cover
Contact Name
Tubagus Chaeru Nugraha
Contact Email
t.chaeru@unpad.ac.id
Phone
+62895619611961
Journal Mail Official
jlp.fibunpad@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Gedung A Lantai 2 Jalan Raya Bandung-Sumedang KM 21 Jatinangor Sumedang 45363 Jawa Barat Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Linguistic Phenomena
ISSN : -     EISSN : 29631416     DOI : https://doi.org/10.24198/jlp
Core Subject : Education,
Fokus dan ruang lingkup Journal of Linguistic Phenomena (JLP) adalah kajian dalam ilmu linguistik (linguistik mikro, linguistik makro, dan linguistik terapan).
Articles 30 Documents
ONOMATOPE (GIONGO) DALAM MANGA SPY X FAMILY KARYA TATSUYA ENDO: KAJIAN SEMANTIK Dewi, Amelia Kesuma
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 3, No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.52121

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang jenis dan makna giongo dalam manga Spy x Family karya Tatsuya Endo. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis dan makna giongo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lalu, sebagai teori yang mendukung analisis dalam penelitian ini, penulis mengacu pada teori semantik oleh Chaer (1995) dan Kridalaksana (2008), teori Hideichi Ono (1988) untuk mengetahui definisi onomatope dan Hinata Hibiya (1989) untuk pengklasifikasian onomatope. Hasil analisis menunjukkan bahwa giongo yang ditemukan adalah tiruan bunyi benda mati dan bunyi yang ada di sekitar.
PENGGUNAAN VOKATIF NAMA DIRI TERHADAP MITRA TUTUR DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA SUNDA Wahya Wahya
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 2, No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.51922

Abstract

Penggunaan vokatif nama diri, baik berbentuk utuh maupun penggalan, terhadap mitra tutur dalam tingkat tutur bahasa Sunda dapat terjadi, baik dalam tingkat tutur kode akrab maupun dalam tingkat tutur kode hormat. Demikian pula hubungan yang terdapat di antara penutur dan mitra tutur dalam penggunaan vokatif nama diri tersebut dapat diamati dalam penggunaan tingkat tutur bahasa Sunda. Penelitian ini mencoba mengungkapan masalah di atas. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan, yakni padan referensial dengan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data tertulis tunggal, yaitu buku fiksi berbahasa Sunda yang berjudul Bentang Hariring (2016) karya Dian Hendrayana. Berdasarkan kriteria data yang ditentukan, dari sumber data yang digunakan tersebut ditemukan 33 data kalimat yang memuat bentuk vokatif nama diri, yakni 18 kalimat termasuk tindak tutur kode akrab dan 15 kalimat termasuk tindak tutur kode hormat. Selanjutnya, hubungan sosial yang terdapat di antara penutur dan mitra tutur pada penggunaan vokatif nama diri dalam tingkat tutur kode akrab dan tingkat tutur kode hormat sebagi berikut. Tingkat tutur kode akrab yang memuat vokatif nama diri utuh dan penggalan terhadap mitra tutur masing-masing memiliki hubungan sosial empat jenis dan satu jenis. Tingkat tutur kode hormat yang memuat vokatif nama diri utuh dan penggalan terhadap mitra tutur masing-masing memiliki hubungan sosial enam jenis dan satu jenis. Hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur pada penggunaan vokatif nama diri penggalan, baik pada tingkat tutur kode akrab maupun pada tingkat tutur kode hormat hanya terdapat pada satu hubungan sosial, yaitu pertemanan.
PERANAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA RUSIA BAGI PEMBELAJAR INDONESIA Anggraeni Purnama Dewi; Rivan Akbar Putra Nurdiansyah
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 1, No 2 (2023): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2023
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v1i2.43689

Abstract

Bahasa Rusia merupakan salah satu bahasa asing yang banyak diminati oleh masyarakat, termasuk oleh mahasiswa Indonesia saat ini. Namun tentu saja mempelajari bahasa Rusia diperlukan ketekunan dan kesabaran, karena tata bahasa Rusia sangat variatif dan kompleks, yang berbeda signifikan dari tata bahasa Indonesia. Adanya kecanggihan teknologi, yaitu media sosial YouTube, sangat membantu mahasiswa dalam mempelajari bahasa Rusia, baik terkait tata bahasa maupun cara pelafalan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dampak positif dan negatif dari pembelajaran bahasa Rusia melalui media sosial YouTube yang dirasakan oleh mahasiswa. Dari 46 mahasiswa yang menjadi responden, 54% memandang bahwa media sosial YouTube sangat membantu dalam proses pembelajaran bahasa Rusia, sedangkan 46% responden menyatakan bahwa pembelajaran bahasa Rusia yang efektif adalah secara konvensional, artinya dengan bimbingan dosen di kelas. 
VERBA AKTIVITAS DALAM KALIMAT PASIF BAHASA SUNDA KONSTRUKSI DI--AN DAN DI--KEUN: KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA Lyra, Hera Meganova
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 3, No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.55775

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan makna kalimat pasif bahasa Sunda konstruksi di--an dan di--keun yang dihasilkan verba pangkal aktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan kajian distribusional dengan teori yang digunakan teori Djajasudarma (1994), Ramlan (1997), dan Tadjuddin (1993). Sumber data berasal dari kepustakaan berupa novel dan majalah. Hasil penelitian menujukkan bahwa verba aktivitas dalam kalimat pasif bahasa Sunda konstruksi di--an memiliki 4 pola dengan makna inheren progresif, distributif, dan resultatif, sedangkan konstruksi di--keun menghasilkan 3 pola dengan makna progresif dan terminatif.
Metafora Konseptual dalam Kumpulan Puisi Karya Kim Nam-Ju (김남주): Kajian Semantik Kognitif Ni Gusti Ayu Dhyana Widyadewi; Tajudin Nur
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 2, No 1 (2023): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2023
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i1.46852

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas metafora konseptual yang ditemukan dalam 3 puisi karya Kim Nam-ju yang berjudul학살2 (Massacre, Part II), 망월동에 와서 (At the Mangwol Cemetery), dan지는 잎새 쌓이거든 (As Falling Leaves Pile Up). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana saja bentuk metafora konseptual dalam bahasa Korea yang ada di dalam 3 puisi karya Kim Nam-ju. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan setiap jenis data metafora yang ditemukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak catat dan studi kepustakaan dengan data berupa 41 metafora yang bersumber dari 3 puisi karya Kim Nam-ju. Data yang diperoleh diolah dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Data dikelompokkan dengan menggunakan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson.  Hasilnya, ditemukan 16 data metafora struktural, 10 data metafora orientasional, dan 15 data metafora ontologis. Lalu, berdasarkan skema citranya terdapat 6 jenis skema citra yang ditemukan, yaitu space 6 data, container 6 data, force 6 data, unity/multiplicity 1 data, identity 15 data, dan excistence 7 data. Sehingga secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metafora struktural dan skema citra identity merupakan yang paling banyak dilakukan dalam puisi ini.Kata kunci: metafora konseptual, puisi, bahasa Korea, Kim Nam-ju  Abstract: This study discusses the conceptual metaphors found in Kim Nam-ju's 3 poems entitled 학살2 (Massacre, Part II), 망월동에 와서 (At the Mangwol Cemetery), dan 지는 잎새 쌓이거든 (As Falling Leaves Pile Up). The purpose of this study is to find out how the conceptual metaphors in Korean are in the 3 poems by Kim Nam-ju. This study uses descriptive qualitative methods to describe each type of metaphorical data found. The data collection technique used is note-taking and literature study with data in the form of 41 metaphors sourced from 3 poems by Kim Nam-ju. The data obtained were processed by data reduction techniques, data presentation, and determining conclusions. The data are grouped using Lakoff and Johnson's conceptual metaphor theory. As a result, there are 16 structural metaphor data, 10 orientational metaphor data, and 15 ontological metaphor data. Then, based on the image scheme, there are 6 types of image schemes found, there are space 6 data, container 6 data, force 6 data, unity/multiplicity 1 data, identity 15 data, and existence 7 data. So overall it can be concluded that the use of structural metaphors and identity image scheme is the most widely used in this poem.Keywords: conceptual metaphor, poetry, Korean, Kim Nam-ju.
IMPLEMENTASI SETSUZOKUSHI DALAM CERITA ANAK KOMEBUKU TO NUKABUKU: KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA RIZA LUPI ARDIATI; SIGIT SUGIARTO
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 1, No 1 (2022): Journal of Linguistic Phenomena Juli 2022
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v1i1.39907

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan setsuzokushi atau konjungsi bahasa Jepang yang terdapat dalam cerita anak Komebuku to Nukabuku. Pendekatan struktur dan makna yang digunakan untuk mencari bentuk dan fungsi serta jenis setsuzokushi, serta maknanya. Metode studi pustaka analisis deskriptif,  teknik sadap rekam  dan catat digunakan untuk mengklasifikasi dan menganalisis data setsuzokushi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari data cerita anak Komebuku to Nukabuku mendapatkan hanya 3 jenis setsuzokushi, yaitu konjungtor junsetsu yang diwakili suruto, konjungtor gyakusetsu : tokoro ga, demo, keredo dan kedo dan konjungtor tenkai, yang diwakili sonnara .
AKRONIM DALAM MEDIA SOSIAL: SUATU KAJIAN MORFOLOGIS Agus Nero Sofyan; Tajudin Nur; Eka Kurnia
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 2, No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.50973

Abstract

Penelitian ini berjudul, “ Akronim dalam Media Sosial: Suatu Kajian Morfologis”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Sumber data yang digunakan adalah surat kabar yang ada di media sosial, yaitu Kompas, Republika, Tempo, dan Pikiran Rakyat. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih) dengan pendekatan morfologis. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah morfem, silabel, akronim, dan proses morfologis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah pendeskripsian dan proses morfologis akronim nama makanan, nama perilaku, nama perguruan tinggi, dan nama tempat tujuan berkendara dalam media sosial. Berdasarkan analisis data, ditemukan akronim nama makanan sebanyak 5, akronim nama perilaku, 5, akronim nama perguruan tinggi 5, dan akronim nama tempat tujuan berkendara 4. Akronim nama-nama tersebut dapat terbentuk dari paduan fonem awal, paduan silabel pertama, paduan silabel pertama dan kedua, paduan silabel pertama dan ketiga, paduan silabel pertama dengan mengekalkan tiga fonem pada silabel kedua, paduan silabel pertama dengan penghilangan fonem, paduan silabel pertama, kedua, dan ketiga. Morfem yang hadir dalam akronim tersebut dapat berupa paduan morfem tunggal dan paduan morfem tunggal dengan morfem kompleks.
GAYA BAHASA DALAM NASKAH CERITA TRADISIONAL PINGSHU BAIMEI DA XIA Uray Afrina; Tri Bigrit Cleveresty; Nanda Lailatul Qadriani
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 1, No 2 (2023): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2023
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v1i2.43656

Abstract

Pingshu adalah seni bercerita lisan yang sangat terkenal luas di Tiongkok. Yang menjadi ciri khas Pingshu adalah pendongeng sering menambahkan komentar mereka sendiri tentang subjek dan karakter yang mereka ceritakan, karena kata Pingshu sendiri memang berasal dari kata Bahasa Mandarin “Ping 评 “yang berarti menilai atau mengomentari, “Shu 书” yang artinya cerita. Pingshu menjadi menarik untuk diteliti karena merupakan seni bercerita tradisional yang masih dilestarikan dan dituturkan dalam masyarakat semua kalangan hingga sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan gaya bahasa dalam naskah cerita tradisional Pingshu berjudul Baimei Da Xia dengan menggunakan teori simak catat dari Sudaryanto (dalam Faruk, 2012) dan teori gaya bahasa dari Huang dan Liao (dalam Sukmawati dan Subandi, 2020). Dengan menggunakan metode membaca, mencatat dan menginvetarisasi kalimat-kalimat langsung yang ada di dalam naskah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam naskah Pingshu ditemukan lebih banyak menggunakan gaya bahasa hiperbola, atau dalam Mandarin disebut 夸张 kuazhang.
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA Kurnia, Rizal Agung; Gumilang, Sari
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 3, No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.54941

Abstract

Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai mengikuti dan menerima informasi tentang konflik dua negara tersebut dari media massa, baik media cetak maupun media online. Salah satu informasi yang ada di dalamnya adalah informasi nama geografis yang beberapa di antaranya memiliki lebih dari satu cara penulisan untuk satu nama geografis. Perbedaan dalam penulisan nama geografis tersebut merupakan salah satu permasalahan yang dibahas dalam toponimi atau bagian dari kajian onomastika yang khusus mempelajari nama geografis. Sejak berdirinya organisasi tingkat internasional The United Nations Group of Expert on Geographical Names (UNGEGN) tahun 1959, negara-negara anggota PBB mulai bergerak untuk melakukan pembakuan nama-nama geografis wilayahnya. Dalam proses pembakuan nama geografis tersebut, negara-negara sering mengalami permasalahan terkait penulisan nama geografis asing ke dalam bahasa lokal atau eksonim. Penulisan nama geografis asing sering ditemukan ketidakkonsistenan dalam praktiknya. Ketidakkonsistenan tersebut menarik untuk diamati karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penulisan nama-nama geografis Indonesia dalam bahasa Rusia dan sebaliknya, nama geografis Rusia dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dekriptif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah penulisan nama geografis yang bersumber dari peta, kamus, dan publikasi lainnya. Kemudian, data dianalisis dengan cara dibandingkan secara diakronik untuk penulisan nama geografis Indonesia dalam bahasa Rusia dan secara sinkronik untuk penulisan nama geografis Rusia atau Ukraina dalam bahasa Indonesia untuk menemukan karakteristiknya. Hasil penelitian adalah nama geografis Indonesia didokumentasikan dalam bahasa Rusia di peta, kamus, dan publikasi lainnya. Meskipun demikian, penulisan tersebut mengalami perubahan pada setiap era. Nama geografis Rusia atau Ukraina juga terdokumentasikan dalam bahasa Indonesia, tetapi ditulis secara tidak konsisten dan banyak ditemui dalam publikasi jurnalistik, seperti Zaporizhia atau Zaporozhye, Kyiv atau Kiev, Moskow atau Moskva, dan seterusnya. Ketidakkonsistenan penulisan nama geografis dipengaruhi oleh tidak tersedianya kamus geografis yang terstandardisasi oleh institusi terkait dan kesulitan dalam proses transliterasi aksara Kiril ke Latin. Oleh karena itu, pihak-pihak berwenang, seperti Badan Bahasa dan Program Studi Sastra Rusia di Indonesia, perlu melakukan standardisasi penulisan nama geografis asing dan menghimpunnya menjadi kamus geografis sebagai acuan utama bagi masyarakat, serta melakukan pemutakhiran secara berkala terhadap kamus tersebut agar ketidakkonsistenan penulisan nama geografis dapat dihindari.
MEMAHAMI PENGGUNAAN PREPOSISI BAHASA RUSIA MELALUI SERIAL CERITA ANAK MAŠA I MEDVED’ YANG BERJUDUL KOSHKI-MYSHKI Anggraeni Purnama Dewi; Siti Hasna Fauziyah Rohmah
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 2, No 1 (2023): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2023
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i1.47214

Abstract

Preposisi dalam bahasa Rusia dikenal dengan istilah предлог Predlog. Ragamnya memang banyak, yaitu mengikuti jumlah kasus yang ada dalam bahasa Rusia, kecuali untuk kasus nominatif, tentu tidak memiliki preposisi. Hal inilah yang seringkali dianggap rumit oleh pembelajar Indonesia, khususnya mahasiswa Sastra Rusia Unpad, karena setiap kasus memiliki preposisi yang beragam dan penggunaannya pun cukup majemuk. Melalui penulisan artikel ini diharapkan dapat memantik semangat dari pembelajar untuk memahami penggunaan preposisi bahasa Rusia melalui berbagai bahan bacaan yang menarik, salah satunya dengan menelaah serial cerita anak MaŠa I Medved’ yang berjudul Koshki-Myshki ‘Kucing dan Tikus’. Selain itu penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui preposisi apa saja yang digunakan dalam kalimat dan mengetahui makna dari setiap preposisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pemaparan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preposisi yang sering muncul dalam cerita tersebut adalah preposisi dalam kasus akusatif bermakna tempat, preposisi dalam kasus genetif bermakna kepemilikan, dan preposisi dalam kasus preposisional bermakna tempat.Kata kunci: Preposisi, Kasus, Bahasa Rusia, Cerita Anak 

Page 2 of 3 | Total Record : 30