cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30627141     DOI : -
Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal published by Yayasan Pesantren Al-Qur’an Shalahuddin Al-Ayyubi, located at Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55674. This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 116 Documents
Isu Gender Dalam Pendidikan Islam: Tantangan Dan Strategi Mewujudkan Keadilan Akses Belajar Hafizah Indriany; Apriani Putri Fajtriansyah; Herlini Puspika Sari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/djvf2g95

Abstract

Gender issues in Islamic education have become an important topic in contemporary educational discourse, especially in efforts to achieve equitable access to learning for men and women. Normatively, Islamic teachings emphasize the principles of justice and equality in obtaining education. However, in practice, there are still various challenges that affect the implementation of gender equality in Islamic education environments, such as social stereotypes, the influence of patriarchal culture, and limited understanding of gender-responsive education. This article aims to analyze gender issues in Islamic education and identify various challenges and strategies in realizing equitable access to learning. This study uses a qualitative approach with library research. Data were collected through documentary studies of various scientific literature sources in the form of books, journal articles, and relevant research results published in recent years. Data analysis was conducted using content analysis techniques to critically examine various concepts, ideas, and research findings related to gender equality in Islamic education. The results of the study indicate that gender inequality in Islamic education is more influenced by social and cultural constructs than by Islamic teachings themselves. Therefore, it is necessary to strengthen gender-responsive curricula, improve educator competencies, and support inclusive education policies. These findings contribute conceptually to the development of a more equitable and inclusive Islamic education, and emphasize the importance of integrating a gender perspective into the education system to achieve equitable access to learning. Abstrak Isu gender dalam pendidikan Islam menjadi salah satu topik penting dalam diskursus pendidikan kontemporer, terutama dalam upaya mewujudkan keadilan akses belajar bagi laki-laki dan perempuan. Secara normatif, ajaran Islam menegaskan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam memperoleh pendidikan. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan yang memengaruhi implementasi kesetaraan gender di lingkungan pendidikan Islam, seperti stereotip sosial, pengaruh budaya patriarki, serta terbatasnya pemahaman tentang pendidikan yang responsif gender. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis isu gender dalam pendidikan Islam serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan strategi dalam mewujudkan keadilan akses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber literatur ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian relevan yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk menelaah secara kritis berbagai konsep, gagasan, dan temuan penelitian yang berkaitan dengan kesetaraan gender dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan gender dalam pendidikan Islam lebih banyak dipengaruhi oleh konstruksi sosial dan budaya daripada ajaran Islam itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum responsif gender, peningkatan kompetensi pendidik, serta dukungan kebijakan pendidikan yang inklusif. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang lebih adil dan inklusif, serta menegaskan pentingnya integrasi perspektif gender dalam sistem pendidikan untuk mewujudkan keadilan akses belajar.
Artificial Intelligence (AI) Dalam Pendidikan Islam: Peluang, Tantangan, Dan Etika Keislaman Aulia Putri; Herlini Puspika Sari; Muhammad Suma Hafiz; Qonita Az Zahra
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ed0d3j22

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has significantly influenced various fields of life, including the education sector. In the context of Islamic education, the use of AI provides new opportunities to improve the quality of learning through the availability of digital learning resources, the development of interactive learning media, and the implementation of more adaptive learning systems. However, the use of AI also presents several challenges, such as limited digital literacy among educators, the potential for overdependence on technology, and ethical issues related to the use of information. This article aims to analyze the opportunities, challenges, and Islamic ethical perspectives in the utilization of Artificial Intelligence in Islamic education. This study employs a qualitative approach using the library research method by collecting data from scientific journal articles, books, and relevant academic publications published within the last five years. The collected data were analyzed descriptively to identify concepts, research findings, and scholarly perspectives regarding the integration of AI in Islamic education. The results indicate that AI has significant potential to support innovation in Islamic education learning. However, its utilization should be accompanied by the strengthening of Islamic ethical values such as honesty, responsibility, and trustworthiness. Therefore, the integration of AI in Islamic education should not only focus on technological advancement but also emphasize moral and spiritual values. Abstrak Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam konteks pendidikan Islam, pemanfaatan AI membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyediaan sumber belajar digital, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta penerapan sistem pembelajaran yang lebih adaptif. Namun demikian, penggunaan AI juga menimbulkan berbagai tantangan, seperti keterbatasan literasi digital pendidik, potensi ketergantungan terhadap teknologi, serta persoalan etika dalam penggunaan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, serta etika keislaman dalam pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui pengumpulan data dari artikel jurnal ilmiah, buku, serta publikasi akademik yang relevan dalam lima tahun terakhir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi konsep, temuan, serta pemikiran para ahli mengenai integrasi AI dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam mendukung inovasi pembelajaran pendidikan Islam, namun pemanfaatannya perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai etika keislaman seperti kejujuran, tanggung jawab, dan amanah. Oleh karena itu, integrasi AI dalam pendidikan Islam harus diarahkan pada pengembangan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teknologi tetapi juga berlandaskan nilai moral dan spiritual.
Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah: Internalisasi Nilai Penguatan Kelembagaan Dan Respons Terhadap Faktor Eksternal Di SMP Nurul Istiqo Lana Izzatul Himmah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/hhas8757

Abstract

This research is motivated by the increasing importance of character education in addressing the various moral and social challenges faced by students in the contemporary era. The development of information technology, the flow of globalization, and changes in social interaction patterns have had a significant impact on the behavior and character of the younger generation. These conditions require educational institutions to focus not only on academic development but also on building strong character as a provision for students in living in society. Therefore, this study aims to analyze the implementation of character education based on school culture, the institutional systems that support its implementation, and the school's response to various external factors that influence the development of student character at SMP Nurul Istiqomah Lumajang. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with Islamic Religious Education teachers as key informants. This approach was chosen to gain a comprehensive understanding of the practice of character education implemented in the school environment. The results show that character education at SMP Nurul Istiqomah Lumajang is implemented through the habituation of school culture integrated into various daily student activities, such as religious activities, discipline, responsibility, and the formation of social attitudes. This implementation is reinforced by a structured institutional system through school regulations, coaching programs, and hierarchical supervision. Furthermore, the study found that the success of internalizing character values ​​is not solely determined by the school environment but is also influenced by external factors, particularly family background and social media use. These findings demonstrate the importance of synergy between schools, families, and the community in supporting student character development. Therefore, this study contributes to the development of a character education model that is adaptive, integrative, and relevant to the dynamics of students' current social lives. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi peserta didik pada era kontemporer. Perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial telah membawa dampak yang signifikan terhadap perilaku dan karakter generasi muda. Kondisi tersebut menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat sebagai bekal peserta didik dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, sistem kelembagaan yang mendukung pelaksanaannya, serta respons sekolah terhadap berbagai faktor eksternal yang memengaruhi perkembangan karakter siswa di SMP Nurul Istiqomah Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap guru Pendidikan Agama Islam sebagai informan utama. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di SMP Nurul Istiqomah Lumajang dilaksanakan melalui pembiasaan budaya sekolah yang terintegrasi dalam berbagai aktivitas harian siswa, seperti kegiatan keagamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pembentukan sikap sosial. Implementasi tersebut diperkuat oleh sistem kelembagaan yang terstruktur melalui aturan sekolah, program pembinaan, serta pengawasan yang dilakukan secara berjenjang. Selain itu, penelitian menemukan bahwa keberhasilan internalisasi nilai-nilai karakter tidak hanya ditentukan oleh lingkungan sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama latar belakang keluarga dan penggunaan media sosial. Temuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pendidikan karakter yang adaptif, integratif, dan relevan dengan dinamika kehidupan sosial siswa saat ini.
Analisis Komparatif antara Pola Asuh Qur’ani dan Toxic Parenting pada Masa Golden Age Anak Nadhira Zahra Ikrima; Nabila Mailany Sukma; Qurratul ‘Aini; Muhamad Yahya
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vt6hnh48

Abstract

The golden age is a crucial period in a child's development, crucial for the formation of personality, basic skills, and character. Optimizing child development at this time is highly dependent on family parenting patterns. The purpose of this study is to compare Qur'anic parenting patterns with poor parenting patterns that emphasize values ​​such as compassion, role models, good communication, and moral-based education in accordance with Islamic teachings. In contrast, poor parenting patterns are characterized by authoritarian attitudes, lack of empathy, excessive control, and behaviors that can hinder a child's psychological development. This research was conducted using a qualitative approach and is a literature review. It examined various sources, such as the Quran and Hadith, as well as scientific literature on parenting and child development. The results indicate that Qur'anic parenting patterns have a positive impact on a child's emotional, social, and spiritual development and foster a balanced character. Conversely, unhealthy parenting can have negative effects such as low self-confidence, emotional disturbances, and difficulties in social interactions. Therefore, implementing Qur'anic parenting patterns is the best way to support a child's growth and development during the golden age. Abstrak Masa golden age merupakan periode penting dalam perkembangan anak, sangat menentukan pembentukan kepribadian, kemampuan dasar, dan karakter. Mengoptimalkan perkembangan anak saat ini sangat bergantung pada pola asuh keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pola asuh Qur'ani dengan pola asuh buruk yang menekankan nilai-nilai seperti kasih sayang, keteladanan, komunikasi yang baik, dan pendidikan berbasis akhlak sesuai ajaran Islam. Sebaliknya, pola asuh buruk ditandai dengan sikap otoriter, kurangnya empati, kontrol berlebihan, dan perilaku yang dapat menghambat perkembangan psikologis anak. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan merupakan jenis studi kepustakaan. Penelitian ini melihat berbagai sumber, seperti Al-Qur'an dan hadis, serta literatur ilmiah tentang parenting dan perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh Qur'ani memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, sosial, dan spiritual anak serta membentuk karakter yang seimbang. Sebaliknya, pengasuh yang tidak sehat dapat memiliki efek negatif seperti rendahnya kepercayaan diri, gangguan emosional, dan kesulitan dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, penerapan pola asuh Qur'ani adalah cara terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan baik selama masa golden age.
Urgensi Pendidikan Agama Islam Berbasis Pluralisme Dalam Membentuk Karakter Toleran Generasi Z Indriayu Ramadhani; Cici Wulandari; Muhammad Fajar; Aditya; Restri Yulastri
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/v3vhgs15

Abstract

This study discusses the urgency of pluralism-based Islamic Religious Education in shaping the tolerant character of Generation Z amid the development of the digital era and multicultural society. The phenomenon of intolerance, narrow fanaticism, and the spread of hate speech through social media indicate the need for a more inclusive and humanistic approach to religious education. This study aims to analyze the importance of pluralism-based Islamic Religious Education in developing tolerant, moderate, and diversity-respecting attitudes among Generation Z. The research method used is qualitative research with a library research approach through collecting data from books, scientific journals, and research articles published between 2020–2025 relevant to the research topic. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that pluralism-based Islamic Religious Education can strengthen tolerant character, increase social awareness, and develop religious moderation attitudes among Generation Z. This study contributes to the development of Islamic Religious Education that is more contextual and relevant to the challenges of the digital era. Therefore, strengthening pluralism values in religious education is an important step in maintaining harmony and social cohesion in multicultural societies. Abstrak Penelitian ini membahas urgensi Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme dalam membentuk karakter toleran Generasi Z di tengah perkembangan era digital dan masyarakat multikultural. Fenomena intoleransi, fanatisme sempit, dan penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan agama yang lebih inklusif dan humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme dalam membangun sikap toleran, moderat, dan menghargai keberagaman pada Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian terbitan tahun 2020–2025 yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berbasis pluralisme mampu memperkuat karakter toleran, meningkatkan kesadaran sosial, serta membangun sikap moderasi beragama pada Generasi Z. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan era digital. Dengan demikian, penguatan nilai pluralisme dalam pendidikan agama menjadi langkah penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan sosial masyarakat multikultural.
Pemanfaatan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0 Rosdialena; Mhd Zidan Firmansyah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/t4qzew18

Abstract

tract The Society 5.0 era has brought significant changes to various aspects of life, including education. The increasingly rapid development of digital technology requires the educational sector to adapt by utilizing various digital media as effective, innovative, and relevant learning tools to meet students' needs. In the context of Islamic Religious Education (PAI), the use of digital media is a crucial strategy for improving the quality of learning, expanding access to learning resources, and instilling Islamic values ​​in a more engaging and contextual manner. This study aims to analyze the use of digital media in Islamic Religious Education learning in the Society 5.0 era, identify the various forms of digital media used, and examine the opportunities and challenges faced in their implementation. This study used a qualitative approach with library research methods. Data were obtained from various scientific sources such as books, journals, articles, and documents relevant to the research theme. Data analysis was conducted using data reduction techniques, data presentation, and descriptive-analytical conclusions. The results indicate that the use of digital media in PAI learning can improve the effectiveness of the teaching and learning process through the use of online learning platforms, Islamic educational applications, learning videos, social media, e-books, and various other digital learning resources. Digital media enables students to have a more interactive, flexible, and learner-centered learning experience. Furthermore, the integration of digital technology into Islamic Religious Education (PAI) learning can support the development of 21st-century skills, such as digital literacy, critical thinking, creativity, collaboration, and communication. Abstrak Era Society 5.0 menghadirkan perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan memanfaatkan berbagai media digital sebagai sarana pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pemanfaatan media digital menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber belajar, serta menanamkan nilai-nilai keislaman secara lebih menarik dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0, mengidentifikasi berbagai bentuk media digital yang digunakan, serta mengkaji peluang dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar melalui penggunaan platform pembelajaran daring, aplikasi edukasi Islami, video pembelajaran, media sosial, e-book, serta berbagai sumber belajar digital lainnya. Media digital memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI mampu mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.
Implementasi Moderasi Beragama Melalui Program Sekolah Dalam Perspektif Prinsip-Prinsip Moderasi Islam Di SDN Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Atania Firdaus
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/4aefg709

Abstract

This study aims to analyze the implementation of religious moderation through school programs at SD Negeri Sokowaten Baru, Banguntapan, Bantul, as a pilot school for religious moderation. This research is motivated by the multicultural condition of Indonesian society, which requires educational approaches that instill tolerance and respect for diversity from an early age. The research method used is a qualitative approach with a field research design. The subjects of this study consist of Islamic Education (PAI) teachers and students. Data were collected through in-depth interviews using audio recordings. The data analysis technique includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of religious moderation is carried out systematically through routine activities such as interfaith prayers, religious activities based on each student's beliefs, social-based learning, and inclusive infaq management. In addition, program evaluation is conducted continuously to improve the quality of implementation. The findings show a significant change in students’ attitudes, particularly in reducing religious-based bullying and increasing tolerance and mutual respect. Therefore, the religious moderation program plays an important role in shaping inclusive and civilized student character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moderasi beragama melalui program sekolah di SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan Bantul sebagai sekolah piloting moderasi beragama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Indonesia yang multikultural sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam berbasis rekaman. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama dilakukan secara sistematis melalui kegiatan rutin seperti doa lintas agama, kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing, pembelajaran berbasis sosial, serta pengelolaan infaq yang bersifat inklusif. Selain itu, evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan. Temuan penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada sikap siswa, khususnya dalam mengurangi perilaku bullying berbasis agama serta meningkatkan sikap toleransi dan saling menghargai. Dengan demikian, program moderasi beragama berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang inklusif dan berkeadaban.
Pemanfaatan Media Interaktif Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran PAI Di SDN 004 Cenaku Kecil Aulia Putri; Dika Merlianda; Nur Azizah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/spctbj28

Abstract

This study is motivated by the low level of students’ interest in learning Islamic Religious Education (PAI), which is still dominated by conventional teaching methods. Theoretically, effective learning should be able to increase student engagement and motivation through innovative media. Therefore, this study aims to analyze the use of interactive media in improving students’ learning interest in PAI at SDN 004 Cenaku Kecil. This study employs a descriptive qualitative approach. The research subjects consist of PAI teachers as the main informants, as well as the principal and students as supporting informants. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data are analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source and method triangulation. The results show that students’ learning interest before the use of interactive media was low due to monotonous teaching. The use of interactive media is able to improve students’ interest, participation, and understanding. The media used include instructional videos, digital presentations, images, and educational applications. Supporting factors include school facilities, institutional support, and students’ enthusiasm, while the obstacles include limited internet access, time constraints, and teachers’ technological skills. This study concludes that interactive media play an important role in creating more effective learning. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih didominasi metode konvensional. Secara teoritis, pembelajaran efektif harus mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa melalui inovasi media. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media interaktif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran PAI di SDN 004 Cenaku Kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI sebagai informan utama serta kepala sekolah dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa sebelum penggunaan media interaktif masih rendah karena pembelajaran monoton. Penggunaan media interaktif mampu meningkatkan minat, keaktifan, dan pemahaman siswa. Media yang digunakan meliputi video pembelajaran, presentasi digital, gambar, dan aplikasi edukatif. Faktor pendukung berupa fasilitas sekolah, dukungan pihak sekolah, dan antusiasme siswa, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan jaringan, waktu, dan kemampuan guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media interaktif berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif.
Pemikiran Ibnu Miskawaih Tentang Filsafat Pendidikan Akhlak Dan Relevansinya Dengan Dunia Pendidikan Islam Kontemporer Khalimatus Sa'diyah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/w9ckgb82

Abstract

This article examines Ibn Miskawayh's thoughts on moral education and their relevance to the development of contemporary Islamic education. As a leading Muslim philosopher in the field of ethics, Ibn Miskawayh placed great emphasis on the formation of human character through an educational process oriented toward perfecting the soul. According to him, the primary goal of education is not merely to develop intellectual abilities, but also to shape individuals with noble morals, the ability to control their desires, and achieve true happiness. This idea is crucial to reexamine in light of the various moral challenges facing modern society, such as the ethical crisis, character degradation, and the negative impacts of digital technology. This study employed a descriptive qualitative approach with library research. Data were obtained from various relevant literature sources, such as Ibn Miskawayh's works, books, scientific articles, journals, and previous research discussing his thoughts on moral education. The analysis was conducted systematically to understand the main concepts put forward by Ibn Miskawayh and relate them to the needs of current Islamic education. The study's findings indicate that Ibn Miskawaih's thoughts on perfecting the soul, balancing reason, anger, and lust, cultivating good behavior, and the importance of role models in education are strongly relevant to the concept of modern character education. His moral education emphasizes the ongoing process of forming positive habits so that moral values ​​are ingrained in students. Therefore, Ibn Miskawaih's thoughts can serve as a conceptual foundation for formulating a holistic, humanistic, and adaptive Islamic education model that addresses the dynamics and challenges of contemporary life. Abstrak Artikel ini mengkaji pemikiran Ibnu Miskawaih tentang pendidikan akhlak serta relevansinya dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Sebagai salah satu filsuf Muslim terkemuka di bidang etika, Ibnu Miskawaih memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter manusia melalui proses pendidikan yang berorientasi pada penyempurnaan jiwa. Menurutnya, tujuan utama pendidikan bukan hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki akhlak mulia, mampu mengendalikan hawa nafsu, serta mencapai kebahagiaan yang sejati. Gagasan tersebut menjadi penting untuk dikaji kembali mengingat berbagai tantangan moral yang dihadapi masyarakat modern, seperti krisis etika, degradasi karakter, dan dampak negatif perkembangan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan, seperti karya-karya Ibnu Miskawaih, buku, artikel ilmiah, jurnal, serta hasil penelitian terdahulu yang membahas pemikirannya mengenai pendidikan akhlak. Analisis dilakukan secara sistematis untuk memahami konsep-konsep utama yang dikemukakan Ibnu Miskawaih dan menghubungkannya dengan kebutuhan pendidikan Islam saat ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Miskawaih mengenai penyempurnaan jiwa, keseimbangan antara akal, amarah, dan syahwat, pembiasaan perilaku baik, serta pentingnya keteladanan dalam pendidikan memiliki relevansi yang kuat dengan konsep pendidikan karakter modern. Pendidikan akhlak yang ditawarkannya menekankan proses pembentukan kebiasaan positif secara berkelanjutan sehingga nilai-nilai moral tertanam dalam diri peserta didik. Oleh karena itu, pemikiran Ibnu Miskawaih dapat dijadikan sebagai landasan konseptual dalam merumuskan model pendidikan Islam yang holistik, humanis, dan adaptif terhadap dinamika serta tantangan kehidupan kontemporer.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Retrieval Practice Berbasis Flashcard Terhadap Kemampuan Mengingat Siswa Pada Mata Pelajaran Ski Kelas VIII MTs Miftahul Huda Ngimbang Anggie Anggie Eka Cahyani; Dian Rustyawati
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/93q8cb23

Abstract

This study examines the effect of flashcard-based retrieval practice on students’ memory ability in Islamic Cultural History (SKI) learning for eighth-grade students at MTs Miftahul Huda Ngimbang. The study was motivated by students’ low retention ability caused by lecture-dominated learning methods. This research aimed to describe the implementation of retrieval practice based on flashcards, identify students’ memory ability after the strategy was applied, and analyze its effect on memory improvement. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental design, namely Nonequivalent Control Group Design. The subjects were class VIII A as the experimental class and VIII B as the control class. Data were collected through observation, documentation, pretest, and posttest. Data analysis used validity, reliability, normality, homogeneity, paired sample t-test, and independent sample t-test. The results showed that retrieval practice based on flashcards effectively improved students’ memory ability. The paired sample t-test obtained a significance value of 0.000 < 0.05 and the independent sample t-test obtained 0.021 < 0.05. Therefore, flashcard-based retrieval practice significantly affected students’ memory ability in SKI learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran retrieval practice berbasis flashcard terhadap kemampuan mengingat siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VIII MTs Miftahul Huda Ngimbang. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengingat siswa akibat pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan sehingga retensi memori siswa kurang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi experimental design) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta tes berupa pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi retrieval practice berbasis flashcard terlaksana dengan baik dan mampu meningkatkan kemampuan mengingat siswa secara signifikan. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan hasil uji independent sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,021 < 0,05. Dengan demikian, strategi pembelajaran retrieval practice berbasis flashcard berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengingat siswa pada mata pelajaran SKI kelas VIII MTs Miftahul Huda Ngimbang.

Page 11 of 12 | Total Record : 116