cover
Contact Name
Agung Hari Wibowo
Contact Email
agung.hari.w@mail.ugm.ac.id
Phone
+6282137457838
Journal Mail Official
ftundaris.jei@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah - 50514
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Indonesia
ISSN : 29872723     EISSN : 29870933     DOI : https://doi.org/10.61689/jti
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Indonesia diterbitkan sejak tahun 2018 oleh segenap civitas akademika Fakultas Teknik, Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman GUPPI. Jurnal Teknik Indonesia terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Ruang lingkup dari Jurnal Teknik Indonesia berupa hasil penelitian, kajian dan aplikasi di dalam bidang Teknik Sipil seperti: (1) Manajemen konstruksi; (2) Rekayasa struktur; (3) Rekayasa sumber daya air; (4) Rekayasa geoteknik; (5) Rekayasa transportasi.
Articles 55 Documents
Pengaruh Substitusi Agregat Halus Dengan Sebuk Kayu Terhadap Kuat Tekan Beton (Studi Kasus Campuran Beton 1:2:3) Kurniawan, Febrian Adi; Gumilang, Rahaditya; Abdullah, Abdullah; Wijaya, Tenardhy Aryarama
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.802

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat menimbulkan ide-ide untuk menghasilkan sifat dan karakteristik beton menjadi lebih baik. Oleh karena itu muncul pemikiran untuk memanfaatkan limbah serbuk kayu yang dapat meningkatkan kekuatan beton sebagai salah satu campuran beton. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui peningkatan atau penurunan akibat substitusi agregat halus dengan serbuk kayu jati dalam campuran beton. Serbuk kayu yang akan dicampurkan ke dalam beton yaitu sebesar 0,2% dan 0,4% dari berat total agregat halus. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder yang berukuran 150 mm x 300 mm, sebanyak 18 sampel benda uji. Perhitungan perencanaan penelitian ini menggunakan studi kasus campuran beton dengan perbandingan 1:2:3, yaitu 1 semen, 2 agregat halus, 3 agregat kasar. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan beton berdasarkan SNI 1974-2011. Hasil pengujian diperoleh kuat tekan beton mengalami rentang peningkatan dari 1,13% hingga 8,36%. Substitusi agregat halus dengan serbuk kayu jati pada persentase 0,4% menghasilkan nilai kuat tekan beton yang lebih tinggi dibandingkan dengan persentase 0,2%. Pada variasi persentase Substitusi serbuk kayu jati sebesar 0,4% dari berat total agregat halus nilai kuat tekan beton meningkat sebesar 8,36% dengan nilai kuat tekan mencapai 17,532 MPa jika dibandingkan dengan nilai kuat tekan beton normal yang hanya mencapai 9,168 MPa.
Perencanaan Bangunan Bawah Jembatan Gantung Untuk Pejalan Kaki Bentang 60 Meter (Studi Kasus: Jembatan Gantung Jatirunggo, Kec. Pringapus, Kab. Semarang) Heriyanto, Achmad; Apriyanto, Totok; Wibowo, Agung Hari
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.803

Abstract

Jembatan gantung merupakan salah satu tipe jembatan yang menggunakan kabel baja (wirerope) sebagai elemen utama pemikul beban lalu lintas dan berat sendiri. Penelitian ini berfokus pada perencanaan ulang (redesain) bangunan bawah Jembatan Gantung Jatirunggo, Kabupaten Semarang, dengan bentang utama 60 meter. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengumpulan data geoteknik, analisis pembebanan sesuai SNI 1726:2019, serta perhitungan struktur blok angkur dan pylon menggunakan bantuan perangkat lunak spreadsheet excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain blok angkur dan kaki pylon mampu menahan kombinasi beban mati, hidup, angin, serta gempa dengan faktor keamanan yang memenuhi standar. Penurunan yang terjadi pada pylon tercatat hanya 0,867 mm dan pada blok angkur 0,475 mm, masih dalam batas aman. Kapasitas struktur meningkat hingga 150% dibanding desain awal, dengan umur layan yang lebih panjang.
Pengaruh Serbuk Kayu Jati Sebagai Substitusi Agregat Halus Campuran Beton (Studi Kasus Mutu Beton 11 MPa) Gulo, Konvensi; Wibowo, Agung Hari; Wijaya, Tenardhy Aryarama
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.799

Abstract

Industri konstruksi Indonesia menghadapi tantangan berkelanjutan dalam penyediaan material bangunan yang berkualitas tinggi sekaligus ramah lingkungan.Eksploitasi pasir alam yang berlebihan telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk degradasi ekosistem sungai dan pantai serta kelangkaan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah serbuk kayu jati sebagai subtitusi agregat halus dalam campuran beton terhadap kuat tekan beton 0%, 5%, 7,5%, menganalisis perbandingan nilai tekan kuat beton antara beton normal dengan beton campuran dengan serbuk kayu jati sebagai subtitusi agregat halus. Penelitian dalam tugas akhir ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimental. Setelah tahapan pemeriksaan bahan material selesai, maka dilanjutkan dengan proses pembuatan benda uji yang menggunakan f’c rencana 16 MPa, pengujian slump, pemeliharaan selama 7,14 serta 28 hari, serta pengamatan tahap terakhir yang merupakan pengujian kekuatan tekan pada beton. Dari hasil pengujian kuat tekan konversi umur 28 hari, beton normal memiliki performa unggul dibandingkan variasi lainnya, sementara beton dengan substitusi serbuk kayu jati menunjukkan kuat tekan paling rendah. Penggunaan serbuk kayu jati sebagai pengganti agregat halus pada campuran beton menimbulkan dampak yang signifikan terhadap karakteristik kekuatan beton. Seluruh variasi substitusi yang diuji dalam penelitian ini memperlihatkan adanya penurunan kuat tekan beton, dengan persentase penurunan yang berada pada rentang 22,21% hingga 55,47%. Penggunaan serbuk kayu jati sebagai pengganti agregat halus dengan proporsi 7,5% dari total berat agregat menghasilkan nilai kuat tekan beton paling rendah dalam studi ini. Pada komposisi tersebut, terjadi penurunan kuat tekan beton yang signifikan yaitu mencapai 55,47%, di mana nilai kuat tekan hanya mencapai 6,52 MPa. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuat tekan beton konvensional yang memiliki nilai 14,64 MPa.
Pemanfaatan Agregat Kasar Daur Ulang Dalam Campuran Beton Normal Dengan Variasi Substitusi Pada Takaran 1:2:3 Saputro, Anang Bagus Dwi; Aziz, Abdul; Abdullah, Abdullah; Wijaya, Tenardhy Aryarama
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.804

Abstract

Pertumbuhan pembangunan infrastruktur yang pesat berdampak pada peningkatan kebutuhan bahan konstruksi, khususnya beton. Di sisi lain, tingginya volume limbah beton dari pembongkaran bangunan lama menimbulkan permasalahan lingkungan yang signifikan. Pemanfaatan limbah konstruksi sebagai bahan bangunan alternatif merupakan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah menggunakan agregat kasar daur ulang (recycled coarse aggregate) sebagai pengganti agregat kasar alami dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi substitusi agregat kasar daur ulang terhadap kuat tekan beton normal dengan perbandingan campuran 1:2:3 (semen : pasir : agregat kasar). Variasi substitusi yang digunakan adalah tiga variasi campuran yaitu, 0%, 50%, dan 100% agregat kasar daur ulang. Agregat daur ulang diperoleh dari hasil penghancuran limbah beton keras, kemudian disaring sesuai gradasi standar. Pengujian dilakukan terhadap benda uji berbentuk silinder berukuran 15x30 cm pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal menghasilkan kuat tekan sebesar 11,978 MPa , BDU 50% menghasikan kuat tekan 12,997 MPa dan BDU 100% menghasilkan 12,986 MPa. BDU 50% mengalami peningkatan sebesar 8,505% dari beton normal, sedangkan BDU 100% mengalami peningkatan sebesar 8,415%. Dengan demikian, penggunaan agregat kasar daur ulang sebesar 50% dapat dipertimbangkan sebagai alternatif material yang layak dalam pembuatan beton, dan menjadi alternatif yang layak dan ramah lingkungan dalam pembuatan beton.
Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Material Pembuatan Paving Block Prakosa, Galang Eko; Maulana, Alvino Fikri; Apriyanto, Totok; Wijaya, Tenardhy Aryarama
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.800

Abstract

Paving block berbahan limbah plastik sekarang ini banyak digunakan sebagai pekerasan jalan dikarenakan masalah sampah plastik semakin meningkat seiring bertambahnya hari terutama plastic jenis LDPE dan PP, Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan tekan paving block dan permabilitas paving block yang terbuat dari campuran limbah plastik berjenis LDPE dan PP, Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak penambahan Plastik berjenis LDPE dan PP pada pencampuran paving block akan menghasilkan kualitas kuat tekan yang besar serta permabilitas yang kecil dikarenakan rongga pada paving block semakin tertutup dengan pencampuran plastik. Bentuk yang akan kami teliti adalah paving block berbentuk balok dengan ukuran Panjang 21 cm x Lebar 11 cm x Tinggi 6 cm dengan pembuatan alat benda uji menggunakan mesin press. Kami membuat 2 macam benda uji dengan campuran benda uji A yaitu pasir 80% : 20% plastik dan benda uji B dengan pasir 90% : 10% plastik. Untuk benda uji dengan variasi campuran tersebut tidak memenuhi persyaratan SNI 03-0691-1996 dikarenakan mutu yang dihasilkan sangat rendah dan tidak masuk dalam klasifikasi SNI. Nilai kuat tekan yang terbaik pada benda uji ini ditemukan pada umur rencana 28 hari setelah pembuatan, kuat tekan tertinggi mencapai 2,5 Ton atau setara 1,082 MPa.