cover
Contact Name
Rusli
Contact Email
journal.egovwiyata@gmail.com
Phone
+6283826748762
Journal Mail Official
journal.egovwiyata@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Pangandaran Cijulang Km 3.3 Kecamatan Pangandaran 46396 Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
Location
Kab. pangandaran,
Jawa barat
INDONESIA
Kybernology : Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Administrasi Publik
ISSN : -     EISSN : 30311063     DOI : -
Core Subject : Social,
Focus : Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik adalah Jurnal nasional yang fokus pada Bidang Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik. Jurnal ini menerima manuskrip hasil penelitian/riset dan hasil kajian literatur (literatur review). Scope : Administrasi Publik Kebijakan Pemerintahan. Manejemen Pemerintahan Birokrasi Pemerintah Politik Pemerintahan Kepemimpinan Pemerintahan Ekonomi Pemerintah Hukum Tata Pemerintah E- Government Pengawasan Pemerintahan Tata Kelola Pemerintahan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Pusat dan Daerah Pembangunan Desa Perencanaan Pemerintah
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024" : 43 Documents clear
PEMBANGUNAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM PENGENDALIAN PENYELENGGARA PEMBERANGKATAN IBADAH UMRAH BERBASIS PREVENTION CONTROLLING HYBRID SYSTEM Samsudin, Sarip Sahrul
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.135

Abstract

Ibadah umrah banyak diminati masyarakat, namun banyak oknum PPIU yang melakukan penyelewenangan sehingga merugikan masyarakat. Kementerian Agama mempunyai program pengendalian melalui monitoring dan evaluasi, namun pelaksanaannya banyak terdapat kekurangan. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa kondisi faktual kebijakan pengendalian penyelenggara pemberangkatan ibadah umrah yang dilakukan oleh Kementerian Agama pada PPIU dan untuk mendeskripsikan serta menganalisa faktor penghambat dan pendukung pengembangan pengendalian dengan berbasis Prevention Controlling Hybrid System atau PCHS. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dan data dianalisa dengan menggunakan SWOT serta AHP. Hasil penelitian: 1) kondisi faktual kelemahan monitoring dan evaluasi yakni tidak adanya instrument, tidak adanya perencanaan, petugas kurang berkompeten, waktu pelaksanaan tidak tepat, kurangnya anggaran, tidak adanya evaluasi; 2) untuk membangun pengendalian PPIU melalui monitoring dan evaluasi harus dilakukan identifikasi faktor internal dan eksternal sehingga diperoleh strategi yang tepat, strategi yang tepat menurut analisis SWOT adalah kombinasi antara strength-opportunity, selanjutnya strategi tersebut diuraikan berdasarkan skala prioritas dengan analisis AHP dan diperoleh alternatif strategi mengedepankan tanggungjawab peran,credibility, integritas, proses pembuatan keputusan dan keterwakilan forum serta memanfaatkan temuan. Dengan demikian ditemukan pendekatan yang tepat untuk pelaksanaan pengendalian dengan menggunakan Prevention Controlling Hybrid System sebagai suatu pengendalian dengan metode umpan maju, dapat dilakukan oleh siapapun dengan hasil yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian untuk dapat mengimplementasikan pendekatan ini perlu adanya kebijakan publik. Kesimpulan: pengendalian pada PPIU dibangun berdasarkan strategi dan alternatif kriteria yang diperoleh dari aspirasi stakeholder untuk dapat mencari solusi dengan menggunakan kebijakan publik.
STRATEGI PENGAWASAN LEMBAGA PEMERINTAH DI KOTA BANDA ACEH BERBASIS PREVENTION CONTROLLING HYBRID SYSTEM Dewi, Yunita
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.137

Abstract

The strategy of government institution supervision based on prevention controlling hybrid system is an innovative approach that aims to improve the effectiveness and efficiency in public administration supervision. In today's digital era, the challenges faced by government institutions are increasingly complex, including limited human resources, inadequate technological infrastructure, and the need for transparency and accountability. This study identifies various problems that hinder the implementation of an effective supervision system, such as resistance to change and challenges in system integration. Through a hybrid approach that combines traditional supervision methods and information technology, this strategy is expected to create a more responsive and adaptive supervision environment. The results of this study indicate that increasing human resource capacity, developing technological infrastructure, and implementing better transparency and accountability principles are the keys to achieving optimal supervision goals. Thus, this strategy not only contributes to improving the performance of government institutions, but also to increasing public trust in public institutions.
PERANAN PEMERINTAH KELURAHAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Sakira Achmad Alamri; Juriko Abdussamad; Romy Tantu
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.139

Abstract

This study aims to explore the role of the urban village government in improving the quality of public services for the community, focusing on the following indicators: regulatory function, policy formulation, service delivery, law enforcement, and the maintenance of public order and security. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis involves data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the urban village governments in Talumolo and Leato Utara have performed various functions, but each function still faces several challenges which are noticeable from the following details: (1) The regulatory function in both urban villages is effective in creating a safe environment, but consistency and relevance of regulations sometimes pose challenges. (2) Policy formulation involves the participation of the community and stakeholders of both urban villages, despite concerns about the lack of community attention during the policy formulation process. (3) The service delivery function in both urban villages shows significant efforts, but there are several complaints about the effectiveness and efficiency of services. (4) Similarly, Law enforcement in Talumolo, which includes socialization and patrols, also has gotten several dissatisfaction complaints regarding the consistency of decisive actions, while in Leato Utara, training to reduce crime has not been effectively impactful. (5) The maintenance of public order is conducted through education and administrative services, but there are still concerns about compliance and service efficiency. Overall, even though progress has been made, improvements in consistency, relevance, and efficiency are still needed to achieve better outcomes.
EFEKTIVITAS PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KANTOR KELURAHAN BONGOHULAWA KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Kuke, Sri Dewanti; Isa, Rusli; Tantu, Romy
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.140

Abstract

Tuljulan dari pelnellitian ini adalah ulntulk melngidelntifikasi dan melnjellaskan elfelktivitas pelmulngultan pajak bulmi dan bangulnan di Kantor Kellulrahan Bongohullawa, Kelcamatan Limboto, Kabulpateln Gorontalo, delngan melnggulnakan elmpat indikator: Inpult, Throulghpult, Oultpult, dan Relsullt. Objelk didalam pelnellitian ini adalah Kantor Kellulrahan Bongohullawa Kelcamatan Limboto Kabulpateln Gorontalo, kelmuldian meltodel yang digulnakan dalam pelnellitian ini yaitul meltodel delskriptif kulalitatif. Adapuln telknik dalam pelngulmpullan data pelnelliti melnggulnakan telknik obselrvasi, wawancara, dan dokulmelntasi delngan analisis data selcara kulalitatif. Hasil pelnellitian ini melnulnjulkan bahwa  (1) Inpult suldah dijalankan selsulai delngan  langkah-langkah dan  proseldulr yang ditelrapkan olelh Kantor Kellulrahan Bongohullawa Kelcamatan Limboto Kabulpateln Gotontalo dan telrbilang suldah elfelktif, (2) Throulghpult, dalam pelngimformasian melngelnai pajak bulmi dan bangulnan yaitul delngan melmbelrikan sppt mellaluli tiap kelpala kellulrahan selhingga melmuldahkan para wajib pajak tidak lagi melndatangi kantor kellulrahan dan suldah melmuldahkan dalam hal pelmbayaran mellaluli kantor pos, bank dan seltiap kelpala kellulrahan, (3) Oultpul,t dari hasil pelnellitian bahwa dari hasil pelmulngultan pajak bulmi dan bangulnan di Kantor Kellulrahan Bongohullawa Kelcamatan Limboto Kabulpateln Gorontalo bellulm selsulai delngan targelt yang diteltapkan selhingga bellulm dikatakan elfelktif, (4) Oultcomel, dalam melkanismel proseldulr pelmbayaran pajak bulmi dan bangulnan di Kantor Kellulrahan Bongohullawa Kelcamatan Limboto Kabulpateln Gorontalo suldah telrbilang baik. Belrdasarkan hasil pelnellitian ini dapat disimpullkan bahwa Elfelktivitas Pelmulngultan Pajak Bulmi dan Bangulnan bellulm belrjalan selcara elfelktif selhingga pelndapatan ataul targelt yang ditelntulkan bellulm selsulai delngan yang suldah diteltapkan selhingga dapat dikatakan masyarakat Kellulrahan Bongohullawa Kelcamatan Limboto Kabulpateln Gorontalo masih kulrang kelsadaran dalam hal pelmbayaran pajak bulmi dan bangulnan selhingga dihimbaul ulntulk lelbih melningkatkan ataul melnyadari bahwa pelmbayaran pajak bulmi dan bangulnan itul sangat pelnting.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT SEKITAR OBJEK WISATA PANTAI BOTUTONUO Yusuf, Ismiyati; Nani, Yacob Noho; Tantu , Romy
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana (1) Strategi pengembangan pada objek wisata pantai botutonuo. (2) Strategi pemerintah terhadap pengembangan wisata pantai botutonuo melalui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan analisis SWOT (Strentgth, Weaakness, Opportunity, Threat). Hasil penelitian Strategi Pengembangan Pariwisata dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sekitar Objek Wisata Pantai Botutonuo dengan menggunakan  analisis SWOT yaitu (1) Strategi pengembangan wisata pantai botutonuo melalui analisis SWOT yaitu Aspek kekuatan yaitu memiliki lokasi yang strateg, pemandangan yang indah, lokasi yang luas, gazebo yang besar serta vila, homestay dan kamar mandi. Aspek kelemahan yaitu belum memiliki media sosial, kurangnya futniture pendukung, kurangnya fasilitas kebersihan dan tempat ibadah serta manajemen pengelolah yang belum terarah. Aspek peluang diantaranya membuka lapangan kerja dengan membuka usaha disekitar pantai, menambah pendapatan daerah dan devisa negara dan adanya kerjasama investor. Aspek ancaman diantaranya yaitu perubahan cuaca yang tidak menentu, bencana alam seperti banjir, erosi pantai dan air laut naik kepermukaan. Selain itu adanya kompetitor dan wisata subtitusi. (2) Strategi pengembangan pada objek wisata pantai botutonuo yaitu menambah fasilitas kebersihan, menambah futniture pendukung, membuat akun media sosial, memperbaiki fasilitas tempat ibadah dan membuat tembok guna mencegah perubahan cuaca dan bencana alam.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PEMANDIAN LOMBONGO KABUPATEN BONE BOLANGO Djali, Sri Novita Afriani Nur; Nani, Yacob Noho; Tohopi, Rustam
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.143

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan objek wisata pemandian Lombongo. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan yang digunakan pemerintah untuk mendorong pengembangan objek wisata Lombongo dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan Huberman. Studi ini berfokus pada strategi pengembangan objek wisata Lombongo di Kabupaten Bone Bolango dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana pengembangan objek wisata pemandian Lombongo di Kabupaten Bone Bolango telah berjalan dengan baik dalam beberapa hal. Misalnya, aspek kekuatan, yaitu fasilitas infrastruktur untuk wisata, telah dimaksimalkan, dan aspek peluang pengembangan, yaitu jumlah yang cukup besar, karena dapat membantu masyarakat di sekitar objek wisata. Namun, ada beberapa hal yang belum sempurna, seperti kelemahan: banyak fasilitas yang dibangun oleh PEMDA belum berfungsi dengan baik karena tidak ada pengelola di setiap unit, dan ancaman terbesar di tempat wisata Lombongo adalah bencana alam yang dapat mengakibatkan kerugian besar.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROMOSI POTENSI WISATA PEMANDIAN LOMBONGO KABUPATEN BONE BOLANGO Sumaga, Siti Anisa; Nani, Yacob Noho; Tantu, Romy
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.144

Abstract

Promosi dapat mempengaruhi pengembangan potensi wisata, pelaksanaan impelentasi kebijakan promosi yang optimal dapat meningkatkan jumlah kunjungan pada suatu objek wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Kebijakan Promosi Potensi Wisata Pemandian Lombongo Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  penelitian kualitatif deskriptif, dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini yakni implementasi kebijakan promosi potensi wisata pemandian Lombongo Kabupaten Bone Bolango dapat dikatakan belum maksimal. Berdasarkan faktor-faktor penentu keberhasilan implementasi kebijakan yang di kemukakan oleh Edward III, dari segi faktor komunikasi yaitu kurangnya kejelasan penyampaian informasi untuk promosi wisata, faktor sumber daya baik berupa SDM, SDA maupun fasilitas yang tersedia untuk promosi belum optimal pemanfaatannya, dan faktor disposisi/sikap pelaksana juga perlukan adanya pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi penggunaan media promosi. Serta dari segi struktur birokrasi sudah terdapat tupoksi yang mengatur tanggung jawab masing-masing kelompok kerja di Wisata Pemandian Lombongo Kabupaten Bone Bolango.
ANALISIS EFEKTIVITAS AKSI KONVERGENSI/INTEGRASI STUNTING DI WILAYAH KABUPATEN ACEH JAYA Nasir, Muhammad
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.145

Abstract

Gerakan penurunan stunting di Kabupaten Aceh Jaya dimulai pada Tahun 2020 berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Jaya Nomor 307 Tahun 2020 tentang Tim Pengentasan dan Penanganan Malnutrisi Terintegrasi Kabupaten Aceh Jaya dan mulai fokus pada Pencegahan dan Penangulangan malnutrisi (Stunting/Gizi Akut). Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisa efektif atau tidaknya pelaksaaan program 8 (delapan) aksi Konvergensi/Integrasi Stunting yang sudah dirumuskan guna menuunkan angka stunting di Kabupaten Aceh Jaya. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif, data dianalisa dengan menggunakan model Miles and Huberman. Penelitian ini menemukan bahwa Realisasi pelaksanaan program 8 (delapan) Aksi Konvergensi/Integrasi Stunting di Kabupaten Aceh Jaya sudah berjalan dengan efektif. Persentase penderita stunting di Kabupaten Aceh Jaya menunjukkan tren penurunan dari persentase 20% menjadi 12,6 %. Hal ini menunjukkan adanya tren penurunan dari tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil positif dari kerja bersama yang sudah dilakukan oleh Sekber Bangraja dalam melakukan intervensi, baik secara spesifik maupun intervesi senstif kepada sasaran anakpenderita malnutrisi (stunting/gizi akut).
PENILAIAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN GORONTALO Debriyana Adam; Arifin Tahir; Zuchri Abdussamad
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.146

Abstract

This research aims to analyze the performance assessment of civil servants (PNS) at the Regional Finance and Assets Agency of Gorontalo Regency. Performance assessment is a key element in effective human resource management, and is important to ensure that this policy is implemented correctly in order to improve organizational performance in Gorontalo district's regional financial and asset bodies. There are several supporting factors such as commitment from regional leaders and support from central government policies. This research method uses descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation. Data analysis techniques begin data collection, data reduction, data display and drawing conclusions or verification.The research findings show that the Civil Servant Performance Assessment at the Gorontalo Regency Regional Finance and Assets Agency is effective and efficient.
EFEKTIVITAS PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DI KAWASAN KUMUH MUARA ABU KELURAHAN OESAPA BARAT KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Pariangu, umbuUmbu TW; Nainel, Milyesdehimne
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v2i2.150

Abstract

Muara Abu, located in Oesapa Barat Urban Village, Kelapa Lima Sub-District, Kupang City, is one of the priority areas for the implementation of the KOTAKU Program. This area has a chaotic building layout, poor road conditions, lack of waste facilities, inefficient waste system, minimal clean water supply from PDAM or has not met the criteria for clean water minimum service standards (SPM), environmental road conditions, drainage, and wastewater management systems, which do not meet technical standards and health aspects. This study aims to determine the effectiveness of the programme implementation using input, process and output variables. Each stage is described through analysis to obtain coherence so that it can be concluded whether the KOTAKU Programme has been effective or otherwise. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data was collected using observation, interview and documentation techniques, then analysed through data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the KOTAKU Programme in Muara Abu has not been effective from the input-process and output aspects as a whole. Some infrastructure has been built to change the landscape of the region. However, holistically, the program has not been able to stimulate support and active participation from the community to contribute ideas and positive behaviour for the continuity of the program's impact. The Kupang City Government also needs to regularly evaluate the implementation of the KOTAKU Programme to ensure that the facilities built are in line with quality and sustainability requirements.