cover
Contact Name
Rusdial Marta
Contact Email
edpdial@gmail.com
Phone
+6281266432727
Journal Mail Official
edpdial@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Exploratory Dynamic Problems
ISSN : 30321867     EISSN : 30318521     DOI : https://doi.org/10.31004/edp.v1i1
Journal of Exploratory Dynamic Problems adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 136 Documents
Pengaruh Penggunaan Chatbot Terhadap Kreativitas Produk Coding Siswa Kelas X SMKS Teknologi Muhammadiyah Bukittinggi Mira Santika; Supriadi Supriadi
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.146

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kreativitas produk coding siswa kelas X SMKS Teknologi Muhammadiyah Bukittinggi yang ditunjukkan oleh hasil program yang kurang bervariasi dan cenderung meniru contoh yang diberikan. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah memanfaatkan chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai media pendukung pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan chatbot terhadap kreativitas produk coding siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas kelas X TSM 1 sebagai kelas eksperimen (35 siswa) dan kelas X TITL sebagai kelas kontrol (20 siswa). Kelas eksperimen belajar menggunakan chatbot berbasis AI, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran biasa. Instrumen penelitian berupa angket kreativitas produk coding sebanyak 50 butir, dengan 39 butir valid dan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,929. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 122,03, lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 115,25. Uji homogenitas memperoleh nilai signifikansi 0,147 (>0,05), sehingga data dinyatakan homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,159 dengan signifikansi 0,035 (<0,05). Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) berpengaruh signifikan terhadap kreativitas produk coding siswa kelas X SMKS Teknologi Muhammadiyah Bukittinggi.
Efektivitas Aromaterapi Ginger Oil dalam Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di UPT Puskesmas Pengalihan Keritang Wina Warnia; Rika Ruspita; Wira Ekdeni AIfa; Ary Oktora Sri Rahayu
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.147

Abstract

Mual muntah pada kehamilan (nausea and vomiting of pregnancy / NVP) merupakan keluhan umum pada trimester pertama yang dapat mengganggu asupan nutrisi dan kualitas hidup ibu hamil. Penatalaksanaan nonfarmakologis, seperti aromaterapi ginger oil, dinilai efektif mengurangi gejala tersebut melalui kandungan gingerol dan shogaol yang bekerja pada sistem saraf pusat dan saluran cerna. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas aromaterapi ginger oil dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil di Puskesmas Pengalihan Keritang Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 17 ibu hamil trimester pertama yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pemberian aromaterapi ginger oil dengan metode inhalasi selama 15 menit, dua kali sehari, selama lima hari. Tingkat mual muntah diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE) scale. Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata skor mual muntah sebelum intervensi sebesar 6,00 (kategori ringan) dan sesudah intervensi 4,00 (kategori ringan). Analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan bermakna tingkat mual muntah sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05). Disarankan kepada Puskesmas Pengalihan Keritang untuk mempertimbangkan aromaterapi ginger oil sebagai terapi komplementer dalam penanganan mual muntah pada ibu hamil.
Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil di UPT Puskesmas Pengalihan Keritang Marlina Marlina; Wira Ekdeni Aifa; Rika Ruspita; Komaria Susanti
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.148

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya akan zat besi, asam folat, vitamin C, dan nutrisi lain yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian daun kelor terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di UPT Puskesmas Pengalihan Keritang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah pemberian daun kelor, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 9,667 g/dL, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 11,000 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian daun kelor. Dapat disimpulkan bahwa pemberian daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin sebagai upaya pencegahan anemia pada ibu hamil. Disarankan kepada tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Pengalihan Keritang untuk memanfaatkan daun kelor sebagai intervensi pendamping dalam program pencegahan anemia disertai edukasi gizi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah.
Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Menggambar Bebas Pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang Miftahul Amalia; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Moh Fauziddin; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.149

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di TK Aisyiyah Sumpadang, kreativitas anak Kelompok B2 masih tergolong rendah. Kondisi tersebut disebabkan karena kegiatan pembelajaran seni masih bersifat terstruktur, anak cenderung meniru contoh yang diberikan guru, kesempatan untuk mengeksplorasi ide dan imajinasi masih terbatas, serta metode pembelajaran yang digunakan belum memberikan kebebasan berekspresi kepada anak. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu memberikan ruang kepada anak untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitasnya melalui kegiatan menggambar bebas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan menggambar bebas pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 anak Kelompok B2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar bebas mampu meningkatkan kreativitas anak pada setiap siklus pembelajaran. Pada observasi awal, rata-rata kreativitas anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 57%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 29%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 14%, dan belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah tindakan diberikan melalui dua siklus, terjadi peningkatan pada seluruh indikator kreativitas, yaitu kemampuan menuangkan ide secara mandiri, menggunakan warna secara variatif, menghasilkan gambar yang berbeda dari teman, serta mampu menceritakan hasil gambar yang dibuat. Pada akhir Siklus II, rata-rata anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 35,71% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 55,36%, sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan kegiatan menggambar bebas yang difokuskan pada empat indikator kreativitas, yaitu kemampuan menuangkan ide secara mandiri, penggunaan warna secara variatif, keaslian hasil gambar, dan kemampuan menceritakan hasil karya pada anak Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya menilai kreativitas secara umum, penelitian ini memberikan pengukuran yang lebih spesifik terhadap perkembangan kreativitas anak melalui indikator tersebut. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan alternatif strategi pembelajaran seni yang lebih inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada anak sehingga dapat menjadi referensi bagi guru PAUD dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan menggambar bebas.
Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Agama Pada Kelompok B di TK Al-Hadiqba Rika Astuti
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.150

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal konsep agama pada anak usia 5–6 tahun di TK Al-Hadiqba, yaitu masih banyaknya anak yang belum mampu mengenal konsep-konsep agama, seperti mengenal tempat ibadah, menghafal doa-doa sederhana, memahami tata cara ibadah, serta menerapkan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan metode yang kurang variatif, serta kurangnya pemberian pengalaman belajar yang optimal bagi anak. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah penerapan pembelajaran kontekstual yang mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata anak. CTL dipilih karena memberikan kesempatan kepada anak untuk mengamati, bertanya, mencoba, dan mempraktikkan konsep agama secara konkret. Indikator kemampuan mengenal konsep agama dalam penelitian ini meliputi kemampuan berdoa, mengenal tempat ibadah dan memperaktekkan sholat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep agama melalui penerapan pembelajaran kontekstual pada anak usia 5–6 tahun di TK Al-Hadiqba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 29 anak, terdiri atas 15 anak laki-laki dan 14 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketuntasan perkembangan kemampuan mengenal konsep agama anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep agama anak. Pada tahap pratindakan, tingkat ketuntasan anak hanya mencapai 34,48% atau sebanyak 10 anak. Setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus I, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 68,97% atau sebanyak 20 anak. Selanjutnya pada Siklus II meningkat lagi menjadi 89,66% atau sebanyak 26 anak yang mencapai kriteria ketuntasan. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 55,18% dari kondisi awal hingga akhir penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep agama pada anak usia 5–6 tahun di TK Al-Hadiqba
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Warna Melalui Media Pasir Warna Pada Kelompok B Di RA Ridho Ilahi Desy Gusmisari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.151

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan anak dalam mengenali, menyebutkan, dan mengelompokkan warna pada anak Kelompok B di RA Ridho Ilahi sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan mengetahui peningkatan kemampuan mengenal warna anak melalui media pasir berwarna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B usia 5–6 tahun di RA Ridho Ilahi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal warna anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap prasiklus, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) masih sebesar 0%. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase BSB meningkat menjadi 50%, kemudian meningkat secara signifikan pada Siklus II menjadi 82,30%. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menyebutkan, menunjuk, mengelompokkan, dan mencocokkan warna dengan tepat. Selain itu, penggunaan media pasir berwarna juga meningkatkan keaktifan, konsentrasi, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media pasir berwarna efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia dini.
Deteksi Resiko Keterlambatan Pelayanan Pasien Non JKN Dengan Metode Random Forest Di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi Wigra Febrianda; Reny Pordaningsih; Samsinar
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.152

Abstract

Rendahnya pemanfaatan aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi, tempat hanya sekitar 11% dari total kunjungan tahunan memanfaatkan aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeteksi risiko keterlambatan pelayanan pasien Non JKN menggunakan algoritma Random Forest. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif berbasis data mining, dengan data sekunder sebanyak 27.273 rekam pelayanan periode Januari–Desember 2025 yang mencakup variabel umur, poli, jenis kunjungan, status Mobile JKN, lama antrian, lama pemeriksaan, dan lama pelayanan obat. Data dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak RapidMiner dengan 100 pohon keputusan. Hasil pengujian menunjukkan model Random Forest mencapai akurasi, presisi, recall, dan F1-Score sebesar 100% serta AUC-ROC 1,000 pada seluruh 5.455 data uji. Analisis feature importance mengungkap bahwa lama antrian merupakan faktor paling berpengaruh terhadap keterlambatan pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa Random Forest layak dijadikan alat bantu pengambilan keputusan bagi manajemen puskesmas dalam mengoptimalkan alur pelayanan, sekaligus mendorong peningkatan sosialisasi dan pemanfaatan Mobile JKN guna menekan risiko keterlambatan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Penerapan Data Mining Untuk Memprediksi Kunjungan Pasien Berdasarkan Hari Menggunakan Algoritma C4.5 Di Puskesmas Tanjung Pinang Eka Rahmawati; Renny Afriany; Listautin
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.153

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pemanfaatan data mining dalam bidang kesehatan untuk menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih efektif. Salah satu permasalahan yang dihadapi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah fluktuasi jumlah kunjungan pasien yang memengaruhi kesiapan sumber daya manusia, pelayanan administrasi, serta kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma C4.5 dalam memprediksi pola kunjungan pasien berdasarkan hari pelayanan di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode data mining terhadap data sekunder yang berasal dari sistem ePuskesmas periode Januari–Desember 2025. Seluruh data kunjungan pasien digunakan sebagai sampel penelitian melalui teknik total sampling. Tahapan penelitian meliputi seleksi data, preprocessing, transformasi data, pembentukan model decision tree menggunakan algoritma C4.5, evaluasi model dengan confusion matrix, serta interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma C4.5 mampu mengidentifikasi pola hubungan antara jenis kunjungan pasien dan hari pelayanan sehingga menghasilkan aturan keputusan yang mudah dipahami. Model yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam perencanaan pelayanan, pengaturan sumber daya manusia, serta peningkatan efektivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung Pinang.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Mencari Pasangan Pada Kelompok B TK Kasih Ibu Derlita Hutasoit; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur Sa’ida; Moh Fauziddin; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Permasalahan tersebut ditunjukkan dengan masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan, mengurutkan, mengenali, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara tepat karena proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang kurang melibatkan anak secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui penerapan permainan mencari pasangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 12 anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase perkembangan kemampuan mengenal lambang bilangan berdasarkan kategori Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan mencari pasangan dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, kemampuan anak masih didominasi kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 33%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 43%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 17%, dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 7%. Setelah tindakan pada Siklus I, terjadi peningkatan dengan persentase BB 5%, MB 13%, BSH 70%, dan BSB 12%. Peningkatan semakin optimal pada Siklus II, yaitu BB 0%, MB 8%, BSH 8%, dan BSB 84%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan mencari pasangan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu
Implementasi Teknik Usap Abur Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Pelita Harapan Erlina Ratna Asmara; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay; Kasman Edi Putra
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.155

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol gerakan jari, serta menghasilkan karya yang rapi. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya melalui teknik usap abur.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan teknik usap abur pada kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketuntasan kemampuan motorik halus pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik usap abur mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada kondisi awal, persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak mencapai 28%. Setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus I, persentase meningkat menjadi 57%, kemudian pada Siklus II meningkat kembali menjadi 86%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Selain meningkatkan kemampuan motorik halus, teknik usap abur juga membuat anak lebih aktif, percaya diri, teliti, kreatif, serta lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik usap abur efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Teknik usap abur dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.