cover
Contact Name
Rusdial Marta
Contact Email
edpdial@gmail.com
Phone
+6281266432727
Journal Mail Official
edpdial@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Exploratory Dynamic Problems
ISSN : 30321867     EISSN : 30318521     DOI : https://doi.org/10.31004/edp.v1i1
Journal of Exploratory Dynamic Problems adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 206 Documents
Upaya Peningkatan Motorik Halus Anak Dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Dalam Kegiatan Menggunting Pola Gambar Geometri Anisa Lestari; Nurmalina Nurmalina; Joni Joni; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang gunting dengan benar, menggunting sesuai pola, mengikuti garis dengan tepat, serta menyelesaikan tugas secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan metode pemberian tugas dalam kegiatan menggunting pola gambar geometri. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase rata-rata kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 6,7% pada prasiklus menjadi 66,7% pada Siklus I dan 78,6% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada seluruh indikator, yaitu kemampuan memegang gunting, menggunting garis lurus, menggunting pola sederhana, ketelitian mengikuti pola, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, metode pemberian tugas melalui kegiatan menggunting pola gambar geometri terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.
Peningkatan Kemandirian Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Permainan Modifikasi Kancing Baju pada kelompok B TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara Uci Lestari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Yenda Puspita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui permainan modifikasi kancing baju di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 orang anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan modifikasi kancing baju dapat meningkatkan kemandirian anak. Pada kondisi prasiklus, persentase kemandirian anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) baru mencapai 26,19%. Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 35,71%, dan pada Siklus II persentase anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) meningkat mencapai 90,47%. Peningkatan tersebut terlihat pada indikator kemampuan memasang dan melepas kancing baju secara mandiri, Inisiatif anak dalam mengikuti permainan, serta ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, permainan modifikasi kancing baju terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan bermakna di pendidikan anak usia dini.
Kohesi Tim dalam Era Kerja Hibrida dan Remote: Sintesis Sistematis atas Anteseden, Mediator, dan Strategi Intervensi Manajerial Wahyu Abdillah Utomo; Yulisma Yanti; Wafiq Nur Safitri
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.168

Abstract

The shift to hybrid and remote work has positioned team cohesion as a strategic issue in contemporary human resource management, yet the existing literature remains fragmented and shows inconsistent findings regarding its antecedents, mediators, and intervention strategies. This study aims to systematically synthesize the antecedents, mediators, moderators, and managerial intervention strategies of team cohesion in hybrid and remote work contexts, while mapping inconsistent findings and future research agendas. The study employs a Systematic Literature Review (SLR) design with qualitative meta-synthesis following the PRISMA 2020 protocol. Searches were conducted across four databases (Scopus, Web of Science, PsycINFO, EBSCO Business Source Complete) for publications from 2015–2024, yielding 1,271 initial records that, after deduplication, screening, and full-text eligibility assessment, resulted in 62 articles for synthesis (inter-rater reliability Cohen's κ = 0.83). The synthesis shows that team virtuality does not deterministically undermine cohesion but is conditional and mediated by interpersonal trust (74.2% of studies), psychological safety (61.3%), and communication quality (54.8%), with e-leadership quality (87.1%) as the most consistent antecedent. The synthesis also produces a three-tier taxonomy of managerial intervention strategies — structural, relational, and technology-based — whose effectiveness is moderated by organizational culture. Longitudinal studies consistently report cohesion erosion (12–18% over 6–18 months) without active intervention, in contrast to cross-sectional studies reporting increased engagement, indicating the importance of longitudinal research designs for long-term policy. Team cohesion in hybrid and remote work is constructed and maintained rather than naturally emergent, requiring active, layered, and sustained managerial intervention that is sensitive to organizational cultural context.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Dengan Penerapan Metode Kooperatif Teknik Mencari Pasangan Berbantuan Media Bergambar TK Mutiara Bunda Bangkinang Ulfira Ulfira; Joni Joni; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Amin Yusi
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.169

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak kelompok A di TK Mutiara Bunda Bangkinang. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mampu mengenal, menyebutkan, membedakan, dan mengelompokkan bentuk-bentuk geometri sederhana sehingga diperlukan suatu metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri melalui penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) berbantuan media bergambar pada anak kelompok A TK Mutiara Bunda Bangkinang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri atas 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui perhitungan persentase untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan berbantuan media bergambar mampu meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak. Peningkatan tersebut terlihat dari meningkatnya keaktifan, antusiasme, serta kemampuan anak dalam mengenal, menyebutkan, membedakan, dan mengelompokkan bentuk-bentuk geometri. Persentase ketuntasan kemampuan anak meningkat dari 51% pada Siklus I menjadi 79,8% pada Siklus II sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) berbantuan media bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak kelompok A di TK Mutiara Bunda Bangkinang.
Peran Guru Akidah Akhlak Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas VIII di MTs Negeri Kota Kupang Ma’ruf Ishak Ola
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.170

Abstract

Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh kemorosotan akhlak yang disebabkan oleh kurang tertanamnya jiwa keagamaan siswa dan didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter religius di lingkungan sekolah sebagai upaya membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Guru Akidah Akhlak memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, motivator, dan evaluator dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran guru akidah akhlak dalam memebentuk karakter religius siswa kelas VIII di MTs Negeri Kota Kupang dan Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat peran guru akidah akhlak dalam memebentuk karakter religius siswa kelas VIII di MTs Negeri Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di lapangan didapatkan bahwa 1. Peran guru akidah akhlak dalam membentuk karakter siswa kelas VIII di MTs Negeri Kota Kupang adalah dengan pendekatan melalui peran guru akidah akhlak sebagai pembimbing, peran guru akidah akhlak sebagai teladan dan peran guru akidah akhlak sebagai penasihat atau tanggung jawab. Hal tersebut dengan tujuan untuk membentuk karakter religius siswa di MTs Negeri Kota Kupang. 2. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius dan kondusif, dukungan orang tua, guru yang teladan, serta tersedianya fasilitas ibadah dan sarana prasarana pendidikan yang memadai. Sedangkan faktor penghambat adalah pengaruh lingkungan luar sekolah yang kurang mendukung dan penggunaan media sosial yang berlebihan, keterbatasan kemampuan pada siswa, dan karakter siswa yang berbeda-beda.
Pengaruh Intensitas Aset Biologis, Kepemilikan Publik dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Pengungkapan Aset Biologis Perusahaan Perkebunan Miranda Riaula Hamka; Fefti Yulian Mela; Nofrianty
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.171

Abstract

This study aims to analyze the effect of biological asset intensity, public ownership concentration, and company growth on biological asset disclosure in plantation subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2024 period. Biological asset disclosure is an important aspect of financial reporting transparency, particularly following the implementation of accounting standards governing the recognition, measurement, and disclosure of biological assets. This study employed a quantitative approach using a descriptive research design. The samples were selected using a purposive sampling technique, resulting in 19 companies with a total of 57 observations. The data were analyzed using descriptive statistical analysis, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, the coefficient of determination (R²), the F-test, and the t-test with the assistance of IBM SPSS software. The results indicate that biological asset intensity has a negative and significant effect on biological asset disclosure, public ownership concentration has no significant effect on biological asset disclosure, and company growth has a negative and significant effect on biological asset disclosure. Furthermore, biological asset intensity, public ownership concentration, and company growth simultaneously have a significant effect on biological asset disclosure.
Analisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang (Sparepart) Dalam Mempertahankan Laba Perusahaan Nurawal Harahap; Fefti Yulian Mela; Zulkarnain
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.172

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the internal control system for merchandise inventory (sparepart) in an effort to maintain profit at PT Abadi Jaya Motor Rohul. Merchandise inventory is the most profit-sensitive element in a trading company, so ineffective inventory management can directly impact the accuracy of financial reports and reduce company profitability. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through semi-structured interviews, direct observation, and documentation. Data were analyzed interactively using NVivo 12 Pro software, based on the COSO framework encompassing five components: control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. The findings indicate that the internal control system for inventory at PT Abadi Jaya Motor Rohul has been functioning reasonably well, as evidenced by the existence of standard operating procedures (SOPs), a clear division of tasks, and the use of a technology-based recording system. However, implementation remains suboptimal, as discrepancies between physical stock and system records were still found, risk assessment had not been conducted systematically, and monitoring activities were not carried out on a regular and scheduled basis. These weaknesses have the potential to disrupt the company's profit stability. Accordingly, the company is advised to conduct planned risk assessments, carry out periodic stock opname, strengthen monitoring and evaluation activities, provide employee training, and develop a more integrated inventory information system.
Leading With Grace: The Role Of Female Principals In Improving Teacher Performance And Madrasah Quality Ilham Ilham
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.173

Abstract

This research aims to examine the role of female principal leadership in promoting teacher performance and improving the quality of madrasah at MTs Baitis Salmah Tangerang Selatan. The research problem is grounded in the continuing challenges faced in developing madrasah quality, particularly in relation to teacher performance, learning innovation, academic supervision, and the use of technology in educational activities. This study employs a qualitative approach by placing female principal leadership as the main focus in the management and development process of the madrasah. The results indicate that the female principal applies a leadership pattern that is communicative, empathetic, participatory, and firm in guiding teachers and implementing madrasah programs. Such leadership is able to create a positive work environment, strengthen teacher discipline, encourage professional competence development, optimize academic supervision, and build a sustainable culture of quality. The female principal also plays an important role in establishing relationships among the madrasah, teachers, parents, and the community. Therefore, female principal leadership is one of the important factors in improving teacher performance and madrasah quality.
Penerapan Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Anak Usia 5-6 Tahun Erfi Yanti; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.
Pengaruh Dompet Digital dan Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Akuntansi Nurhotmaliza Ningsih; Fefti Yulian Mela; Susanti
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.175

Abstract

This study aims to determine and analyze the effect of digital wallets and financial literacy on the consumptive behavior of Accounting students at Universitas Pasir Pengaraian, both partially and simultaneously. This study used a quantitative approach with an explanatory (causal comparative) research design. Data were obtained through questionnaires distributed to 124 active Accounting students of Universitas Pasir Pengaraian in the 2025/2026 even semester, selected from a population of 179 students using the Taro Yamane formula with a proportionate stratified random sampling technique. Data analysis techniques included validity testing, reliability testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, the coefficient of determination test, and hypothesis testing (t-test and F-test) using SPSS version 20. The results show that Digital Wallet (X1) has a positive and significant effect on Consumptive Behavior (Y) (Sig. 0.000), Financial Literacy (X2) has no significant effect on Consumptive Behavior (Sig. 0.429), while simultaneously Digital Wallet and Financial Literacy have a significant effect on Consumptive Behavior (Sig. 0.000), contributing 16.1%.