cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 252 Documents
Search results for , issue "in progres" : 252 Documents clear
Edukasi Safety Driving Berbasis Budaya Keselamatan Kerja Bagi Pengemudi Kendaraan Berat di Perusahaan X Riau Risda Simatupang; Herniwanti Herniwanti; Lita Lita
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/d08kpv90

Abstract

Budaya keselamatan kerja merupakan faktor penting dalam mencegah kecelakaan kerja, khususnya pada pengemudi kendaraan berat yang memiliki risiko tinggi selama operasional transportasi perusahaan. Tingginya kejadian kecelakaan transportasi di Provinsi Riau masih banyak dipengaruhi oleh perilaku berkendara yang tidak aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengemudi kendaraan berat mengenai pentingnya budaya keselamatan kerja dan perilaku berkendara aman (safety driving) pada operasional Perusahaan X di Riau. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi, penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan terkait budaya keselamatan kerja, komitmen keselamatan, serta penerapan perilaku berkendara aman. Sasaran kegiatan adalah 60 orang pengemudi kendaraan berat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengemudi mengenai pentingnya budaya keselamatan kerja, penggunaan prosedur keselamatan, kepatuhan terhadap aturan berkendara, serta kesadaran untuk menerapkan perilaku aman selama bekerja. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku berkendara aman adalah budaya pengemudi, diikuti komitmen manajemen dan pelatihan keselamatan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran keselamatan kerja pada pengemudi kendaraan berat. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan rutin, dan dukungan manajemen guna menekan risiko kecelakaan kerja pada sektor transportasi perusahaan.
Penguatan Program Penyuluhan Kesehatan Dalam dan Luar Gedung Melalui Instalasi PKRS di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Mardiana Mardiana; Jasrida Yunita; Dewi Hayati Prabu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fmeqqs07

Abstract

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan bagian penting dari pelayanan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan pasien, keluarga, serta masyarakat. Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, kegiatan penyuluhan dalam gedung dan luar gedung telah dilaksanakan, namun belum disertai sistem evaluasi yang terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan residensi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan dalam gedung dan luar gedung di Instalasi PKRS RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah desain evaluatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dilaksanakan pada Oktober 2025 di Instalasi PKRS RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Subjek kegiatan meliputi petugas PKRS dan pihak terkait dalam pelaksanaan penyuluhan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan secara rutin dengan variasi metode dan media, namun masih terdapat keterbatasan pada aspek sumber daya manusia, belum optimalnya sistem evaluasi, serta belum maksimalnya pemantauan hasil penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku sasaran. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan PKRS telah berjalan, namun diperlukan penguatan sistem evaluasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perencanaan yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program promosi kesehatan di rumah sakit.
Penerapan Manajemen Risiko Berbasis ISO 14971 pada Unit Elektromedis di Laboratorium Klinik X Fauziah Arshinta; Ahmad Satria Efendi; Ilham Kurniawan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/t1zkym63

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sistem manajemen risiko elektromedis melalui implementasi ISO 14971 di Laboratorium Klinik X Pekanbaru. Ruang elektromedis memiliki peran strategis dalam menjamin keselamatan pasien dan tenaga kesehatan karena berkaitan langsung dengan penggunaan peralatan medis berbasis listrik yang berisiko tinggi. Namun, penerapan manajemen risiko pada unit elektromedis masih belum optimal sehingga berpotensi meningkatkan risiko operasional dan gangguan mutu pelayanan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 13–30 Oktober 2025 melalui observasi lapangan, wawancara dengan koordinator elektromedis, teknisi elektromedis, staf laboratorium, dan petugas K3, serta telaah dokumen pendukung seperti SOP, laporan kalibrasi, dan catatan pemeliharaan alat. Implementasi kegiatan meliputi identifikasi risiko peralatan elektromedis berbasis ISO 14971, penyusunan form risk assessment, penguatan SOP manajemen risiko, serta edukasi dan pelatihan teknisi terkait identifikasi dan pengendalian risiko alat elektromedis. Analisis prioritas masalah dilakukan menggunakan metode fishbone dan USG untuk menentukan risiko utama yang memerlukan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko berbasis ISO 14971 mampu meningkatkan pemahaman teknisi mengenai identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, memperkuat dokumentasi risk assessment, serta mendorong pemantauan risiko yang lebih sistematis pada unit elektromedis. Kegiatan ini menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko elektromedis secara terstruktur penting untuk meningkatkan keselamatan kerja, keandalan alat elektromedis, dan mutu pelayanan laboratorium klinik.
Optimalisasi strategi Promosi Kesehatan Dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil di UPT puskesmas Kota Baru Kecamatan Keritang KabupatenIndragiri Hilir Ardianti Ardianti; Emy Leonita; Herland Suhendyana
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/tjzavx21

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada meningkatnya risiko kesakitan ibu dan bayi. Prevalensi anemia pada ibu hamil di UPT Puskesmas Kota Baru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir masih tergolong tinggi dan belum mencapai target nasional, meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Kegiatan residensi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13–30 Oktober 2025 di UPT Puskesmas Kota Baru. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi Kepala Puskesmas, penanggung jawab program KIA, bidan koordinator, penanggung jawab promosi kesehatan, kader posyandu, Ketua PKK, dan ibu hamil yang mengalami anemia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, penentuan prioritas masalah dengan metode USG, analisis akar masalah menggunakan fishbone analysis, serta penyusunan alternatif pemecahan masalah. Hasil residensi menunjukkan bahwa tingginya prevalensi anemia disebabkan oleh rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe, keterbatasan media edukasi, kurangnya dukungan keluarga, serta belum optimalnya koordinasi lintas program. Intervensi promosi kesehatan melalui pemberdayaan ibu hamil, bina suasana keluarga, dan kemitraan lintas sektor menunjukkan potensi dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan ibu hamil. Disimpulkan bahwa penguatan strategi promosi kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan diperlukan untuk menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Baru.
Edukasi dan Promosi Kesehatan Sebagai Upaya Penurunan Anemia pada Remaja Putri di Kabupaten Indragiri Hulu Arif Tri Wardoyo; Emy Leonita; Said Mardani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/h4j8bb73

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk di Kabupaten Indragiri Hulu, meskipun cakupan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah mencapai 85,7%. Tingginya prevalensi anemia sebesar 32,9% mengindikasikan belum optimalnya strategi promosi kesehatan yang diterapkan. Kegiatan residensi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri di Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2025. Metode dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan data. Analisis data menggunakan pendekatan problem solving cycle, meliputi analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan metode USG, serta analisis akar masalah menggunakan fishbone. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingginya prevalensi anemia dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan konsumsi TTD, metode edukasi yang kurang menarik, keterbatasan media promosi, serta lemahnya dukungan dan monitoring di sekolah. Kesimpulan menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan perlu diperkuat melalui pendekatan edukasi partisipatif, pemanfaatan media digital, penguatan peran guru UKS dan kader sebaya, serta monitoring konsumsi TTD yang terintegrasi untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.
Optimalisasi Kompetensi Tenaga Promosi Kesehatan dalam Pengembangan Media PKRS di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Nur Alifah; Emy Leonita; Dewi Hayati Prabu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2847nr64

Abstract

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan komponen strategis dalam mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta pengembangan media yang efektif, namun implementasinya masih menghadapi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada kompetensi pengembangan media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya peningkatan kapasitas tenaga promosi kesehatan dalam pengembangan media di Instalasi PKRS RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, serta analisis data menggunakan pendekatan problem solving cycle dan analisis tematik. Penentuan prioritas masalah dilakukan dengan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Hasil residensi menunjukkan bahwa pelaksanaan PKRS telah berjalan rutin melalui berbagai media cetak, elektronik, dan digital, namun belum optimal akibat keterbatasan kompetensi digital editing, keterbatasan sarana prasarana pendukung, alokasi anggaran yang belum mandiri, serta belum adanya sistem evaluasi program yang terstruktur. Intervensi yang dirancang meliputi pelatihan pengembangan media berbasis digital, optimalisasi pemanfaatan aplikasi desain sederhana, serta penguatan perencanaan dan evaluasi program PKRS. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga promosi kesehatan melalui pelatihan terarah, dukungan manajerial, dan penguatan sistem evaluasi merupakan strategi kunci untuk meningkatkan efektivitas pengembangan media PKRS dan memperkuat peran rumah sakit dalam perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
Penguatan Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Indragiri Hulu Ratna Juwita; Emy Leonita; Said Mardani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b7bag289

Abstract

Puskesmas Umban Sari merupakan salah satu fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru yang melaksanakan layanan vaksinasi Covid-19. Dalam layanan vaksinasi Covid- 19 telah melaksanakan sesuai aturan yang ada dengan menerapkan alur layanan 2 meja. Pada pelaksanaan layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi layanan vaksinasi Covid-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang mengimplementasian layanan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Umban Sari Kota Pekanbaru Tahun 2022. Hasil kegiatan dari implementasi layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala antara lain belum tercukupinya tenaga kesehatan pada pelaksanaan vaksinasi, belum adanya anggaran khusus yang berasal dari anggaran Puskesmas, sarana dan prasarana puskesmas yang belum mencukupi dan memadai. Penerapan alur vaksin sudah sesuai dengan peraturan yang ada serta pemberian informasi tentang Covid-19 yang baik kepada masyarakat dan adanya inovasi-inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan layanan vaksinasi secara maksimal. Dalam mengatasi kendala yang ada Puskesmas perlu melakukan perbaikan dari segi ketenagaan dengan membuat rencana kebutuhan tenaga yang belum mencukupi, memasukkan anggaran khusus pada anggaran Puskesmas jika terjadi bencana, penyusunan SK Tim yang sesuai dengan keperluan yang ada, mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kota untuk melakukan renovasi Puskesmas atau memindahkan Puskesmas.
Optimalisasi Aplikasi Mirai Sebagai Media Promosi Kesehatan di RSUD Arifin Achmad Erna Fitriah; Emy Leonita; Dewi Prabu Hayati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3599ak74

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong rumah sakit mengintegrasikan layanan administratif, klinis, dan edukatif berbasis teknologi. RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah mengembangkan aplikasi MIRAI sebagai platform layanan digital, namun pemanfaatannya masih terbatas pada aspek administratif dan belum mendukung promosi kesehatan. Tujuan menganalisis kebutuhan dan potensi pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI sebagai upaya memperkuat fungsi promotif dan preventif rumah sakit. Metode melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion, dan telaah dokumen. Informan dipilih secara purposive dari unsur PKRS, tim teknologi informasi, tenaga kesehatan, dan pengguna aplikasi. Analisis data dilakukan menggunakan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan metode USG, analisis akar masalah menggunakan fishbone, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil menunjukkan bahwa tingginya tingkat penggunaan aplikasi MIRAI belum diimbangi dengan ketersediaan konten edukasi kesehatan digital, lemahnya integrasi PKRS dengan sistem aplikasi, serta keterbatasan kebijakan dan sumber daya pendukung. Potensi pengembangan fitur promosi kesehatan sangat besar mengingat tingginya akses pengguna, kesiapan infrastruktur digital, dan dukungan manajemen rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan literasi kesehatan, keterlibatan pasien, dan mutu pelayanan rumah sakit menuju Health Promoting Hospital berbasis digital.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks dan kanker Payudara Melalui Program IVA-Sadanis di Puskesmas Tembilahan kota Nora Hesvita Sari; Emy Leonita; Rosdinah Rosdinah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hdepgb51

Abstract

Kanker leher rahim dan kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama pada perempuan, terutama di negara berkembang, akibat rendahnya cakupan deteksi dini. Di Indonesia, capaian pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) masih berada di bawah target nasional, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota, Kabupaten Indragiri Hilir. Promosi kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi perempuan terhadap layanan deteksi dini kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara (IVA–SADANIS) di Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2025.  Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan kunci, meliputi kepala puskesmas, penanggung jawab program, petugas promosi kesehatan, kader, serta wanita usia 30–50 tahun. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis dilakukan dengan analisis situasi, penentuan prioritas masalah, dan fishbone analysis. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya cakupan pemeriksaan IVA–SADANIS dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan sasaran, hambatan sosial budaya, rasa takut dan stigma, belum optimalnya integrasi kegiatan promosi kesehatan, serta keterbatasan sumber daya. Kegiatan promosi kesehatan masih bersifat insidental dan belum terintegrasi secara berkelanjutan dalam pelayanan rutin puskesmas. Penguatan strategi promosi kesehatan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan, bina suasana, advokasi, dan kemitraan sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi IVA–SADANIS dan memperluas cakupan deteksi dini kanker.
Edukasi Ergonomi Kerja Dalam Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) pada Petugas Front Office di RS Awal Bros Panam Tahun 2025 Desri Resfita; Kamali Zaman; Siti Rachmayani Emka
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/y6ev2m83

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang sering terjadi pada pekerja administrasi rumah sakit akibat postur kerja statis, penggunaan komputer berkepanjangan, dan desain workstation yang tidak ergonomis. Petugas front office sebagai garda terdepan pelayanan memiliki risiko tinggi mengalami keluhan MSDs yang berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas layanan. Tujuan untuk mengetahui gambaran keluhan MSDs dari aspek ergonomi kerja pada petugas front office di RS Awal Bros Panam tahun 2025 serta merumuskan rekomendasi pencegahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), observasi ergonomi, dan wawancara pendukung. Hasil menunjukkan bahwa 25,6% responden berada pada tingkat risiko MSDs kategori sedang, dengan keluhan dominan pada leher bagian bawah, bahu, punggung, dan pinggang. Faktor penyebab utama meliputi postur kerja tidak ergonomis, durasi duduk lama, keterbatasan micro-break, serta ketidaksesuaian kursi dan workstation dengan antropometri pekerja. Kesimpulan bahwa keluhan MSDs pada petugas front office masih signifikan dan memerlukan intervensi ergonomi komprehensif melalui edukasi ergonomi, penyesuaian workstation, penerapan micro-break, serta monitoring berkala untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kinerja pekerja.