cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,438 Documents
Edukasi Pencegahan Bullying untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman di SD Negeri 59 Tanjung Rambang Muhammad Maghfur Agung; M. Dhaka Satya; Dian Permata Sari; Mayasari Mayasari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan, dan proses perkembangan peserta didik di lingkungan sekolah. Perilaku bullying dapat berupa tindakan fisik, verbal, sosial, maupun tindakan lainnya yang bertujuan menyakiti atau merendahkan orang lain. Kegiatan edukasi pencegahan bullying ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SD Negeri 59 Tanjung Rambang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian, bentuk, dampak, serta cara mencegah bullying dan membangun hubungan pertemanan yang positif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, pemberian contoh kasus sederhana, dan evaluasi melalui pertanyaan kepada siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai bentuk bullying dan pentingnya menjaga sikap serta perkataan dalam berinteraksi dengan teman. Siswa juga memahami pentingnya saling menghargai, membantu teman, tidak melakukan kekerasan, serta melaporkan tindakan bullying kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.
Peningkatan Identitas dan Keteraturan Wilayah Melalui Program Pemasangan Plakat RT Dan RW Sebagai Implementasi Pengabdian Mahasiswa KKN di Kelurahan Tanjung Rambang Muhammad Maghfur Agung; M. Fathurrahman Al Faridzi; Dhio Pragus Adi Putra; Virna Anggraini; Deni Putra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pendidikan di perguruan tinggi. Salah satu permasalahan yang ditemukan di Kelurahan Tanjung Rambang adalah belum optimalnya identitas dan penandaan wilayah pada beberapa lingkungan RT dan RW, sehingga dapat menimbulkan kesulitan bagi masyarakat maupun pendatang dalam mengenali batas dan lokasi wilayah administrasi. Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN melaksanakan program pemasangan plakat RT dan RW sebagai upaya meningkatkan identitas, keteraturan, serta kemudahan dalam mengenali wilayah administratif kelurahan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi kondisi wilayah, koordinasi dengan pihak kelurahan dan perangkat RT/RW, pendataan lokasi, persiapan plakat, pemasangan, serta evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa KKN, pemerintah kelurahan, ketua RT/RW, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan plakat RT dan RW memberikan manfaat dalam memperjelas identitas wilayah, mempermudah masyarakat dan pendatang dalam menemukan lokasi, serta mendukung keteraturan administrasi dan tata lingkungan. Selain memberikan manfaat secara fisik, kegiatan ini juga meningkatkan hubungan dan kerja sama antara mahasiswa KKN dengan pemerintah serta masyarakat Kelurahan Tanjung Rambang. Program pemasangan plakat RT dan RW diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam menciptakan wilayah yang lebih tertata, informatif, dan memiliki identitas administratif yang jelas.
Pencegahan Pergaulan Bebas dan Edukasi Tentang Sex Bebas di SMP Negeri 7 Prabumulih Muhammad Maghfur Agung; M. Nabil Rabbani Muslim; Abdu Rasyid; Sofiyatul Fikriyah; Rendi Adriansyah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergaulan bebas dan perilaku seksual berisiko merupakan salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dalam perkembangan remaja. Masa SMP merupakan periode ketika peserta didik mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan emosional sehingga membutuhkan pendampingan serta edukasi yang tepat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMP Negeri 7 Prabumulih mengenai bahaya pergaulan bebas, risiko perilaku seksual pranikah, pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan, serta cara mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi dan sosialisasi dengan penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan pemberian contoh situasi yang dekat dengan kehidupan remaja. Materi diberikan menggunakan bahasa yang komunikatif dan sesuai dengan usia peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bentuk-bentuk pergaulan yang berisiko, faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas, dampak perilaku seksual berisiko, serta strategi untuk menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan dan media sosial. Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih terbuka dalam membicarakan persoalan pergaulan dan memahami pentingnya menjaga diri serta menghargai diri sendiri dan orang lain. Edukasi secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, orang tua, dan lingkungan sosial diperlukan agar upaya pencegahan dapat berjalan secara optimal.  
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Kelas III SDN 194/II Sungai Pinang Miswatun Hasanah; Abdullah Abdullah; Tri Wera Agrita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari masalah kurang efektifnya proses pembelajaran di kelas terutama pada pembelajaran Pendidikan Pancasila, dan tidak adanya interaksi pada saat proses pembelajaran, materi pelajaran hanya didapatkan dari satu arah, dan siswa kurang aktif pada proses pembelajaran, hal ini mengakibatkan proses dan hasil belajar siswa tidak meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Contextual Teaching And Learning di Kelas III SDN 194/II Sungai Pinang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas III SDN 194/II Sungai Pinang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning dilihat dari lembar observasi guru yaitu pada siklus I dengan nilai rata-rata 82,5% terjadi peningkatan  pada siklus II dengan rata-rata 93% dan lembar observasi siswa pada siklus I pertemuan I ada 11 siswa yang mencapai KKTP (55%), pertemuan II ada 13 yang mencapai KKTP (65%), untuk siklus II pertemuan I ada 16 siswa yang mencapai KKTP (80%) dan untuk pertemuan II ada 17 siswa yang mencapai KKTP (85%). Maka dapat di lihat nilai rata-rata siklus I 60% sedangkan di silus II meningkat menjadi 82,5 yang telah mencapai indikator keberhasilan. (2) Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning dalam pembelajaran pada siklus I masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh 60% 12 siswa yang tercapai, pada siklus II meningkat 85% 17 siswa yang tercapai. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning dapat meningkatkan proses dan hasil belajar pendidikan Pancasila di kelas III SDN 194/II Sungai Pinang.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas IVSdn 194/II Sungai Pinang Nur Laila; Abdullah Abdullah; Subhanadri Subhanadri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas IV SDN 194/II Sungai Pinang. Berdasarkan hasil observasi awal, proses pembelajaran masih didominan oleh guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengemukakan pendapat, mengidentifikasi masalah, berfikir kritis, dan mencari solusi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini mengakibatkan rendahnya proses dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peningkatan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila menggunakan model Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindak Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 194/II Sungai Pinang yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes hasil belajar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain: 1) proses belajar Pendidikan Pancasila menggunakan model Problem Based Learning mengalami peningkatan dapat dilihat dari hasil lembar observasi siswa pada siklus I pertemuan I ada 9 orang siswa yang mencapai (KKTP) sebesar 38% dan meningkat pada pertemuan II menjadi 50% ada 12 orang yang mencapai (KKTP), sedangkan pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 75% ada 18 orang yang mencapai (KKTP) dan pertemuan II menjadi 83% ada 20 orang yang mencapai (KKTP). Dengan rata-rata proses belajar siswa pada siklus I sebesar 44% dan meningkat pada siklus II menjadi 79%. 2) penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV SDN 194/II Sungai Pinang. Pada siklus I, siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 15 siswa dengan persentase 62,5%, meningkat menjadi 21 siswa dengan persentase 87,5%. Maka dapat disimpulkan dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Larning dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 194/II Sungai Pinang.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing Berbantu Mediagambar Di Kelas IV SDN 13/II Lubuk Landai Ridho Syaputra; Megawati Megawati; Randi Eka Putra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar IPAS di kelas IV, hal ini dibuktikan dengan hasil observasi awal yang di lakukan oleh peneliti dari 14 peserta didik hanya 35,1% yang belum memperoleh nilai dalam kriteria ketercapaian. Penyebabnya adalah proses pembelajaran berjalan satu arah dan model pembelajaran yang digunakan oleh pendidik belum bervariasi. Tujuan penelitian adalah meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS menggunakan model Inkuiri Terbimbing Berbantu Media Gambar. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini telihat proses mengajar pendidik, siklus I yaitu 75%, selanjutnya siklus II meningkat menjadi 95%, Hasil observasi peserta didik selama proses pembelajaran siklus I yaitu 79,23%, Selanjutnya siklus II meningkat menjadi 92,42% dan dinyatakan berhasil. Hasil belajar peserta didik siklus I yang mencapai KKTP yaitu 9 peserta didik atau 64,28%. Pada siklus II meningkat menjadi 13 peserta didik atau 92,85% yang mencapai KKTP, dan dinyatakan berhasil. Bedasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model Inkiri Terbimbing Berbantu Media Gambar dapat meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik di kelas IV SDN 13/II Lubuk Landai Kecamatan Tanah Sepenggal.
Kepastian Hukum Keabsahan Pemberian Kuasa Oleh Debitur Berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Zuhaer Al Suhael; Maryano Maryano; Hedwig Adianto Mau
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan hukum mengenai pemberian kuasa oleh debitur yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Persoalan tersebut muncul karena hukum positif belum mengatur secara khusus hubungan antara status DPO dengan kecakapan dan kewenangan seseorang untuk memberikan kuasa dalam proses PKPU. Di satu sisi, Pasal 1792 KUHPerdata mengakui pemberian kuasa sebagai suatu persetujuan untuk menyelenggarakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa, sedangkan Pasal 1329 dan Pasal 1330 KUHPerdata mengatur mengenai kecakapan dalam melakukan perbuatan hukum. Di sisi lain, UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU memberikan kewajiban serta pembatasan tertentu kepada debitur selama proses PKPU, termasuk kewajiban kehadiran debitur dalam tahapan tertentu. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai keabsahan pemberian kuasa oleh debitur DPO serta sejauh mana penerima kuasa dapat mewakili debitur dalam proses PKPU. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini membahas keabsahan pemberian kuasa oleh debitur berstatus DPO dalam proses PKPU berdasarkan praktik peradilan di Indonesia serta konsep pengaturan hukumnya di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Penelitian ini menggunakan teori kepastian hukum dan teori itikad baik sebagai pisau analisis, serta didukung dengan konsep pemberian kuasa, kecakapan dan kewenangan bertindak, kedudukan debitur dalam PKPU, dan status DPO dalam sistem peradilan pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status DPO tidak secara otomatis menyebabkan seseorang kehilangan kecakapan atau hak keperdataannya untuk memberikan kuasa, sepanjang tidak terdapat dasar hukum yang secara tegas membatasi kecakapan tersebut. Akan tetapi, keabsahan pemberian kuasa harus dibedakan dari kewenangan penerima kuasa untuk menggantikan seluruh tindakan dan kewajiban debitur dalam proses PKPU. Pemberian kuasa tidak dapat digunakan untuk mengesampingkan kewajiban debitur yang ditentukan oleh UU PKPU. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang lebih tegas mengenai pemberian dan penggunaan kuasa oleh debitur DPO, khususnya mengenai verifikasi kuasa, batas kewenangan penerima kuasa, serta tindakan yang dapat dan tidak dapat diwakilkan. Pengaturan tersebut diperlukan untuk menjamin kepastian hukum, menjaga itikad baik dalam proses PKPU, serta memberikan perlindungan yang seimbang bagi debitur dan kreditor.
Rumah Adat Melayu sebagai Inspirasi dalam Penciptaan Karya Seni Batik Tulis Cut Melisa; Misgiya Misgiya; Wahyu Tri Atmojo; Muslim Muslim; Azmi Azmi; Raden Burhan Surya Nata Diningrat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil penciptaan karya seni batik tulis yang terinspirasi dari Rumah Adat Melayu. Rumah Adat Melayu dipilih sebagai sumber inspirasi karena memiliki nilai budaya, filosofi, serta ragam hias yang khas sehingga dapat dikembangkan menjadi motif batik sebagai upaya pelestarian budaya Melayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penciptaan seni yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, pengembangan konsep, dan perwujudan karya. Tahap eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan data, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka mengenai bentuk arsitektur serta ornamen Rumah Adat Melayu. Selanjutnya dilakukan proses perancangan motif, pemindahan pola ke kain mori, pencantingan menggunakan malam, pewarnaan dengan teknik colet menggunakan pewarna Remasol, fiksasi menggunakan natrium silikat, pelorotan, hingga tahap penyelesaian karya. Hasil penelitian ini berupa 12 karya batik tulis yang menampilkan visual Rumah Adat Melayu sebagai objek utama yang dipadukan dengan ragam hias khas Melayu, seperti motif pucuk bersusun, lebah bergantung, dan ornamen Melayu lainnya. Seluruh karya dibuat secara manual menggunakan teknik batik tulis sehingga menghasilkan karakter visual yang khas dengan komposisi motif yang harmonis serta warna yang tajam. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pelestarian budaya Melayu melalui media seni batik sekaligus menambah referensi dalam pengembangan karya seni batik berbasis budaya lokal.