cover
Contact Name
andik agus wibowo
Contact Email
andikaguswibowo@gmail.com
Phone
+6285752806026
Journal Mail Official
andikaguswibowo@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tondano Raya F5 B19, Sawojajar, Malang, Jawa Timur, 65324
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan TAMAN WIDYA HUMANIORA
ISSN : -     EISSN : 28293681     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) diterbitkan oleh Pusat Pengembangan SDM (PPSDM) Taman Widya Humaniora (TWH). JPTWH memuat jurnal hasil penelitian di bidang pendidikan yang berisi gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian, aplikasi teori pendidikan dan pembelajaran, tulisan praktis terbaru mengenai pendidikan dan pembelajaran. JPTWH bertujuan menjadi jurnal nasional yang dapat mempublikasikan jurnal yang berkualitas dan dapat menjadi rujukan para peneliti. Tulisan dalam jurnal ini secara umum berisi hasil penelitian Guru, KS, dan PS berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), dan Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R & D). Jurnal Pendirikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) adalah jurnal blind peer-review yang bertujuan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 216 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS V DI SDN BULUKERTO 03 BATU Nurnik Anisa Fatikhah Fitrianti
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan bagi Lembaga Pendidikan pada abad 21 adalah terus menyesuaikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan zaman untuk menyiapkan peserta didik yang berkualitas dan mempunyai daya saing dan mampu bersaing secara global. Kemampuan menguasai literasi digital diharakan dapat memperkokoh kecakapan peserta didik untuk bersaing secara global. Tujuan PTK ini adalah untuk mengetahui peningkatan literasi digital melalui model pembelajaran problembased learning pada pembelajaran IPS kelas 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa aktif dalam dalam penerapan problembased learning dalam meningkatkan kemampuan literasi digital siswa, akan tetapi masih perlu perbaikan pada pelaksanaan pembelajarn IPS kelas V di SDN Bulukerto 03 Batu. Kegiatan PTK dalam penerapan penerapan problembased learning dalam meningkatkan kemampuan literasi digital siswa terbagi pada 4 tahap yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus I menunjukkan dari indikator menemukan 55%, menggunakan berbagai sumber36%, memilih sumber yang relevan 36%, dan menggunakan sumber informasi untuk membuat karya sebesar 48% kemampuan rata-rata literasi digital 43,75 % masuk pada kategori rendah. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu menemukan 77%, menggunakan berbagai sumber 68%, memilih sumber yang relevan 61%, dan menggunakan sumber informasi untuk membuat karya sebesar 70% dengan rata-rata 69% kategori sedang. Sehingga kesimpulan model pembelajaran problembased learning dapat meningkatkan kemampuan literasi digital siswa, akan tetapi masih perlu perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran berikutnya.
PENGEMBANGAN MEDIA SIRKUIT PINTAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SDN PUNTEN 02 KOTA BATU Yulianah
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu pelajaran pokok yang wajib diajarkan pada setiap jenjang dan tingkat pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan mental intelektual anak. Kenyataannya, masih terdapat guru yang mengajar dengan cara yang monoton, dan kurang melibatkan media yang kontekstual. Dalam Upaya memperbaiki proses pembelajaran Matematika maka kami melakukan penelitian tentang “Pengembangan Media Sikuit Pintar dalam Pembelajaran Matematika Kelas III SDN Punten 02 Kota Batu”. Peneliti memilih media smart circuit learning untuk pembelajaran matematika karena media ini menarik dan menyenangkan karena berbasis permainan, cocok untuk anak SD yang masih suka bermain dan membutuhkan sesuatu yang menarik. Produk pengembangan dalam penelitian ini adalah : 1). Program pengembangan. 2). Instrumen uji coba produk, 3). Media Sirkuit Pintar, dan 4). Evaluasi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komponen kelayakan pada aspek penyajian mendapatkan skor 82.5% dari ahli media, maka media ini termasuk dalam kategori sangat valid dari ahli media yang kedua, media ini mendapat rata-rata kelayakan aspek penyajian sebesar 90% yang juga termasuk dalam kategori sangat valid. Komponen kelayakan pada aspek Efisiensi dan Efektifitas mendapatkan skor 81.25% dari ahli media pertama dan termasuk dalam kategori sangat valid dengan aspek Efisiensi dan Efektifitas sebesar 100% yang juga termasuk dalam kategori sangat valid Komponen kelayakan pada aspek kesesuaian materi mendapatkan skor 80 % termasuk kategori valid dan mendapat rata-rata kelayakan sebesar 95% yang termasuk dalam kategori sangat valid .Komponen kelayakan pada aspek Sistematika Penyajian Pembelajaran mendapatkan skor 85.71% yang termasuk dalam kategori sangat valid (dapat digunakan dengan tanpa revisi) dari ahli materi pertama. Selanjutnya, dari ahli materi yang kedua, mendapat rata-rata kelayakan sebesar 92.86% yang juga termasuk dalam kategori sangat valid (dapat digunakan tanpa revisi). Artinya, penyajian pembelajaran dalam media sirkuit pintar ini sudah disajikan secara jelas sehingga mampu meningkatkan motivasi dan rasa ingin tahu peserta didik.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR METEMATIKA PENYEDERHANAAN BILANGAN PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMULYO 03 KOTA BATU TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Yuli Astuti Mahaningsih
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar oleh peserta didik. Pembelajaran Matematika SD terbukti selalu kurang memuaskan berbagai pihak, khususnya para siswa. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, yaitu pertama masih banyak pembelajaran Matematika kurang sesuai dengan kenyataan kehidupan yang diarungi oleh siswa. Kedua, pembelajaran hanya melalui teaching directed. Alat peraga merupakan bagian media pembelajaran yang dapat diartikan sebagai semua benda yang digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran. Tujuan dasar penggunaan media pembelajaran yakni untuk memperjelas instrumen yang akan disampaikan, dapat merangsang perhatian, pikiran, dan kemampuan siswa, alat peraga juga harus dapat meningkatkan efektifitas dan kelancaran dalam proses belajar, terutama dalam hal memperjelas materi yang sedang dipelajari, sehingga pada akhirnya dapat mempercepat proses perubahan tingkah laku siswa. .. PTK ini bertujuan mendeskripsikan upaya peningkatkan hasil belajar metematika penyederhanaan bilangan pecahan melalui penggunaan alat peraga bangun datar pada siswa kelas V SDN Sidomulyo 03 Kota Batu tahun pelajaran 2022/2023. Hasil PTK menunjukkan bahwa Penggunaan alat peraga grafis bangun datar, telah mampu meningkatkan hasil belajar Matematika dalam menyederhanakan bilangan pecahan pada siswa kelas V SD Negeri Sidomulyo 03 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023.Pengembangan pembelajaran menggunakan alat peraga grafis bangun datar strategi belajar kooperatif, telah mampu meningkatkan hasil belajar Matematika peserta didik dalam menyederhanakan bilangan pecahan, Perbandingan penilaian observasi keseluruhan aspek/deskriptor hasil belajar siswa, terjadi peningkatan dari siklus pertama sebesar 67,78 (Cukup) menjadi 84,44 (Baik) pada siklus kedua. Perbandingan persentase pencapaian ketuntasan, yang awalnya hanya 11 (63,33%) siswa saja yang telah mampu mencapai nilai ≥75 di siklus pertama, dan meningkat hingga 27 (90%) siswa di siklus kedua, dari 30 peserta didik di kelas.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK INTERAKTIF BERBASIS PDF (MODESIP) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SDN ORO-ORO OMBO 02 KOTA BATU Ayu Chandra Astari
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era serba digital ini, sangat mudah bagi siswa untuk mendapatkan informasi. Namun, informasi yang didapatkan belum tentu benar dan sesuai dengan kondisi dan realita yang ada. Siswa perlu dibekali keterampilan berpikir kritis untuk dapat menerima, menganalisis secara mandalam, mengolah berbagai informasi yang didapatkan sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Keterampilan berpikir kritis tidak datang dengan sendirinya namun harus dilatihkan dalam pembelajaran baik secara mandiri maupun klasikal. Modul adalah salah satu media yang disarankan untuk pembelajaran mandiri yang bisa berupa modul cetak dan juga elektronik. Modul elektronik banyak dipilih karena sifatnya yang tidak mudah rusak, mudah dibawa kemana-mana dan juga lebih menarik bagi siswa. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengembangkan Modul Elektronik Interaktif Berbasis PDF (MODESIP) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa Kelas V SDN Oro-Oro Ombo 02 Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini berupaya untuk menghasilkan produk modul elektronik yang menarik, berkualitas dan juga sesuai dengan perkembangan zaman yang sudah serba digital ini. Penelitian ini menggunakan model DDD-E dengan tahapan Decide, Design, Develop dan Evaluate. Model DDD-E disarankan untuk mengembangkan media berbasis elektronik karena evaluasi dapat dilaksanakan sewaktu-waktu kapan saja dibutuhkan. Hasil validasi materi dan ahli media didapatkan prosentase sebanyak 93,75% dan 96,67% sehingga produk MODESIP ini termasuk dalam kategori sangat layak untuk diujicobakan. Dari hasil ujicoba guru, perorangan, kelompok kecil dan kelompok besar, secara urut didapatkan prosentase penilaian respon pengguna sebesar 93,3%, 90%, 98,13% dan 89,13% dan semuanya masuk dalam kategori sangat layak. Efektivitas produk mendapatkan hasil penilaian akhir sebesar 93,51%. Hal ini berarti produk Modul Elektronik Interaktif Berbasis PDF untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SDN Oro-Oro Ombo 02 Ttahun Ajaran 2022/2023 termasuk dalam kategori sangat baik.
METODE PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN GERAK DASAR LARI PADA SISWA KELAS III SDN ORO-ORO OMBO 03 BATU TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Ribut Sri Kartini
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan jasmani adalah satu proses pendidikan seseorang sebagai individu atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak. Dalam penelitian ini, model pembelajaran yang akan digunakan merupakan gerak lari dalam permainan kucing mengejar tikus yang telah dimodifikasi baik peraturan maupun bentuk lapangan yang digunakan. Pengembangan model pembelajaran yang baru dalam penelitian ini bertujuan meningkatkan siswa untuk lebih aktif bergerak, dan urgensinya dilakukan penelitian ini agar siswa mampu mengenal lebih dahulu arti penting olahraga pada umumnya dan pendidikan jasmani pada khususnya sehingga tujuan dari pendidikan jasmani dan olahraga dapat tercapai.Kemampuan gerak dasar adalah kemampuan dan kesanggupan untuk dapat melakukan tugas-tugas jalan, lari, lompat, dan lempar secara efektif dan efisien. Lari adalah frekwensi langkah yang dipercepat sehingga pada waktu berlari ada kecenderungan badan melayangTujuan PTK ini adalah mendeskripsikan metode permainan untuk meningkatkan gerak dasar lari pada siswa kelas III SDN Oro-oro Ombo 03 Batu tahun pelajaran 2022/2023. Berdasarkan analisa data maka kegiatan PTK ini terbukti terjadi peningkatan hasil pembelajaran melakukan gerak dasar berlari dengan media permainan gobak sodor siswa kelas III SDN Oro-oro Ombo 03 Batu. Siswa kelas III SD Negeri Oro-oro Ombo 03 Batu aktif dan senang dalam pembelajaran peningkatan hasil pembelajaran melakukan gerak dasar berlari dengan media permainan. Hasil Hasil belajar latihan gerak dasar berlari dari pra siklus ke siklus 1 terjadi peningkatan 18,20 % dari skor 63,76 menjadi 71,76, hasil belajar pemahaman gerak dasar berlari dari siklus 1 ke siklus 2 terjadi peningkatan 20,85 % dari skor 66,60 menjadi 81,00. Metode Permainan bisa dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA REALISTIK TENTANG BANGUN RUANG DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DI KELAS 5 SDN PUNTEN 02 BATU Nur Agustina
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada di semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun dalam praktiknya, siswa mengalami kesulitan dengan materi yang diajarkan dalam belajar matematika Pembelajaran di kelas V SD Negeri 02 Punten belum menerapkan model Pembelajaran Matematika Realistis (PMR). Hal ini terlihat ketika sikap belajar siswa tidak begitu antusias dan konsentrasinya terhadap guru rendah. PMR merupakan salah satu pendekatan pembelajaran Matematika yang berorientasi pada siswa, bahwa Matematika adalah aktivitas manusia dan Matematika harus digubungkan secara nyata terhadap konteks kehidupan sehari-hari siswa ke pengalaman belajar yang berorientasi pada hal-hal yang real (nyata). Upaya ini dilakukan melalui penjelajahan berbagai situasi dan persoalan-persoalan “realistik”. Salah satu upaya pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan PjBL (Project Based Learning). PjBL merupakan model pembelajaran yang menggunakan Pembelajaran berbasis proyek adalah eksplorasi mendalam tentang topik dunia nyata. Langkah-langkah dalam implementasi berbasis proyek adalah menentukan pertanyaan dasar, menyiapkan rencana proyek, menyusun jadwal, memantau, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman. Tujuan PTK ini adalah mendeskripsikan Peningkatan Hasil Belajar Matematika Realistik Tentang Bangun Ruang Dengan Model Project Based Learning Di Kelas 5 SDN Punten 02 Batu. Hasil PTK ini membuktikan bahwa Siswa aktif dalam penerapan metode pembelajaran projek dalam PMR tentang Bangun Ruang di kelas 5 SDN Punten 02 Batu. Penerapan metode pembelajaran projek dapat meningkatkan hasil belajar PMR tentang Bangun Ruang di kelas 5 SDN Punten 02 Batu. Skor rata rata dari aspek PMR tentang Bangun Ruang melalui pembelajaran projek. Hal ini terbukti dengan peningkatan skor dari 50,20 pada saat pra PTK meningkat menjadi 70,80 pada siklus 1 dan meningkat menjadi 86,80 pada siklus 2.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KELILING LINGKARAN MELALUI MODEL PROBLEM BASSED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VI A SDN JUNREJO 01 KOTA BATU Eka Susy Lestari
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika membantu ilmu-ilmu lain untuk menganalisis berbagai pengamatan yang ada, menemukan hubungan-hubungan yang logis, menarik kesimpulan sehingga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut. Dengan kata lain matematika adalah bekal bagi siswa untuk berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) atau yang sering disebut PBL adalah salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan cara menghadapkan para peserta didik tersebut dengan berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Melalui pembelajaran dengan model PBL dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan abad 21, yaitu 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication). Kompetensi ini meliputi kemampuan untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, bekerja sama dengan orang lain, dan berkomunikasi dengan baik. Tujuan PTK ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa materi keliling lingkaran melalui model Problem Bassed Learning (PBL pada siswa kelas VI A SDN Junrejo 01 Kota Batu Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran dengan model PBL dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan abad 21, yaitu 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication). Kompetensi ini meliputi kemampuan untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, bekerja sama dengan orang lain, dan berkomunikasi dengan baik. Penggunaan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI A SDN Junrejo 01 Kota Batu pada materi keliling lingkaran. Ketuntasan pembelajaran matematika pada materi keliling lingkaran kelas VI A SDN Junrejo 01 Batu tahun ajaran 2022/2023 dengan menggunakan model PBL mengalami peningkatan hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2. Pada siklus 1, siswa yang nilainya di atas KKM adalah 46,43 % dan pada siklus 2 menjadi 71,43 %. Penerapan model PBL pada pembelajaran matematika materi keliling lingkaran memberikan pembelajaran yang bermakna karena siswa belajar memahami konsep keliling lingkaran.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP LUAS BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS IV SDN PUNTEN 02 KOTA BATU Erna Setiyo Indahwati
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang berhubungan dengan ide-ide atau konsep abstrak yang tersusun secara hierarki dan penalaran deduktif yang membutuhkan pemahaman secara bertahap dan berurutan. Kesulitan memahami matematika merupakan faktor utama yang menyebabkan siswa tidak menyukai matematika, yang pada dasarnya siswa bukan paham akan konsep tetapi menghafal rumus-rumus matematika..Dalam menyampaikan materi matematika di kelas IV SDN Punten 02, guru lebih sering menggunakan model pembelajaran konvensional dan berpusat pada guru, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Dari data yang diperoleh rata-rata nilai siswa adalah 59,44 atau 10 dari 18 siswa memperoleh nilai di bawah KKM. Kemampuan guru untuk memvariasikan sebuah model pembelajaran yang tepat pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang membuat siswa dapat belajar dengan aktif dan menyenangkan, sehingga siswa dapat memiliki minat dan hasil belajar yang baik. Penerapan model pembelajaran yang efektif merupakan model pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan siswa salah satunya adalah model Discovery Learning. Berdasarkan hasil PTK ini menunjukkan bahwa siswa aktif dalam dalam penerapan metode pembelajaran Discovery Learning tentang luas bangun datar di kelas IV SDN Punten 02 Kota Batu. Kegiatan PTK dalam penerapan metode dalam pembelajaran Discovery Learning tentang luas bangun datar terbagi dalam 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dari hasil penelitian terbukti kenaikan skor rata-rata siswa 59,44 pada tahap pra siklus menjadi 69,17 pada siklus 1 dan menjadi 81,39 pada siklus 2.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SIFAT-SIFAT BENDA MELALUI DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS V SDN MOJOREJO 02 KOTA BATU Indah Hidayati
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPA atau sains merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai alam semesta beserta isinya, serta peristiwa- peristiwa yang terjadi didalamnya yang dikembangkan oleh para ahli berdasarkan proses ilmiah. Proses pembelajaran IPA di kelas menitik beratkan pada suatu proses percobaan untuk menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang akan dipelajari, yaitu merupakan suatu usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat sasaran, serta menggunakan prosedur, dan d ijelaskan dengan penalaran sehingga mendapatkan suatu kesimpulan. Discovery Learning adalah suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis dan logis. Sehingga mereka bisa menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.. Pembelajaran IPA tentang sifat-sifat benda di SDN Mojorejo 02 Kota Batu masih berpusat pada guru, yang menyebabkan hasil belajar siswa kurang memuaskan. Berdasarkan latar belakang tersebut, dilakukanlah penelitian untuk mengetahui apakah hasil belajar IPA tentang sifat-sifat benda pada siswa kelas V SDN Mojorejo 02 Kota Batu dapat ditingkatkan melalui metode discovery learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikani peningkatan hasil belajar IPA tentang sifat-sifat benda pada siswa kelas V SDN Mojorejo 02 Kota Batu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Class Action Reaserch) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan perincian dua kali pertemuan proses belajar mengajar dan satu kali pertemuan untuk pelaksanaan tes hasil belajar. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian didapatkan meningkatnya ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II yaitu 46,15% atau 11 orang pada siklus I menjadi 100% atau 22 orang yang tuntas pada siklus II. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Mojorejo 02 Kota Batu. Disarankan menggunakan metode Discovery Learning untuk pembelajaran IPA di SD kelas V agar siswa lebih aktif dan memahami materi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SIKLUS HIDROLOGI DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN MEDIA DIORAMA PADA SISWA KELAS VA SDN JUNREJO 01 KOTA BATU Anis Sulistin
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPA merupakan mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, termasuk pada jenjang Sekolah Dasar . Dari data yang diperoleh rata-rata nilai evaluasi pemahaman konsep siklus hidrologi air termasuk dalam kategori yang rendah. Dari seluruh siswa kelas VA SDN Junrejo 01 Kecamatan Junrejo Kota Batu Tahun Pelajaran 2022/2023 hanya 25 % yakni dari 28 siswa hanya 7 siswa yang mencapai nilai KKM (≥75). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siklus hidrologi air masih rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah. PBL menekankan belajar sebagai proses yang melibatkan pemecahan masalah dan berpikir kritis dalam konteks yang sebenarnya. Tujuan PTK ini adalah mendeskripsikan Upaya peningkatan Hasil belajar Siklus Hidrologi dengan model Problem Based Learning dan Media Diorama pada Siswa Kelas VA SDN Junrejo 01 Kota Batu. Hasil PTK menunjukkan Hasil belajar siswa kelas V SDN SDN Junrejo 01 Kota Batu pada Mata materi Siklus Hidrologi Air sebelum di terapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Media Diorama yakni persentase ketuntasan klasikal 25 % dan siswa yang tidak tuntas berjumlah 21 orang atau persentase 75% dengan nilai rata-rata 67,5 . Pada silklus I (post test 1) siswa yang tuntas berjumlah 7 orang atau dengan persentase 25 % dan siswa yang tidak tuntas 21 orang atau dengan persentase 75 % dengan nilai rata-rata yaitu 67,5. Persentase dari ketuntasan klasikal siswa belum mencapai KKM yang di tentukan sekolah, maka peneliti malanjutkan ke siklu II. Pada siklus II (post test) siswa yang tuntas 25 orang dengan persentase 89,28 % dan siswa yang tidak tuntas 3 orang dengan persentase 10.71 % dengan nilai rata-rata 86,28 .