cover
Contact Name
La Ode Marsudi
Contact Email
marsudi@itkeswhs.ac.id
Phone
+6285273563932
Journal Mail Official
jutelmo@itkeswhs.ac.id
Editorial Address
Jl. Kadrie Oening No. 77 Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
ISSN : 28099036     EISSN : 28100794     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Teknologi Laboratoium Medik Borneo adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan dua kali setahun oleh Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda. Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian tentang segala aspek ilmu Teknologi Laboratorium Medik yang inovatif, kreatif, orisinal dan berbasis ilmiah. Topik yang diangkat meliputi Hematologi, Kimia Klinik, Imunologi, Sitohitoteknologi, Bakteriologi, Parasitologi, dan Toksikologi Klinik
Articles 58 Documents
Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Penderita Malaria Susanto, Zaenal Adi; Anam, Khoirul; Salsabila, Zulfa Zahra
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1510

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (protozoa) dari genus Plasmodium sp yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. P. falciparum adalah salah satu organisme penyebab malaria dan merupakan jenis paling berbahaya dibandingkan dengan jenis Plasmodium lain yang menginfeksi manusia, yaitu P. vivax, P. malariae,P. ovale dan yang baru ditemui saat ini yaitu Plasmodium knowlesi. Penurunan kadar hemoglobin akan terlihat jelas pada pasien malaria yang disebabkan oleh P. falciparum dibandingkan yang disebabkan oleh P. vivax, P. ovale, dan P. malariae karena P. falciparum Tujuan : penelitian ini Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Infeksi Plasmodium sp dengan Kadar Hemoglobin. Metode:. Tahun yang digunakan dalam penyaringan referensi yaitu terbitan minimal tahun 2010. Penelusuran dimulai melalui penelusuran elektronik based antara lain Google search dan Google Search dan Pubmed. Hasil dan Kesimpulan : Didapatkan total responden 1,242 dengan laki-laki yang paling banyak sebesar 626 dan perempuan 591. Jenis plasmodium yang di dapatkan adalah P. Falciparum, p. Vivax dan P. Ovale dengan nilai kadar Hb rata-rata 10,98. Berdasarkan hasil penelitian dengan sumber jurnal/literature sebanyak 10(sepuluh) jurnal dalam kurun waktu 2010-2021. Bahwa didapatkan jumlah responden sebanyak 1,242 dengan jenis kelamin laki-laki paling banyak sebesar 626 dan perempuan 591 ditemukan jenis plasmodium p. vivax 60,03 (261), p. ovale 2,2 (4) dan yang paling sering adalah p. falciparum 35,69 (388) dan nilai Rata-rata kadar HB 10,98.
Hubungan Proses Pencucian Dengan Angka Kuman Wadah Makan Di Rumah Sakit Khusus Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda Mawardani, Maya Tamara; Raudah, Siti; Kamil, Kamil
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1512

Abstract

Peralatan makan merupakan salah satu faktor yang memegang peran penting dalam penularan penyakit, sebab alat makan yang tidak bersih dan mengandung mikroorganisme dapat menularkan penyakit melalui makanan. Oleh karena itu proses pencucian alat makan dengan penerapan metode pencucian yang tepat sangat penting dalam upaya penurunan jumlah angka kuman terutama pada alat makan. Penelitian ini bertujuan adalah megetahui hubungan proses pencucian dengan angka kuman wadah makan di Rumah Sakit Khusus Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wadah makan pada instalasi gizi di Rumah Sakit Khusus Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Sedangkan pemeriksaan sampel usap wadah makan dilakukan pada UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kal-Tim. Hasil penelitian dianalisis menggunakan software SPSS yang dianalisa dengan corelation pearson didapatkan hasil nilai r hitung lebih besar daripada r tabel 0,577 > 0,532 yang artinya jika r tabel lebih kecil dari r hitung maka Ho ditolak, Ha diterima yaitu terdapat hubungan proses pencucian dengan angka kuman wadah makan yang digunakan di Rumah Sakit Khusus Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Angka kuman wadah makan berkisar 6 cfu/cm2 sampai dengan angka kuman yang tidak dapat dihitung. Tingginya angka kuman juga berhubungan dengan hasil observasi terhadap proses pencucian yang belum memenuhi standar Depkes RI (2006).
Gambaran Perbandingan Pemeriksaan Jamur Candida albicans Menggunakan KOH 10% dan KOH 20%: COMPARISON OF Candida albicans EXAMINATION Using KOH10% and KOH20% Utami, Rinda Aulia; Kamil, Kamil; Datu, Meiliyawati Tandi
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1516

Abstract

Abstract : Fungal diseases affecting the skin, nails, mucous membranes and internal organs caused by various Candida species. Candida albicans is a pathogenic fungus that predominantly infects the urinary tract, genitals, skin and mouth. The most common cause of candidosis is Candida albicans, the species with the highest pathogenicity. Candidiasis on the surface of organs usually only contains a large number of blastospores, in advanced stages only hyphae are seen. If the examination found the presence of Candida sp, it is likely that this yeast is one of the causes of infection. Purpose of the study is to determine the description of the difference in results using 10% KOH and 20% KOH in the examination of Candida albicans fungi. Methods: The type of research conducted was descriptive analytic. The examination was carried out by planting on Sabouraud Dextrose Agar Media and then examining with 10% KOH reagent and 20% KOH. Results from the research conducted on 32 KOH reagent preparations, both are not much different. The difference only lies in the background of the preparation of preparations and the shape of spores and hyphae between using KOH 10% and KOH 20% there is a difference from the background of the preparation. Conclusion the visible hyphae are very fine so that in the preparation of preparations using 10% KOH the hyphae are not clearly visible. In preparations using KOH 20% spores are clearly visible and look full.
Gambaran Kadar C-Reaktif Protein Pada Perokok Aktif Rampo, Herniaty; Utami, Rinda Aulia; Anisa, Anisa
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1517

Abstract

Abstract: Smoking has a detrimental impact on health and is a major factor in the occurrence of arteriosclerosis and coronary heart disease. This is because the nicotine content can stimulate platelet aggregation and Carbon monoxide (CO) can accelerate the formation of blood vessel plaques which can stimulate inflammation. Smoking has become part of the lifestyle and part of the association. Smoked cigarettes contain a wide variety of harmful chemicals such as nicotine, tar and carbon monoxide that can stimulate the inflause process. C-Reaktif Protein Is a marker of inflammation. c-reaktif protein levels can increase after trauma, infection, and inflammation. this study aims to find out how c-reaktif protein levels are described In Active Smokers. The Purpose Of The Study: to find out how c-reaktif protein levels are described in active smokers. method: this type of research is descriptive survey using 31 samples taken from 31 active smokers in rt 05 rapak rejo hamlet, kutai kartanegara. The c-reaktif protein examination using the latex agglutination method. Results: From the study conducted on Some of the respondents had a level of C-Reactive Protein <6mg/l as many as 29 respondents (93.5%).
Pengaruh Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dengan Berbagai Jenis Pelarut terhadap Pertumbuhan Escherichia coli (Literature Review) Raudah, Siti; Mawardani, Maya Tamara; Amelia, Ria
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1519

Abstract

Background: Papaya leaf (Carica papaya L.) can be used as an antimicrobial. Phytochemical analysis proves papaya leaves contain antimicrobial compounds, including flavonoids, tannins, alkaloids, steroids, and saponins. In this study, the bacteria used were Escherichia coli, and the extraction process used several types of solvents, namely ethanol, methanol, water, and ethyl acetate. Purpose: This study aimed to determine the growth of Escherichia coli. Method: Literature review. The search started from January 13, 2021, to June 15, 2021, through electronic-based searches, including the Garuda Portal, Google Scholar, Research Gate, and Science Direct. Result: The obtained results were that all types of solvents have inhibition zones on the growth of Escherichia coli, where solvents of ethanol, methanol, water, and ethyl acetate had the highest inhibition zone respectively, namely 18,6 mm, 20 mm, 12 mm, and 12 mm. Conclusion: Papaya leaf extract using various types of solvents has effectiveness in inhibiting the growth of Escherichia coli
Analisis Hasil Quality Control Pemeriksaan Natrium, Kalium dan Klorida Irwadi, Didi; Wahid, Rifky Saldi A.; Marsudi, La Ode; Pasti, Ikar Fujie
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1520

Abstract

Pemeriksaan laboratorium yang berkualitas perlu langkah-langkah pemantapan mutu untuk menjamin tingkat ketelitian dan ketepatan. Menjamin tingkat ketepatan dan ketelitian hasil dari pemeriksaan laboratorium dilakukan pemantapan mutu internal yaitu quality control pada pemeriksaan elektrolit darah meliputi natrium, kalium dan klorida. Untuk menganalisa hasil Quality Control pemantapan mutu internal dari pemeriksaan elektrolit (natrium, kalium dan klorida) yang meliputi akurasi dan presisi pada alat elektrolit analyzer. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder yang dilakukan selama 30 hari. Data yang diperoleh kemudian dianalisis nilai coefficient of variation (CV), bias (d%), serta grafik kontrol Levey-Jennings dengan aturan westgard multirules. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kontrol kualitas pemeriksaan Natrium memiliki CV pada kontrol level 1: 0,8% dan level 2 : 1,1%, Sedangkan nilai d% untuk kontrol level 1: 2,5% dan kontrol level 2: 0,4%, Kalium nilai CV kontrol level 1: 2,1% dan level 2: 1,6%, sedangkan nilai d% kontrol level 1: 1,6% dan level 2: 1,3% . Klorida nilai CV kontrol level 1: 1,2% dan level 2: 1,4%, sedangkan nilai d% kontrol level 1: 1,5% dan level 2: 3,3%. Evaluasi grafik levey-jennings pada pemeriksaan natrium dan kalium tidak ditemukan pelanggaran sedangkan klorida melanggar aturan 10x dan 1-2s. Pemeriksaan natrium, kalium dan klorida memiliki presisi yang baik sedangkan pemeriksaan natrium dan klorida hasilnya tidak akurat dan kalium hasilnya akurat. Serta evaluasi grafik Levey-Jennings dengan aturan westgard pada pemeriksaan klorida ketentuan penolakan dan peringatan.
Studi Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Laboratorium di UPTD Puskesmas Lempake Harianja, Edison; Mawardani, Maya Tamara; Sari, Sarifah Ratna
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1521

Abstract

Kepuasan pasien merupakan cerminan dari mutu pelayanan kesehatan yang mereka terima. Untuk mengetahui kinerja pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat, perlu dilakukan penelitian atas pendapat masyarakat terhadap kepuasan pelayanan di laboratorium. Dengan berdasarkan Keputusan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : Kep/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyususnan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah untuk melakukan pengukuran atas indeks kepuasan masyarakat akan pelayanan publik. Kemudian ke-14 indikator yang akan dijadikan instrument pengukuran berdasarkan kepuasan mentri pendayagunaan aparatur negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks pelayanan yang paling baik di laboratorium serta untuk mengetahui indikator pelayanan yang kurang baik di laboratorium UPTD Puskesmas Lempake. Metode yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan Non Probability Sampling dengan jumlah 150 orang dari pasien laboratorium di UPTD Puskesmas Lempake. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2018. Data yang telah didapatkan akan dianalisis secara deskriptif dan dilakukan perhitungan dengan nilai IKM atau Indeks Kepuasan Masyarakat. Hasil penelitian berdasarkan Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan Laboratorium di UPTD Puskesmas Lempake Samarinda adalah 75,87 dengan kinerja pelayanan baik. Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan Laboratorium di UPTD Puskesmas Lempake Samarinda adalah 75,87 dengan kinerja pelayanan yang baik.
Gambaran Glukosa Darah Sewaktu Dan Puasa Pada Pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Aminuddin, Muhammad Fahmi; Marsudi, La Ode; Amaliah, Nur Ilmi
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1522

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh karena terjadinya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Hiperglikemia dapat berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang sehingga dibutuhkan diagnosis penanganan terhadap Diabetes Mellitus. Pemeriksaan glukosa darah dapat menjadi langkah awal untuk mendiagnosis penyakit Diabetes Mellitus. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel manusia. Glukosa terbentuk dari karbohidrat yang dikonsumsi melalui makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot. Pemeriksaan ini menggunakan alat Kimia Analyzer Biolis 24i Premium dengan menggunakan metode Heksokinase yang merupakan metode referensi dikarenakan memiliki akurasi dan presisi yang sangat baik dan juga enzim yang digunakan spesifik untuk pemeriksaan glukosa. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 1 jam. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa dalam tubuh seseorang dengan menggunakan alat Kimia Analyzer Biolis 24i Premium. Pengamatan dilaksanakan pada tanggal 03 Januari 2023 s/d 13 Februari 2023 di Laboratorium Kimia Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Pada pengamatan diperoleh sampel GDS sebanyak 313 sampel dengan hasil menurun ada 10 sampel (3%), normal ada 237 sampel (76%) dan meningkat ada 66 sampel (21%). Sedangkan, pada sampel GDP diperoleh sampel sebanyak 120 sampel dengan hasil menurun ada 4 sampel (3%), normal ada 57 sampel (48%) dan meningkat ada 59 sampel (49%). Kesimpulan tahapan Pra-Analitik, Analitik dan Pasca Analitik pada pemeriksaan GDS dan GDP menggunakan alat Kimia Analyzer Biolis 24i Premium telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Pemantapan Mutu, Good Laboratory Practice (GLP) dan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Profil Kadar Glycated Albumin (GA) Pada Penderita Nefropati Diabetik Ariza, Desyani
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i2.1632

Abstract

Nefropati Diabetik (ND) atau yang lebih dikenal dengan penyakit ginjal diabetes (PGD) merupakan salah satu komplikasi mikroangiopati kronik pada ginjal akibat diabetes mellitus yang ditandai dengan adanya mikro atau makroproteinuria yang persisten, peningkatan tekanan darah serta gangguan fungsi ginjal yang progresif. Glycated Albumin (GA) adalah produk glikasi albumin serum yang terdapat dalam darah dan seluruh tubuh. Albumin merupakan protein yang mudah terikat dengan glukosa. Pengukuran GA dapat mengkonfirmasi perubahan status glukosa darah 1-2 minggu setelah pengobatan dimulai sehingga efikasi pengobatan dapat diperoleh lebih cepat. Pengamatan biologis sifat GA berhubungan dengan patogenesis komplikasi vaskular diabetes. Dengan demikian, GA mungkin bisa menjadi ukuran yang lebih handal dari kontrol glikemik serta prediktor komplikasi pembuluh darah pada orang dengan diabetes dan nefropati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Glycated Albumin (GA) pada pasien nefropati diabetik. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian dilakukan selama periode Mei sampai Juli 2017 dengan jumlah sampel 47 subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Tempat penelitian dilakukan di RS. DR Wahidin Sudirohusodo untuk pengambilan sampel dan pengukuran kadar GA diukur dengan metode enzimatikkolorimetri di Laboratorium Parahita Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan 46 sampel (97,9%) mengalami peningkatan > 16% dan 1 sampel (2,1%) dengan kadar GA normal yaitu berkisar 11-16 %. Pada keseluruhan sampel penelitian diperoleh sebagian besar sebanyak 97,9 % mengalami peningkatan kadar GA.
Pengaruh Penundaan Pengelolaan Sampel Serum Terhadap Hasil Pemeriksaan Kadar Elektrolit Marsudi, La Ode; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Harianja, Edison; Agustian, Muhammad
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i2.1652

Abstract

Laboratorium klinik sangat penting untuk menentukan keseimbangan elektrolit tubuh. Selama tahap pra analitik, pengendalian harus dilakukan untuk memastikan bahwa spesimen yang diterima benar dan memenuhi syarat. Tahap ini bertanggung jawab atas 60-70% kesalahan operasi di laboratorium klinik. Keterlambatan pemeriksaan sampel serum untuk pemeriksaan akan mempengaruhi hasil pemeriksaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penundaan sampel serum terhadap hasil pemeriksaan kadar elektrolit (Na+, K+, Cl-). Metode yang digunkana pada penelitian ini untuk pemeriksaan kadar elektolit yaitu metode Ion Selective Electroda (ISE) menggunakan alat AVL 9180 Electrolyte Analyzer. Hasil pemeriksaan diperoleh 25 sampel serum yang diperlakukan dengan tiga perlakuan, yaitu segera diperiksa, ditunda 120 menit dan ditundaan 150 menit. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kadar Na+ pada sampel serum yang segera diperiksa rata-rata 133,40 mmol/L, pada sampel ditunda 120 menit rata-rata 133,56 mmol/L, dan pada sampel ditunda 150 menit rata-rata 133,80 mmol/L (p-value (0.966) > 0.05). Kadar K+ pada sampel serum yang segera diperiksa rata-rata 4,23 mmol/L, pada sampel ditunda 120 menit rata-rata 4,20 mmol/L, dan pada sampel ditunda 150 menit rata-rata 4,18 mmol/L (p-value (0.926) > 0.05). Kadar Cl- pada sampel serum yang segera diperiksa rata-rata 99,96 mmol/L, pada sampel ditunda 120 menit rata-rata 100,16 mmol/L, dan pada sampel ditunda 150 menit rata-rata 100,32 mmol/L (p-value (0.970) > 0.05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh waktu penundaan sampel serum yang segera diperiksa, ditunda 120 menit dan 150 menit terhadap hasil pemeriksaan kadar elektrolit (Na+, K+, Cl-).