cover
Contact Name
andik agus wibowo
Contact Email
andikaguswibowo@gmail.com
Phone
+6285752806026
Journal Mail Official
andikaguswibowo@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tondano Raya F5 B19, Sawojajar, Malang, Jawa Timur, 65324
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan TAMAN WIDYA HUMANIORA
ISSN : -     EISSN : 28293681     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) diterbitkan oleh Pusat Pengembangan SDM (PPSDM) Taman Widya Humaniora (TWH). JPTWH memuat jurnal hasil penelitian di bidang pendidikan yang berisi gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian, aplikasi teori pendidikan dan pembelajaran, tulisan praktis terbaru mengenai pendidikan dan pembelajaran. JPTWH bertujuan menjadi jurnal nasional yang dapat mempublikasikan jurnal yang berkualitas dan dapat menjadi rujukan para peneliti. Tulisan dalam jurnal ini secara umum berisi hasil penelitian Guru, KS, dan PS berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), dan Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R & D). Jurnal Pendirikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) adalah jurnal blind peer-review yang bertujuan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 216 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN BELAJAR IPA TENTANG REVOLUSI BUMI DAN BULAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) KELAS VI SDN DADAPREJO 01 KOTA BATU Jais Usman subandi
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pembelajaran IPA yang kurang maksimal dikarenakan pembelajaran yang dilaksanakan masih berpusat pada guru, siswa bersifat pasif, kurang menyenangkan, dan rendahnya siswa berfikir kritis dalam memecahkan masalah, sehingga pemahaman siswa pada pelajaran IPA kurang, pada akhirnya berpengaruh pada hasil belajar yang rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendiskripsikan peningkatan pemahaman belajar IPA tentang revolusi Bumi dan Bulan dengan model Problem Based Learning (PBL) kelas VI SDN Dadaprejo 01 Kota Batu. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dimana jenis penelitan ini dinamakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Dadaprejo 01 Kota Batu dengan dengan jumlah 30 siswa. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus yang meliputi, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Berdasarkan analisa data yang terjadi peningkatan pemahaman siswa belajar IPA dengan model PBL, dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebesar 15,80 %. sedangkan peningkatan dari prasiklus ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 15 % dan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan ketuntasan belajar sebesar 15,80%. Hasil PTK ini membuktikan model Problem Based Learning (PBL) dapat peningkatan pemahamam pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar khususnya mata pelajaran IPA siswa kelas VI SDN Dadaprejo 01 dengan dibuktikan dengan pelaksanaan per siklus I dan II mengalami peningkatan hasil belajar, yakni dari 68,50 menjadi 85,10. Peneliti juga memberikan rekomendasi kepada peneliti lain untuk mengembangkan pembelajaran model PBL dan media pembelajaran yang lain sesuai dengan standar proses pembelajaran.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TENTANG TATA SURYA UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN SAINS SISWA KELAS VI SD NEGERI TEMAS 01 Maria Ulfa triwulandari
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sains adalah sejumlah keterampilan untuk mengkaji fenomena alam dengan cara-cara tertentu untuk memperoleh ilmu dan pengembangan ilmu itu selanjutnya. Penguasaan proses sains adalah perubahan dalam dimensi afektif dan psikomotor yaitu sejauh mana siswa mengalami kemajuan dalam proses sains yang antara lain meliputi kemampuan observasi, klasifikasi, kuantifikasi, inferensi, komunikasi dan proses lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan ketrampilan sains Siswa kelas 6 Materi Sistem Tata Surya SDN Temas 01 Kota Batu. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan karena adanya perbedaan ketrampilan sains siswa, selain itu untuk mengatahui pengaruh penggunaan model Pembelajaran Bebasis masalah pada pembelajaran IPA materi Tata Surya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan melalui 2 siklus, serta menggunakan teknik tes dan Observasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VI di SDN Temas 01 Kota Batu yang berjumlah 29 siswa.. Jenis penelitian yang saya lakukan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi ketrampilan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan siswa dalam kategori kurang karena skornya yang didapat berdasarkan skor rata-rata sebesar 56,25 pada prasiklus meningkat menjadi 69,5 pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 82 dalam kategori sangat baik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan Keterampilan Sains Siswa Pada Pembelajaran Sistem Tata Surya.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBIASAAN BAIK (PBB) UNTUK PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI SUPERVISI KOLEGIAL DI SDN SUMBEREJO 03 BATU Heny Suswandari Dwi Tanti
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pengembangan siswa yang berintegritas dan berkarakter baik. Program pembiasaan baik merupakan salah satu cara untuk mengembangkan pendidikan karakter yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan program pembiasaan baik yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN Sumberejo 03 Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan Sekolah yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah guru dan juga siswa kelas V di SDN Sumberejo 03 Batu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program pembiasaan baik merupakan salah satu cara yang efektif dalam mengembangkan pendidikan karakter pada anak-anak. Program ini dapat dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dalam rangka membentuk kebiasaan baik pada anak-anak. Siswa aktif dalam dalam penerapan metode supervisi kolegial dalam belajar pendidikan karakter pembiasaan baik di SDN Sumberejo 03 Batu. Kegiatan dalam penerapan metode supervisi kolegial dalam belajar pendidikan karakter pembiasaan baik melalui supervise kolegial di SDN Sumberejo 03 Batu., terbagi pada 4 tahap yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan metode supervisi kolegial dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan karakter pembiasaan baik di SDN Sumberejo 03 Batu. Skor rata rata dari aspek pembelajaran pendidikan karakter pembiasaan baik melalui supervisi kolegial Hal ini terbukti dengan peningkatan skor sebelum kegiatan dan meningkat pada pada siklus 2. Perlu upaya mengembangkan metode pembelajaran dengan teknik yang lain dalam implementasi pendidikan karakter yang mendukung standar proses pembelajaran.
PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DENGAN MOVING CLASS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SDN BUMIAJI 02 BATU Istiqomah
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru yang professional harus melaksanakan proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartissi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.Dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru, pengembangan pembelajaran diferensiasi dengan moving class dan supervisi klinis di SDN Bumiaji 02 merupakan salah satu solusi yang dapat diimplementasikan. Pembelajaran berdiferensiasi melalui Moving class . Tujuan dari PTS ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dengan moving class dan supervisi klinis sebagai strategi untuk meningkatkan profesionalisme guru di SDN Bumiaji 02, dan menganalisis hasilmya.. Hasil PTS menunjukkan bahwa Guru dan siswa aktif dalam pelaksanaan Supervisi Klinis dalam pembelajaran berdiferensiasi melalui moving class penuingkatan kompetensi profesional Guru. SDN Sumberejo 03 Batu. Pelaksanaan Supervisi Klinis dalam pembelajaran berdiferensiasi melalui moving class penuingkatan kompetensi profesional Guru. dengan Langkah : 1) Pertemuan awal, 2) Observasi pelaksanaan pembelajaran. Dan 3) Pertemuan balikan. Pembelajaran berdiferensiasi melalui moving class melalui supervisi klinis efektif dalam upaya untuk penuingkatan kompetensi profesional Guru. SDN Sumberejo 03 Batu. Hal itu dibuktikan melalui peningkatan hasil tindakan PTS dari pra siklus, siklus satu ke siklus dua, yakni pra siklus dengan nilai 56,20, , siklus satu dengan nilai 68,00 , dan siklus dua dengan nilai 84,40.. Supervisi Pendidikan perlu dilaksanakan secara professional terutama tentang inovasi pembelajaran menuju Student well-being.sesuai standar proses pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA AKSARA JAWA MENGGUNAKAN MEDIA WAYANG AKSARA PADA SISWA KELAS 3 SDN TEMAS 01 BATU Riza Rizki Andika Rachmawati
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Jawa merupakan salah satu dari kebudayaan asli Jawa yang harus tetap dilestarikan dan juga diperkenalkan agar bahasa Jawa tetap ada keberadaannya. Kemampuan dalam baca tulis aksara jawa saat ini hanya dimiliki oleh beberapa orang saja. Penciptaan sebuah media yang selanjutnya disebut Alat Peraga Aksara Jawa sangat diperlukan dalam Kegiatan Belajar Mengajar baik ditingkat SD.. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis terinspirasi menciptakan media kreatif sebagai salah satu upaya untuk melestarikan wayang dengan menciptakan bentuk aksara jawa yang berbasis budaya tradisi yakni media wayang. Penulis menciptakan Font wayang dengan dasar pertimbangan bahwaa Berorientasi pada fakta tersebut diatas penulis akan menyajikan sebuah metode pembelajaran menarik yaitu metode pengenalan aksara Jawa yang di demonstrasikan dalam sebuah game untuk siswa kelas 3 SDN Temas 01 Batu. Hasil PTK meninjukkan Guru dan siswa aktif dalam pelaksanaan pembelajaran Peningkatan Keterampilan Membaca Aksara Jawa Menggunakan Media Wayang Aksara Pada Siswa Kelas 3 SDN Temas 01 Batu.Pembelajaran dengan Media Wayang Aksara Jawa efektif dalam meningkatkan Keterampilan Membaca Pada Siswa Kelas 3 SDN Temas 01 Batu. Pada siklus I nilai keterampilan membaca aksara jawa dengan katagori sempurna 15 %, Baik 27,5 %, dan cukup 57,5 %. Pada siklus 2 terjadi peningkatan keterampilan membaca aksara jawa dengan katagori sempurna 27,5 %, Baik 55,0 %, dan cukup 17,5 %. .
PEMBELAJARAN GERAKAN STOP BULLYING MELALUI STUDENT AGENCY KELAS VI SDN TORONGREJO 03 KOTA BATU Bambang Sukoyo
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying di era modern seperti sekarang ini sangat mudah untuk diakses memlalui media sosial dan ditiru oleh anak-anak dikalangan usia Sekolah Dasar. Bullying/perundungan yang terjadi lapangan jenisnya beragam dari bullying fisik, verbal bahkan cyber bullying. Bullying/perundungan yang terjadi di SDN Torongrejo 03 Kota Batu tidak hanya terjadi antara peserta didik laki-laki saja, hal ini juga terjadi pada peserta didik perempuan nam.un lebih sedikit dibandingkan dengan perseta didik laki-laki dimana peserta didik perempuan lebih banyak terjadi pada bullying/perundungan verbal. Keadaan ini tentunya tidak bisa dibiarkan begitusaja, Dilihat dari permasalahan yang timbul disekolah SDN Torongrejo 03 Kota Batu ini maka dipilihlah bimbingan kelompok dengan metode Student agency/ Hasil PTK ini menunjukkan bullying/perundungan dapat mereduksi perilaku bullying/perundungan pada peserta didik kelas 4,5 dan 6 SDN Torongrejo 03 Kota Batu. Tujuan PTK ini adalah mendeskripsikan aktivitas Gerakan Stop Bullying melalui Student Agency di SDN Torongrejo 03 Batu, dan menganalisis hasilnya. Hasil PTK ini meninjukkan bahwa Kepala Sekolah, Guru dan siswa aktif dalam Gerakan Stop Bullying melalui Student Agency di SDN Torongrejo 03 Batu. Pelaksanaan PTK Gerakan Stop Bullying melalui Student Agency SDN Torongrejo 03 Batu dengan Langkah : 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan , 3) Observasi pelaksanaan pembelajaran. Dan 4) Refleksi. Gerakan Stop Bullying melalui Student Agency di SDN Torongrejo 03 Batu.efektif dalam untuk menaggulangi Bullying. Hal itu dibuktikan melalui peningkatan hasil tindakan PTK dari pra siklus, siklus satu ke siklus dua, dan siklus ke tiga, yakni pra siklus dengan nilai 54,71, , siklus satu dengan nilai 66,72 , siklus dua dengan nilai 81,29 dan siklus tiga dengan nilai 87,43.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR VOLUME BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS VI SDN BULUKERTO 02 KOTA BATU DENGAN MEDIA BENDA RIIL TAHUN 2022/2023 Yatmiati
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diadakan siswa SDN Bulukerto 02 Semeter II tahun pelajaran 2022/2023. Waktu penelitihan 2 siklus. Tiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, tindakan observasi dan refleksi. Pengelolaan kelas dilakukan secara berurutan berupa: klasikal (menyampaikan persepsi, tujuan pembelajaran dan mengidentifikasi bangun ruang ), kelompok: (mencari dan membahas rumus volume bangun ruang., melaporkan informasi tentang materi volume bangun ruang) dengan media benda riil, Individu (mengkaji dengan meminta masukan teman dan memperbaikinya), klasikal (presentasi hasil karya siswa dan diskusi, guru memberi kesimpulan, penguatan dan informasi lebih lanjut) dan guru memberi penilaian hasil belajar siswa. Siklus I, siswa mengerjakan tes awal dengan pengalaman yang berhubungan dengan kompetensi dasar yang diajarkan saat itu. Berikutnya siswa mengemukakan hasiil diskusi tentang volume bangun ruang melalui penggunaan media benda riil yang disediakan. Siklus II, siswa mengerjakan tes akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan hasil belajar volume bangun ruang, juga terlihat dari meningkatnya nilai rata-rata kelas dan tingkat ketuntasan belajar siswa dari pre test, siklus I, dan siklus II. Nilai rata-rata kelas pada saat pre test adalah 60,38 pada post test siklus I adalah 68,07, dan post test siklus II adalah 82,30, yang berarti peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke post test siklus I sebanyak 7,69%, sedangkan kenaikan dari siklus I ke siklus II sebanyak 14,23%. Tingkat pencapaian KKM oleh siswa pada saat pre test adalah 11 siswa dari 26 siswa (42,23 %), post test siklus I sebanyak 17 siswa (65,38%), dan pada post test siklus 22 adalah 26 siswa (84,62%). Peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari pretest ke post test siklus I sebanyak 23,15 %, sedangkan dari siklus I ke siklus II meningkat sebanyak 19,24%.
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SEJARAH KEDATANGAN BANGSA EROPA DI INDONESIA MELALUI MEDIA GAME PADA SISWA KELAS V SDN TLEKUNG 01 KOTA BATU Muhammad Irkham Khoirurrozikin
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Sejarah adalah perpaduan antara aktivitas belajar dan mengajar yang didalamnya mempelajari tentang peristiwa masa lampau yang erat kaitannya dengan masa kini. Pembelajaran yang bermuatan sejarah sering juga diidentikkan dengan pembelajaran yang membosankan dan tidak menarik minat peserta didik untuk belajar sejarah. Hal ini disebabkan kebanyakan guru menggunakan metode konvensional, yakni ceramah. Metode ini kebanyakan membuat peserta didik mengantuk, malas, sehingga menimbulkan rasa bosan. Kehadiran sebuah media berbasis permainan dirasa sangat penting dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan muatan sejarah. Game edukasi adalah software game untuk mengajar anak-anak baik untuk kecepatan pemahaman dan sangat menarik serta bermanfaat, ini merupakan sebagian perbandingan cara belajar disekolah yang lama dan membosankan. PTK ini berhasil dalam upaya peningkatan pemahaman siswa tentang materi sejarah kedatangan bangsa eropa di indonesia melalui media game pada siswa Kelas V di SDN Tlekung 01 Kota BatuRata-rata nilai yang diperoleh pada tahap pra siklus adalah 66,94 dan prosentase siswa yang telah tuntas hanya 56 %. Pada siklus 1 Rata-rata nilai siswa sudah melebihi KKM yaitu 73,33 dan prosentase ketuntasan nilai siswa mencapai 72%. Pada siklus II pemahaman materi sejarah kedatangan bangsa eropa di Indonesia meningkat. Terbukti siswa telah mencapai target nilai KKM yaitu 70 dengan rata-rata nilai 82,22 dan prosentase ketuntasa nilai siswa 100%. Pada tahap ini siswa mulai terbiasa melakukan kegiatan pembelajaran. Melalui PTK ini membuktikan bahwa melalui pembelajaran pembelajaran sejarah kedatangan bangsa Eropa dengan media game terbukti dengan peningkatan skor pemahaman siswa pada materi pembelajaran meni.ngkat dari 56,20 pada saat pra PTK meningkat menjadi 73,20 pada siklus 1 dan meningkat menjadi 82,20 pada siklus 2.
PENGEMBANGAN PROGRAM TERAS SAYUR BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA DALAM PEMBUDAYAAN LINGKUNGAN SEHAT DI SDN BUMIAJI 01 Sase Dyah Retnowati
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program teras sayur merupakan bagian dari program pengembangan diri bagi anak untuk dapat menyalurkan life skillnya yang berhubungan dengan pembiasaan untuk menciptakan budaya cinta lingkungan . Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk: Mendeskripsikan Pengembangan Program Teras Sayur Budidaya Tanaman Hortikultura Dalam Pembudayaan Lingkungan Sehat di SDN Bumiaji 01 Kota Batu.Penelitian ini telah berupaya mengembangkan Program Teras Sayur Budidaya Tanaman Hortikultura dalam Pembudayaan Lingkungan SehatPenelitian pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan Branch, R. M. 2009, ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement dan Evaluate). Produk pengembangan pada penelitian ini terdiri dari : produk utama Pengembangan Program Teras Sayur Budidaya Tanaman Hortikultura dalam Pembudayaan Lingkungan Sehatterdiri dari : a) Pengembangan Silabus, b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), c) Bahan ajar, d) Lembar Kerja, dan e) Alat evaluasi Model. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini telah mengalami proses validasi ahli pengembangan dan validasi ahli ahli bidang lingkungan. Selanjutnya produk pengmbangan direvisi, dan diuji cobakan melalui ujicoba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Berdasarkan analisis dari hasil ujicoba perorangan, kelompok kecil, kelompok besar dan ujicoba, diperoleh rata-rata skor dari skor berdasar penilaian responden sebesar 83,40 %. Hal ini berarti kualitas produk Pengembangan Program Teras Sayur Budidaya Tanaman Hortikultura dalam Pembudayaan Lingkungan Sehat termasuk katagori baik dan bisa dianggap efektif untuk diimplementasikan dalam pembelajaran , khususnya pembelajaran tentang lingkungan untuk kesejahteraan manusia.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGHITUNG FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) KELAS IV SDN GUNUNGSARI 04 KOTA BATU Nanang Kurniawan
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 2 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 2, April 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berpikir, karena itu matematika sangat diperlukan baik untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk menunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Selaras dengan pengembangan Kurikulum Merdeka di SDN Gunungsari 04 Bumiaji Kota Batu, maka telah dikembangkan pengajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan melalui pembelajaran aktif scientific . Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Teknik belajar mengajar kepala bernomor Numbered Head Together merupakan teknik memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide- ide atau gagasan dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Tujuan yang akan dicapai dalam PTK ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa dalam menghitung Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). dan menganalisis hasilnya. Hasil PTK ini mennjukkan siswa aktif dalam pembelajaran model Numbered Heads Together (NHT) dalam menghitung Faktor Persekutuan Terbesar pada siswa kelas V SDN Gunungsari 04 Kota Batu. Penerapan metode pembelajaran kooperatif model Numbered Heads Together (NHT) telah mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa dalam menghitung Faktor Persekutuan Terbesar pada siswa .PTK ini membuktikan bahwa melalui pembelajaran kooperatif Teknik NHT dapat meningkatkan hasil belajar Matematika tentang FPB pada kelas IV SDN Gunungsari 04 Bumiaji Kota Batu, dengan peningkatan skor dari 56,71 pada saat pra PTK meningkat menjadi 67,72 pada siklus 1 dan meningkat menjadi 86,71 pada siklus 2.