cover
Contact Name
Arif Bulan
Contact Email
arifbulan1@gmail.com
Phone
+6282136659544
Journal Mail Official
yayasanumarabdulgani@gmail.com
Editorial Address
Desa Sangia, Kecamatan Sape., Kab. Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84182
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS)
ISSN : -     EISSN : 30253055     DOI : https://doi.org/10.61787/bas7f118
Core Subject : Education,
Focus : JP Genus berfokus pada manuskrip hasil penelitian dan kajian literatur dosen, mahasiswa dan guru pada bidang pendidikan. Scope: Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan IPA, Pendidikan IPS, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Teknologi Informatika, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Psikologi Pendidikan, Teknologi Pendidikan, dan yang lainya yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Articles 134 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Interaksi Sosial terhadap Hasil Belajar IPAS siswa Suryanti, Suryanti
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/4sypen07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran interaksi sosial terhadap hasil belajar IPAS siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen bentuk Pre Test dan Post Test Design yaitu sebuah eksperimen yang dalam pelaksanaannya hanya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas pembanding (kelas kontrol) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Interaksi Sosial terhadap hasil belajar IPAS kelas V SD Negeri 30 Dompu tahun ajaran 2024/2025. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah murid Kelas V sebanyak 24 orang. Penelitian dilaksanakan selama 4 kali pertemuan. Keberhasilan proses pembelajaran ditinjau dari aspek, yaitu: ketercapaian ketuntasan hasil belajar IPAS murid secara klasikal, aktivitas siswa dalam pembelajaran IPAS. Pembelajaran dikatakan berhasil jika aspek di atas terpenuhi Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar, data tentang aktivitas murid dalam pembelajaran IPAS dikumpulkan dengan menggunakan soal pilihan ganda.  Hasil analisis statistik deskriptif terhadap aktivitas murid pada model pembelajaran Interaksi Sosial positif, pemahaman materi dan konsep dari IPAS dengan model pembelajaran Interaksi Sosial ini menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dari pada sebelum diterapkan model pembelajaran Interaksi Sosial. Hasil analisis statistic deskriptif menggunakan rumus uji T, diketahui bahwa nilai t Hitung yang diperoleh adalah 64,50 pada taraf signifikansi 50% diperoleh t Tabel = 10,466. Jadi, t Hitung > t tabel atau hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima. Hal ini membuktikan bahwa Hasil belajar dalam pembelajaran IPAS mempunyai pengaruh dari pada sebelum model pembelajaran Interaksi Sosial.
BRIDGING LINGUISTIC GAPS: HOW INTERNATIONAL STUDENTS INTEGRATE L1 IN ENGLISH-LANGUAGE DIGITAL CHATS Purnomo, Alan Joko
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/a18qpe27

Abstract

This study investigates how international students strategically integrate their first language (L1) into English-language digital chats, focusing on WhatsApp interactions. While previous research has examined code-switching in classroom settings, the role of L1 in informal digital communication remains underexplored. Employing a qualitative design with naturalistic observation and document analysis, this study analyzes 137 authentic chat exchanges from students originating from Indonesia, Yemen, Thailand, and Palestine. The findings show that L1 is not used as a sign of deficiency but as a compensatory and pragmatic strategy. Two primary patterns emerge: (1) lexical code-switching, where culturally specific expressions such as “mbak,” “insyaAllah,” and “555” help maintain fluency and emotional tone, and (2) grammatical code-switching, including tag, intra-sentential, and inter-sentential forms, which support clarity and syntactic cohesion. These results demonstrate that learners rely on the full range of language resources they possess to navigate vocabulary gaps, grammatical uncertainty, and express their cultural identity. Such practices indicate not linguistic failure, but adaptive bilingual competence. The study challenges the monolingual bias in English as a Foreign Language (EFL) pedagogy by reinterpreting L1 use as a valuable asset that enhances communication in informal settings. It concludes that acknowledging L1 in digital interaction helps educators better support multilingual learners particularly in low stress, real-world contexts. The paper recommends that EFL instruction embrace strategic L1 integration as a natural and beneficial component of second language development.
Pragmatic Failures in English Among Graduate International EFL Students Bolad, Mahmoud Amjad Muhammad
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/5eytas32

Abstract

This study investigates the types and causes of pragmatic failure in English communication among postgraduate international EFL students at Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Using a qualitative descriptive method, data were gathered through classroom observations and semi-structured interviews with five culturally diverse participants. Thematic analysis revealed six main categories of pragmatic failure: impolite direct requests, blunt refusals, inadequate apologies, misinterpretation of indirect speech, inappropriate politeness norms, and limited learner awareness. These failures were often shaped by cultural transfer, insufficient pragmatic awareness, and lack of exposure to authentic language use. The study not only identifies recurrent pragmatic issues but also examines their underlying causes and offers implications for explicit instruction. The findings suggest the importance of integrating pragmatic awareness into EFL teaching to enhance students' communicative competence in both academic and intercultural contexts. The study contributes to the development of effective communication strategies in multicultural academic contexts.
Analisis Strategi Guru Bahasa Indonesia dalam Mengajar Materi Cerpen pada Siswa SMK Muhammadiyah Rantauprapat Ayu Andini
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/p830e941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru Bahasa Indonesia dalam mengajar materi cerpen di SMK Muhammadiyah Rantauprapat serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu orang guru Bahasa Indonesia kelas XI sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran cerpen, antara lain pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning), pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning), teknik “Tiga Kata”, dan diskusi aktif. Strategi-strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa dan kreativitas menulis, terutama ketika dikaitkan dengan konteks lokal dan pengalaman nyata siswa. Faktor pendukung keberhasilan strategi meliputi kompetensi pedagogik guru, ketersediaan bahan ajar yang relevan, serta dukungan lingkungan sekolah terhadap kegiatan literasi. Namun, pelaksanaan strategi juga menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya fasilitas pendukung, dan rendahnya motivasi sebagian siswa terhadap materi sastra. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi pembelajaran cerpen yang adaptif, kreatif, dan kontekstual agar mampu menjawab kebutuhan siswa SMK dan memperkuat literasi sastra di sekolah vokasional.
PENGARUH BERBAGAI VARIASI POLA LATIHAN PASSING BERPASANGAN TERHADAP KETERAMPILAN PASSING BAWAH PADA SISWA KELAS VII MTSN 5 KABUPATEN NGAWI Fernanda Alif Ardiyansah; Indahwati, Nanik
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/22e2hv54

Abstract

Permainan bolavoli merupakan salah satu permainan olahraga yang berkembang pesat di masyarakat yang dapat dimainkan oleh semua kalangan. Penguasaan tenik dasar berupa passing bawah merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan permainan bolavoli. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara berbagai variasi pola latihan passing berpasangan terhadap keterampilan passing bawah dan seberapa besar pengaruh variasi pola latihan yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan passing bawah pada siswa kelas VII MTsN 5 Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa di MTsN 5 Kabupaten Ngawi. Data dikumpulkan menggunakan tes yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil analisis data ditunjukkan dari hasil uji t atau sample paied t-testsample paired t-test yang menunjukkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05 yang menandakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan. Selain itu presentase peningkatan juga menunjukkan adanya pengaruh antara berbagai variasi pola latihan passing bawah berpasangan  yaitu sebesar 86%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara berbagai variasi pola latihan passing berpasangan terhadap keterampilan passing bawah pada siswa kelas VII MTsN 5 Kabupaten Ngawi.
A Conceptual Model of Multiple-Measures Assessment for Evaluating Indonesian Teachers: A Literature Review Mahurni
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/x7fe1r72

Abstract

Teacher quality remains a decisive factor in determining students’ academic achievement and the overall effectiveness of educational systems. In Indonesia, despite the large-scale implementation of the teacher certification program, concerns persist regarding its limited impact on improving instructional performance. This situation highlights the need for a more comprehensive and accountable evaluation framework. This study aims to systematically review and synthesize existing scholarly literature on Multiple-Measures Evaluation in educational settings, examine how this approach contributes to improving teachers’ instructional performance in Indonesia, and identify the measurement models and administrative approaches that support accountability and professional development. Employing a literature review design, this research analyzed 60 selected academic sources retrieved from major educational databases. The findings reveal that integrating multiple evaluation measures, such as Value-Added Measures, classroom observation, student and parent surveys, and portfolio assessment, provides stronger reliability, construct validity, and decision validity compared to single-measure systems. Furthermore, the literature suggests that a conjunctive administrative approach is more suitable for ensuring balanced accountability within the Indonesian educational context. Although each measurement model has inherent limitations, their combined implementation offers a more comprehensive and credible framework for evaluating teaching performance. The study concludes that a structured Multiple-Measures Evaluation system has significant potential to enhance instructional effectiveness, strengthen accountability, and foster sustainable professional development among teachers in Indonesia.
Joyful and Meaningful Learning of Integers through the Traditional Game Mpa’a Geta to Promote Students’ Motivation in Learning Mathematics Mardiah; Astuti
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/77jdpj12

Abstract

This study aims to describe the implementation of the traditional game Mpa’a Geta in teaching integer multiplication and to examine its contribution to students’ conceptual understanding and motivation in learning mathematics. The research employed a descriptive qualitative approach involving 21 seventh-grade students during a 2 × 45-minute learning session. Data were collected through classroom observation, documentation, student responses, and teacher reflection, and were analyzed using thematic techniques. The findings indicate that the Mpa’a Geta game creates a joyful and meaningful learning environment, enhances student engagement, and facilitates conceptual understanding of integer multiplication through concrete activities. Student responses revealed that the game helped them better grasp the rules of positive and negative signs, while teacher reflections confirmed that the activity effectively supported the learning objectives. The game also increased students’ intrinsic motivation due to its interactive, collaborative, and culturally relevant nature. Therefore, the traditional game Mpa’a Geta holds strong potential as an alternative instructional strategy for teaching fundamental mathematical concepts in a contextual and enjoyable manner.
The Use of Chromebooks to Support Flipped Classroom Learning in English Lessons: A Descriptive Qualitative Study Kurniawati, Sri Sulis
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/xxtj3181

Abstract

The integration of technology in education has become essential in the digital era, including the use of Chromebooks in English learning. This study aims to describe the implementation of a flipped classroom model supported by Google Classroom using Chromebooks at SMPN 9 Madiun. This research employed a descriptive qualitative approach with data collected through documentation, observation, and questionnaires. The findings indicate that Chromebooks facilitate learning accessibility, support student participation, and encourage independent learning before classroom activities. In addition, Google Classroom enables teachers to manage assignments and learning interactions more effectively. Overall, the integration of Chromebooks within the flipped classroom model enhances students’ motivation and engagement in English learning.
Analisis Fenomena Code Mixing pada Interaksi Pembelajaran di Kelas Luring Perguruan Tinggi Ritonga, Maimunah
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/n132bd16

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan faktor penyebab code mixing dalam interaksi pembelajaran luring pada mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Labuhan Batu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan dosen dan mahasiswa yang direkam melalui audio–video, didukung observasi partisipatif ringan dan catatan lapangan. Hasil analisis menunjukkan tiga bentuk utama code mixing sesuai tipologi Muysken, yaitu insertion sebagai bentuk paling dominan berupa penyisipan istilah teknis berbahasa Inggris ke dalam struktur bahasa Indonesia, alternation yang muncul pada pergantian klausa untuk menandai penekanan pragmatik, serta congruent lexicalization ketika unsur kedua bahasa bercampur dalam pola sintaksis yang serupa. Secara fungsional, code mixing digunakan untuk mempermudah penjelasan konsep yang tidak memiliki padanan tepat, mengaktifkan fokus mahasiswa, membangun kedekatan sosial–akademik, dan menegaskan identitas akademis yang terhubung dengan wacana global. Faktor penyebabnya meliputi keterbatasan istilah dalam bahasa Indonesia, gaya komunikasi dosen yang terbiasa dengan literatur Inggris, pengaruh terminologi global dalam disiplin ilmu, serta dinamika spontan interaksi tatap muka. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa code mixing dalam konteks luring lebih natural, kontekstual, dan dipengaruhi elemen nonverbal yang tidak tampak dalam pembelajaran daring. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa code mixing merupakan strategi komunikatif dan pedagogis yang penting dalam ekosistem pembelajaran bahasa di perguruan tinggi.
Integrasi Kearifan Lokal Bima dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Kajian Etnopedagogi di SMPN 1 Sape Kasman, Kasman; Firliah Rizkiani; Hasan
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/bvb64953

Abstract

Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi penting untuk menumbuhkan karakter, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kebermaknaan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk integrasi kearifan lokal Bima dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 1 Sape, (2) mengetahui strategi guru dalam menerapkan pendekatan etnopedagogi, (3) mengetahui implikasi pada proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif etnopedagogi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dilakukan melalui pemanfaatan teks budaya lokal, pengembangan keterampilan berbahasa berbasis konteks budaya, serta aktivitas belajar yang melibatkan pengalaman komunitas. Guru menerapkan strategi pembelajaran kontekstual, metode diskusi budaya, penggunaan cerita rakyat, serta kolaborasi dengan lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan etnopedagogi mampu memperkuat literasi, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menumbuhkan apresiasi budaya lokal. Penelitian merekomendasikan penguatan bahan ajar berbasis budaya dan perluasan kerja sama sekolah–komunitas untuk keberlanjutan pembelajaran berbasis kearifan lokal.