cover
Contact Name
La Ode Marsudi
Contact Email
marsudi@itkeswhs.ac.id
Phone
+6285273563932
Journal Mail Official
jutelmo@itkeswhs.ac.id
Editorial Address
Jl. Kadrie Oening No. 77 Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
ISSN : 28099036     EISSN : 28100794     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Teknologi Laboratoium Medik Borneo adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan dua kali setahun oleh Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda. Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian tentang segala aspek ilmu Teknologi Laboratorium Medik yang inovatif, kreatif, orisinal dan berbasis ilmiah. Topik yang diangkat meliputi Hematologi, Kimia Klinik, Imunologi, Sitohitoteknologi, Bakteriologi, Parasitologi, dan Toksikologi Klinik
Articles 58 Documents
Penanganan Cairan Pleura Transudat dan Eksudat dari Penderita Efusi Pleura Wahid, Rifky Saldi A.; Jumriati, andi
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1064

Abstract

Efusi Pleura merupakan akumulasi cairan yang abnormal yang disebabkan oleh pembentukan cairan pleura terjadi karena adanya peningkatan pembentukan cairan pleura dan penurunan kecepatan absorbsi cairan pleura. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penanganan dan analisis teoritis pada pemeriksaan specimen cairan pleura pada tahap pra-analitik, analitik dan pasca analitik. Metode dalam pembuatan apusan menggunakan metode Smear atau oles. Penelitian dilakukan pada bulan November – Desember 2021. Hasil Penelitian yang diperoleh dari 28 sampel penangangan spesimen pleura diperoleh 25 (89%) sediaan tipis dari 28 sampel, 25 (89%) warna cairan kuning jernih dari 28 sampel dan 25 (89%) cairan jernih dari 28 sampel. Kesimpulan dalam penanganan ini dimulai dari dari tahap pra analitik yaitu diterimanya sampel dan dilakukan pendaftaran, dilanjutkan tahap analitik yaitu pembuatan sediaan lalu tahap pasca analitik yaitu pembacaan dan pelaporan hasil.
Pemeriksaan Kultur Darah Dengan Menggunakan Alat Vitek 2 Compact Laboratorium Mikrobiologi RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Raudah, Siti; Damayanti, Firda
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1065

Abstract

Bakteremia adalah terdapatnya bakteri dalam darah, kondisi ini dapat menjadi infeksi yang lebih parah jika tidak diobati seperti sepsis. Baku emas diagnosis bekteremia adalah kultur darah. Pemeriksaan kultur darah adalah tes untuk mendeteksi mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang terdapat di dalam darah. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui proses pemeriksaan kultur darah dan identifikasi mikroorganisme yang terdapat dari kultur darah dengan alat Vitek 2 Compact. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan pada tanggal 22 November s/d 31 Desember 2021 di laboratorium mikrobiologi RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Dari hasil pengamatan didapatka 100 sampel pemeriksaan telah di dapatkan hasil sampel positif sebanyak 17 sampel dan sampel negatif sebanyak 83 sampel. Pada sampel positif ditemukan bakteri Staphylococcus hominis ssp hominis, Staphylococcus haemolyticus, Acinetobacter baumannii, Klebsiella pneumoniae ssp pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Alcaligenes faecalis ssp faecalis. Kesimpulan pemeriksaan kultur darah yang dilakukan di mulai dari tahap pra analitik, analitik serta tahap pasca analitik yang dilakukan dengan menggunakan alat Vitek 2 Compact di laboratorium mikrobiologi RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.
Pemeriksaan Elektrolit Menggunakan Alat Nova 5 Electrolyte Analyzer Di Laboratorium Cyto RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Irwadi, Didi; Fauzan, Muhammad
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1066

Abstract

Elektrolit adalah senyawa dalam larutan yang berdisosiasi dengan ion positif atau negatif menjadi partikel bermuatan. Ion bermuatan positif disebut kation, dan ion bermuatan negatif disebut anion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan dan analisis teoritis hasil pemeriksaan elektrolit menggunakan alat Nova 5 Electrolyte Analyzer di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode Pemeriksaan elektrolit dengan alat Nova 5 Electrolyte Analyzer menggunakan metode ion selektif elektron (ISE) dengan sampel serum. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 100 sampel. Pemeriksaan natrium, kalium dan klorida dengan nilai rendah berturut-turut berdasarkan kategori usia yakni, Balita (0-5) 5, 3, dan 5 sampel, anak-anak (5-11) masing-masing 1 sampel, remaja awal (12-16) 2 dan 1 sampel, remaja akhir (17-25) 1 dan 1 sampel, dewasa awal (26-35) masing-masing 2 sampel, dewasa akhir (36-45) 4, 3 dan 1 sampel. Lansia awal (46-55) 15, 8 dan 5 sampel, lansia akhir (56-65) 10, 2 dan 2 sampel, manula (> 66) 8, 4 dan 2 sampel dan pemeriksaan natrium yang tinggi pada anak anak 1 sampel dan kadar klorida pada bayi 2 sampel, anak-anak 2 sampel, remaja awal 1 sampel, dewasa awal dan akhir 3 sampel, lansia awal 7 sampel, lansia akhir 1 sampel dan manula 3 sampel. Berdasarkan kategori jenis kelamin kadar natrium, kalium dan klorida dengan nilai rendah pada laki laki 23, 7 dan 9 sampel dan pada perempuan 25, 16, dan 14 sampel. Kadar natrium pada perempuan 1 sampel dan kadar klorida pada laki-laki dan perempuan masing-masing 11 sampel. Kesimpulan dalam penelitian ini pemeriksaan elektrolit berdasarkan kategori usia pada kadar natrium dan kalium rendah paling banyak terdapat pada lansia awal, kadar klorida rendah pada lansia akhir, sedangkan kadar natrium tinggi pada usia anak-anak, kadar klorida pada lansia awal. Berdasarkan jenis kelamin, kadar natrium, kalium dan klorida, perempuan paling banyak mengalami gangguan.
Skrining Pemeriksaan Widal dengan Metode Slide Aminuddin, Muhammad Fahmi; Putri, Juyana
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1067

Abstract

Demam tifoid merupakan suatu penyakit yang menyerang usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyebaran demam tifoid berkaitan erat dengan urbanisasi, kepadatan penduduk, kesehatan lingkungan, sumber air dan standar kebersihan industri pengolahan makanan yang masih rendah. Diagnosis demam tifoid dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan penunjang salah satunya pemeriksaan widal metode slide. Kelebihan pemeriksaan widal metode slide yaitu relatif murah, mudah dikerjakan, serta waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan widal lebih cepat, sedangkan kelemahannya memiliki spesifisitas dan sensitivitas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pemeriksaan widal dan hasil pemeriksaan widal metode slide pada bulan November sampai dengan Desember 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian di dapatkan pemeriksaan widal metode slide sebanyak 20 sampel selama periode penelitian dengan hasil positif sebanyak 6 sampel dan negatif 14 sampel. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan berjumlah 12 orang (60%) dan laki-laki 8 orang (40%) dengan hasil positif perempuan berjumlah 4 orang (20%) dan positif laki-laki 2 orang (10%) sedangkan berdasarkan usia 0-12 tahun berjumlah 17 orang (85%), usia 13-17 tahun berjumlah 2 orang (15%), dan usia >18 tahun berjumlah 1 orang (5%) dengan hasil positif pada usia 0-12 tahun berjumlah 6 orang (30%). Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan 20 sampel pemeriksaan widal metode slide dengan hasil positif sebanyak 6 sampel dan negatif 14 sampel. Mayoritas hasil positif terjadi pada perempuan (20%) dan usia anak-anak (30%).
Pemeriksaan Prostate Specific Antigen (PSA) Menggunakan Alat Vidas Harianja, Edison; Sari, Agistya Ayu
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1068

Abstract

Prostat spesifik Antigen (PSA) ialah sesuatu molekul glikoprotein yang didapatkan pada kelenjar prostat. Prostat Spesifik Antigen merupakan tumor marker yang paling penting untuk deteksi dini, menentukan staging, dan monitoring pada penderita kanker prostat. Tujuan: untuk melakukan pengamatan pemeriksaan total prostat spesifik antigen menggunakan alat vidas di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, mengetahui pemantapan mutu internal pemeriksaan total prostat spesifik antigen, mengetahui Good Laboratory Practice dan untuk mengetahui kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Tata Laksana: Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 November – 31 Desember 2021 di Laboratorium Imunoserologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa sebanyak 36% pasien memiliki kadar TPSA yang rendah dengan kadar minimal 0,09 ng/ml. Sedangkan sebanyak 48% pasien memiliki kadar TPSA yang tinggi dengan kadar maksimal 13,42 ng/ml. Kesimpulan: Pemeriksaan Total Prostat Spesifik Antigen menggunakan alat vidas di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda telah dilakukan sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) dengan memperhatikan aspek pra-analitik, analitik, dan pasca analitik.
Pemeriksaan HBV-DNA real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Salsabila, Zulfa Zahra; Saputra, Muhammad Albar
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1069

Abstract

Hepatitis B (HBV) merupakan virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit akut, kronis dan juga kematian. Virus ini dapat ditularkan melalui 2 cara, yaitu secara vertikal dan horizontal. Penularan secara vertikal merupakan penularan dari seorang ibu yang HBsAg positif kepada bayi yang dikandungnya. Sedangkan secara horizontal dari pengidap Virus Hepatitis B kepada orang lain disekitarnya, melalui hubungan seksual, transfusi darah dan pasien hemodialisis. Infeksi tersebut dapat dicegah dengan pemberian vaksin, berhati-hati dengan penggunaan jarum, menjaga kebersihan tubuh dan melakukan hubungan seksual yang aman. Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah metode yang sesuai untuk mendeteksi dan menghitung jumlah virus Hepatitis B. Kelebihan dari metode Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah efektif, akurat, sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi serta dapat mendiagnosis beberapa virus. Kekurangan dari metode ini adalah membutuhkan waktu pemeriksaan yang cukup lama dan harganya yang mahal. Tujuan : Untuk mendeteksi adanya virus Hepatitis B pada penderita HBV-DNA menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratorium Mikrobiologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Tata Laksana : penelitian ini dilakukan padatanggal 22 November 2021 sampai 31 Desember 2021 di RSUD Abdul Wahab SjahranieSamarinda. Hasil Sampel : pemeriksaan HBV-DNA dengan metode Real Time PCR di Laboratorium Mikrobiologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda 21 sampel denganhasil yang terdeteksi sebanyak 17 sampel dan yang tidak terdetekssi sebanyak 4 sampel. Kesimpulan : dari 21 sampel pasien yang diperiksa HBV- DNA dengan metodeReal Time PCR diketahui 17 sampel terdeteksi Hepatitis B dan 4 sampel tidak terdeteksivirus Hepatitis B.
Pemeriksaan Ureum dan Kreatinin Menggunakan Automated Chemistry Analyzer Biolis 24i Premium di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Kamil, Kamil; Putri, Anisha Afiralis E.N.
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1070

Abstract

Ureum dan kreatinin merupakan produk sisa dari metabolisme tubuh. Ketika ginjal mulai mengalami kerusakan yang disebabkan oleh suatu penyakit, maka ATP untuk pembentukan energi semakin banyak, dan sisa metabolisme akan semakin banyak, klirens kreatinin akan menurun dan konsentrasi kreatinin akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan dan analisis teoritis dari pemeriksaan ureum dan kreatinin menggunakan alat Automated Chemistry Analyzer Biolis 24i Premium. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan pada tanggal 10 Januari sampai 18 Februari 2022 di Laboratorium Kimia Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode yang digunakan pada pemeriksaan ureum metode Enzimatik dan pada pemeriksaan Kreatinin metode Jaffe Reaction. Hasil dari pemeriksaan ini didapatkan sebanyak 100 sampel. Pemeriksaan ureum menggunakan metode Enzimatik dan pada pemeriksaan kreatinin menggunakan metode Jaffe Reaction. Hasil: diperoleh masing-masing 100 sampel. Hasil pemeriksaan ureum dengan hasil normal didapatkan sebanyak 64 sampel (64%), pada laki- laki 36 sampel (36%) dan pada perempuan 28 sampel (28%). Sedangkan pada pemeriksaan kreatinin dengan hasil normal didapatkan sebanyak 68 sampel (68%), pada laki-laki 31 sampel (31%) dan pada perempuan 37 sampel (37%). Kesimpulan dari pemeriksaan ureum didapatkan hasil kadar rendah pada Dewasa Akhir (36-45), dan pada kreatinin didapatkan pada Lansia Akhir (56-65). Dan untuk kadar tinggi ureum paling banyak pada Lansia Akhir (56-65) dan pada kreatinin didapatkan pada Dewasa Akhir (36-45). Sedangkan, pada pemeriksaan ureum dan kreatinin berdasarkan Jenis Kelamin untuk hasil kadar rendah paling banyak pada jenis kelamin perempuan, dan untuk hasil kadar tinggi paling banyak pada jenis kelamin laki-laki.
Pemeriksaan Mikroskopis BTA Menggunakan Metode Pewarnaan Ziehl-Neeslen di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Anam, Khoirul; Rahmawati, Elsya
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1071

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru. Pemeriksaan mikroskopis apus sputum pewarnaan Ziehl-Neelsen adalah metode yang sesuai untuk identifikasi basil tahan asam (BTA). Tujuan: bertujuan untuk mengidentifikasi adanya Mycobacterium tuberculosis pada sampel sputum dengan menggunakan metode pewarnaan Ziehl-Neelsen di Laboratorium Mikrobiologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Tata Laksana: Penelitian dilakukan pada tanggal 22 November sampai 31 Desember 2021. Hasil: Diperoleh sampel BTA sebanyak 14 sampel pasien suspek TB yang dirujukan duplo (SP) didapatkan ada 10 sampel (-), 1 sampel (1+), 2 sampel (2+) dan 1 sampel (3+). Kesimpulan: pemeriksaan Mikroskopis BTA menggunakan metode pewarnaan Ziehl-Neelsen di Laboratorium Mikrobiologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang diterapkan.
Hasil Pemeriksaan Hematologi Rutin Pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD): Sebuah Studi Literatur Marsudi, La Ode; Irwadi, Didi; Sumbung, Agnestasya
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1072

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang di sebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aides aegypti dan Aides albopictus. Pemeriksaan laboratorium yang biasa dilakukan untuk melihat pasien terdiagnosis demam berdarah dengue, yaitu dengan pemeriksan hematologi rutin dengan parameter Eritrosit, Leukosit, Hemoglobin, Hematokrit dan Trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan hematologi rutin pada pasien DBD. Metode penelitian ini merupakan studi literatur. Hasil penelitian didapatkan jumlah rerata eritrosit 5,03×10⁶ sel/mm³, jumlah rerata leukosit 5,35×10³ sel/mm³, kadar rerata hemoglobin 15,53 g/dl, nilai rerata hematokrit 60,93% dan jumlah rerata trombosit 71,36×10³ sel/mm³. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil pemeriksaan hematologi rutin pada pasien DBD didapatkan jumlah rerata eritrosit, leukosit, dan kadar hemoglobin dalam batas normal, sedangkan nilai rerata hematokrit meningkat diatas nilai rujukan, serta jumlah rerata trombosit menurun dibawah nilai rujukan.
Pemeriksaan Indeks Eritrosit Menggunakan Alat Mindray Bc-5150 Di Laboratorium RSUD AWS Susanto, Zaenal Adi; Marsudi, La Ode; Sulastri, Novi
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v2i1.1073

Abstract

Indeks Eritrosit atau Mean Corpuscular Value adalah suatu nilai rata-rata yang dapat memberi keterangan mengenai rata-rata eritrosit dan mengenai banyaknya hemoglobin per-eritrosit. Pemeriksaan Indeks Eritrosit digunakan sebagai pemeriksaan penyaring untuk mendiagnosis terjadinya anemia dan mengetahui anemia berdasarkan morfologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan Indeks Eritrosit menggunakan alat mindray Bc-5150. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium RSUD Abdul Wahab Sjaranie Samarinda pada Tanggal 10 Januari 2022 sampai dengan 18 Februari 2022. Hasil penelitian diperoleh 70 sampel, nilai MCV (Mean Corpuscular Volume) menurun ada 21 sampel (30%) dan meningkat 21 sampel (30%). Nilai MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) menurun ada 28 sampel (40%), normal ada 35 sampel (40%), dan meningkat ada 7 sampel (10%). Nilai MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration) menurun ada 14 sampel (20%), normal ada 42 sampel (60%), dan meningkat 14 sampel (20%). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada 30% persen pasien mengalami anemia mikrositik dan ada 14% pasien mengalamin anemia makrositik.