegiatan bercerita menggunakan wordless picture book untuk kelompok eksperimen dan buku bergambar yang terdapat teksnya untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan wordless picture book lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan bercerita pada anak prasekolah dibandingkan buku cerita pada umumnya. Anak-anak lebih mahir dalam pilihan kata dan gestur melalui gambar yang dilihat. Kata Kunci: wordless picture book, prasekolah, kemampuan bercerita
Pemilihan Nilai Karakter dalam Cerita Anak dan Teknik Penceritaannya Enny Zubaidah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v2i2.3041

Abstract

Pendidikan Karakter atau Pendidikan Budi Pekerti idealnya diterapkan sejak Anak Usia Dini (AUD), namun bukan berarti terlambat jika pendidikan karakter ini diterapan di seluruh tingkat satuan pendidikan. Dengan pendidikan karakter, diharapkan peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang memiliki nilai-nilai karakter yang baik. Untuk itu, guru AUD hendaklah memiliki kompetensi sebagai guru AUD. Dapat mengajar peserta didiknya melalui cara yang benar dan baik sehingga paserta didik kelak bukan hanya memiliki kepandaian, namun juga memiliki nilai-nilai karakter yang baik pula. Cerita Anak (CA) adalah sesuatu yang memiliki makna bagi anak apabila dapat memberi kebermanfaatan. Kebermanfatannya itu karena CA memiliki amanat yang mampu mengemban ajar an moral yang berupa nilai-nilai pendidikan karakter, sehingga bermakna bagi anak. Makna CA itulah yang merupakan salah satu sajian materi yang dapat diberikan kepada AUD di sekolah. Untuk itu, jika guru dapat memilih CA dengan baik dan menceritakannya dengan baik pula, peserta didik akan mampu menghayati, memahami, dan mampu mengapresiasi isi cerita yang diperdengarkan tersebut secara baik pula. AUD walaupun masih berada pada masa sebelum operasional konkrit, namun dalam pembelajarannya pun tetap digunakan melalui pendekatan komprehensif dengan metode keteladanan yang konkrit. Metode ini lebih sesuai diterapkan pada peserta didik tingkat AUD melalui CA dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: nilai karakter, cerita anak, teknik bercerita, anak usia dini
Peran orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini (studi kasus di desa karangbong rt. 06 rw. 02 Gedangan-Sidoarjo) Syifaul Adhimah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v9i1.31618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran serta strategi orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini di Desa Karangbong rt. 06 rw. 02 Gedangan-Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan jenis penelitian studi kasus. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu berjumlah dua keluarga. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, display data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Orang tua merupakan kunci utama dalam menghilangkan rasa canggung pada anak. Orang tua memiliki peranan dalam lingkungan keluarga, dan tidak dapat diberikan di lembaga pendidikan. (2) Orang tua harus mencari sumber letak dimana anak merasa canggung. (3) Kembangkan terus kelebihan dan keistimewaan anak pada teman barunya agar anak tidak merasa canggung dalam bersosialisasi.
KAJIAN LITERATUR PERKEMBANGAN PENGETAHUAN FONETIK PADA ANAK USIA DINI Martha Christianti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v4i1.12339

Abstract

Artikel ini merupakan kajian literatur perkembangan pengetahuan fonetik pada anak. Fonetik berkaitan dengan bunyi bahasa dan simbol. Perkembangan fonetik pada anak terjadi sangat alami pada kemampuan bahasa reseptif dan produksi bahasa. Tahap perkembangan pengetahuan fonetikpada anak terbagi dalam tahap bayi, batita, prasekolah dan taman kanak-kanak. Setiap tahap perkembangannya menunjukkan karakteristik yang khusus. Pengetahuan tentang perkembangan pengetahuan fonetik berguna bagi guru dalam menstimulasi fonetik anak dan bagi peneliti untuk melakukan penelitian terhadap fonetik anak dalam konteks budaya Indonesia. Kata kunci: perkembangan pengetahuan fonetik