cover
Contact Name
Aji Prasetya Wibawa
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Jalan Semarang No.5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone
ISSN : -     EISSN : 2964707X     DOI : 10.17977
Core Subject : Health,
Topik yang akan di bahas dalam seminar nasional SEXOPHONE 2024 yaitu: Subtema 1 : Mengungkap Ketimpangan Gender pada Kejadian Kekerasan dalam Pacaran sebagai Langkah untuk Mencapai SDG’s Point 5 Subtema 2 : Mengungkap Hubungan Tersembunyi antara Kekerasan dalam Pacaran, Eating Disorders, dan Obesitas Subtema 3 : Mencegah Kekerasan dalam Pacaran dengan Menciptakan Hubungan yang Lebih Sehat
Articles 14 Documents
Search results for , issue "2022: Parenting Preparation For a Better Generation" : 14 Documents clear
HUBUNGAN MASA KERJA DAN PELATIHAN DENGAN KEJADIAN TERTUSUK JARUM PADA PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG Samuel Dion; Decy Situngkir; Wekadigunawan Wekadigunawan; Ahmad Irfandi
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHealth workers are at risk of being infected with infectious diseases such as HBV, HCV, and HIV through needle stick injuries, called Needle Stick Injury (NSI). The results of initial observations made by researchers at the Tangerang Regency General Hospital showed data on the number of punctured accidents at waste management installations in 2019, eight incidents, in 2020, as many as 11 incidents, and in 2021 as many as 15 incidents. This type of research is quantitative research with a cross-sectional design. Based on the results of statistical tests using Chi-Square, it can be concluded that there is a relationship between age and training with the incidence of needle sticks, while age, use of PPE, and workload are not related. The importance of using PPE, carrying out retraining while for officers efforts to reduce the workload by stretching muscles before and after work and taking a short rest for five until ten minutes if the body feels tired.Keywords: needlestick incident; age; working period; workload; use of PPE; trainingAbstrakPetugas kesehatan berisiko terinfeksi penyakit menular berupa HBV, HCV dan HIV melalui luka tusuk jarum atau yang sering disebut Needle Stick Injury (NSI). Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang terdapat data angka kecelakaan tertusuk di instalasi pengelolaan limbah pada tahun 2019 sebanyak delapan kejadian, tahun 2020 sebanyak 11 kejadian dan tahun 2021 sebanyak 15 kejadian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Chi-Square dapat disimpulkan bahwa ada hubungan masa kerja dan pelatihan dengan kejadian tertusuk jarum sedangkan usia, penggunaan APD dan beban kerja tidak berhubungan. Sehingga disarankan untuk Rumah Sakit melakukan evaluasi mengenai penyuluhan/sosialisasi terkait dengan tertusuk jarum, memberikan penyuluhan terkait pentingnya penggunaan APD, melaksanakan pelatihan kembali sedangkan untuk petugas upaya mengurangi beban kerja dengan melakukan peregangan otot sebelum dan sesudah bekerja serta beristirahat sejenak selama lima sampai sepuluh menit jika badan merasa lelah.Kata kunci: kejadian tertusuk jarum; umur; masa kerja; beban kerja; penggunaan APD; pelatihan 
PENGEMBANGAN PROTOTIPE APLIKASI SOBAT LANSIA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF UNTUK DIABETES MELLITUS DAN HIPERTENSI PADA LANSIA Ul Izza Fahriza Basuni; Septa Septa Katmawanti; Windi Chusniah Rachmawati
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe top two diseases that are often found in elderly posyandu members in the Beji Health Center are Diabetes Mellitus (DM) type two and hypertension. Diabetes Mellitus is a medical condition characterized by hyperglycemia or an increase in blood glucose levels that exceed normal (PERKENI, 2021). According to (Agustina Sari, 2014) hypertension is a medical condition where a person's blood pressure increases above normal, namely 140/90 mmHg and can experience the risk of illness and even death. These two diseases are broadly caused by various risk factors, such as diet, old age, obesity, and lack of exercise. This is the background for making the Sobat Elderly application prototype, which is an application that is used for the elderly posyandu targets and functions in preventing DM and hypertension as well as monitoring the health condition of the elderly. The research method used is qualitative research in the form of in-depth interviews with 60 elderly people to find out their health problems and openness about an application for health. The Sobat Lansia application consists of various useful features. These features include logs to record the results of examinations of height, weight, blood pressure, and blood sugar, diet, elderly exercise, statistics on examination results, nearest health facilities, forums and alarms to remind the schedule of the Elderly Posyandu.Keywords: diabetes mellitus; hypertension; application AbstrakDua penyakit teratas yang sering ditemukan pada anggota posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Beji adalah Diabetes Melitus (DM) tipe dua dan hipertensi Diabetes Melitus adalah kondisi medis yang ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa darah yang melebihi normal (PERKENI, 2021). Menurut (Agustina Sari, 2014) hipertensi yakni kondisi medis dimana tekanan darah seseorang meningkat di atas normal yakni 140/90mmHg dan dapat mengalami risiko kesakitan bahkan kematian. Dua penyakit ini secara garis besar disebabkan oleh berbagai faktor risiko, seperti pola makan, usia lanjut, obesitas, dan kurangnya olahraga. Hal itulah yang menjadi latar belakang dalam pembuatan prototipe aplikasi Sobat Lansia, yakni aplikasi yang digunakan untuk para sasaran posyandu lansia dan berfungsi  dalam upaya pencegahan DM dan hipertensi maupun pemantauan kondisi kesehatan para lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan penelitian kualitatif berupa in depth interview kepada 60 lansia untuk mengetahui permasalahan kesehatan mereka dan keterbukaannya mengenai sebuah aplikasi untuk kesehatan. Aplikasi Sobat Lansia terdiri dari berbagai fitur bermanfaat. Fitur-fitur tersebut antara lain log untuk mencatat hasil pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan gula darah, diet, senam lansia, statistik hasil pemeriksaan, fasilitas kesehatan terdekat, forum dan alarm untuk pengingat jadwal Posyandu Lansia.Kata kunci: diabetes melitus; hipertensi; aplikasi
KELOLA SAMPAH DARI SUMBERNYA: UPAYA MENANGGULANGI SALAH SATU DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK Ratna Dian Kurniawati
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractRapid population growth is directly proportional to the number of waste generation. A population that’s experiencing growth demands fulfillment of needs in all aspects. Since the preparation process, production process, usage process always creates by-products or waste or waste materials. A marketing strategy that wants to reach all segments of society, especially those from the lower economy, is a mission in itself. For example, procurement of affordable and affordable food and beverages requires more packaging because they are sold in small packages. The cheapest material is plastic. Of course, because the strategy is to reach the lower economic groups, production costs will be reduced to a minimum. Based on the above, the researcher is interested in knowing the characteristics, how to manage waste and the presence of cleaners as an effort to overcome the impact of population growth. The method in this research is quantitative research, descriptive design cross-sectional online survey. This study was attended by 199 housewives who were willing to fill in the g-form that had been prepared to collect research data. The results showed that most of the respondents were housewives (IRT) who had no other profession and had a family income of more than two million per month. Almost all respondents have high school education. Most of the IRTs have already carried out efforts to sort out the waste, but almost all of the IRTs do not have access to cleaning personnel.Keywords: garbage; waste management efforts; population growthAbstrakPertumbuhan penduduk semakin pesat berbanding lurus dengan angka timbulan sampah. Penduduk yang mengalami pertumbuhan menuntut pemenuhan kebutuhan di semua aspek. Sejak proses persiapan, proses produksi, proses pemakaian selalu menimbulkan hasil samping atau sampah atau bahan buangan. Strategi pemasaran yang ingin menjangkau semua golongan masyarakat terutama golongan ekonomi ke bawah menjadi misi tersendiri. Sebagai contoh pengadaan makanan dan minuman yang dapat terjangkau murah maka memerlukan kemasan yang lebih banyak karena dijual dalam kemasan kecil. Dan bahan yang paling murah adalah plastik. Tentu karena strateginya adalah menjangkau golongan ekonomi bawah, biaya produksi akan ditekan seminimal mungkin. Berdasarkan hal di atas maka peneliti tertarik untuk mengetahui gambaran karakteristik, cara mengelola sampah dan keberadaan petugas kebersihan sebagai upaya menanggulangi dampak pertumbuhan penduduk. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, desain deskriptif cross sectional online survey. Penelitian ini diikuti oleh 199 Ibu Rumah Tangga yang bersedia mengisi g-form yang sudah disiapkan untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa sebagian besar responden adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tidak berprofesi lain dan mempunyai pendapatan keluarga di atas dua juta per bulan. Hampir seluruh responden berpendidikan SMA. Sebagian besar IRT sudah melakukan upaya pemilahan sampah akan tetapi hampir seluruh IRT tidak memiliki akses ke petugas kebersihan.Kata kunci: sampah; upaya kelola sampah; pertumbuhan penduduk
GAMBARAN KEIKUTSERTAAN KB, JUMLAH ANAK, PENDIDIKAN, DAN PEKERJAAN PADA PRIA PASANGAN USIA SUBUR DI KAMPUNG KB DESA MERGAYU, TULUNGAGUNG Anindya Hapsari; Prasetya Mukti Aliffatur Siswansyah; Hartati Eko Wardani
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractFamily planning is an effort to regulate birth and age to give birth, and to regulate pregnancy, through promotion, protection, and assistance in accordance with reproductive rights to create a quality family. One of family planning programme is the using of contraceptive method. In the other hand, male family planning methods users are still low. Several factors that could influence the using of male contraceptive method were the amount of children, highest education level, and occupation. The purpose of this study was to know the male family planning status, the amount of children, the highest education level, and the occupation on men with fertile spouses in Kampung KB Desa Mergayu, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. The research used is descriptive with cross sectional approach. The population in this study was men with fertile spouses of Kampung KB Mergayu Village, Bandung District, Tulungagung Regency. Sampling used by purposive sampling with a total sample of 102 people. The results of this research showed that as much as 28 point nine percent respondents used male contraception, 55 point nine percent respondents had lower than two children, 43 point one percent had Elementary School as their highest education, and 30 point four percent respondents were farmers.Keywords: male family planning status; respondents; characteristicsAbstrakKeluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kehamilan, melalui upaya promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Salah satu upaya dari program KB adalah penggunaan metode kontrasepsi. Akan tetapi, pengguna metode kontrasepsi pria di Indonesia masih rendah. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan KB pria antara lain: jumlah anak, pendidikan, dan pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran keikutsertaan KB, jumlah anak, pendidikan, dan pekerjaan pada Pria Pasangan Usia Subur di kampung KB Desa Mergayu, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pria yang merupakan pasangan usia subur dan berdomisili di Kampung KB Desa Mergayu, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Pengambilan sampel dilakukan dengan  teknik purposive sampling sehingga didapatkan 102 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 28 koma empat persen responden menggunakan alat kontrasepsi pria, 55 koma sembilan persen responden memiliki anak kurang dari dua koma 43, satu persen memiliki pendidikan terakhir SD, dan 30 point empat persen responden merupakan petani. Kata kunci: keikutsertaan KB pria; jumlah anak; pendidikan; dan pekerjaan
ANALISIS CAPAIAN INDIKATOR KELUARGA SEHAT DESA ASRIKATON KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Rara Warih Gayatri; Septa Katmawanti; Tika Dwitama; Sherly Dia Lumitasari; Putri Regita Kusuma Dewi; Wildatun Nabilah
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe Healthy Indonesia Program is one of the programs on the Nawa Cita agenda, which is to improve the quality of life of the Indonesian people. This program is the main health development program planned through the 2015-2019 Ministry of Health Strategic Plan. Health development efforts start from the smallest unit in society, namely the family. The framework for implementing the Healthy Indonesia Program has been agreed in the form of Twelve Main Indicators as a marker of family health status as well as guidelines for each family to implement a healthy lifestyle. This study aims to determine the basic description of the achievement of the Healthy Family Indicator as a reference for health development in Asrikaton Village. This research is a quantitative descriptive study using a community-based survey method with interview and observation techniques. This study shows that most of the achievements of the Healthy Family Index in Asrikaton Village are in the Pre-Healthy Family category of (77 percent). The percentage of achievement of the Healthy Family Index in Asrikaton Village is (10 percent) including the category of healthy families and (13 percent) including the category of unhealthy families. Some indicators of healthy families that have not been achieved include, as many as (13 point three percent) of families who have not participated in the Family Planning program, (70 percent) of family members who smoke, and (43 point three percent) of families who have not become members of the National Health Insurance (JKN).Keywords: healthy family indicator; healthy family index; health degreeAbstrakProgram Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari agenda Nawa Cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Program ini menjadi program utama pembangunan kesehatan yang pencapaiannya direncanakan melalui rencana strategi Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019. Upaya dalam pembangunan kesehatan dimulai dari unit terkecil di masyarakat yaitu keluarga. Rangka pelaksanaan Program Indonesia Sehat telah disepakati dalam bentuk Dua Belas Indikator utama sebagai penanda status kesehatan keluarga sekaligus menjadi panduan bagi tiap keluarga untuk mempraktikkan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dasar capaian Indikator Keluarga Sehat sebagai acuan untuk pembangunan kesehatan di Desa Asrikaton. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey berbasis komunitas dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar capaian Indeks Keluarga Sehat di Desa Asrikaton berada pada kategori keluarga Pra sehat sebesar (77 persen). Persentase capaian Indeks Keluarga Sehat di Desa Asrikaton sebesar (10 persen) termasuk kategori keluarga sehat dan (13 persen) termasuk kategori keluarga tidak sehat. Beberapa indikator keluarga sehat yang belum tercapai di antaranya, sebanyak (13 koma tiga persen) keluarga yang belum mengikuti program Keluarga Berencana, (70 persen) anggota keluarga yang merokok, dan (43 koma tiga  persen) keluarga belum menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Kata kunci: indikator keluarga sehat; indeks keluarga sehat; derajat
ANALISIS PERENCANAAN PEMBENTUKAN BANK SAMPAH: SEBUAH STUDI KASUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMBIREJO, KABUPATEN SRAGEN Muhammad Luthfi Adnan; Yayuk Fathonah
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWaste is an environmental problem caused by human activities. The waste bank is one of the efforts that can be done to overcome the waste problem. This study aims to describe how the formation of a waste bank is carried out in the community as an effort to handle waste and the role of the Primary Healthcare Center as a form of the government's role to improve public health. This study uses a qualitative method with a case study approach in the working area of the Sambirejo Health Center, Sragen, Central Java. In this study, the location far from the final disposal site makes people manage their waste by burning it or leaving it in the open space. This method can have a negative impact on environmental health. The community appreciates efforts to establish a waste bank as part of waste management to reduce environmental pollution. The main challenge in establishing a waste bank is related to financial management and the role of cadres to run a waste bank. The Primary Healthcare Center aims to socialize the waste bank as a government program to tackle problems related to environmental health. The role of various parties is needed to succeed in the formation of a waste bank so that it can run consistently and provide benefits to the community.Keywords: environment health; primary healthcare center; waste bankAbstrakSampah merupakan permasalahan lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas manusia. Bank sampah merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan sampah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana pembentukan bank sampah dilakukan di masyarakat sebagai upaya penanganan sampah dan peran puskesmas sebagai bentuk peran pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah. Lokasi penelitian yang jauh dari tempat pembuangan akhir (TPA) membuat masyarakat mengelola sampahnya dengan cara membakar sampah atau membiarkannya di tempat terbuka. Cara tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan. Upaya pembentukan bank sampah diapresiasi oleh masyarakat sebagai bagian dari manajemen sampah untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Tantangan utama dalam pembentukan bank sampah adalah terkait manajemen keuangan dan peran kader untuk menjalankan bank sampah. Puskesmas bertujuan untuk mensosialisasikan bank sampah sebagai program pemerintah untuk menanggulangi permasalahan terkait kesehatan lingkungan. Peran berbagai pihak terkait sangat diperlukan untuk pembentukan bank sampah agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Kata kunci: bank sampah; kesehatan lingkungan; puskesmas
ANALISIS PENERAPAN TEKNIK PUKULAN PADA CABANG PENCAK SILAT KATEGORI TANDING KELAS B PEKAN OLAHRAGA NASIONAL DI PAPUA TAHUN 2021 Iwan Setiadi; Sapta Kunta Purnama; Fadillah Umar
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the application of punching techniques in the fighter category of the National Sports Week competition in Papua 2021. The research method used in this study is a quantitative method. The source of the data is obtained from video recordings of matches taken by PB IPSI at the National Sports Week 2021. The sampling technique used is probability sampling, namely the population comes from pencak silat athletes participating in the National Sports Week. The sample is all the silat fighters who passed the final of the National Sports Week for the competition category of pencak silat. The data collection technique used structured observation. The data obtained were then analyzed using descriptive data analysis techniques. The results of the data analysis that has been carried out on the Pesilat of the National Sports Week for the class B match category obtained are (16 point 14 percent) punch technique, (19 point 60 percent) front kick technique, (20 point 46 percent) sickle kick, (six point 63 percent) T kick technique, back kick technique (one point 15 percent), slamming catch technique (four point 32 percent), cutout technique (15 point 56 percent), sweep technique (zero point 58 percent), leverage technique (six point 34 percent), evasion technique (three point 46 percent), block technique (five point 19 percent), (zero point 58 percent) edge technique. Based on these results, it can be concluded that the three highest sequences of techniques that are often used are the crescent kick (20 point 46 percent), front kick (19 point 60 percent) and punch (16 point 14 percent). Keywords: analysis; application of techniques; pencak silat; PONAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik pukulan pada cabang silat kategori tanding Pekan Olahraga Nasional di Papua tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sumber data di dapat dari rekaman video pertandingan yang diambil oleh PB IPSI pada Pekan Olahraga Nasional Tahun 2021. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling yaitu populasi berasal dari atlet pencak silat peserta Pekan Olahraga Nasional. Sampel berjumlah 28 pesilat yang lolos pada final Pekan Olahraga Nasional cabang olahraga pencak silat kategori tanding. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terstruktur. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif. Hasil analisis data yang telah dilakukan pada Pesilat Pekan Olahraga Nasional kategori tanding kelas B yang diperoleh adalah teknik pukulan (16 koma 14 persen), teknik tendangan depan (19 koma 60 persen), tendangan sabit (20 koma 46 persen), teknik tendangan T (enam koma 63 persen), teknik tendangan belakang (satu koma 15 persen), teknik tangkapan bantingan (empat koma 32 persen), teknik guntingan (15 koma 56 persen), teknik sapuan (nol koma 58 persen), teknik ungkitan (enam koma 34 persen), teknik hindaran (tiga koma 46 persen), teknik blok (lima koma 19 persen), teknik tepisan (nol koma 58 persen). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tiga urutan tertinggi teknik yang sering digunakan adalah tendangan sabit (20 koma 46 persen), tendangan depan (19 koma 60 persen) dan pukulan (16 koma 14 persen).Kata Kunci: analisis; penerapan teknik; pencak silat; PON
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA DALAM PEMBERIAN SEX EDUCATION UNTUK MENCAPAI INDONESIA EMAS 2045: LITERATURE REVIEW Nurul Setyowati; Farhan Kurniawan
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIndonesia is expected to get a demographic dividend in 2045. Adolescents play a crucial role in these occasions. Adolescent's sexual behavior variations may affect the development of reproductive health issues and Indonesia's demographic dividend. To curtail this sexual behavior aberration, effective sex education needs to be provided. But there are still many issues with the sex education parents provide their adolescents. In order to meet the goals of "Indonesia Emas 2045," this study optimizes the function of the parents in educating adolescents about sex through the use of thesis papers, journals, and data reports as part of a literature evaluation. The literature used was obtained from scientific databases with a publication range between 2012 until 2022. The findings demonstrated the critical role of parents with practical child-parent communication skills in educating adolescents about sex and shaping their sexual behavior. Following their child's age and the necessity to actively participate in locating reliable material regarding sex education for children, parents are expected to deliver a portion of sex education to adolescents. As a result, sexual aberrations that could obstruct the realization of the "Indonesia Emas 2045" goal can be reduced by providing adolescents with adequate sex education with the involvement of parents.Keywords: demographic dividend; sex education; parents AbstrakPada tahun 2045, Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi. Remaja memiliki peranan penting dalam peristiwa tersebut. Penyimpangan perilaku seksual remaja dapat berimplikasi pada peningkatan masalah kesehatan reproduksi dan ketercapaian bonus demografi Indonesia, perlu adanya pemberian sex education yang efektif untuk mereduksi penyimpangan perilaku seksual ini. Namun, masih banyak permasalahan terkait sex education yang diberikan oleh orang tua kepada remaja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan artikel skripsi, jurnal, dan report data dengan tujuan optimalisasi peran keluarga dalam pemberian sex education kepada remaja sehingga visi “Indonesia Emas 2045” dapat dicapai. Literatur yang digunakan diperoleh dari pangkalan data ilmiah dengan rentang publikasi antara 2012 sampai 2022. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang tua dengan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan sex education dan pembentukan perilaku seksual pada remaja. Orang tua diharapkan dapat memberikan porsi sex education pada remaja sesuai dengan usianya dan perlunya berperan aktif dalam mencari informasi yang kredibel terkait pemberian sex education pada anak. Dengan demikian, penyimpangan-penyimpangan seksual yang dapat menghambat tercapainya visi “Indonesia Emas 2045” dapat diminimalisasi melalui pemberian sex education yang efektif pada remaja melalui peran orang tua.Kata kunci: bonus demografi; edukasi kesehatan; orang tua
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) Rifqi Adytia Fauzan; Decy Situngkir; Putri Handayani; Mirta Dwi Rahma R.
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPersonal Protective Equipment (PPE) is equipment used to minimize and prevent work accidents and occupational diseases for workers who do not use it. Based on data from the results of research studies as many as 12 workers (80 percent) did not comply with using PPE at work. This study aims to determine the factors associated with compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE). This research was conducted at PT Bekasi Industrial Waste Treatment, in January 2022. The number of samples in the study was 64 samples and used a cross sectional design. Primary data collection was done using a questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate with chi square test. The results of this study indicate factors related to compliance, namely knowledge p-value zero point 019 and training p-value equal  zero point 000 while the attitude and supervision variables have no relationship with compliance. Suggestions should immediately provide training to new workers regarding the function of each PPE, the benefits of being obedient to using PPE, and the risk of harm if you don't comply with using PPE at work and make a training schedule for workers who cannot attend because they enter the night shift.Keywords: compliance; knowledge; attitude; training; supervision; and PPEAbstrakAlat Pelindung Diri (APD) merupakan peralatan yang digunakan untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bagi para pekerja yang tidak menggunakannya. Berdasarkan data dari hasil studi penelitian sebanyak 12 pekerja (80 persen) tidak patuh menggunakan APD pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini dilaksanakan di PT Pengolahan Limbah Industri Bekasi, pada bulan Januari 2022. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 64 sampel dan menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan yaitu pengetahuan memiliki nilai probabilitas sebesar nol koma 019 dan pelatihan memiliki nilai probabilitas sebesar nol koma 000 sedangkan variabel sikap dan pengawasan tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan. Saran sebaiknya segera memberikan pelatihan terhadap pekerja baru terkait fungsi masing-masing APD, manfaat patuh menggunakan APD, dan risiko bahaya apabila tidak patuh menggunakan APD pada saat bekerja dan membuat jadwal pelatihan untuk para pekerja yang tidak dapat hadir karena masuk saat shift malam.Kata kunci: kepatuhan; pengetahuan; sikap; pelatihan; pengawasan; dan APD
LITERATUR REVIEW: PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PELAKSANAAN SCREENING KESEHATAN ANAK USIA PENDIDIKAN DASAR DAMPAK PANDEMI COVID-19 Ika Harni Lestyoningsih; Winda Soba Diatul Ula
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has an impact on optimizing the implementation of health screening for children of primary education age. Through screening activities for children of basic education age (elementary, junior high and high school equivalent). Limited access to information and health services related to social restrictions requires the role of health promotion. The background of this study aims to collect and analyze articles related to health promotion on the implementation of health screening for children of basic education age due to the COVID-19 pandemic. This research method is through a literature review, with the PICO method. Article searches were carried out on four journal search engines namely, Science Direct, Scopus, Google Scholar, and PubMed. Criteria for articles published in the last five years. The results of the literature search show that comprehensive health promotion and education efforts are needed. Some of the literature can provide guidance, information, and knowledge of appropriate health promotion, as an effort to improve health services for children of basic education age. The conclusion is that health promotion has an effect on the implementation of health screening for children of basic education age due to the COVID-19 pandemic, requiring cross-sectoral support and parents.Keywords: health promotion; screening of primary school-age children's health services; the impact of the Covid-19 pandemicAbstrakPandemi Covid-19 berdampak terhadap optimalisasi pelaksanaan screening kesehatan anak usia pendidikan dasar. Melalui kegiatan penjaringan anak usia pendidikan dasar (SD, SMP dan SMA sederajat). Keterbatasan akses informasi dan pelayanan kesehatan terkait pembatasan sosial memerlukan peran promosi kesehatan. Latar belakang penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel yang berhubungan dengan promosi kesehatan terhadap pelaksanaan screening kesehatan anak usia pendidikan dasar dampak pandemi Covid-19. Metode penelitian ini melalui literature review, dengan metode PICO. Penelusuran artikel dilakukan pada empat search engine jurnal yakni, Science Direct, Scopus, Google Scholar dan PubMed. Kriteria artikel terbitan lima tahun terakhir. Hasil pencarian literatur menunjukkan upaya promosi dan edukasi kesehatan yang komprehensif sangat diperlukan. Beberapa literatur dapat memberikan panduan, informasi dan pengetahuan promosi kesehatan yang tepat, sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan anak usia pendidikan dasar. Kesimpulannya adalah promosi kesehatan berpengaruh terhadap pelaksanaan screening kesehatan anak usia pendidikan dasar dampak pandemi Covid-19, membutuhkan dukungan lintas sektor terkait dan orang tua.Kata kunci: promosi kesehatan; screening pelayanan kesehatan anak usia pendidikan dasar; dampak pandemi Covid-19

Page 1 of 2 | Total Record : 14