cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,438 Documents
Rancang Bangun Sistem E-Commerce Untuk UMKM Menggunakan Python Flask dan Midtrans Payment Gateway Athif Prayogi; Eko Wahyu Cahyo Kumolo; Imam Hizbullah; Aan Ilham Saputra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam memasarkan produk secara luas karena keterbatasan akses terhadap teknologi digital dan sistem pembayaran daring yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem e-commerce berbasis web bagi UMKM menggunakan framework Python Flask yang diintegrasikan dengan Midtrans Payment Gateway sebagai sarana transaksi pembayaran daring. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dirancang dengan fitur pengelolaan produk, keranjang belanja, checkout, serta pembayaran otomatis melalui Midtrans yang mendukung berbagai metode pembayaran seperti transfer bank, e-wallet, dan kartu kredit. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem, termasuk proses pembayaran melalui Midtrans, dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Evaluasi kualitas sistem menggunakan pendekatan ISO 9126 menunjukkan nilai rata-rata pada kategori sangat baik. Dengan adanya sistem ini, pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk serta mempermudah proses transaksi pembayaran secara aman, cepat, dan efisien.
Budaya Patriarki dalam Islam: Analisis Hermeneutik terhadap Pemikiran Fatima Mernissi Ita Nofriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya patriarki masih memengaruhi posisi dan peran perempuan dalam masyarakat Muslim, termasuk melalui pemahaman terhadap teks-teks keagamaan. Persoalan tersebut menjadi penting karena sebagian pemahaman mengenai perempuan terbentuk dalam konteks sosial dan budaya yang didominasi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep posisi perempuan dalam pemikiran Fatima Mernissi, kritiknya terhadap dominasi patriarki dalam pemikiran Islam, serta relevansi pemikirannya terhadap budaya patriarki kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa karya Fatima Mernissi, khususnya Beyond the Veil dan The Veil and the Male Elite: A Feminist Interpretation of Women’s Rights in Islam, sedangkan sumber sekunder berupa buku, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan hermeneutika Hans-Georg Gadamer melalui konsep fusion of horizons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mernissi memandang perempuan sebagai manusia yang memiliki martabat, hak, dan kesempatan yang setara dengan laki-laki, sedangkan ketidaksetaraan perempuan lebih banyak berkaitan dengan konstruksi sosial, budaya patriarki, dan penafsiran keagamaan dalam konteks sejarah tertentu. Kritik Mernissi terhadap hadis kepemimpinan perempuan, pemaknaan hijab, dan dominasi laki-laki dalam tafsir menunjukkan pentingnya membaca teks keagamaan secara historis dan kontekstual. Pemikirannya tetap relevan dalam masyarakat kontemporer karena membuka ruang bagi pembacaan keagamaan yang lebih kritis, adil, dan inklusif serta mendorong keterlibatan perempuan dalam produksi pengetahuan keagamaan.
Gambaran Self-Management Pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Hurul Aini; Dona Amelia; Yossi Fitrina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga pada kemampuan pasien melakukan self-management secara konsisten. Self-management meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan kadar glukosa darah, kepatuhan pengobatan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan.Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran self-management pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2025.Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 209 penderita diabetes melitus dengan jumlah sampel 137 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.Sebanyak 79 responden (57,7%) memiliki self-management dalam kategori buruk, sedangkan 58 responden (42,3%) berada dalam kategori baik. Permasalahan self-management terutama ditemukan pada pencatatan hasil pemeriksaan kadar gula darah, aktivitas fisik, pengaturan diet, dan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin di fasilitas kesehatan. Sebagian besar penderita diabetes melitus memiliki self-management yang buruk. Edukasi dan pendampingan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan self-management, terutama pada aspek pengendalian kadar glukosa melalui aktivitas fisik, pengaturan diet, dan pemantauan kadar gula darah.
Peningkatan Literasi Anak melalui Program Gerakan Literasi Berbasis Buku Bacaan di Desa Bendo Zainal Rasyid Ridha; Farida Hidayati; Fabyan Satria Chrisna Adhie; Annisa Firdia Ali; Bernardinus Kristiono; Nabila Putri Rahmawati; Syeikha Ariani Afifa Al Qodari; Unaisa Janatul Ma'wa; Zulfa Nangimah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi merupakan salah satu aspek penting yang mendukung perkembangan pengetahuan, kreativitas, dan cara berpikir anak. Penguatan budaya literasi dilakukan melalui kegiatan yang menarik dan interaktif dengan tujuan agar anak-anak memiliki minat untuk memperhatikan. Berdasarkan hal tersebut, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional membuat program literasi sebagai upaya memperluas pengalaman membaca sekaligus mendorong anak-anak di Desa Bendo untuk lebih aktif berinteraksi dengan buku bacaan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan literasi melalui aktivitas membaca, menulis, mengulas, dan berkarya berdasarkan buku yang dibaca. Pelaksanaan program ini menggunakan metode partisipatif dengan melibatkan anak secara aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Pelaksanaan program menunjukkan bahwa kegiatan berbasis buku memberikan pengalaman literasi yang beragam dan interaktif bagi anak. Kunjungan ke perpustakaan desa juga memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenal dan memanfaatkan sumber bacaan yang tersedia. Gerakan Literasi Berbasis Buku Bacaan dapat menjadi salah satu bentuk kegiatan KKN yang mendukung penguatan budaya literasi anak melalui pengalaman membaca yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Pemanfaatan buku dan perpustakaan desa secara berkelanjutan berpotensi menjadi sarana pendukung pengembangan kegiatan literasi di Desa Bendo.
Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi dengan Perilaku Pencegahan Karies Gigi di SDN 12 Koto Balingka Kabupaten Pasaman BaratSumatera Barat Rizki Amelia Putri Nst; Aida Andriani; Aulia Putri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami anak usia sekolah. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi karies di Indonesia masih tinggi, termasuk Sumatera Barat sebesar 43,9% dan Kabupaten Pasaman Barat 44,52%, dengan angka lebih tinggi pada anak sekolah dasar. Kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi belajar, aktivitas, hingga kualitas hidup anak. Pengetahuan kesehatan gigi menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku pencegahan karies. Namun, tidak semua anak dengan pengetahuan baik mampu mempraktikkannya secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku pencegahan karies gigi pada anak usia 9–12 tahun di SDN 12 Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa kelas III–VI berjumlah 83 orang yang dijadikan sampel total. Instrumen penelitian berupa kuesioner tervalidasi dan reliabel dengan 30 item pertanyaan valid. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (44,6%) dan perilaku pencegahan karies sedang (73,5%). Uji statistik diperoleh p = 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,523, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang. Pengetahuan berkontribusi 28,5% terhadap perilaku, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain seperti peran orang tua, lingkungan, dan dukungan sekolah. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dengan perilaku pencegahan karies gigi. Saran: Sekolah diharapkan membiasakan sikat gigi bersama melalui program UKS/UKGS.
Asuhan Keperawatan Lansia Pada Ny. A Dan Ny. D dengan Pemberian Rebusan Kayu Manis terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Mandiangin Plus Kota Bukittinggi Tahun 2026 Mutiara Nabilla Santika; Ade Srywahyuni; Dona Amelia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, khususnya pada populasi lanjut usia. Kadar glukosa darah dapat dikendalikan melalui terapi farmakologis dan non-farmakologis; salah satunya adalah pemberian rebusan kayu manis (*Cinnamomum burmannii*) yang mengandung senyawa aktif efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Studi ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan dan intervensi berupa pemberian rebusan kayu manis kepada Ny. A dan Ny. D di Puskesmas Mandiangin Plus, Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, di mana pasien diberikan rebusan yang dibuat dari 10 gram kayu manis yang direbus dalam 100 ml air, dikonsumsi satu kali sehari sebelum sarapan selama tiga hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah: dari 232 mg/dL menjadi 139 mg/dL pada Ny. A, dan dari 326 mg/dL menjadi 237 mg/dL pada Ny. D, disertai dengan perbaikan gejala seperti rasa haus berlebihan, kelelahan, dan sering buang air kecil. Dapat disimpulkan bahwa rebusan kayu manis merupakan terapi komplementer yang efektif, aman, dan terjangkau. Disarankan agar pasien terus mengonsumsinya secara rutin sesuai panduan yang tepat; tenaga kesehatan menerapkannya sebagai bagian dari edukasi kesehatan; serta peneliti selanjutnya mengembangkan studi serupa dengan durasi yang lebih lama dan jumlah sampel yang lebih besar.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Melitus dengan Penerapan Diabetic Foot Exercise untuk Meningkatkan Perfusi Perifer Tidak Efektif pada Ekstermitas Bawah di Ruang Rawat Inap Multazam RSI Ibnu Sina Bukittinggi Hanifah Putri Lestari; Sri Hayulita; Junaidy S. Rustam
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi ancaman kesehatan global. Pada penderita diabetes melitus, gangguan perfusi perifer sering terjadi terutama pada bagian ekstremitas bawah. Kondisi ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti ulkus diabetik hingga tindakan amputasi. Deteksi dini terhadap gangguan perfusi perifer dapat dilakukan melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), yaitu sebuah metode skrining noninvasif dengan cara membandingkan tekanan darah sistolik pergelangan kaki dan lengan. Tujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus dengan penerapan Diabetic Foot Exercise untuk meningkatkan perfusi perifer tidak efektif di Ruangan Multazam RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan kepada Ny. N dan Tn. R dengan komprehensif mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, hingga evaluasi keperawatan. Hasil evaluasi setelah penerapan senam kaki diabetes selama 3 hari berturut-turut menunjukkan adanya peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada kedua pasien. Kesimpulan penerapan senam kaki diabetes terbukti efektif dalam meningkatkan perfusi perifer dan sangat layak dijadikan sebagai salah satu terapi komplementer berbasis Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) dalam pengelolaan pasien diabetes melitus.
Eksplorasi Persepsi Guru terhadap Potensi Penerapan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam Pendidikan Dasar Agung Wijaksono
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru mengenai potensi penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan dasar. Cakupan penelitian meliputi pandangan guru tentang manfaat, tantangan, dan rekomendasi terkait implementasi AI di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah survei, dengan mendistribusikan kuesioner kepada 30 guru dari berbagai sekolah dasar di Indonesia. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif untuk memahami persepsi guru tentang potensi AI dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap AI, terutama terkait pembelajaran personal, umpan balik secara real-time, dan pemantauan kemajuan siswa. Namun, tantangan utama yang diidentifikasi meliputi infrastruktur teknologi yang tidak memadai dan pelatihan guru yang terbatas. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar pemerintah dan lembaga pendidikan memberikan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan meningkatkan infrastruktur teknologi di sekolah untuk memaksimalkan implementasi AI dalam pendidikan dasar.
Tugas Bahasa Inggris berbasis Personal dan Disiplin: Keterlibatan dan Kinerja Praja dan Taruna Nurlaeli Hidayanti; Meyke Jayanti Kinasih; St. Hariati Buchori
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study compares cadets’ observable behavioral engagement and English performance in personally relevant and discipline-based video tasks. It adopts a paired comparative design within a convergent mixed-methods framework. The data sources comprise two task products from the same 62 cadets—21 from Applied Indonesian Politics, 21 from Public Policy Studies, and 20 from Economic Development and Community Empowerment—yielding 124 videos, their transcripts, and submission metadata. Quantitative evidence includes analytic-rubric scores, punctuality of submission, video duration, word count, and other behavioral indicators, while qualitative content analysis examines elaboration, concrete experience, multimodal creativity, expressiveness, and script dependence. In the simulated dataset, personal tasks produced higher engagement (M = 4.03, SD = 0.44) than discipline-based tasks (M = 3.47, SD = 0.57), t(61) = 6.88, p < .001, d = 0.87. Overall English performance was also higher in personal tasks, although the effect was small (d = 0.30). By contrast, discipline-based tasks generated stronger technical vocabulary, academic register, and conceptual accuracy but were accompanied by substantially greater script dependence. The findings suggest that personal and disciplinary relevance support different dimensions of task performance rather than representing mutually exclusive instructional choices. The study proposes a Personal–Disciplinary Bridge model that uses cadets’ local experiences as an entry point for analyzing politics, public policy, governance, economic development, and community empowerment.
Asuhan Keperawatan Hipertensi Pada Lansia Ny. R dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Perifer Tidak Efektif dalam Penerapan Senam Hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi Tahun 2026 Dika Febrianti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada lanjut usia dan dapat meningkatkan resiko gangguan perfusi serta kerusakan organ target. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah latihan fisik berupa senam hipertensi. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada Ny. R dengan hipertensi  dan masalah keperawatan resiko perfusi perifer tidak efektif melalui edukasi dan latihan fisik senam hipertesnsi di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawataan melalui pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, dan dokumentasi. Pada pengkajian awal Ny. R telah menderita hipertensi selama lima tahun, jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, menggunakan penyedap saat memasak, dan kadang mengalami kesemutan pada area kaki. Tekanan darah awal tercatat 165/90 mmHg, sedangkan pada hari pertama pelaksanaan implementasi tekanan darah 163/90 mmHg. Intervensi utama berupa edukasi latihan fisik dan senam hipertensi dilakukan selama tiga hari. Hasil evaluasi menunjukkan tekanan darah menurun dari 163/90 mmHg menjadi 153/87 mmHg. Pasien juga mampu melakukan gerakan senam dengan benar dan menyatakan akan melanjutkan latihan secara rutin. Pada masalah manajemen kesehatan tidak efektif, pasien mulai mengurangi mengonsumsi gorengan, santan berlebihan, dan penggunaan penyedap pada saat memasak. Kesimpulan: penerapan edukasi dan senam hipertensi pada Ny. R menunjukkan hasil positif berupa penurunan tekanan darah dan peningkatan kemampuan serta motivasi pasien dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Hasil studi kasus ini mendukung penggunan senam hipertensi sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi pada lansia.