cover
Contact Name
Risna Erni Yati Adu
Contact Email
adoe.risna@yahoo.com
Phone
+6281231615459
Journal Mail Official
jchemsapp15@gmail.com
Editorial Address
Jln. Eltari, KM. 09 Kelurahan Sasi Kefamenanu-Indonesia
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Journal of Chemical Science and Application
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 30254744     DOI : https://doi.org/10.32938/jcsa.v1i2
Journal of Chemical Science and Application is an electronic open-access journal that aims to publish the latest research results in the area of pure and applied chemistry from academicians, professionals, and other practitioners at all levels of chemistry. The journal coverage includes the following: organic chemistry, inorganic chemistry, analytical chemistry, physical chemistry, biochemistry and other chemistry fields such as environmental chemistry, that emphasis on a broad description of the general methods and processes for the synthesis, modification, and characterization of chemical materials.
Articles 20 Documents
SINTESIS METIL ESTER DARI MINYAK BIJI FEUN KASE (THEVETIA PERUVIANA) MENGGUNAKAN KATALIS NaOH DENGAN VARIASI WAKTU Talan, Dessy Debora; Presson, Jefry; Kolo, Sefrinus M. D
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.3858

Abstract

Pencarian energi alternatif terus dilakukan sebagai bentuk upaya mengatasi berkurannya energi bahan bakar fosil. sintesis metil ester sebagai bahan bakar alternatif terbarukan dari minyak biji Feun Kase (Thevetia Peruviana) telah berhasil dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar rendemen metil ester dari minyak biji Feun Kase berdasarkan variasi waktu, pengaruh variasi waktu terhadap mutu biodiesel dari minyak biji Feun Kase berdasarkan uji parameter yang dibandingkan dengan SNI 7182:2015. Penelian ini menggunakan sampel biji Feun Kase (Thevetia Peruviana). Metode yang digunakan dalam pengambilan minyak adalah ekstraksi dengan pelarut petroleum eter. Jenis alkohol yang digunakan pada reaksi transesterifikasi adalah metanol dengan perbandingan metanol dengan minyak (6:1). Katalis yang digunakan adalah katalis NaOH 1% b/b dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit dan 150 menit. Metil ester yang dihasilkan diuji parameter berupa densitas, viskositas, bilangan asam, bilangan penyabunan, titik kabut, titik nyala. Hasil transesterifikasi dengan variasi waktu menghasilkan rendemen tertinggi pada waktu 90 menit sebesar 81,48%. Hasil uji parameter metil ester dari minyak biji Feun Kase nilai densitas sebesar 851 kg/m3, viskositas sebesar 4,34 mm2/s, titik kabut 6°C dan titik nyala 165°C telah memenuhi standar SNI 7182:2015 sedangkan bilangan asam sebesar 3,65 mg-KOH/gr, bilangan penyabunan sebesar 155,76 mg-KOH/gr belum memenuhi standar SNI 7182:2015.    
UJI ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper Betle L) ASAL KABUPATEN MALAKA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Kutiom, Richardus; Kolo, Sefrinus M.D; Edi, Eduardus
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.4409

Abstract

Penelitian ekstrak daun sirih hijau (piper betle L) Dari Kabupaten Malaka dan uji antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Berdasarkan hasil penelitian tumbuhan daun sirih hijau sebagai tambahan obat untuk mengobati penyakit sariawan, perdarahan gusi, batuk, keputihan dan obat kulit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri yang terdapat dalam daun sirih hijau terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, ekstraksi secara maserasi dan uji aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak methanol daun sirih hijau di peroleh diameter zona hambat pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Yaitu 20,1933 ± 0,0513, 21,1900 ± 0,0100, 22,1433 ± 0,0404, 23,1767 ± 0,0252, dan 24,2533 ± 0,0058. Nilai diameter zona hambat ekstrak daun sirih hijau tergolong sangat kuat.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KITIN DAN KITOSAN DARI LIMBAH SISIK IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Sanak, Maria Kotelma; Kolo, Sefrinus M. D; Batu, Matius Stefanus
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.5197

Abstract

Kitosan adalah biopolymer alami dengan kelimpahan terbesar kedua setelah selulosa. Kitosan merupakan produk diestilasi kitin melalui proses reaksi kimia. Limbah sisik ikan nila (Oreochromis Niloticus) memiliki potensi untuk disintesis menjadi kitosan. Telah dilakukan isolasi kitosan dari limbah Ikan Nila. Produksi kitin dilakukan dengan proses deproteinasi dan demineralisasi. Biopolimer kitosan dihasilkan dari kitin melalui metode deasetilasi kitin menggunakan larutan basa (NaOH) dengan tujuan untuk menaikkan derajat deasetilasi (DD) dari kitosan. Dari hasil 4,50 g kitin diassetilasi menggunakan NaOH pada konsentrasi 50% diperoleh kitosan sebesar 3,87 g (86%). Deasetilasi kitosan tertingggi yaitu 63,92% pada perlakukan konsentrasi NaOH 50%. Analisa kadar air dan kadar abu serta penentuan viskositas kitosan telah memenuhu standar mutu kitosan. Kitin dan Kitosan diidentifikasi dengan  spektroskopi infra merah (FT-IR) menghasilkan kitosan dengan serapan khas kitosan pada panjang gelombang 3371,56 cm-1 1022,59 cm-1 dan 1454,74  cm-1.  
INDIKATOR PINTAR BERBASIS KITOSAN - ANTOSIANIN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH UNTUK DETEKSI KESEGARAN DAGING BABI Kefi, Felisitas; Adu, Risna Erni Yati; Gelyaman, Gebhardus Djugian
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.5284

Abstract

Indikator pintar untuk deteksi kesegaran daging babi telah dibuat dari kitosan dan pewarna antosianin. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari karakteristik kimia dan fisika dari indikator kesegaran berbasis kitosan – antosianin dan menguji respon indikator terhadap perubahan pH dan perubahan kesegaran daging babi. Tahapan penelitian meliputi preparasi dan ekstraksi limbah kulit bawang merah secara maserasi, fabrikasi film dengan metode solution casting dan karakterisasi film yang terdiri dari uji kimia dan uji fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa film berkisar dari 0,65 – 1,18 gr dan kadar air sebesar 0,085% - 0,035%. Identifikasi gugus fungsi dengan FTIR menunjukkan adanya serapan khas dari antosianin dan kitosan pada bilangan gelombang 3622 cm-1 untuk gugus OH, bilangan gelombang 2349 cm-1 untuk gugus C-H alifatik, bilangan gelombang 1623cm-1-1670 cm-1 untuk gugus C=C, bilangan gelombang 1516 cm-1 untuk gugus NH dan gugus C-O-C pada bilangan gelombang 1063-1070 cm-1. Indikator pintar berbasis antosianin limbah kulit bawang merah memberikan respon terhadap perubahan pH dan perubahan kesegaran daging babi tetapi perbedaan warna yang dihasilkan tidak signifikan.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN KABUKA (Ziziphus mauritiana Lamk) Kehi, Maria Erlinita; Obenu, Noviana Mery; Seuk, Maria Dacosta; Bete, Henisan Florida
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.5625

Abstract

Abstrak Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang mempunyai fungsi berkhasiat sebagai obat dan digunakan untuk menyembuhkan maupun mencegah berbagai macam penyakit atau mengandung zat aktif yang bisa mengobati penyakit. Hasil eksplorasi dan identifikasi pemanfaatan tumbuhan obat Suku Dawan di Kabupaten TTU, salah satu tumbuhan obat adalah Kabuka/kom. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahu kadar flavonoid total ekstrak methanol Daun Kabuka (Ziziphus mauritiana Lamk) asal Desa Humusu C Wini, Kecamatan Insana Utara dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan kuersetin sebagai pembanding. Metode penelitian meliputi preparasi sampel, ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut metanol dan penentuan kadar flavonoid total. Hasil pengukuran kadar flavonoid total ekstrak metanol daun bidara diperoleh kadar flavonoid total rata-rata sebesar 4,3465 mgQE/g. Kata kunci: Daun Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk), flavonoid total, metode spektrofotometer UV-Vis
PENGARUH JENIS RAGI DALAM PRODUKSI BIOETANOL SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN DARI ULVA RETICULATA Naiobe, Natalia Krisanti; Kolo, Sefrinus M. D; Mere, Janrigo Klaumegio
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i2.7975

Abstract

Sumber energi yang paling banyak digunakan saat ini adalah energi fosil. Fakta menunjukkan bahwa ketersediaan energi fosil semakin hari semakin menipis. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan bioetanol sebagai alternatif sumber energi baru dan terbarukan. Bioetanol pada dasarnya adalah etanol yang dibuat dari biomasa (tanaman) melalui proses biologis (enzimatik atau fermentasi). Salah satu biomassa atau tanaman yang dapat dijadikan sebagai bioetanol yaitu makroaga Ulva reticulata karena memiliki kandungan karbohidrat yang cukup besar yaitu sebanyak 52,4%. Pada penelitian ini, makroalga Ulva reticulata dihidrolisis menggunakan microwave pada suhu 150 0C selama 50 menit menggunakan katalis HCl 1%, dilanjutkan dengan fermentasi selama 7 hari. Selanjutnya, dilakukan destilasi menggunakan destilasi bertingkat. Kadar gula pereduksi padaa hidrolisat dianalisis dengan metode DNS menggunakan Spektrofotometer UV–Vis pada panjang gelombang 540 nm. Etanol hasil destilasi dianalisis secara kualitatif menggunakan larutan kalium dikromat dan analisis kuantitatif menggunakan Gas Chomatography (GC). Hasil pada penelitian ini diperoleh kadar gula pereduksi sebesar 101,04 g/L pada waktu optimum 50 menit. Hasil uji kualitatif dengan kalium dikromat menunjukkan adanya etanol pada sampel ditandai dengan perubahan warna dari jingga menjadi biru. Hasil uji kuantitatif menggunakan Gas chromatography (GC) pada sampel makroalga Ulva reticulata diperoleh kadar etanol sebesar 24,58%.
PENGGUNAAN EKSTRAK BIJI KUSAMBI (Schleichera Oleosa) SEBAGAI GREEN INHIBITOR KOROSI PADA BAJA KARBON ASTM A36 DALAM MEDIA GARAM Tefa, Maria Selestina; Batu, Matius Stefanus; Edi, Eduardus
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i2.8026

Abstract

Penelitian ini mengenai penggunaan ekstrak biji kusambi (schleichera oleosa) sebagai green inhibitor korosi pada baja karbon Astm A36 dalam media garam telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekuder yang terkandung dalam ekstrak biji kusambi, untuk mengetahui karakteristik morfologi permukaan baja karbon ASTM A36 tanpa inhibitor dan dengan inhibitor dan untuk mengetahui berapa lama waktu perendaman dan suhu optimum pada inhibisi korosi terhadap baja ASTM A36 ekstrak biji kusambi dalam media garam. Proses ekstraksi biji kusambi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunkan pelarut metanol. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji kusambi mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid yang memiliki sifat antioksidan dan anti korosif. Analisis FTIR (Fourier Transform Infra Red) menunjukkan bahwa ekstrak biji kusambi mengandung gugus hidroksil O-H, gugus CH alifatik, gugus karbonil C=O, gugus C-O. Analisis SEM (Scaning electron microscopy) menunjukkan perbedaan morfologi permukaan baja yang dilapisi oleh ekstrak biji kusambi dibandigkan dengan baja yang tidak dilapisi, terlihat bahwa permukaan baja yang dilapisi ekstrak biji kusambi lebih tertutup dibandingkan dengan baja yang tidak dilapisi ekstrak biji kusmabi walaupun masih ada gumpalan dan lubang-lubang kecil yang tidak merata. Hasil optimum pada proses inhibisi korosi didapatkan pada waktu perendaman 9 hari dengan efisiensi inhibisi sebesar 88,19% dan laju korosi sebesar 0,8819 mmpy dan pada suhu 30oC dengan efisiensi inhibisi sebesar 88,40% dan laju korosi sebesar 0,8840 mmpy.  
PENGGUNAAN EKSTRAK BIJI KUSAMBI (Schleichera oleosa) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA BAJA ASTM A36 DALAM MEDIA ASAM Manikin, Gerosa Risa Vianey; Batu, Matius Stefanus; Adu, Risna Erni Yati; Gelyaman, Gebhardus Djugian
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i2.8482

Abstract

Korosi merupakan proses degradasi dari material logam yang disebabkan oleh reaksi elektrokimia logam dengan lingkungannya. Proses korosi menyebabkan penurunan sifat mekanik logam sehingga dapat menyebabkan kerugian dalam aspek ekonomi dan keselamatan. Salah satu material yang mengalami korosi yaitu baja ASTM A36. Laju korosi logam akibat pengaruh lingkungan tidak bisa dihentikan namun lajunya dapat dikurangi. Salah satu solusi pencegahan korosi yang sangat populer adalah dengan cara penambahan zat inhibitor yang diperoleh dari ekstraksi bahan alam. Penelitian ini menggunakan inhibitor dari biji Kusambi dengan tujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak biji Kusambi yang didapatkan dengan cara ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol, untuk mengetahui kondisi optimum (waktu perendaman dan suhu), serta analisis FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol biji kusambi (Schleichera oleosa) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Penelitian ini menggunakan metode pengurangan berat yang dilakukan dengan cara merendam logam ke dalam media HCl tanpa inhibitor, dan dengan inhibitor dilakukan dengan cara di coating lalu direndam dalam media HCl, dengan memvariasikan waktu perendaman yaitu 3, 6, 9, 12 dan 15 hari dan suhu 30oC, 35oC, 40oC, 45oC dan 50oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum pada proses inhibisi korosi didapatkan pada waktu perendaman 6 hari dengan efisiensi inhibisi sebesar 90,62% dan laju korosi sebesar 0,1059 mm/tahun dan pada suhu 35oCdengan laju efisiensi inhibisi sebesar 77,77% dan laju korosi 0,0697 mm/tahun.   
ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BATANG SIRSAK (ANNONA MURICATA L) ASAL KABUPATEN TTU TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI Naitili, Imelda; Kolo, Sefrinus M. D; Mere, Janrigo Klaumegio
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i2.8684

Abstract

Penyakit infeksi merupakan  keadaan  dimana  suatu mikroorganisme masuk ke dalam  tubuh  dan  berkembang biak  sehingga menimbulkan  penyakit. Faktor penyebab penyakit infeksi adalah pola hidup masyarakat yang kurang sehat sehingga menjadi pemicu kehadiran bakteri. Salah satunya adalah bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan menguji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sirsak asal kabupaten TTU terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Tahapan Penelitian ini meliputi ekstraksi metabolit sekunder secara maserasi, skrining fitokimia dan yang terakhir adalah uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui ekstrak kulit batang sirsak mengandung metabolit tanin, flavonoid dan triterpenoid. Hasil uji antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dari 5 variasi konsentrasi menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang sirsak dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Diameter penghambatan ekstrak kulit batang sirsak secara keseluruhan masuk dalam kategori sedang dengan diameter penghambatan tertinggi berada pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 10,66± 0,57.
SINTESIS ZnO BERSTRUKTUR NANO MENGGUNAKAN CAMPURAN PELARUT AIR-ETILEN GLIKOL DAN KARAKTERISASI STRUKTUR, MORFOLOGI DAN ENERGI CELAH PITA PARTIKEL Christanti, Cindy Claudia; Benu, Didi Prasetyo
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i2.8757

Abstract

Seng oksida (ZnO) adalah salah satu material semikonduktor yang banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah sebagai fotokatalis. Karakteristik penting untuk menunjang aplikasi ZnO sebagai fotokatalis adalah luas permukaan dan densitas cacat kristal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan potensinya sebagai fotokatalis dengan cara mengontrol morfologi dan densitas cacat kristal melalui sintesis menggunakan campuran pelarut air-etilen glikol. Struktur partikel hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar x (XRD), morfologinya diamati menggunakan Field Emission Scanning Electron Microscope (FESEM), dan energi celah pita partikel ditentukan menggunakan persamaan Kubelka-Munk berdasarkan spektrum absorpsi yang diukur manggunakan UV-Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZnO berstuktur kristal wurtzite dengan morfologi tiga dimensi berstruktur nano berhasil disintesis menggunakan campuran pelarut air-etilen glikol dengan keberadaan urea sebagai agen penghidrolisis. Etilen glikol berperan sebagai capping agent yang teradsorpsi ke permukaan kristal ZnO, sehingga mengarahkan petumbuhan kristal anisotropik dan menghasilkan ZnO berstruktur nano. Meskipun ZnO hasil sintesis memiliki energi celah pita lebar (3,16 eV), keberadaan cacat kristal dapat meningkatkan performanya dalam berbagai aplikasi jika dibandingkan dengan ZnO konvensional. Karakteristik material yang dihasilkan menunjukkan bahwa partikel ZnO hasil sintesis berpotensi memiliki kinerja unggul dalam aplikasinya sebagai fotokatalis.

Page 2 of 2 | Total Record : 20