cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Desain Komunikasi Visual
ISSN : -     EISSN : 30481481     DOI : https://doi.org/10.47134/dkv
Core Subject : Education, Social,
Journal of Desain Komunikasi Visual ISSN 3048-1481 is a scholarly, published by Indonesian Journal Publisher. Jurnal DKV publishes four issues annually in the months of February, Mei, Agustus and November. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jounal Desain Komunikasi Visual include articles concerned with graphic design, typography, illustration and photography, branding and visual identity, digital media in design, cultural influences and social context, applied research in Visual Communication design, and ethics design. Authors are invited to electronically submit through Journal Website no more than 15 pages of a full paper.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): February" : 6 Documents clear
Perancangan Board Game Sebagai Media Edukasi Investasi Cryptocurrency Dan Menghindari Scam Bagi Rentang Usia 18–25 Tahun Rudianto, Timotius; Prasida, T.; Setyawan, Martin
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i1.3407

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, pemahaman tentang keamanan dalam investasi cryptocurrency sangat penting, karena sering terjadi banyak penipuan (scam) pada cryptocurrency. Melalui board game para pemain dapat saling berinteraksi dan belajar untuk mengetahui macam macam skema penipuan (scam) yang terjadi dan menbetahui perubahan naik turunnya harga dalam cryptocurrency. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan mix method dan menggunakan Linear Strategy. Board game Hold or Sell merupakan sebuah media edukasi yang efektif untuk melatih investor pemula/calon investor untuk mengetahui dan menghindari macam macam penipuaan (scam) yang terjadi pada saat berinvestasi cryptocurrency dengan cara yang menyenangkan.
Analisis Semiotika Ronal Barthes Pada Film Siksa Kubur Karya Joko Anwar Tahun 2024 Novi Junika; Abdur Razzaq; Selvia Assoburu
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i1.3631

Abstract

Film "Siksa Kubur" karya Joko Anwar (2024) merupakan karya yang menggabungkan elemen horor dan drama untuk menyampaikan pesan moral yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terkandung dalam film tersebut dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Melalui narasi yang kompleks, film ini menggambarkan perjalanan seorang tokoh utama yang menghadapi konsekuensi dari tindakan dan keputusan hidupnya, mencerminkan tema karma dan pertanggungjawaban pribadi. Latar belakang penelitian ini berfokus pada bagaimana film sebagai medium komunikasi dapat menyampaikan nilai-nilai etika dan moral kepada audiens, dengan mengaitkan pesan dalam film dengan ajaran Al-Quran, khususnya Surah Az-Zalzalah (99:7-8) yang menekankan bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya. Metodologi penelitian mencakup analisis elemen visual dan naratif dalam film, menggunakan teori tanda dari Charles Sanders Peirce untuk memahami bagaimana ikon, indeks, dan simbol berkontribusi pada penyampaian pesan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Siksa Kubur" tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai alat edukasi moral, mendorong penonton untuk merenungkan tindakan mereka sendiri. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana genre horor dapat digunakan untuk menyampaikan tema-tema moral dan etika, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai tersebut. Dengan demikian, film ini menjadi objek studi yang signifikan dalam konteks analisis film dan pengembangan teori moralitas dalam media.
Tinjauan Perancangan Media Panduan Visual Untuk Edukasi Pengendara Motor di Bandung Fauzan, Mochamad; Karnita, Rosa
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i1.3633

Abstract

Berkendara merupakan aktivitas penting yang dilakukan masyarakat untuk mencapai tujuan. Namun, dengan meningkatnya volume kendaraan di kota besar, diperlukan peraturan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dan pendekatan kuantitatif dengan 103 responden, sebagian besar terdiri dari remaja dan mahasiswa. Kuesioner menanyakan pemahaman dan pengalaman berkendara. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak pengendara, terutama remaja, masih melanggar aturan dasar, seperti tidak menggunakan helm dan lampu sein. Meskipun 99% responden setuju bahwa edukasi lalu lintas penting, masih terdapat kekhawatiran mengenai keselamatan berkendara. Penelitian ini menyoroti kurangnya pemahaman tentang etika berkendara yang aman dan pentingin edukasi secara efektif. Sosialisasi yang rendah tentang keselamatan berkendara menjadi faktor utama peningkatan kecelakaan. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan edukasi yang lebih baik untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai keselamatan lalu lintas di kalangan pengendara.
Peran Artbook dalam Penyebaran Trend Fashion Victorian Era (Studi Kasus: “1950’s Fashion”) Putri, Widi Triani; Dewanto, Inko Sakti
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i1.3784

Abstract

Era Victoria terjadi pada tahun 1837-1901 pada masa pemerintahan Ratu Victoria di Inggris. Era Victoria merupakan masa keemasan bagi kerajaan Inggris di mana mereka mengalami kemajuan yang pesat pada industri, ilmu pengetahuan dan kekuasaan kolonial. Era Victoria sangat dikenal dengan cara berpakaiannya yang memandang tinggi nilai moral dan kelas sosial. Cara berpakaian kebangsaan ini pun mencerminkan kesopanan, dan kemandirian wanita. Seiring berjalannya waktu pada saat ini cara berpakaian mereka pun mulai berevolusi menjadi pakaian-pakaian trendi, nilai kesopanan dan kemandirian dalam berpakaian wanita pun mulai menghilang. Di sini lah peran media artbook sebagai penyebaran trend fashion untuk mengembalikan nilai moral yang ada dalam cara berpakaian di masa kerajaan Era Victorian. Art style yang digunakan dalam ilustrasi pada Era Victoria adalah Victorian Style yang memberikan efek menyenangkan mata. Victorian Style adalah gaya desain Inggris pada tahun 1837-1901. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan penggunaan media artbook sebagai penyebaran trend fashion untuk lebih dikenal masyarakat di Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat membantu masyarakat untuk dapat lebih terlihat fashionable namun tetap memaknai kesopanan dalam berpakaian.
Analisis Semiotika Pola Komunikasi Kelompok Dalam Film “13 Boom Di Jakarta” Jordi; Nuraida; Hamandia, Muhammad
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i1.3815

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Semiotika Pola Komunikasi Kelompok Dalam Film 13 Boom di Jakarta" dengan menggunakan pendekatan teori semiotika John Fiske. Film ini mengisahkan sekelompok teroris yang ingin meledakkan 13 boom di seluruh kota Jakarta dengan alasan ingin menguasai kota Jakarta, namun aksi mereka berhasil dihentikan oleh kelompok badan terorisme Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tanda-tanda, simbol-simbol, dan elemen naratif dalam film berkontribusi pada pembentukan makna komunikasi antar karakter dalam konteks kelompok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik mengumpulkan data penelitian ini melalui teknik dokumentasi serta menggunakan analisis data teori semiotika John Fiske sehingga dapat diperoleh perspektif yang lebih luas mengenai interpretasi yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen visual dan naratif dalam film menciptakan lapisan makna yang kompleks, mencerminkan dinamika sosial, budaya, dan psikologis yang ada di kota Jakarta. Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang pentingnya pemahaman konteks sosial dalam analisis komunikasi kelompok melalui medium film, serta implikasi sosial yang dapat ditarik dari representasi tersebut. Dengan demikian, film 13 Boom di Jakarta tidak hanya menyampaikan pesan tentang perjuangan melawan terorisme, tetapi juga menyoroti pentingnya pola komunikasi dan solidaritas dalam membangun kekuatan kolektif.
Analisis Semiotika Pesan Moral Pada Film How to Make Milions Before Grandma Dies Aisyah, Siti; Hasmawati, Fifi; Apriko, M. Syendi
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i1.4169

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Semiotika Pesan Moral pada Film How to Make Millions Before Grandma Dies”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pesan moral yang terkandung didalam film How to Make Millions Before Grandma Dies menggunakan analisis semiotika melalui scene yang mengandung pesan moral pada film. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mencatat dan menganalisis scene yang memuat pesan moral dalam film How to Make Millions Before Grandma Dies. Pendekatan semiotika Roland Barthes diterapkan untuk mengidentifikasi dan memahami makna denotasi, konotasi, dan mitos yang muncul dalam elemen-elemen visual, dialog, dan simbol-simbol di dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan moral yang terkandung pada film How To Make Milions Before Grandma Dies mencakup tiga kategori yaitu, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan sosial termasuk dengan alam. Melalui pendekatan semiotika, penelitian ini berhasil mengungkap bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan moral. Dengan analisis yang mendalam, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian film dan komunikasi visual, serta menjadi referensi bagi penelitian serupa di masa depan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6