cover
Contact Name
Ninik Yunitri
Contact Email
yunitri@umj.ac.id
Phone
+6281389723445
Journal Mail Official
ijnsp@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah I No. 1 Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Jurnal of Nursing Sciences and Practice
ISSN : -     EISSN : 26220997     DOI : https://doi.org/10.24853/ijnsp.v2i2.
Jurnal Obsesi : Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice (IJNSP)is an open-access peer-reviewed journal focus on the latest issues of nursing education and clinical practices
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022)" : 7 Documents clear
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stigma Masyarakat Terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Fadhila, Asa Nur; Siswandi, Iyar; Chairunnisa, Dea; Kamil, Abdu Rahim
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.64-71

Abstract

Background. Banyak masyarakat Indonesia yang memandang orang dengan HIV/AIDS dengan sebelah mata dan menganggap mereka yang menderita penyakit tersebut tidak pantas diterima di masyarakat. Padahal pandangan masyarakat tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan ODHA.Objective. Untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status ekonomi dengan stigma masyarakat terhadap ODHA di wilayah Jakarta Pusat. Methods. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi menggunakan metode cross-sectional. Dengan teknik sampel purposive sampling. Pada variabel independen berupa karakteristik responden diketahui dengan menggunakan kuesioner demografi dan stigma masyarakat diukur menggunakan kuesioner I-HSS Scale. Analisa bivariat yang dilakukan adalah uji T Independent dan uji Chi Square. Results. Responden pada penelitian ini merupakan masyarakat di wilayah Jakarta Pusat yang berjumlah 111 orang. Pengolahan data menunjukkan responden yang mengalami stigma tinggi berjumlah 59 orang (53,2%).Conclusion. Variabel yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap ODHA adalah tingkat pendidikan [p = 0,022 dengan OR: 2,813 (1,234-6,409)] dan status ekonomi [p = 0,022 dengan OR: 2,668 (1,219-5,839)], sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia (p = 0,089) dan jenis kelamin [p = 0,366 dengan OR: 0,648 (0,298-1,406)].Kata Kunci: Stigma; Masyarakat; Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
Hubungan antara Stigma Masyarakat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pasca Terpapar COVID-19 Saputri, Dwirima; Lofa, Priyo Hadi Prasetyo; Sofiani, Yani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.39-41

Abstract

AbstrakLatar Belakang. Munculnya pandemi COVID-19 yang semakin hari bertambah kasusnya dapat menimbulkan stigma masyarakat pada penderita yang sedang terpapar atau yang sudah sembuh.Dari stigma masyarakat tersebut dapat menimbulkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi pada pasien bahkan pada orang yang telah sembuh dari penyakit ini. Penelitian sebelumnya mendapati bahwa semakin banyak laporan bahwa orang-orang di daerah terkena pandemi mendapat stimatisasi dari masyarakat.Objektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stigma masyarakat dengan tingkat kecemasan pasien pasca terpapar COVID-19 di Tambun Selatan tahun 2021.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 75 responden di wilayah tambun selatan dipilih menggunakan metode simple random sampling dengan stratifikasi berdasarkan RW dan indvidu yang pernah terpapar COVID-19. Pengambilan data di lakukan pada Maret-Juli 2021 dengan teknik pengumpulan data menggunakan Kuisioner stigma , kuisioner kecemasan Zung-Self Anxiety Rating Scale , dan data demografi.Hasil. Hasil penelitian menggunakan analisis uji chi-square diperoleh bahwa nilai p-value = 0,086 (p = > 0,05) yang menunjukkan bahwa stigma tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan pasien pasca terpapar COVID-19.Kesimpulan. Studi ini menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma masyarakat dengan tingkat kecemasan di wilayah Tambun Selatan. Kata Kunci : : Covid-19, Stigma Masyarakat, Tingkat Kecemasan
Persepsi Masyarakat (Suku Sasak) tentang Pasien Pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Siswandi, Iyar; Sinaga, Parmo; Ibrahim, Ikhsan; Septian, Alnendi
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.43-46

Abstract

Latar Belakang. Pemasungan salah satu cara tradisional dalam mengatasi gangguan jiwa yang keberadaannya sudah mengancam lingkungan sekitarnya. Hal ini tentunya menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat bahwa gangguan jiwa itu harus di pasung. Hal ini didasarkan pada faktor fungsional, faktor struktural, faktor situasional dan Faktor personal. Persepsi sendiri merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensori.  Objektif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Persepsi masyarakat suku Sasak tentang pasien pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-survei dengan pendekatan deskriptif-analitik , sebanyak 124 responden di wilayah kerja puskesmas Mataram dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan stratifikasi berdasarkan kelurahan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2022 dengan teknik pengambilan data menggunakan kuisioner dimana pembuatan kuisioner ini mengacu pada parameter yang sudah di ada sebelumnya. Hasil. penelitian menggunakan metode analisa yang digunakan ialah uji chi-square dan di peroleh bahwa persepsi masyarakat suku sasak tentang pasien pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram sebagian besar persepsi kurang yaitu sebanyak 102 responden (82.3%).Implikasi klinis. Studi ini memperoleh bahwa persepsi masyarakat suku Sasak rata-rata berpersepsi kurang, dimana persepsi ini berdasarkan faktor fungsional, faktor struktural, faktor situasional, dan faktor personal yang di nilai kurang. Kata Kunci : Deprivasi, Persepsi, Masyarakat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengontrolan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Priyono, Nur Nabila Putri; Ardiansyah, Muhammad Fikri Dwi; Naryati, Naryati
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.47-50

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan cara penurunan berat badan, olahraga, pengaturan diet rendah garam, memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat, dan terapi farmakologis. Penelitian sebelumnya mendapati bahwa usaha pengontrolan tekanan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti sikap, pengetahuan, dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan. Faktor-faktor tersebut dapat bervariasi tergantung pada budaya dan wilayah geografis pasien. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Jakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 42 responden di wilayah Jagakarsa Jakarta selatan dipilih menggunakan metode simple random sampling dengan stratifikasi berdasarkan RW. Pengambilan data dilakukan pada Mei-Juni 2021 dengan teknik wawancara berdasarkan panduan yang telah disusun sebelumnya yang memiliki reliabilitas 0,954. Hasil: Hasil penelitian menggunakan analisis statistic Chi-Square diperoleh bahwa sikap (p-value = 0,047), pengetahuan (p-value = 0,040), dukungan keluarga (p-value = 0,025), dan kepatuhan pengobatan (p-value = 0,040) berhubungan secara signifikan dengan kemampuan mengontrol tekanan darah pasien dengan hipertensi.Implikasi Klinis: Studi ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap, pengetahuan, dukungan keluarga, ketaatan minum obat, dan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata Kunci: Pengontrolan Tekanan Darah, Sikap, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Pengobatan.
Dukungan Suami dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di Puskesmas Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jawa Barat Chusniyati, Nafiah; Anggraini, Dewi; Polhaupessy, Magfirah; Sari, Irma Permata
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.57-63

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 305/100.000 kelahiran hidup. Penyebab terbesar AKI adalah perdarahan. Salah satu faktor risiko terjadinya perdarahan adalah anemia. Anemia disebabkan oleh ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Hal ini akan berdampak buruk bagi ibu dan janin. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan suami untuk mencegah terjadinya dampak anemia dengan patuh mengkonsumsi tablet Fe.Objektif: Mengetahui adakah hubungan dukungan suami dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe pada ibu hamil di Puskesmas Bekasi Utara.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel adalah 87 ibu hamil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Chi square. Hasil. Analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan dukungan suami dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe pada ibu hamil (p < 0,05).Implikasi Klinis: Suami memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan dan ikut serta membantu ibu hamil dalam meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Adanya dukungan suami yang baik dapat mendorong ibu hamil untuk lebih semangat dalam menghadapi perubahan yang terjadi selama kehamilan termasuk menjaga kehamilannya melalui peningkatan kunjungan kehamilan dan konsumsi tablet Fe secara teratur.Kata Kunci: Dukungan Suami, Kepatuhan, Ibu Hamil, Tablet Fe
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Perempuan Menghadapi Premenopause di RS Jakarta Pusat Febrianti, Winda; Azzahra, Sabrina; Nursanti, Irna
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.35-38

Abstract

Latar Belakang. Premenopause adalah masa transisi antara masa produktif dan masa senium. Biasa terjadi pada usia 40-55 tahun pada perempuan. Perubahan yang terjadi pada masa premenopause seperti perubahan pola perdarahan, hot flushes, gangguan tidur, perubahan psikologi, perubahan berat badan, kulit, dan pola seksualitas. Berbagai perubahan tersebut apabila tidak diikuti dengan pemahaman atau kognisi yang baik akan menimbulkan sikap yang positif untuk menghadapi perubahan tersebut.Objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perempuan Menghadapi Premenopause di RS Jakarta PusatMetode. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-korelasi dengan pendekatan cross-sectional dimana sebanyak 100 responden yang kemudian di sortir menjadi 80 sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar kuesioner. Pengambilan data diambil pada september 2022-Januari 2023 dengan menggunakan instrumen berupa lembar kuisioner demografi , kuisioner pengetahuan dan kuisioner survey sikap wanita menopouse.Hasil. Hasil penelitian menggunakan analisis statistic Chi-Square diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan pengetahuan dengan sikap perempuan menghadapi premenopause dengan p-value 0,013 (<0,05). Implikasi Klinis. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi lebih dalam hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap premenopause, serta untuk mengembangkan intervensi yang lebih efektif. Penelitian juga harus mencakup populasi yang lebih luas untuk memastikan bahwa temuan ini berlaku secara umum.Kata kunci: pengetahuan, sikap perempuan, premenopause
Hubungan Self-Efficacy dan Lama Hemodialisis terhadap Kualitas Hidup Pasien yang Menjalani Hemodialisis Sinaga, Parmo; Siswandi, Iyar; Bahri, Syarif Hidayatullah
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.51-56

Abstract

Latar Belakang. Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif sehingga memerlukan treatment berupa hemodialisis yang bertujuan untuk mengganti fungsi ginjal yang sudah rusak. Hemodialisis merupakan prosedur vital bagi pasien dengan gagal ginjal, namun dampaknya tidak terbatas pada aspek fisik saja, melainkan juga memengaruhi kualitas hidup pasien. Self efficacy, sebagai faktor psikologis yang mempengaruhi keyakinan individu akan kemampuannya dalam menghadapi pengobatan dan perawatan kesehatan serta lama waktu hemodialisis.Objektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dan lama hemodialisis terhadap kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis di unit hemodialisa RS Jakarta utara Tahun 2020.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deksriptif-korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 66 responden di RS Jakarta utara dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data di lakukan mulai dari Agustus-Oktober 2022 dengan teknik pengisian kuisioner untuk mengukur self eficacy dengan menggunakan kuisioner General Self Eficcacy Scale (GSES), dan cara pengukuran kualitas hidup menggunakan kuisioner The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF). Uji koefisien korelasi menggunakan Spearman’s Rho. Hasil. Hasil penelitian didapatkan self efficacy mayoritas memiliki tingkat self efficacy sedang 56,1%, lama Hemodialisis >24 bulan 63,6%, kualitas hidup sedang 89,4%. Ada hubungan antara self efficacy terhadap kualitas hidup pasien dengan nilai p-value 0,003 (p<0,05). Ada hubungan antara lama hemodialisis terhadap kualitas hidup pasien dengan nilai p-value 0,001 (p<0,05).Kesimpulan. Disimpulkan bahwa self efficacy dan lama hemodialisis dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci : Hemodialisis, Self Efficacy, Lama Hemodialisis, Kualitas Hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 7