cover
Contact Name
Petrus Mau Tellu Dony
Contact Email
petrusdony2@gmail.com
Phone
+6281327404470
Journal Mail Official
petrusdony2@gmail.com
Editorial Address
Jl. TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid No. 134 Pancor, Kec. Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Telp/fax:0376-2991086/22566 Email: afada@iaihnwpancor.ac.id
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 29860997     EISSN : 29860997     DOI : 10.37216/afada.v1i2.1150
Core Subject : Social,
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat dengan E-ISSN.2986-0997, merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor Pada tingkat nasional, Terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli, yang mencakup banyak masalah atau masalah umum yang terkait dengan layanan masyarakat. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan peran serta masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian disusun menjadi suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahasa yang digunakan dalam jurnal ini adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (diutamakan). AFADA tersedia secara gratis (akses terbuka) untuk semua pembaca. Harap baca panduan ini dengan cermat! Setiap naskah yang dikirimkan ke redaksi jurnal harus mengikuti pedoman penulisan. Jika naskah tidak memenuhi pedoman penulis atau ada naskah yang ditulis dalam format yang berbeda, artikel akan DITOLAK sebelum ditinjau lebih lanjut. Hanya naskah yang dikirimkan yang memenuhi format jurnal yang akan diproses lebih lanjut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Sejarah Mula Ayam Tembaga Di Sibeybu Desa Langkuru Utara Kecamatan Pureman Kabupaten Alor Tabita Plaikari; Silpa Fanau; Serlin Mery Letding; Nurlaila B Arsyad; Umiyani Kona; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul dan peran Ayam Tembaga di Desa Langkuru Utara, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, berdasarkan tradisi lisan masyarakat setempat, serta mengaitkannya dengan pandangan ilmiah. Ayam Tembaga, unggas lokal dengan bulu menyerupai logam tembaga, merupakan fenomena unik yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan secara ilmiah. Menurut Anwar (2024), fenomena biomineralisasi—proses biologis di mana organisme menghasilkan struktur mineral anorganik—berpotensi terjadi pada unggas ini, meskipun sangat jarang. Dalam konteks budaya, Koentjaraningrat (1971) menjelaskan bahwa hewan peliharaan seperti Ayam Tembaga sering kali memiliki nilai spiritual atau simbolik dalam masyarakat tradisional Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat untuk menggali tradisi lisan dan kepercayaan lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa Ayam Tembaga tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi simbol dalam penamaan wilayah seperti Sibeimang, Watmaney, dan Moybagul. Fenomena transformasi ayam menjadi tembaga pasca kebakaran di Sibeybu diinterpretasikan sebagai simbol sakral yang dihormati oleh masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan Ayam Tembaga mencerminkan pentingnya unggas lokal dalam melestarikan keragaman genetik (Basar) dan mendukung ekonomi pedesaan (Daryanto). Penelitian ini mengungkap hubungan erat antara tradisi lisan, budaya lokal, dan pendekatan ilmiah, sekaligus menegaskan peran Ayam Tembaga sebagai aset budaya dan genetik yang bernilai tinggi. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian unggas lokal Indonesia dan memperkuat identitas budaya masyarakat.
Legenda Pulau Kapas Di Kelurahan Welai Timur Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor Senti Atakari; Vani Maniyeni; Welmince Onbila; Yolanda Laumai; Yusup Laukamang; Serli Lahmau; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2080

Abstract

Penelitian ini mengkaji asal mula Songliki terbagi cerita ini berawal dari kampung songliki yang terpecah akibat bencana banjir.cerita ini terjadi antara dua orang anak yatim yang tidak dianggap. Terletak di Kelurahan Welai Barat RT 05 RW 02 Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor.Kampung Songliki pada zaman itu yang akhir ini sudah terpisah-pisah akibat banjir besar yang mengancurkan kampung Songliki.Legenda pulau kapas yang berasal dari kelurahan welai timur, kecamatan teluk mutiara,kecamatan teluk mutiara,kabupaten alor, menceritakan asal usul sebuah pulau kecil yang menjadi bagian penting dalam sejarah dan budaya masyarakat setempat.Dalam kisah ini, pulau kapas diyakini terbentuk akibat peristiwa magis yang melibatkan seorang tokoh bijaksana yang hidup sederhana. Tokoh tersebut menemukan kapas yang berubah menjadi pulau sebagia symbol keberkahan atas doa dan usaha keras masyarakat.Legenda ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi lisan,tetapi juga mengandung nilai-nilai moral seperti keikhlasan,kerja keras,dan hubungan harmonis antar manusia dan alam.Cerita inimemainkan peran penting dalam melestarikan identitas budaya masyarakat alor dan meningkatkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Legenda Ubi Langalese Batu Merah Yang Menyimpan Penyesalan Di Desa Pido Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor Sifra Eunike Lauring; Saptarika Mikidori; Siria Mei Kamutlaka; Silpa Maiko; Trivonia Ata; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2081

Abstract

Legenda Ubi Langalese adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Desa Pido, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor. Legenda Ubi Langalese ini sangat menarik untuk diteliti karena ceritanya diwariskan secara lisan oleh masyarakat setempat sehingga memiliki cerita yang bervariasi dan bersifat pralogis. Kisah ini mengandung nilai-nilai budaya, tradisi, dan moral yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat setempat. Cerita ini tidak hanya menceritakan kehidupan keluarga Ubi Langalese, seorang perempuan yang cerdas, pemberani, dan penuh kasih, tetapi juga menggambarkan konflik yang muncul akibat pengambilan keputusan tanpa komunikasi yang baik dalam keluarga. Batu Ubi Langalese, Batu Lagawa, dan Batu Longbuk, sebagai simbol-simbol yang berasal dari legenda ini, memiliki makna mendalam bagi masyarakat Desa Pido. Legenda ini mencerminkan hubungan yang erat antara manusia dengan alam sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghormati adat dan tradisi leluhur. Selain itu, legenda ini menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan modern, seperti pentingnya komunikasi dalam keluarga, penghormatan terhadap pusaka adat, introspeksi atas kesalahan, dan pengendalian diri dalam menghadapi emosi. Melalui penelitian ini, legenda Ubi Langalese dikaji secara mendalam untuk mengungkap nilai-nilai budaya, moral, dan simbolis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, observasi lapangan di situs-situs bersejarah, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Ubi Langalese tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi sebagai media edukasi dan refleksi moral bagi generasi mendatang. Dengan mendokumentasikan legenda ini, diharapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan menjadi bagian penting dari identitas kolektif masyarakat Desa Pido
Sejarah Perjalanan Wofa Dan Patung Batu Lonkili Atau Batu Elang Di Desa Waisika Kecamatan Alor Timur Laut Saron Lalangpuling; Vera Marta Kabey; Tabita Asmiyanti Serangkai; Tersia Lengmalu; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali cerita leluhur sejarah perjalanan Wofa dan patung batu lonkili atau batu elang , di kecamatan Alor timur laut, desa Waisika.Cerita rakyat ini mengisahkan kehidupan di Kampung Kamengmane, tempat nenek moyang suku Petinpu dan suku Lubuy tinggal. Kehidupan awalnya damai, namun berubah sejak kelahiran Wofa, seorang anak yang dikenal nakal dan pembangkang. Perilaku buruk Wofa membuat seluruh warga kampung, termasuk orang tuanya, kehilangan kesabaran hingga memutuskan meninggalkan Wofa sendirian. Dalam kesedihan, Wofa bertemu dengan seorang gadis bernama Lonkili, yang kemudian menjadi istrinya.Pasangan ini memulai kehidupan baru di kampung tersebut, mengikuti pesan nenek Wofa untuk memanfaatkan alam sekitar. Mereka dikaruniai empat anak, tetapi hubungan mereka menjadi tegang akibat kepercayaan yang rusak. Lonkili, merasa dikhianati oleh suaminya, akhirnya memutuskan meninggalkan keluarganya dengan kembali ke wujud aslinya sebagai burung elang. Transformasi Lonkili menjadi batu yang menyerupai burung menjadi simbol penghormatan bagi keturunannya hingga kini. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan wawancara kepada beberapa Narasumber di desa waisika.Cerita ini mengandung pesan moral tentang pentingnya menghargai keluarga, mengendalikan emosi, serta menjaga harmoni dalam hubungan sosial dan keluarga.
Adat Istiadat Perkawinan Suku Abui (Kampung Takpala) Marni S. Laure; Lutgardis S. Maure; Margerita A. Mapada; Mehelina R. Lebo; Isak Fantang; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2086

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pelaksanaan budaya belis, makna budaya belis dan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam budaya belis. Peneliti menggunakan metode kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Suku Abui Kampung Takpala, Desa Lembur Barat, Kecamatan Tengah Utara. Informan dalam penelitian ini adalah kepala adat Suku Abui Kampung Takpala. Hasil penelitian menunjukan bahwa: proses pelaksanaan budaya belis dilakukan melalui beberapa tahap yaitu (1) Taru Daun: perkenalalan keluarga dari kedua belah pihak (2) Masuk Minta : meminta persetujuan dari keluarga perempuan untuk dipinang (3) Terang Kampung : pemberitahuan bahwa pasangan laki-laki dan perempuan tersebut telah diremiskan secara adat sebagai pasangan, (4) Hantaran Sirih Pinang : keluarga laki-laki akan membawa syarat yang telah ditentukan yang sesuai dengan nota, (5) Antar Perempuan : mengantar perempuan ke kediaman keluarga laki-laki . Hasil peneliti dapat disimpulkan bahwa proses pelaksaan budaya belis pada perkawinan adat Suku Abui Kampung Takpala merupakan budaya yang disempurnakan oleh ritual adat.
Eksplorasi Dan Klasifikasi Jenis Moko Di Museum 1000 Moko Kabupaten Alor Anastasia Laubela; Asarina Takalapeta; Miseri K. Lau; Bendelina Marta Malailo; Martha Ria Sengaji; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2087

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang klasifikasi jenis moko yang terdapat di Museum 1000 Moko, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, merupakan situs budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, budaya dan ekonomi bagi masyarakat Alor. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan jenis-jenis Moko yang terdapat di Museum 1000 Moko dan sejarah serta fungsi sosial,budaya dan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian literatur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan jenis moko yang terdapat di Museum 1000 Moko yaitu Moko dari etnis Pantar disebut Moko Pung, Moko dari etnis Kabola dan etnis Abui memiliki nama dan nilai yang berbeda karena dipengaruhi oleh penggunaan bahasa yang digunakan setiap kecamatan di kabupaten Alor berbeda. Koleksi Moko yang terdapat di museum ini berasal dari bangsa Dongson yang didatangkan melalui jalur perdagangan oleh bangsa tersebut. Kemudian diadopsi oleh masyarakat Alor sebagai benda pusaka yang memiliki fungsi sosial, budaya dan ekonomi yang tinggi.
Keberagaman Kehidupan Masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor Heronike Mangmani; Loni Sarlota Mau Klaping; Lambertus Lupuikoni; Marsalina Malaikari; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2088

Abstract

AbstrakTujuan dari peneliti ini yaitu untuk mengkajikan keberagaman kehidupan masyarakat Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor. Peneitian menggunakan metode kualitatif. Teknik analisis data di lakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian i ini di lakukan di Desa Lakwati Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor. Informasi dalam penelitian ini adalah pemerintah Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga aturan yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Lakwati Yaitu: (1) Merokok, pemerintah Desa melarang keras kepala masyarakat Desa Lakwati Untuk tidak merokok. (2). Siri pinang Pemerintah Desa melarang keras kepada masyarakat Desa Lakwati untuk tidak makan siri pinang. (3) minuman keras, Pemerintah Desa melarang keras kepada masyarakat Desa untuk tidak minum minuman keras atau minuman yang beralkohol. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Masyarakat Desa Lakwati Tanpa merokok minuman keras, dan mamah sirih.
Kearifan Lokal Di Era Digital Dalam Pelestarian Pakaian Adat Suku Kui Kecamatan Alor Barat Daya Maria Delia B. Tukan; Intan P. Lema Madde; Clara D.S Sally; Lala Moilegi; Salmon Weni Gati; Jerosion E. Blegur; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2090

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mempertahankan kearifan lokal Pakaian adat, yang merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan ekonomi yang signifikan. Peneliti menggunakan metode kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Suku Kui, Kecamatan Alor Barat Daya. Informan dalam penelitian ini adalah kepala adat Suku Kui. Hasil penelitian menunjukan bahwa: ada beberapa alasan mengapa kearifan lokal yang ada di Suku Kui Perlu di pertahankan, yaitu: (1) Sejarah: kulit kayu menjadi tenunan kain sarung (2) Religius/Kepercayaan: kepercayaan terhadap leluhur atau arwah nenek moyang (3) Budaya: cerminan jati diri masyarakat Kui. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pakaian adat merupakan bagian integral dari identitas budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Meskipun menghadapi berbagai tantangan di era modern.
Peran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi Dalam Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw, Sebagai Upaya Peningkatan Interaksi Masyarakat Huzain Jailani; adrian, Muhammad iqbal; Lalu Azizuddin; Rafiqatun Khaeriyah; antasari, sindi; Baiq Niswatul Hurri; Dalety Jelita Hayati; Marudin
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.1817

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai upaya meningkatkan interaksi sosial. Melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, penelitian ini mengungkap bagaimana keterlibatan mahasiswa KKN dalam berbagai kegiatan perayaan Maulid dapat mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KKN memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi komunikasi, kolaborasi, dan pemahaman yang lebih baik antara kedua pihak. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program KKN dalam konteks perayaan Maulid.
Aksi Kolaborasi Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dan Satres Narkoba Polres Lombok Timur: Sosialisasi Bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan” Siti Nurhidayati
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): : AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.1896

Abstract

Generasi muda merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. Namun, keberlangsungan bangsa menghadapi tantangan serius berupa penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Universitas Hamzanwadi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkolaborasi dengan Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Lombok Timur untuk mengedukasi pelajar di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan. Sosialisasi bahaya NAPZA di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan lembaga terkait. Sosialisasi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan strategis, melibatkan kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dan Satres Narkoba Polres Lombok Timur. Satres Narkoba Polres Lombok Timur membawa pengalaman dan otoritas dalam memberikan informasi yang akurat mengenai bahaya NAPZA. Sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan kasus penyalahgunaan NAPZA, mereka memiliki wawasan yang luas mengenai situasi di lapangan, termasuk pola penyebaran NAPZA dan dampaknya terhadap masyarakat. Kata Kunci: KKN, Satres Narkoba, NAFZA. MTs MA Darussolihin NW Kalijaga Selatan.