cover
Contact Name
DEDDY IBRAHIM RAUF
Contact Email
deddyibrahim09@gmail.com
Phone
+6285299931836
Journal Mail Official
deddyibrahim09@gmail.com
Editorial Address
Jl. Poros Majene No. 134 Layonga Desa Batulaya Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MAXIMAL
ISSN : -     EISSN : 30310946     DOI : -
MAXIMAL JOURNAL is accepts manuscripts of research results and study results that bring up scientific and actual ideas in the fields of Social, Political, Law, Economics, Culture, Technology, and Education both in Indonesian and English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Integrasi Nilai Islam dalam Budaya Minangkabau melalui Konsep Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah Fathoni Hidayatulloh; Ahmad Rafiky; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai Islam dalam budaya Minangkabau melalui konsep Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah sebagai landasan normatif kehidupan masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui penelaahan berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi antara adat dan Islam di Minangkabau terbentuk melalui proses historis yang panjang dan dialogis, sehingga menghasilkan sintesis nilai yang harmonis dan adaptif. Konsep tersebut tidak hanya memiliki dimensi filosofis yang kuat, tetapi juga terimplementasi secara konkret dalam struktur sosial, norma kehidupan, serta praktik pendidikan masyarakat. Pendidikan berperan strategis dalam mentransmisikan nilai-nilai tersebut melalui jalur keluarga, surau, dan lembaga formal, sehingga terbentuk karakter masyarakat yang religius dan berbudaya. Tantangan pada era kontemporer yang ditandai oleh globalisasi dan perubahan sosial menuntut adanya upaya revitalisasi nilai agar tetap relevan tanpa kehilangan substansi. Temuan ini menegaskan bahwa konsep Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tetap memiliki signifikansi sebagai model integrasi nilai yang mampu menjawab dinamika zaman.
Pengembangan Model Strategi Blended Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Padang Azim Mahfuzh DY; Dzakia Khairunnisa; Gusmaneli Gusmaneli
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model pembelajaran blended learning dalam mata pelajaran Agama Islam di tingkat sekolah menengah. Dalam konteks pendidikan masa kini, di mana teknologi informasi menjadi bagian integral dari kehidupan siswa, penerapan model blended learning diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran Agama Islam. Model ini menggabungkan metode pengajaran tatap muka tradisional dengan aktivitas pembelajaran online yang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimental. Sampel penelitian meliputi siswa sekolah menengah di tiga sekolah yang telah menerapkan model blended learning dalam pembelajaran Agama Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan tes untuk menilai peningkatan pemahaman konsep agama dan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model blended learning secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pelajaran Agama Islam. Siswa menunjukkan peningkatan dalam skor tes dan keaktifan dalam diskusi online, menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran mendukung pemahaman yang lebih dalam dan keterlibatan aktif siswa. Selain itu, respon siswa terhadap metode blended learning ini sangat positif. Mereka merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam pembelajaran karena adanya variasi dalam penyampaian materi dan kemampuan untuk mengakses sumber belajar secara lebih luas. Guru juga melaporkan bahwa model ini memudahkan mereka dalam menyesuaikan materi dengan kebutuhan individu siswa dan memberikan umpan balik yang lebih efektif. Kesimpulannya, pengembangan model pembelajaran blended learning dalam mata pelajaran Agama Islam menawarkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital.
Implementasi Media Pembelajaran Kartu Dowid (Domino Tajwid) Dalam Kegiatan Tahsin Al-Qur'an Santri Di Ponpes Modern Darul Hikmah TPI Medan Ahmad Rondfiakim Haslih Ridwadinas Harahap; Wahyudin Nur Nasution; Ihsan Satrya Azhar
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi media pembelajaran Kartu DOWID (Domino Tajwid) dalam kegiatan tahsin Al-Qur’an pada santri di pondok pesantren modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai penerapan media pembelajaran dalam konteks kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kartu DOWID dilaksanakan secara sistematis melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru merumuskan tujuan pembelajaran yang spesifik terkait kompetensi tajwid serta menyesuaikan materi kartu dengan kebutuhan santri. Pada tahap pelaksanaan, media diterapkan melalui permainan edukatif berbasis kelompok yang mendorong partisipasi aktif, pembelajaran kolaboratif, serta praktik langsung dalam membaca Al-Qur’an. Pada tahap evaluasi, dilakukan penilaian formatif dan sumatif untuk mengukur peningkatan kemampuan santri dalam mengenali hukum tajwid, melafalkan makhraj huruf dengan benar, serta menerapkan panjang pendek bacaan (mad). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kartu DOWID efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif, keterampilan psikomotorik dalam ketepatan membaca, serta aspek afektif seperti motivasi dan keterlibatan santri. Oleh karena itu, media Kartu DOWID dapat menjadi strategi pembelajaran yang inovatif dan interaktif dalam mendukung pembelajaran tahsin yang berpusat pada peserta didik di lembaga pendidikan Islam.
Strategi Pembelajaran Inkuiri Helga Vitriana Yunizar; Sasi Karina; Gusmaneli Gusmaneli
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas Strategi Pembelajaran Inkuiri sebagai salah satu strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Strategi pembelajaran inkuiri menekankan proses pencarian dan penemuan pengetahuan secara aktif melalui kegiatan bertanya, berdiskusi, mengumpulkan informasi, menganalisis data, serta menarik kesimpulan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan pengertian strategi pembelajaran inkuiri, mengidentifikasi langkah-langkah atau karakteristiknya, mengetahui keunggulan dan kelemahannya, serta menjelaskan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah library research atau penelitian kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan dan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan dengan strategi pembelajaran inkuiri. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran teoritis mengenai konsep dan penerapan strategi pembelajaran inkuiri. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keaktifan peserta didik, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta melatih kerja sama melalui diskusi dan simulasi. Namun, strategi ini juga memiliki kelemahan, seperti membutuhkan waktu yang cukup lama, memerlukan kesiapan peserta didik, serta menuntut kemampuan pendidik dalam merancang pembelajaran yang sesuai. Dengan perencanaan yang baik, strategi pembelajaran inkuiri dapat diterapkan secara efektif dalam proses pembelajaran agar peserta didik mampu memahami dan mengaplikasikan pengetahuan secara lebih bermakna.
Relevansi Hakikat Belajar Dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Paradigma Pendidikan Modern Abdul Rilci; Bagas Tri Nugraha; Gusmaneli Gusmaneli
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi hakikat belajar dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan paradigma pendidikan modern. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui pengkajian berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan teori belajar, pembelajaran PAI, dan konsep pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat belajar dalam PAI bersifat holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang terintegrasi dengan nilai-nilai spiritual. Hal ini memiliki kesesuaian yang kuat dengan paradigma pendidikan modern yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, pengembangan keterampilan abad ke-21, serta pembelajaran yang aktif, kreatif, dan kontekstual. Selain itu, pembelajaran PAI juga relevan dengan pendekatan modern seperti konstruktivisme, problem-based learning, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Namun, dalam implementasinya masih terdapat berbagai tantangan, seperti dominasi metode konvensional, keterbatasan kompetensi guru, dan minimnya sarana pendukung. Di sisi lain, terdapat peluang besar untuk mengembangkan pembelajaran PAI melalui inovasi metode, integrasi teknologi, dan penguatan pendidikan karakter. Dengan demikian, integrasi antara hakikat belajar PAI dan paradigma pendidikan modern menjadi suatu kebutuhan untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, efektif, dan mampu membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pernikahan Sesuku dan Identitas Budaya Minangkabau di Era Globalisasi Yusfita Sari; Frizti Mayendi; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat Minangkabau, adat istiadat yang didasarkan pada sistem kekerabatan matrilineal melarang pernikahan sesuku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis signifikansi larangan pernikahan sesuku dalam identitas budaya Minangkabau di tengah konteks globalisasi. Konsep pernikahan dalam tradisi Minangkabau, landasan filosofis larangan pernikahan sesuku, serta dampak dan perubahan opini publik terkait hukum ini merupakan beberapa topik yang diteliti. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan pustaka (penelitian perpustakaan), yang mencakup pemeriksaan berbagai bahan literer yang berkaitan dengan adat, kekerabatan, dan transformasi sosial dalam masyarakat Minangkabau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larangan menikah dengan suku yang sama memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial, memperluas jaringan kekerabatan, dan mempertahankan garis keturunan yang berbeda. Namun, di era globalisasi, nilai-nilai kontemporer seperti kebebasan individu dan akal sehat mulai membentuk cara pandang masyarakat, terutama generasi muda, terhadap norma-norma tradisional tersebut. Akibatnya, terjadi benturan antara keinginan individu dan prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi oleh masyarakat secara keseluruhan. Namun, adat Minangkabau tetap bertahan dengan cara bernegosiasi dan beradaptasi dengan masa kini. Oleh karena itu, larangan menikah dengan suku yang sama masih penting sebagai komponen identitas budaya, tetapi memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual untuk memastikan bahwa larangan tersebut masih relevan mengingat dinamika masyarakat kontemporer.
Pengaruh Strategi Everyone Is A Teacher Here Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Peserta Didik Iqbal Evandi Fauzi; Muhammad Irvandi Permana; Gusmaneli Gusmaneli
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan strategi pembelajaran Everyone Is a Teacher Here terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa. Strategi ini menekankan keterlibatan aktif peserta didik dengan memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berperan sebagai “guru” yang menyampaikan materi kepada teman sekelasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi keaktifan siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar dan keaktifan siswa yang menggunakan strategi Everyone Is a Teacher Here dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Dengan demikian, strategi ini efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
Implementasi Kolaborasi Model Problem Based Learning dan Cooperative Learning dalam Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 siswa Fauziana Ulfi; Tsaniya Wahida Salima; Gusmaneli Gusmaneli
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kolaborasi model Problem Based Learning dan Cooperative Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan keterampilan abad 21 peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi kedua model pembelajaran tersebut dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Penerapan Problem Based Learning mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, sedangkan Cooperative Learning memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama siswa. Integrasi kedua model tersebut berkontribusi dalam pengembangan keterampilan abad 21, meliputi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, serta menjadikan pembelajaran PAI lebih inovatif dan kontekstual. Dengan demikian, kolaborasi kedua model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI sesuai tuntutan pendidikan abad 21.
Reaktualisasi Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Era Digital untuk Menghadapi Tantangan Generasi Alpha Ilya Munazotul Alwa; Mia Puspita; Gusmaneli Gusmaneli
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji reaktualisasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital dalam menghadapi tantangan Generasi Alpha. Perkembangan teknologi telah mengubah pola belajar peserta didik, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka yang mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait strategi pembelajaran PAI, karakteristik Generasi Alpha, serta dinamika pendidikan di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generasi Alpha memiliki kecenderungan belajar yang interaktif, visual, dan berbasis teknologi, sehingga pembelajaran PAI perlu dirancang secara inovatif dengan memanfaatkan media digital serta pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan kompetensi guru, serta pengaruh negatif lingkungan digital. Reaktualisasi strategi pembelajaran dilakukan melalui penguatan peran guru sebagai fasilitator, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta penekanan pada internalisasi nilai-nilai keislaman. Implikasi dari strategi ini berkontribusi pada penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik, sehingga mampu menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan nilai-nilai agama.
Strategi Pembelajaran Aktif sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Tasya Aryati Sakinah; Wafiq Zahira Mardatilah; Gusmaneli Gusmaneli
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yaitu dengan menganalisis berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran aktif mampu mendorong keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran melalui kegiatan seperti diskusi, pemecahan masalah, dan eksplorasi sumber belajar. Keterlibatan tersebut berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan motivasi belajar, serta membentuk sikap tanggung jawab terhadap proses belajar. Selain itu, pembelajaran aktif juga membantu mengurangi ketergantungan siswa terhadap guru dan teman sebaya. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya, seperti rendahnya motivasi dan kurangnya inisiatif siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran guru sebagai fasilitator serta penerapan strategi pembelajaran yang tepat untuk memperkuat kemandirian belajar siswa secara optimal.