cover
Contact Name
Amar Sani
Contact Email
amar@stieamkop.ac.id
Phone
+6285399929080
Journal Mail Official
amar@stieamkop.ac.id
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar, Jl. Meranti No.1, Pandang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Celebes Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 29624088     DOI : https://doi.org/10.37531/celeb.v2i1
Celebes Journal of Community Services with ISSN 2962-4088 is a biannual scientific multidisciplinary journal published by STIE Amkop Makassar, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Implementation of service activities also involve the participation of the community and partners. Service activities are organized into an activity aimed at improving the welfare of society. The articles are going to be published in the months of May and November each year. Any interested authors could submit their manuscript in English or Bahasa Indonesia.
Articles 228 Documents
Pemberdayaan Literasi SAGUPRENEUR pada Pelaku Usaha Sagu Asli Mama Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura: Pendekatan Participatory Action Research Regina Ansyelike Kudiai Regina; Frangky Buang Dandirwah; Sindi Saputri; Michael Yeuyanan; Monika Rumengan; Christina Kiambe; Kurniawan Patma; Michael Sunyaw Weyai; Elend Fransiska; Fatma Yunus
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan literasi SAGUPRENEUR pada pelaku usaha sagu asli Mama Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilaksanakan selama Januari hingga Maret 2026 dengan melibatkan 13 pelaku usaha sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan pemberdayaan, meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi kegiatan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan pendekatan triangulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam tiga aspek utama, yaitu: (1) diferensiasi produk berbasis sagu melalui inovasi produk dan pengemasan yang lebih kompetitif, (2) penguatan legalitas usaha melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pendaftaran hak merek dagang, serta (3) penerapan laporan keuangan sederhana berbasis aplikasi untuk meningkatkan pengelolaan usaha. Selain itu, program ini juga meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam perencanaan usaha, manajemen produksi, dan pemasaran digital. Dampak dari kegiatan ini terlihat pada peningkatan penjualan sebesar 20–35% serta perluasan jaringan pemasaran, baik secara konvensional maupun digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan literasi kewirausahaan berbasis kearifan lokal melalui pendekatan partisipatif mampu menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan keberlanjutan usaha sagu. Pendekatan SAGUPRENEUR tidak hanya memperkuat aspek ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian nilai-nilai lokal dalam pengembangan usaha masyarakat adat.
Edukasi dan Literasi Pangan Lokal Papua: Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan PURPLE COW Strategy Satria Agus Palobo Satria; Adonia Elyoenai Seno; Maria I. Yawanadare; Marlina C. Dametow; Lince Tabuni; Maryetha Pascalina Angel Kawer; Fadly Yizhar; Klara Wonar; Fatma Yunus; Ryan Arif Turohim; Alvin Meradje; Kurniawan Patma
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan edukasi pangan lokal Papua melalui penerapan PURPLE COW Strategy yang menekankan inovasi, diferensiasi, dan penciptaan daya tarik unik produk. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura, Papua, dengan melibatkan 15 pelaku usaha pangan lokal sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis potensi, pelatihan kreatif, pendampingan pemasaran digital, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam menciptakan produk pangan lokal yang inovatif dan bernilai tambah, menerapkan strategi pemasaran kreatif berbasis storytelling budaya, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan edukasi konsumen. Produk yang terdiferensiasi secara signifikan mampu meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PURPLE COW Strategy efektif dalam pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi pangan lokal, serta penguatan keberlanjutan usaha berbasis budaya.
Pengambilan Keputusan dalam Pengembangan UMKM melalui Pembuatan NIB dan Media Promosi di Desa Hegarmanah Nia Sonani Nia; Raihan; Muhamad Fabian Adiansyah; Intan Deanida Pratiwi; Marina; Maulita Lutfiani; Rena Yuliana; Salix Fini Maris
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, masih menghadapi kendala berupa belum adanya legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) serta keterbatasan media promosi yang mendukung pemasaran produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan dalam pengembangan UMKM melalui pembuatan NIB dan penyusunan media promosi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif partisipatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara terhadap tujuh pelaku UMKM yang bergerak di bidang tape singkong, rengginang, dan gula aren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembuatan NIB melalui sistem OSS serta penyusunan media promosi visual berupa poster dan daftar menu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya legalitas usaha dan strategi pemasaran. Proses pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan identifikasi permasalahan lapangan dan pemilihan solusi yang paling relevan sesuai dengan kebutuhan UMKM. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesiapan UMKM untuk dikelola secara lebih formal dan berkelanjutan.
Peningkatan Literasi Keuangan Mahasiswa melalui Pelatihan Pengelolaan Keangan Pribadi dalam Menukung Perilaku Finansial yang Bijak Ade Vidya Eryanti; Muh. Nur Fadel Hamzah; Fitriani Rahim; Indah Lestari Anwar
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i1.3835

Abstract

Rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan mahasiswa menjadi permasalahan serius yang berdampak pada perilaku finansial tidak bijak, seperti pengeluaran konsumtif berlebihan, minimnya tabungan, dan ketidakmampuan merencanakan keuangan jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi melalui serangkaian pelatihan terstruktur. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, studi kasus, simulasi anggaran pribadi, serta pendampingan langsung yang dilaksanakan selama satu hari pada bulan Mei 2026 di Universitas Negeri Makassar, dengan melibatkan 39 mahasiswa dari program studi manajemen. Materi pelatihan mencakup konsep dasar literasi keuangan, pengelolaan arus kas pribadi, strategi menabung, pengenalan instrumen investasi, serta perencanaan keuangan jangka pendek dan panjang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada skor literasi keuangan peserta, dari rata-rata 52,3 pada pra-tes menjadi 78,6 pada pasca-tes (peningkatan sebesar 50,3%). Tingkat kepuasan peserta mencapai 91,7%, dan sebesar 87% peserta menyatakan komitmen untuk mengubah perilaku finansial mereka pasca pelatihan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan intensif secara efektif mampu meningkatkan literasi keuangan mahasiswa serta mendorong terbentuknya perilaku finansial yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Penguatan Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Melalui Literasi Keuangan Digital dan Manajemen Usaha di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Budiandriani -; Mahfudnurnajamuddin Mahfudnurnajamuddin; Tasrik Hasrat; Nur Fadillah; Nur Anifah Azzahra
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4110

Abstract

Tujuan: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Rawe Dasar di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, melalui peningkatan literasi keuangan digital dan kapasitas manajemen usaha. Metode Pelaksanaan:  Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning  melalui sosialisasi, analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan implementasi, pemantauan dan evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan. Sasaran program adalah anggota KUB nelayan yang dipilih berdasarkan kebutuhan kelembagaan dan usaha. Materi meliputi administrasi organisasi, laporan keuangan sederhana, SOP, rencana bisnis, pemasaran digital, dan aplikasi keuangan berbasis telepon pintar. Hasil dan Pembahasan: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam administrasi, pencatatan keuangan digital, penyusunan laporan keuangan, serta pengelolaan usaha berbasis data. KUB mulai menerapkan administrasi yang lebih tertib, memiliki SOP, menggunakan media digital untuk promosi, dan menyusun rencana pengembangan usaha. Program juga meningkatkan kesadaran mengenai transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. Implikasi:  Program memperkuat kemampuan KUB dalam beradaptasi terhadap transformasi digital serta berpotensi meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan nelayan. Kegiatan lanjutan perlu diarahkan pada pendampingan berkala, perluasan jejaring pemasaran, dan evaluasi keberlanjutan usaha
Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Pengembangan dan Pemanfaatan Inovasi Produk Lokal Yang Berkelanjutan di Desa Massamaturu, Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Tasrik Tasrik; Imran Imran; Serlin Serlin
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4120

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia melalui kontribusi pada pembukaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan. Namun, keterbatasan inovasi, akses teknologi, serta keterhubungan dengan pasar yang lebih luas masih menjadi tantangan dalam meningkatkan daya saing UMKM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya saing UMKM melalui pengembangan dan pemanfaatan inovasi produk lokal yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan, dan digitalisasi usaha dengan memanfaatkan potensi lokal, serta mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengembangan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan inovasi, memperbaiki kualitas produk, serta memperluas akses pasar melalui platform digital. Peserta juga mulai menerapkan prinsip keberlanjutan pada proses produksi dan pengelolaan usaha mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas UMKM melalui inovasi dan digitalisasi menjadi strategi yang efektif untuk membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah secara inklusif
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata melalui Implementasi Perkerasan Resap Air sebagai Teknologi Drainase Alami Kinanti Wijaya; Baharuddin Baharuddin; Ahmad Zulfikar; Aula Sekar Arum Pertiwi; I Gede Wyana Lokantara; Sahroni Sahroni
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4131

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi perkerasan jalan resap air untuk mengurangi genangan, meningkatkan kualitas akses, serta mendukung keberlanjutan kawasan wisata edukasi Kampong Jatirejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kegiatan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata dan masyarakat setempat. Tahapan pelaksanaan mencakup survei lokasi, identifikasi titik rawan genangan, perancangan teknis, sosialisasi, pelatihan, pembangunan prototipe perkerasan berpori, praktik lapangan, pendampingan, serta evaluasi. Pengetahuan peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test, sedangkan kinerja awal penerapan teknologi diamati melalui kondisi permukaan jalan dan kemampuan aliran air masuk ke lapisan bawah. Prototipe perkerasan resap air berbasis kombinasi grass block dan beton berpori berhasil diterapkan pada jalur akses wisata. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 62 menjadi 84 atau sebesar 35,5%. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai prinsip infiltrasi, pemasangan material, pengelolaan limpasan, dan pemeliharaan perkerasan. Secara visual, kondisi jalur menjadi lebih tertata dan potensi genangan berkurang setelah penerapan teknologi. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan mitra dalam proses pembangunan dan transfer pengetahuan. Evaluasi lapangan juga menunjukkan bahwa peserta mampu menjelaskan prosedur perawatan dasar, termasuk pembersihan permukaan, pengendalian sedimentasi, dan pemeriksaan jalur infiltrasi setelah hujan secara mandiri dan berkala. Teknologi ini berpotensi menjadi solusi drainase sederhana, media pembelajaran lingkungan, serta model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada kawasan berbasis masyarakat dengan permasalahan serupa.
Reconstructing Child–Parent Relationship Protection in Indonesia: A Legal Framework for the Rapid Child Relationship Protection Model (RCRPM) Frizon Sitanggang; Rikha Permatasari; Aldoni Boy Kussoy
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4167

Abstract

Purpose: This study examines the normative adequacy and institutional connectedness of Indonesia’s legal framework for protecting child–parent relationships and reconstructs the available legal mechanisms into the Rapid Child Relationship Protection Model (RCRPM). Research Design and Methodology: The study employs normative legal research using statutory, conceptual, limited comparative, and interdisciplinary approaches. Legal materials were purposively selected and verified against authoritative sources, then analyzed through legal mapping, gap identification, authority and limitation verification, and legal reconstruction. Findings and Discussion: The findings show that Indonesian law already provides relevant building blocks, including children’s rights, parental responsibilities, contact rights, special protection, institutional coordination, and monitoring. However, these elements are not explicitly integrated into a continuous pathway for progressively developing relational risks. RCRPM reconstructs them into six stages: early identification, multidisciplinary assessment, immediate protective measures, relationship restoration, integrated institutional governance, and continuous monitoring. Its contribution lies in proposing relational neglect as an analytical and doctrinal lens and integrating existing functions without creating new substantive rights or institutional authority. Implications: RCRPM provides a preventive, coordinated, and sustainable legal framework, while future research should assess its institutional feasibility, implementation, and effectiveness empirically.