cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Desain Komunikasi Visual
ISSN : -     EISSN : 30481481     DOI : https://doi.org/10.47134/dkv
Core Subject : Education, Social,
Journal of Desain Komunikasi Visual ISSN 3048-1481 is a scholarly, published by Indonesian Journal Publisher. Jurnal DKV publishes four issues annually in the months of February, Mei, Agustus and November. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jounal Desain Komunikasi Visual include articles concerned with graphic design, typography, illustration and photography, branding and visual identity, digital media in design, cultural influences and social context, applied research in Visual Communication design, and ethics design. Authors are invited to electronically submit through Journal Website no more than 15 pages of a full paper.
Articles 52 Documents
Simbolisme Tarot & Budaya Nusantara sebagai Metafora Visual dalam Ilustrasi Kontemporer Firzana Farah Amira
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 2 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i2.5708

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi simbolisme tarot Arcana Utama dengan ikonografi wayang Nusantara sebagai upaya membangun metafora visual yang kaya makna budaya dalam desain ilustrasi kontemporer. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi, analisis, dan pemetaan korespondensi simbolis antara arketipe tarot dan figur wayang tradisional melalui pendekatan semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotasi, dan mitos. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka dan dokumentasi visual terhadap kartu Major Arcana dan artefak budaya Nusantara seperti wayang, batik, dan relief. Analisis dilakukan melalui tiga tahap semiotik, kemudian diintegrasikan dengan memadankan simbol berdasarkan kesamaan makna untuk menghasilkan visual metaphor map sebagai panduan ilustrasi. Data penelitian terdiri atas data primer berupa gambar visual dan data sekunder dari literatur akademik yang relevan. Hasil analisis menunjukkan setiap kartu yang diadaptasi tetap mempertahankan makna arketipe universalnya, sekaligus mengalami reinterpretasi melalui nilai, narasi, dan filosofi lokal. Hasil pemetaan visual metaphor map membuktikan simbol-simbol dapat berfungsi sebagai tanda visual yang merepresentasikan konsep universal sekaligus kontekstual. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa semiotika dapat menjadi alat efektif untuk menggabungkan simbol global dan lokal dalam desain komunikasi visual yang bermakna. Pemetaan metafora visual memperlihatkan keselarasan antara simbol global dan lokal yang membentuk sistem tanda hibrida namun kontekstual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa simbol budaya Nusantara memiliki kapasitas kuat dalam merepresentasikan konsep universal tanpa kehilangan identitas lokal, dan integrasi tersebut menghasilkan padanan visual yang koheren lintas budaya dan relevan bagi pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.
Rebranding Twitter Menjadi X dan Dampaknya pada Citra Merek Setiyohadi, Alzena; Saputra, Anggo
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 2 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i2.5371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip semiotika dalam perubahan identitas visual Twitter menjadi X serta dampaknya terhadap persepsi visual dan makna yang dirasakan pengguna. Metode yang digunakan berupa analisis deskriptif dengan pendekatan semiotika untuk menafsirkan perubahan tanda, simbol, warna, dan bentuk pada logo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logo lama Twitter merepresentasikan kesan komunikatif, ramah, dan terbuka melalui bentuk organik burung serta penggunaan warna biru yang menenangkan dan membangun rasa percaya. Sebaliknya, logo X menampilkan karakter visual yang lebih tegas, rasional, dan futuristik melalui bentuk geometris sederhana dengan kontras warna hitam dan putih yang kuat. Pergeseran elemen visual tersebut memperkuat citra perusahaan sebagai entitas teknologi modern yang berorientasi masa depan, namun sekaligus mengurangi kedekatan emosional yang sebelumnya dirasakan pengguna terhadap identitas Twitter. Perubahan ini menunjukkan bahwa transformasi visual dalam proses rebranding dapat memengaruhi pengalaman psikologis, tingkat kenyamanan, serta hubungan simbolik antara pengguna dan merek. Temuan penelitian menegaskan bahwa perubahan tanda visual tidak hanya berdampak pada aspek estetika, tetapi juga membentuk cara masyarakat memaknai, merasakan, dan berinteraksi dengan identitas merek di ruang digital. Dengan demikian, pendekatan semiotika menjadi kerangka penting untuk memahami konsekuensi makna dari transformasi identitas visual serta implikasinya bagi strategi komunikasi merek yang adaptif dan berkelanjutan. Hasil ini juga membuka peluang penelitian lanjutan yang mengkaji respon pengguna secara kuantitatif, perbandingan lintas platform, serta hubungan antara perubahan identitas visual dan loyalitas merek dalam jangka panjang pada ekosistem media sosial yang terus berkembang. Temuan tersebut dapat menjadi dasar perumusan strategi desain yang lebih peka terhadap kebutuhan emosional pengguna di masa depan.