cover
Contact Name
DEDDY IBRAHIM RAUF
Contact Email
deddyibrahim09@gmail.com
Phone
+6285299931836
Journal Mail Official
deddyibrahim09@gmail.com
Editorial Address
Jl. Poros Majene No. 134 Layonga Desa Batulaya Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MAXIMAL
ISSN : -     EISSN : 30310946     DOI : -
MAXIMAL JOURNAL is accepts manuscripts of research results and study results that bring up scientific and actual ideas in the fields of Social, Political, Law, Economics, Culture, Technology, and Education both in Indonesian and English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 242 Documents
Implementasi Problem Based Learning pada Materi Teks Fiksi dan Isi Teks Melalui Ilustrasi pada Kelas IV SDN 002 Palembang Zuhirotunnisa’ Zuhirotunnisa’; Hafiz Wijaya; Murjainah Murjainah; Nirma Yunita
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning pada materi teks fiksi dan isi teks dengan ilustrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 002 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang terlibat dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan selama kegiatan berlangsung.Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah Problem Based Learning, yaitu orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan, penyajian hasil, dan evaluasi. Dalam proses pembelajaran, siswa dilibatkan secara aktif dalam memahami teks fiksi, mengidentifikasi isi teks, serta mengaitkannya dengan ilustrasi yang disajikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Problem Based Learning berjalan dengan baik dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif. Siswa terlihat lebih aktif dalam berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta memahami isi teks melalui bantuan ilustrasi. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning memberikan gambaran pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mendukung keterlibatan aktif dalam proses belajar.
Implementasi Problem Based Learning Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VI SD Negeri 002 Palembang Adinda Septia Syafani; Chindy Arsianti Putri; Murjainah Murjainah; Nasidaria Nasidaria
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VI SD Negeri 002 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas VI SD Negeri 002 Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila berjalan dengan baik melalui tahapan orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan kelompok, penyajian hasil diskusi, serta evaluasi proses pemecahan masalah. Guru menyajikan permasalahan yang berkaitan dengan sikap gotong royong dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa terlibat aktif dalam kegiatan diskusi dan pemecahan masalah secara kelompok. Selain itu, penggunaan kuis interaktif menggunakan aplikasi Wordwall yang ditampilkan melalui TV digital di ruang UKS SD Negeri 002 Palembang membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa menunjukkan kerja sama yang baik, lebih aktif menyampaikan pendapat, serta mulai memahami pentingnya sikap gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, implementasi model Problem Based Learning dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
Struktur Kekerabatan Dan Hukum Adat Minangkabau: Tinjauan Terhadap Peran Mamak, Harta Pusaka, Dan Sistem Perkawinan Aldo Saputra; Rona Seroja Siregar; Yopi Ahmad Tohari; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kekerabatan merupakan salah satu unsur fundamental dalam struktur sosial suatu masyarakat. Minangkabau dikenal sebagai salah satu masyarakat matrilineal terbesar di dunia yang masih mempertahankan sistem kekerabatan berdasarkan garis keturunan ibu hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kekerabatan di Minangkabau, mencakup struktur suku dan kaum, peran mamak dan kemenakan, sistem pewarisan harta pusaka, serta dinamika perkawinan adat. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan Minangkabau bersifat unik karena menempatkan perempuan sebagai poros utama dalam garis keturunan dan kepemilikan harta pusaka, sementara laki-laki menjalankan peran kepemimpinan adat melalui posisi mamak. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan urbanisasi, sistem ini terbukti adaptif dan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau kontemporer. Diperlukan upaya pelestarian yang sistematis agar nilai-nilai kekerabatan ini tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Restorative Justice dalam Perspektif Viktimologi terhadap Korban Tindak Pidana Imelda Sihombing; Regita Angraini Lubis
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahasa tentang pendekatan penyelesaian perkara pidana yang menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat akibat terjadinya tindak pidana. Dalam perspektif viktimologi, korban tidak lagi dipandang hanya sebagai alat pembuktian dalam proses peradilan pidana, melainkan sebagai pihak yang memiliki hak untuk memperoleh perlindungan, pemulihan, keadilan, serta partisipasi aktif dalam penyelesaian perkara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Restorative Justice terhadap korban tindak pidana serta meninjau efektivitasnya dalam memberikan rasa keadilan bagi korban berdasarkan kajian viktimologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konsep, dan teori viktimologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Restorative Justice mampu memberikan ruang dialog antara korban dan pelaku sehingga tercapai penyelesaian yang lebih humanis, cepat, dan berorientasi pada pemulihan kerugian korban, baik secara material maupun psikologis.
Literasi Keuangan dan Lifestyle inflation di kalangan Pegawai Perkotaan di Indonesia: Sebuah Studi Fenomenologis Andi Mustika Amin
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pendapatan akibat promosi jabatan dan perkembangan karier seharusnya mendorong akumulasi tabungan dan kesejahteraan finansial. Namun, banyak karyawan urban di Indonesia justru mengalami lifestyle inflation, yaitu peningkatan konsumsi yang sejalan dengan kenaikan pendapatan. Fenomena ini penting dikaji karena dapat menghambat pembentukan aset dan ketahanan finansial jangka panjang. Meskipun hubungan antara pendapatan dan literasi keuangan telah banyak diteliti secara kuantitatif, masih terbatas penelitian yang mengeksplorasi pengalaman subjektif pekerja urban dalam menghadapi peningkatan pendapatan dan tekanan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara literasi keuangan dan lifestyle inflation pada karyawan urban di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 18 karyawan berusia 22–35 tahun di Jakarta dan Makassar yang telah menerima kenaikan gaji atau promosi dalam dua tahun terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan Reflexive Thematic Analysis. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu perbandingan sosial, peningkatan pengeluaran, kesadaran finansial, dan kesulitan menabung. Temuan menunjukkan bahwa budaya gengsi, pengaruh media sosial, kemudahan akses teknologi finansial, serta tuntutan keluarga dan budaya berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi setelah kenaikan pendapatan. Selain itu, meskipun partisipan memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan, mereka masih mengalami kesulitan menerapkan perilaku finansial yang disiplin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lifestyle inflation merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi antara literasi keuangan, faktor perilaku, teknologi digital, dan konteks sosial budaya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi keuangan berbasis perilaku untuk meningkatkan kesejahteraan finansial pekerja urban.
Konstruksi Etika Digital Mahasiswa melalui Internalisasi Norma Sosial dan Budaya di Era Transformasi Teknologi Zainal Ruma
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The era of digital transformation has significantly changed the way students interact, communicate, and construct their ethical behavior in academic and social environments. These changes require a deeper understanding of how social norms and cultural values are internalized in shaping students’ digital ethics. This study aims to analyze the construction of students’ digital ethics through the internalization of social norms and cultural values among students of the Accounting Study Program. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through questionnaires distributed via Google Forms. The data were analyzed descriptively to identify students’ understanding, awareness, and implementation of ethics, social norms, and cultural values in digital interactions. The findings indicate that most students demonstrate a high level of ethical awareness in the digital environment, particularly in maintaining academic integrity, avoiding plagiarism, communicating politely, and acting responsibly in online spaces. Cultural values such as mutual cooperation, politeness, respect, and responsibility remain relevant and contribute positively to the formation of students’ ethical behavior. In addition, social environments and peer interactions play an important role in strengthening ethical awareness and shaping students’ character in the digital era. Therefore, the internalization of social norms and cultural values needs to be continuously reinforced in higher education so that students are able to develop digital ethics based on integrity, responsibility, and cultural awareness amid rapid technological transformation
Pengalaman Karyawan di Perusahaan Startup: Studi Kasus Kualitatif Pengalaman Karyawan di Startup Teknologi Indonesia Tenri Sayu Puspitaningsih Dipoatmodjo
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat startup teknologi di Indonesia telah menciptakan lingkungan kerja baru yang dinamis sekaligus penuh tekanan bagi karyawan. Meskipun ekosistem startup di Indonesia terus berkembang, penelitian mengenai pengalaman subjektif karyawan startup masih relatif terbatas, khususnya dalam konteks budaya kerja digital dan kesejahteraan psikologis pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kerja karyawan startup teknologi di Indonesia dengan menggunakan kerangka lean startup dari Ries (2011). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 12 karyawan startup teknologi di Jakarta dan Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan enam tahap Braun dan Clarke (2006). Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu: (1) budaya startup yang ditandai dengan hierarki datar dan komunikasi informal, (2) tekanan multitasking akibat struktur organisasi yang ramping, (3) fleksibilitas kerja yang memberikan otonomi tetapi mengaburkan batas kehidupan kerja dan pribadi, (4) iklim inovasi yang mendorong kreativitas dan eksperimen cepat, serta (5) burnout karyawan akibat tingginya intensitas tuntutan kerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa lingkungan startup memberikan peluang pengembangan diri dan inovasi, namun secara bersamaan juga memunculkan tekanan psikologis yang signifikan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur mengenai employee experience dalam ekosistem startup teknologi serta memberikan implikasi praktis bagi pendiri startup dan praktisi sumber daya manusia dalam menciptakan keseimbangan antara inovasi organisasi dan kesejahteraan karyawan.
Makna Kecantikan dan Perilaku Konsumsi Produk Skincare pada Perempuan Generasi Z di Kota Makassar: Sebuah Studi Fenomenologi Isma Azis Riu
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri skincare di Indonesia mengalami pertumbuhan eksponensial dalam satu dekade terakhir, dengan Generasi Z sebagai segmen konsumen yang paling dinamis dan berpengaruh. Namun, pemahaman mendalam tentang bagaimana perempuan muda Gen Z di kota-kota di luar Jakarta, khususnya Makassar sebagai pusat metropolitan Kawasan Timur Indonesia, memaknai kecantikan dan membentuk perilaku konsumsi skincare mereka masih sangat terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi konstruksi makna kecantikan dan dinamika perilaku konsumsi produk skincare pada perempuan Generasi Z di Kota Makassar melalui pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan dari sepuluh informan perempuan berusia 19–25 tahun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) dengan dukungan triangulasi sumber dan member checking untuk menjamin keterpercayaan temuan. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama: (1) konstruksi makna kecantikan yang bersifat plural dan kontekstual; (2) motivasi konsumsi yang digerakkan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik; (3) proses pengambilan keputusan pembelian yang dimediasi media sosial; (4) peran sentral beauty influencer dalam membentuk preferensi produk; (5) skincare sebagai penanda identitas diri dan status sosial; serta (6) hambatan dan dilema konsumsi yang dihadapi perempuan muda. Temuan menunjukkan bahwa makna kecantikan bagi Gen Z Makassar merupakan konstruksi sosial yang kompleks, terbentuk dari persilangan antara nilai budaya lokal, standar kecantikan global, dan narasi self-love kontemporer. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemasaran, sosiologi konsumsi, dan studi gender dalam konteks Indonesia Timur.
Membangun Identitas Profesional Digital: Praktik Personal Branding Karyawan Indonesia di LinkedIn Burhanuddin
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan platform profesional digital telah mengubah cara individu membangun dan menampilkan identitas profesional mereka secara daring. LinkedIn menjadi salah satu platform utama yang digunakan untuk personal branding dan pengembangan karier, namun penelitian mengenai praktik personal branding dalam konteks budaya Indonesia masih relatif terbatas dan didominasi oleh perspektif Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana profesional muda Indonesia membangun dan mengelola personal branding di LinkedIn serta bagaimana mereka menegosiasikan antara autentisitas dan presentasi diri strategis. Penelitian menggunakan pendekatan netnografi dengan mengombinasikan observasi digital terhadap profil LinkedIn dan wawancara mendalam terhadap 24 profesional Indonesia berusia 22–35 tahun dari berbagai sektor industri. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan kerangka digital personal branding dari Labrecque et al. (2011) dan teori impression management dari Goffman (1959). Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu career signaling, professional visibility, networking strategies, impression management, dan digital credibility. Temuan menunjukkan bahwa profesional Indonesia secara aktif memanfaatkan LinkedIn untuk membangun reputasi profesional, memperluas jejaring, dan meningkatkan kredibilitas digital, namun tetap menyesuaikan praktik tersebut dengan norma budaya lokal yang menekankan kesopanan dan harmoni sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian identitas profesional digital dalam konteks non-Barat serta memberikan implikasi praktis bagi organisasi, praktisi SDM, dan profesional dalam menghadapi pasar kerja yang semakin terdigitalisasi.
Mengonstruksi Loyalitas Konsumen Melalui Servicescape dan Experiential Marketing: Studi Kasus Kualitatif pada Esports Kafe di Makassar Hery Maulana Arif
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan industri esports di Indonesia telah mendorong transformasi warnet menjadi esports café modern yang tidak hanya menyediakan fasilitas bermain gim berperforma tinggi, tetapi juga menjadi ruang sosial komunitas gamer. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran servicescape dan experiential marketing dalam membangun community attachment dan loyalitas pelanggan pada esports café di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur terhadap delapan pelanggan aktif di beberapa esports café di Makassar. Data dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas perangkat dan stabilitas internet, tetapi juga oleh pengalaman emosional, kenyamanan atmosferik, serta interaksi sosial dalam komunitas gamer. Turnamen lokal dan hubungan interpersonal antara pelanggan dan staf kafe turut memperkuat community attachment sehingga mengurangi kecenderungan pelanggan berpindah ke kompetitor. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan esports café bergantung pada kemampuan pengelola mengintegrasikan kualitas teknologi dengan pengalaman sosial dan emosional pelanggan melalui strategi dual-pathway design.