cover
Contact Name
Sukardi Malik
Contact Email
empiris.manggalajournal@gmail.com
Phone
+6281917222929
Journal Mail Official
empiris.manggalajournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Merdeka Raya, Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB 83116, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30472660     DOI : https://doi.org/10.62335/tpf0xt37
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan is a peer-review journal that could be access to the public, published by LPP Manggala Institute. EMPIRIS provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to science, technology and health research.
Articles 94 Documents
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI TERAPEUTIK BIDAN TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN DI PMB LILIS SURYANI SST DEPOKTAHUN 2023 Vera, Lucyana Jenny; Putri, Rizkiana; Novita, Astrid
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/trcgjb94

Abstract

The incidence of childbirth anxiety worldwide is estimated at 14%, and primiparous have a greater level of fear compared to multiparous mothers.  Anxiety facing childbirth is fluctuating, in early pregnancy is relatively low and increases with increasing gestational age. In Indonesia there are 373,000 pregnant women, and those who experience anxiety in the face of childbirth as many as 107,000 (28.7%) pregnant women. This study aims to analyze the effectiveness of midwives' therapeutic communication on reducing anxiety of pregnant women before childbirth at PMB Lilis Suryani SST in 2023. This research is a quasi-experiment and the research design used is one group pre-test-post test design, with the sample used amounting to 44 respondents. The results of this study based on statistical analysis of the Paired Sample T-Test showed that there was a significant effectiveness of therapeutic communication on reducing anxiety in pregnant women before delivery, namely P Value = 0.000 (P Value < 0.05). The conclusion of this study is that therapeutic communication is effective for lowering anxiety in pregnant women before delivery. Suggestions for PMB to make therapeutic communication SOPs so that health workers can apply them properly to reduce anxiety for pregnant women.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TINDAKAN FINGERHOLD DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Sonia Angelina; Syafrinanda, Virginia; Fentiana, Nina; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/g9rgzm65

Abstract

Introduction: Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal which results in an increase in morbidity and mortality. WHO shows that around 1.13 billion people in the world suffer from hypertension, the number of people with hypertension continues to increase every year, it is estimated that in 2025 there will be 1.5 billion people with hypertension, and it is estimated that every year 10.44 million people die from hypertension and its complications. Research Objective: Implementing nursing care in the form of providing fingerhold actions to hypertensive patients who experience discomfort. Method: This research is descriptive with a case study approach of nursing care starting from assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation, which was carried out on two respondents aged >18 years who suffered from hypertension with discomfort. Fingerhold actions were carried out for 3 days on both patients at the Putri Hijau Class II Hospital, Medan, using nursing interventions according to SIKI (2018). Research Results: It was found that the provision of fingerhold action can reduce discomfort in hypertensive patients, after the action was carried out for 3 days on client 1 before the action was carried out with a pain scale of 6 (moderate), and after the action became 3 (mild). While in client 2, pain was obtained in the nape of the head before the action was carried out with a pain scale of 6 (moderate), and after the action became 3 (mild). Conclusion: The provision of fingerhold action carried out for 3 days can reduce discomfort in patients suffering from hypertension. Suggestion: Can increase knowledge in hypertensive patients about handling discomfort disorders.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KETIDAKPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Nadia Maulina; Fentiana, Nina; Syafrinanda, Virginia; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/bckzxt74

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang penyebabnya adalah gangguan fungsi ginjal yang sudah menahun, berlangsung secara progresif dan juga bersifat irreversible yang harus dilakukan tindakan hemodialisa, pengaturan diet, dan pembatasan cairan yang masuk. Tujuan Penelitian: melakukan pendidikan kesehatan tentang ketidak patuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang pembatasan cairan. Metode: deskriptif dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah dengan pendekatan asuhan keperawatan dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi, yang dilakukan pada dua pasien dengan kriteria inklusi penderita GGK yang menjalani hemodialisa yang bersedia menjadi responden, pasien gagal ginjal kronis yang sedang menjalani hemodialisa, pasien gagal ginjal kronik yang minimal sudah 3 kali hemodialisa, serta umur pasien 45-70 tahun dan kriteria eksklusi penderita GGK yang tidak bersedia menjadi responden, penderita GGK yang tidak sedang menjalani hemodialis, jenis kelamin penderita laki-laki dan perempuan. Serta intervensi keperawatan menurut SIKI (2018). Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa ketidakpatuhan pembatasan cairan teratasi dimana pasien 1 dengan tingkat pengetahuan 80 (10-100) menjadi 90 (10-100) termasuk dalam kategori patuh sedangkan pada pasien 2 dengan tingkat pengetahuan 80 (10-100) menjadi 90 (10-100) termasuk dalam kategori patuh. Kesimpulan: pemberian pendidikan kesehatan tentang ketidak patuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa efektif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dalam ketidakpatuhan pembatasan cairan. Saran: Dapat menambah pengetahuan pada penderita hendaknya menambah keleluasan ilmu dan teknologi dalam bidang keperawatan terutama dalam asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa
TUMOR OTAK PRIMER PADA ANAK DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PADA TAHUN 2019-2021 Sumaiyah, Siti Nawal; L, Rahmi; ES, Roni
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/gd3ka837

Abstract

Background: Primary brain tumor is one of the disease that often occur in childhood and occupy second place after leukemia. However, the data on this matters are not widely study in Indonesia or in the world. Brain tumor have two peaks, at the age of children and at adult age.  There are several primary brain tumor with various symptoms as well. Primary brain tumor can be located at infratentorial or supratentorial of the brain. The therapy that can be perform are tumor removal, radiotherapy or chemotherapy and complication that can be seen on this case are hydrocephalus and brain herniationObjective: This study aim to determine primary brain tumor at RSUP. Dr. M. Djamil Padang in 2019-2021. Methods: This study is retrospective descriptive study and was conducted by evaluating the medical record of pediatric primary brain tumor at RSUP. Dr. M. Djamil Padang in 2019-2021 with a total sample of 27 patients. Results The result of this study is that most pediatric primary brain tumor accur in boys (51,58%) at the age of 10 – 14 years old. The most commom tumor are medulloblastoma (44,83%) with commom symptom are headache (51,72%). Infratentorial was the comman place for the tumor to occur in this study. The treatment are tumor removal (48,28%) and the complication was hydrocephalus (58,62%). Conclusion: The conclusion of this research was at RSUP. Dr. M. Djamil Padang many pediatric primary brain tumor occur in boys rather than girls and the common age for this disease are 10 – 14 years old with common tumor are medulloblastoma. Symptoms that are oftem occur are headache and the locations are at the infratentorial with the common therapy are tumor removal. Most sample obtained hydrocephalus in this study
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW HUBUNGAN KONSUMSI NATRIUM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA Delfilaura, Asyifa; Amelin, Fitrisia; Machmud, Rizanda
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/n8nv1f94

Abstract

Background : Hypertension does not only occur in adults but also in adolescents, it will be very risky to develop into serious early disease. One of the risk factors for hypertension is the habit of consuming high amounts of sodium, especially in adult hypertension. However, the relationship between sodium intake and the incidence of hypertension in children and adolescents is still controversial and the literature review studies found are still few.  Objective : This research aim to assess the relationship between sodium intake with hypertension in adolescents based on literature review. Methods : This research is a systematic literature review. A literature search was conducted on the Pubmed and Google Scholar databases using inclusion and exclusion criteria. The data synthesis in this literature review was carried out quantitatively. Results : A total of 8 studies were included in the systematic which 4 studies from them is carried out a meta-analysis. The average adolescent consumes sodium above the requirement ranging from 1503 mg per day to 4000 mg per day. The average prevalence of hypertension in adolescents is 2.2% - 35.8%. From the results of the meta-analysis, it was found that there was a significant relationship between sodium consumption and the incidence of hypertension in adolescents with a value of P = 0.00001 (P <0.05). Conclusion : Most adolescents consume sodium above the nutritional recommendation. The prevalence of adolescent hypertension continues to increase. There is a significant relationship between sodium intake and hypertension in adolescents.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, KUALITAS TIDUR, DAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA FIKES DI UNIVERSITAS INDONESIA MAJU Dewi, Syafiyah Naurah; Yuliana, Triagung; Rizki, Retno Inten
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/reagqv14

Abstract

Pendahuluan: Obesitas pada mahasiswa merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat, dengan risiko komplikasi seperti gangguan metabolisme dan penyakit kardiovaskular. Obesitas dipengaruhi oleh asupan zat gizi makro, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Kualitas tidur yang baik menghasilkan kebugaran saat bangun, sedangkan kualitas tidur buruk dapat menurunkan kesehatan dan meningkatkan kelelahan. Aktivitas fisik, yang mencakup gerakan tubuh, memengaruhi keseimbangan energi dan mendukung status gizi yang baik.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan asupan zat gizi makro, kualitas tidur, dan aktivitas fisik dengan obesitas pada mahasiswa Universitas Indonesia Maju tahun 2024. Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 90 mahasiswa obesitas. Data diperoleh melalui pengukuran antropometri, kuesioner PSQI, IPAQ, food recall 2x24 jam, dan wawancara langsung. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara obesitas dengan asupan energi (p=0,000), karbohidrat (p=0,000), protein (p=0,000), lemak (p=0,000), kualitas tidur (p=0,019), dan aktivitas fisik (p=0,000). Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor lain yang memengaruhi obesitas pada mahasiswa. Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi makro dengan mahasiswa obesitas di Universitas Indonesia Maju, ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan mahasiswa obesitas di Universitas Indonesia Maju, ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan mahasiswa obesitas di Universitas Indonesia Maju
ASUHAN   KEPERAWATAN   PADA   PASIEN   DENGAN GANGGUAN  SISTEM  KARDIOVASKULAR : HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Meilani Dwi Sasmita; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/89rrgj70

Abstract

  Hipertensi merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmhg dengan dua kali pengukuran atau lebih. Penanganan pada pasien hipertensi jika tidak tepat akan menyebabkan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular: hipertensi. Metode penelitian: penelitian deskriptif, dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah meliputi pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, melakukan intervensi dan implementasi seperti: melakukan pengukuran tekanan darah, mencatat kualitas denyut nadi sentral dan perifer, mengauskultasi tonus jantung dan suara napas, mengamati warna kulit, kelembapan, suhu, dan waktu pengisian kapiler, mencatat adanya edema, memberikan lingkungan yang tenang, nyaman, mempertahankan pembatasan aktivitas, membantu melakukan perawatan diri sesuai kebutuhan, menganjurkan teknik relaksasai, guided imagery dan distraksi, dan kolaborasi dengan dokter pemberian obat hipertensi, serta melakukan evaluasi tindakan keperawatan yang telah dilakukan. Hasil penelitian: setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 6 hari pada kasus 1 dan 2 dinyatakan berhasil mengatasi masalah resiko perfusi serebral tidak efektif dengan menunjukkan hasil sakit kepala sudah mulai tidak terasa lagi, dan tekanan darah normal. Kesimpulan: tindakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler: hipertensi sangatlah efektif dilakukan. Saran diharapkan dapat memberikan perawatan
IMPLEMENTASI PERAWATAN LUKA UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II  DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Nurhaminda; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/74pwvn79

Abstract

Diabetes melitus tipe II (DM) atau sering disebut penyakit kencing manis adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin atau karena tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan implementasi perawatan luka untuk mencegan infeksi pada klien diabetes melitus tipe II. Metode penelitian ini adalah desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah yang terdiri dari: pengkajian, diagnosa keperawatan yaitu resiko infeksi berhubungan dengan penyakit kronis (diabetes melitus), menentukan intervensi dan implementasi yaitu perawatan luka, setra melakukan evaluasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi luka dapat mencegah infeksi dengan hasil pada kasus 1 yaitu sebelum implementasi kedalaman luka yaitu 1 cm dan lebar 4 cm setelah implementasi kedalaman luka menjadi 1 cm dan lebar menjadi 3 cm, sedangkan pasien 2, sebelum diberikan implementasi perawatan luka dengan kedalaman 2 cm dan lebar 6 cm dan setelah dilakukan implementasi kedalaman luka menjadi 2 cm dan lebar menjadi 6 cm. Kesimpulan dan saran penelitian ini diharapkan implementasi perawatan luka dapat mencegah terjadinya infeksi pada pasien diebetes melitus tipe II..
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KONTROL GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI RSUD CUT NYAK DHIEN MEULABOH Anasril, Anasril; Maryono, Maryono; Herlambang, Tri Mulyono; Fitri, Ridha
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sapwec93

Abstract

Diabetes mellitus sufferers have a high mortality rate and it is related to blood glucose control and lifestyle factors. Diabetes mellitus must be controlled routinely and sufferers must know the type of blood glucose control they have. Most sufferers' lifestyle factors include unbalanced diet and physical activity patterns. This study aims to determine the relationship between diet and physical activity with blood glucose control in type 2 DM sufferers at Cut Nyak Dhien Hospital, Meulaboh. This research is a type of quantitative descriptive research with a cross sectional design. The number of respondents was 68 patients using total sampling technique. The data obtained was processed statistically using the chi-square formula. Based on the results of the analysis, it was found that the majority had the characteristics of an average age of elderly 46-55 years (45.6%), gender was predominantly female (55.9%), high school respondent education (36.8%), housewife respondent's occupation (29.4%), glucose control uncontrolled blood pressure (61.8%), unhealthy diet (76.5%), low physical activity pattern (58.8%). The results of the study explain that there is a significant relationship between diet and activity patterns and blood sugar control with p-values ​​= 0.001 and 0.029 (p-value <0.05), respectively. It is recommended that people with type 2 diabetes mellitus be given education regarding what factors can trigger an increase in blood sugar levels.
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM Simangunsong, Roida Kharlina; Gustina, Erita; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/dwhyyj71

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan individu yang mengalami gangguan dalam berfikir, berperilaku, dan berperasaan yang ditandai dengan gejala/perubahan perilaku yang bermakna, serta menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia. Resiko perilaku kekerasan merupakan perilaku seseorang yang menunjukkan bahwa ia dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain atau lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual dan verbal. Relaksasi otot progresif adalah salah satu cara dari teknik relaksasi mengombinasikan latihan napas dalam dan serangkaian seri kontraksi dan relaksasi otot tertentu untuk mengontrol marah pada pasien resiko perilaku kekerasan, dimana teknik ini merupakan suatu latihan yang memusatkan perhatian pada aktifitas otot, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks. Metode penelitian ini menggunakan me tode deskriptif dengan studi kasus, melibatkan 2 pasien dewasa yang mengalami resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Hasil penelitian dari kedua responden selama dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan didapatkan kedua responden mampu melakukan SP 1 sampai SP 5 untuk mengontrol marah. Kesimpulan dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien resiko perilaku kekerasan berhasil mengontrol marahnya. Saran penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada keperawatan jiwa, resiko perilaku kekerasan dengan terapi relaksasi otot progresif.

Page 3 of 10 | Total Record : 94