cover
Contact Name
Petrus Mau Tellu Dony
Contact Email
petrusdony2@gmail.com
Phone
+6281327404470
Journal Mail Official
petrusdony2@gmail.com
Editorial Address
Jl. TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid No. 134 Pancor, Kec. Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Telp/fax:0376-2991086/22566 Email: afada@iaihnwpancor.ac.id
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 29860997     EISSN : 29860997     DOI : 10.37216/afada.v1i2.1150
Core Subject : Social,
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat dengan E-ISSN.2986-0997, merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor Pada tingkat nasional, Terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli, yang mencakup banyak masalah atau masalah umum yang terkait dengan layanan masyarakat. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan peran serta masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian disusun menjadi suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahasa yang digunakan dalam jurnal ini adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (diutamakan). AFADA tersedia secara gratis (akses terbuka) untuk semua pembaca. Harap baca panduan ini dengan cermat! Setiap naskah yang dikirimkan ke redaksi jurnal harus mengikuti pedoman penulisan. Jika naskah tidak memenuhi pedoman penulis atau ada naskah yang ditulis dalam format yang berbeda, artikel akan DITOLAK sebelum ditinjau lebih lanjut. Hanya naskah yang dikirimkan yang memenuhi format jurnal yang akan diproses lebih lanjut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Sejarah Pembuatan Mesbah Atau (Dor) Di Kelurahan Moru Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor Silas Maniata; Jefri Moban; Petrus Mau Tellu Dony; Vebrianus Petrus Barai; Riflyisrianly Beri Ledang
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah pembuatan mesbah di kecamatan alor barat daya, kelurahan moru, kabupaten alor. awal mula pembuatan mesbah secara umum, tujuan adalah karena ada kesatuan. Dan supaya dikampung tersebut juga ada orang. Kampong moeng sudah ada sejak purba ke-3, dahulu masyarakat tersebut hidup mengembara mereka berpindah tempat ke tempat yang lain, tempat yang pertama berada di ton dam tempat yang ke dua berada di molmoi dan kembali lagi ke ton dan karena di tempat itu ada satu jenis tanaman tebu, karna sudah meluas di tempat itu maka mereka bergeser untuk mencari tempat lain yaitu di moeng. Karena di ton kampong pertama tersebut sudah menjadi tempat pemburuan.Karena terdapat hewan seperti babi dan rusa ditempat itu. Di kampong moeng terdapat 12 suku, ada 6 suku besar dan 6 suku besar itu melahirkan 5 suku kecil dan ada 1 suku pendatang. Dari ke-12 suku itu datang membawa satu batu alam yang ditaru diatas batu-batu lainnya, nantu setelah ditaru batu dari ke-12 suku itu. Maka istilahnya tuan atau datoh (moyang) membuat sebuah ritual artinya berdoa kepada tuhan atau dewa,setelah membaca ritual maka moyang menentukan suku apa yang ditunjuk untuk membacakan mantrah dan moyang akan memberikan masing-masing fungsi kepada ke-12 suku tersebut ada suku yang bertugas menjaga keamanan, keseimbangan, menggerakan pembacaan mantrah dan ada beberapa yang tdk disebutkan. Jadi tujuan mesbah ini dibuat adalah sebagai tanda bahwa ada kampong ditempat.
Asal Usul Terbentuknya Air Ate Dan Moko Puledang Lafaledang Di Kampung Lama Omtel Kabupaten Alor Feni Diana Djaha; Salomi Duka; Yesgelode Lauata; Sentike Melani Mauyaru; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Asal usul terbentuknya Air Ate di Kampung Lama Omtel adalah kejadian yang terjadi di gunung omtel pada zaman dahulu, ada dua orang suami istri yakni Ledang pot dari kampung Nihingn dan Bihaj dari kampung Pay. Mereka pergi ke kebun untuk membersihkan rumput dengan kedua anaknya. Ketika kedua orang tua sedang membersihkan rumput kedua anaknya bermain petak umpet hingga hari sore kedua orang tua itu memanggil anak mereka untuk pulang namun tidak ada respon dari kedua anak tersebut sehingga orang tua mereka mengira anak-anak tersebut telah pulang sehingg kedua orang tua tersebut pulang namun samapi di rumah kedua anak tersebut tidak ada di rumah mereka sehingga orang tua nya mencari mereka pada keesokan harinya, namun mereka tidak menemukan kedua anaknya.Lalu mereka pergi ke kebun untuk mencari mereka, namun tidak menemukan mereka tetapi kebun mereka yang dulunya tidak ada air sekarang telah dialiri oleh air yang mengalir sehingg mereka berdua mengetahui bawah kedua anak mereka telah di telan air(sehingga dinamakan air ate, yang sampai sekarang masih di gunakan). Dan dari dalam air tersebut muncul nyiru dan lesung, nyiru tesebut telah berubah menjadi batu karena dibuang oleh sang isteri dalam perjalanan ke rumah, sedangkan lesung tersebut dibawa oleh sang suami ke rumah dan berubah menjadi moko. Moko tersebut telah dibawa oleh orang pandai ke Pandai, sebagai ganti air pinang yang dijanjikan oleh Matebel Langgara (Orang-orang tua yang dihormati dan tidak bisa dilawan/bantah) dari O’mate kepada orang-orang pandai.
Analisis Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Kenakalan Peserta Didik Di SD GMIT 02 Kalabahi Mani Imelda Blegur; Frits Donasius Kamengmau; Boy Adrian Gerimu; Hedrawati Mauring; Jefri Suro Pati; Petrus Mau Tellu Dony; Melki Imamastri Puling Tang
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan layanan biimbingan konseling dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SD Gmit 02 Kalabahi .Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya layanan bimbingan konseling dalam mengatasi masalah kenakalan peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada 20 november 2024 dengan subjek guru bimbingan dan koseling dan guru kelas V SD Gmit 02 Kalabahi. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mendapat kesimpulan bahwa masalah yang sering dilakukan peserta didik merupakan kenakalan wajar sesuai dengan tahap perkembangan anak sekolah dasar, contonya:saling menggangu ,saling mengejek,maki ,bullying .Kenakalan seperti ini merupakan hal yang wajar sesuai dengan tahap perkembangan anak.Layanan BK di Sekolah dasar dasar sangat penting dan bermanfaat bagi peserta didik untuk perubahan karakter peserta didik di kemudian hari dan daapt meningkatkan potensi diri SD Gmit 02 merupakan salah satu satuan pendidikan jenjang SD yang berlokasi di jalan Diponegoro NO.31 Kalabahi ,Nusa Tenggara Timur ,Kecamatan Teluk mutiara ,Kabupaten Alor ,Nusa Tenggra Timur merupakan sekolah swasta yang berdiri sejak 1981.SD Gmit 02 Kalabahi berada dinaungan kementrian dinas kebudayaan .pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah kenakalan peserta didik sangat baik walapun masih banyak keterbatasan sarana dan prasarana namun guru dapat menangani dengan baik .Jenis-jenis layanan bimbingan dan koseling yang sering dilakukan oleh guru yaitu:layanan mediasi,layanan pembelajaran,layanan informasi dan layanan konseling individual.
Sejarah Pemerintahan Desa Probur Kecamatan Alor Barat Daya Selfius Kolihar; Yosin Eyodia Djolelang; Safri Musa Malaka; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2078

Abstract

Desa Probur adalah salah satu desa di Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang dikenal dengan potensi budaya adat Klon. Desa ini resmi dibentuk pada tahun 1962 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur. Pembentukan Desa Probur merupakan hasil penggabungan beberapa kampung, yaitu Bural, Halerman, Hopter, Usakan, Alwor, Dulel, Mataraben, Habolat, dan Lola. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis untuk mendokumentasikan sejarah pembentukan desa, kondisi geografis, demografi, serta sosial budaya. Desa Probur memiliki luas wilayah 4.107 hektar dengan jumlah penduduk 2.453 jiwa. Potensi utama desa ini terletak pada sektor pertanian dan peternakan. Namun, tantangan seperti tingkat pendidikan yang rendah dan keterbatasan akses ekonomi masih menjadi perhatian. Program-program seperti Program Indonesia Pintar telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan visi terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas, berbudaya, dan mandiri, Desa Probur memiliki peluang besar untuk berkembang lebih baik di masa depan.Kata Kunci: Desa Probur, Alor Barat Daya, sejarah desa, potensi budaya, pendidikan, pembangunan.
Sejarah Mula Ayam Tembaga Di Sibeybu Desa Langkuru Utara Kecamatan Pureman Kabupaten Alor Tabita Plaikari; Silpa Fanau; Serlin Mery Letding; Nurlaila B Arsyad; Umiyani Kona; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul dan peran Ayam Tembaga di Desa Langkuru Utara, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, berdasarkan tradisi lisan masyarakat setempat, serta mengaitkannya dengan pandangan ilmiah. Ayam Tembaga, unggas lokal dengan bulu menyerupai logam tembaga, merupakan fenomena unik yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan secara ilmiah. Menurut Anwar (2024), fenomena biomineralisasi—proses biologis di mana organisme menghasilkan struktur mineral anorganik—berpotensi terjadi pada unggas ini, meskipun sangat jarang. Dalam konteks budaya, Koentjaraningrat (1971) menjelaskan bahwa hewan peliharaan seperti Ayam Tembaga sering kali memiliki nilai spiritual atau simbolik dalam masyarakat tradisional Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat untuk menggali tradisi lisan dan kepercayaan lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa Ayam Tembaga tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi simbol dalam penamaan wilayah seperti Sibeimang, Watmaney, dan Moybagul. Fenomena transformasi ayam menjadi tembaga pasca kebakaran di Sibeybu diinterpretasikan sebagai simbol sakral yang dihormati oleh masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan Ayam Tembaga mencerminkan pentingnya unggas lokal dalam melestarikan keragaman genetik (Basar) dan mendukung ekonomi pedesaan (Daryanto). Penelitian ini mengungkap hubungan erat antara tradisi lisan, budaya lokal, dan pendekatan ilmiah, sekaligus menegaskan peran Ayam Tembaga sebagai aset budaya dan genetik yang bernilai tinggi. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian unggas lokal Indonesia dan memperkuat identitas budaya masyarakat.
Legenda Pulau Kapas Di Kelurahan Welai Timur Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor Senti Atakari; Vani Maniyeni; Welmince Onbila; Yolanda Laumai; Yusup Laukamang; Serli Lahmau; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2080

Abstract

Penelitian ini mengkaji asal mula Songliki terbagi cerita ini berawal dari kampung songliki yang terpecah akibat bencana banjir.cerita ini terjadi antara dua orang anak yatim yang tidak dianggap. Terletak di Kelurahan Welai Barat RT 05 RW 02 Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor.Kampung Songliki pada zaman itu yang akhir ini sudah terpisah-pisah akibat banjir besar yang mengancurkan kampung Songliki.Legenda pulau kapas yang berasal dari kelurahan welai timur, kecamatan teluk mutiara,kecamatan teluk mutiara,kabupaten alor, menceritakan asal usul sebuah pulau kecil yang menjadi bagian penting dalam sejarah dan budaya masyarakat setempat.Dalam kisah ini, pulau kapas diyakini terbentuk akibat peristiwa magis yang melibatkan seorang tokoh bijaksana yang hidup sederhana. Tokoh tersebut menemukan kapas yang berubah menjadi pulau sebagia symbol keberkahan atas doa dan usaha keras masyarakat.Legenda ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi lisan,tetapi juga mengandung nilai-nilai moral seperti keikhlasan,kerja keras,dan hubungan harmonis antar manusia dan alam.Cerita inimemainkan peran penting dalam melestarikan identitas budaya masyarakat alor dan meningkatkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Legenda Ubi Langalese Batu Merah Yang Menyimpan Penyesalan Di Desa Pido Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor Sifra Eunike Lauring; Saptarika Mikidori; Siria Mei Kamutlaka; Silpa Maiko; Trivonia Ata; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2081

Abstract

Legenda Ubi Langalese adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Desa Pido, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor. Legenda Ubi Langalese ini sangat menarik untuk diteliti karena ceritanya diwariskan secara lisan oleh masyarakat setempat sehingga memiliki cerita yang bervariasi dan bersifat pralogis. Kisah ini mengandung nilai-nilai budaya, tradisi, dan moral yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat setempat. Cerita ini tidak hanya menceritakan kehidupan keluarga Ubi Langalese, seorang perempuan yang cerdas, pemberani, dan penuh kasih, tetapi juga menggambarkan konflik yang muncul akibat pengambilan keputusan tanpa komunikasi yang baik dalam keluarga. Batu Ubi Langalese, Batu Lagawa, dan Batu Longbuk, sebagai simbol-simbol yang berasal dari legenda ini, memiliki makna mendalam bagi masyarakat Desa Pido. Legenda ini mencerminkan hubungan yang erat antara manusia dengan alam sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghormati adat dan tradisi leluhur. Selain itu, legenda ini menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan modern, seperti pentingnya komunikasi dalam keluarga, penghormatan terhadap pusaka adat, introspeksi atas kesalahan, dan pengendalian diri dalam menghadapi emosi. Melalui penelitian ini, legenda Ubi Langalese dikaji secara mendalam untuk mengungkap nilai-nilai budaya, moral, dan simbolis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, observasi lapangan di situs-situs bersejarah, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Ubi Langalese tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi sebagai media edukasi dan refleksi moral bagi generasi mendatang. Dengan mendokumentasikan legenda ini, diharapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan menjadi bagian penting dari identitas kolektif masyarakat Desa Pido
Sejarah Perjalanan Wofa Dan Patung Batu Lonkili Atau Batu Elang Di Desa Waisika Kecamatan Alor Timur Laut Saron Lalangpuling; Vera Marta Kabey; Tabita Asmiyanti Serangkai; Tersia Lengmalu; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali cerita leluhur sejarah perjalanan Wofa dan patung batu lonkili atau batu elang , di kecamatan Alor timur laut, desa Waisika.Cerita rakyat ini mengisahkan kehidupan di Kampung Kamengmane, tempat nenek moyang suku Petinpu dan suku Lubuy tinggal. Kehidupan awalnya damai, namun berubah sejak kelahiran Wofa, seorang anak yang dikenal nakal dan pembangkang. Perilaku buruk Wofa membuat seluruh warga kampung, termasuk orang tuanya, kehilangan kesabaran hingga memutuskan meninggalkan Wofa sendirian. Dalam kesedihan, Wofa bertemu dengan seorang gadis bernama Lonkili, yang kemudian menjadi istrinya.Pasangan ini memulai kehidupan baru di kampung tersebut, mengikuti pesan nenek Wofa untuk memanfaatkan alam sekitar. Mereka dikaruniai empat anak, tetapi hubungan mereka menjadi tegang akibat kepercayaan yang rusak. Lonkili, merasa dikhianati oleh suaminya, akhirnya memutuskan meninggalkan keluarganya dengan kembali ke wujud aslinya sebagai burung elang. Transformasi Lonkili menjadi batu yang menyerupai burung menjadi simbol penghormatan bagi keturunannya hingga kini. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan wawancara kepada beberapa Narasumber di desa waisika.Cerita ini mengandung pesan moral tentang pentingnya menghargai keluarga, mengendalikan emosi, serta menjaga harmoni dalam hubungan sosial dan keluarga.
Adat Istiadat Perkawinan Suku Abui (Kampung Takpala) Marni S. Laure; Lutgardis S. Maure; Margerita A. Mapada; Mehelina R. Lebo; Isak Fantang; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2086

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pelaksanaan budaya belis, makna budaya belis dan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam budaya belis. Peneliti menggunakan metode kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Suku Abui Kampung Takpala, Desa Lembur Barat, Kecamatan Tengah Utara. Informan dalam penelitian ini adalah kepala adat Suku Abui Kampung Takpala. Hasil penelitian menunjukan bahwa: proses pelaksanaan budaya belis dilakukan melalui beberapa tahap yaitu (1) Taru Daun: perkenalalan keluarga dari kedua belah pihak (2) Masuk Minta : meminta persetujuan dari keluarga perempuan untuk dipinang (3) Terang Kampung : pemberitahuan bahwa pasangan laki-laki dan perempuan tersebut telah diremiskan secara adat sebagai pasangan, (4) Hantaran Sirih Pinang : keluarga laki-laki akan membawa syarat yang telah ditentukan yang sesuai dengan nota, (5) Antar Perempuan : mengantar perempuan ke kediaman keluarga laki-laki . Hasil peneliti dapat disimpulkan bahwa proses pelaksaan budaya belis pada perkawinan adat Suku Abui Kampung Takpala merupakan budaya yang disempurnakan oleh ritual adat.
Eksplorasi Dan Klasifikasi Jenis Moko Di Museum 1000 Moko Kabupaten Alor Anastasia Laubela; Asarina Takalapeta; Miseri K. Lau; Bendelina Marta Malailo; Martha Ria Sengaji; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2087

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang klasifikasi jenis moko yang terdapat di Museum 1000 Moko, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, merupakan situs budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, budaya dan ekonomi bagi masyarakat Alor. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan jenis-jenis Moko yang terdapat di Museum 1000 Moko dan sejarah serta fungsi sosial,budaya dan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian literatur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan jenis moko yang terdapat di Museum 1000 Moko yaitu Moko dari etnis Pantar disebut Moko Pung, Moko dari etnis Kabola dan etnis Abui memiliki nama dan nilai yang berbeda karena dipengaruhi oleh penggunaan bahasa yang digunakan setiap kecamatan di kabupaten Alor berbeda. Koleksi Moko yang terdapat di museum ini berasal dari bangsa Dongson yang didatangkan melalui jalur perdagangan oleh bangsa tersebut. Kemudian diadopsi oleh masyarakat Alor sebagai benda pusaka yang memiliki fungsi sosial, budaya dan ekonomi yang tinggi.