cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30627141     DOI : -
Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal published by Yayasan Pesantren Al-Qur’an Shalahuddin Al-Ayyubi, located at Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55674. This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 86 Documents
Analisis Swot Pemanfaatan Media Sosial Youtube Untuk Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Bhineka Tunggal Ika Jelita Noviyanti; Achmat Mubarok
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/g6kame52

Abstract

The development of digital technology, particularly YouTube, offers significant opportunities to support the Islamic Religious Education (PAI) learning process at Bhinneka Tunggal Ika Junior High School. However, its use in the school environment still faces several challenges, such as limited internet access, distraction from entertainment content, lack of supervision, and teachers' suboptimal digital competency in using this platform. This study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) of YouTube's use in Islamic Religious Education (PAI) learning and to formulate effective strategies to optimize its use. The approach used was qualitative with descriptive methods. Data were obtained through observation, interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers, and documentation at Bhinneka Tunggal Ika Junior High School. The analysis was conducted thematically using constructivist theory. The results of this study aim to analyze the Strengths, Opportunities, Weaknesses, and Threats of YouTube's Use in Islamic Religious Education (PAI). The use of YouTube at Bhinneka Tunggal Ika Junior High School offers strengths such as flexible access, engaging visual-audio displays, and diverse Islamic content. The opportunities lie in its support for independent and thematic learning. Weaknesses include limited infrastructure, distractions from entertainment content, low teacher digital literacy, and the threat of messy writing. Strategies to Address Threats to YouTube's Use in Islamic Religious Education (PAI) include media misuse and student dependency through improving teachers' digital competencies, structured lesson planning, and regular mentoring and evaluation. This strategy aligns with the principles of social constructivism, which emphasize active student participation and teacher guidance. Abstrak Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial YouTube, memberikan peluang besar dalam mendukung proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Bhinneka Tunggal Ika. Namun, pemanfaatannya di lingkungan sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses internet, distraksi dari konten hiburan, kurangnya pengawasan, serta kompetensi digital guru yang belum optimal dalam menggunakan platform ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dari penggunaan YouTube dalam pembelajaran PAI, serta merumuskan strategi efektif untuk mengoptimalkan pemanfaatannya Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskrptif, Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, dan dokumentasi di SMP Bhinneka Tunggal Ika. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan teori konstruktivisme. Hasil penelitian bertujuan menganalisis Kekuatan, Peluang, Kelemahan dan Ancaman Pemanfaatan YouTube dalam Pembelajaran PAI Pemanfaatan YouTube di SMP Bhinneka Tunggal Ika memiliki kekuatan berupa akses fleksibel, tampilan visual-audio menarik, dan konten islami yang beragam. Peluangnya terletak pada dukungan terhadap pembelajaran mandiri dan tematik. Adapun kelemahannya mencakup keterbatasan infrastruktur, distraksi konten hiburan, dan rendahnya literasi digital guru dan ancaman yang terbilang tulisan berubah tidak rapi. Strategi untuk Mengatasi Ancaman Pemanfaatan YouTube dalam Pembelajaran PAI ancaman seperti penyalahgunaan media dan ketergantungan siswa diatasi melalui peningkatan kompetensi digital guru, perencanaan pembelajaran yang terstruktur, serta pendampingan dan evaluasi rutin. Strategi ini selaras dengan prinsip konstruktivisme sosial yang menekankan peran aktif siswa dan bimbingan guru.
Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di MTs Darut Taqwa 02 Segonagung Purwosari Pasuruan Zulfama Uswatun Chasanah; Achmat Mubarok
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/x2hq3923

Abstract

Education is a conscious and planned process, aimed at creating a learning environment and process that enable students to develop actively. The primary objective is to explore and develop students' potential, enabling them to possess spiritual and religious strength, self-control, a mature personality, optimal intelligence, noble character, and the skills needed for personal, social, and national life. In the managerial context of educational institutions, leadership plays a strategic role in determining the direction and success of the educational process. This research, using a qualitative approach with a case study, aimed to explore in-depth the application of a situational leadership style by the madrasah principal at MTs Darut Taqwa 02. The results indicate that the madrasah principal has implemented an adaptive and contextual leadership style appropriate to the needs and situation of the madrasah. A collaborative, participatory leadership approach, oriented toward human resource development, is key to improving teacher performance. The madrasah principal not only performs an administrative role but also serves as a facilitator, motivator, and role model (uswah) for teachers and other education personnel. The application of this situational leadership style has had a positive impact, particularly in improving the quality of education in madrasas. Leadership that is able to read the situation and adapt its approach appropriately has proven effective in creating a harmonious, productive, and mutually beneficial work environment. Thus, situational leadership theory is not merely a normative concept but has become a practical reality in the educational context, particularly at MTs Darut Taqwa 02. Abstrak Pendidikan merupakan sebuah proses yang bersifat sadar dan terencana, dengan tujuan untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik berkembang secara aktif. Tujuan utamanya adalah untuk menggali dan mengembangkan potensi diri peserta didik, agar mereka memiliki kekuatan spiritual keagamaan, mampu mengendalikan diri, memiliki kepribadian yang matang, kecerdasan yang optimal, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam konteks manajerial lembaga pendidikan, kepemimpinan memegang peranan strategis dalam menentukan arah dan keberhasilan proses pendidikan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang bertujuan menggali secara mendalam penerapan gaya kepemimpinan situasional oleh kepala madrasah di MTs Darut Taqwa 02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah telah menerapkan gaya kepemimpinan yang adaptif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan situasi madrasah. Pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam peningkatan kinerja guru. Kepala madrasah tidak sekadar menjalankan peran administratif, tetapi juga menjadi fasilitator, motivator, sekaligus teladan (uswah) bagi para guru dan tenaga kependidikan. Penerapan gaya kepemimpinan situasional ini telah memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Kepemimpinan yang mampu membaca situasi dan menyesuaikan pendekatan secara tepat terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Dengan demikian, teori kepemimpinan situasional bukan hanya konsep normatif, tetapi telah menjadi realitas yang aplikatif dalam konteks pendidikan, khususnya di lingkungan MTs Darut Taqwa 02.
Strategi Pengurus Asrama A Dalam Membentuk Karakter Mandiri Santri Di Pondok Pesantren Ngalah Abdul Khamid; Muhammad Nur Hadi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/sraj5n98

Abstract

This study aims to analyze the strategies of Dormitory A administrators in developing independent character in students at the Ngalah Islamic Boarding School in Pasuruan. Independent character is one indicator of the success of Islamic boarding school education, encompassing discipline, responsibility, self-confidence, and the ability to make independent decisions. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews, participatory observation, and documentation. The research subjects were Dormitory A administrators and the students they care for. The results indicate that the strategies used by the administrators include establishing daily routines, providing motivation, direct supervision, and modeling attitudes. Supporting factors in developing independent character include the religious environment of the Islamic boarding school, the active role of mentors, and structured activities. However, obstacles also exist, such as the diverse backgrounds of the students, limited facilities, and a lack of internal motivation. The role of dormitory mentors is not only as supervisors but also as motivators and guides, shaping the students' character holistically. This research is expected to serve as a reference in developing character development programs in Islamic boarding schools and serve as a reference for other Islamic educational institutions in developing an independent and noble generation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengurus Asrama A dalam membentuk karakter mandiri santri di Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan. Karakter mandiri merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan pesantren yang mencakup kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengurus asrama A dan santri yang diasuh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan pengurus asrama mencakup pembiasaan kegiatan harian, pemberian motivasi, pengawasan langsung, dan teladan sikap. Faktor pendukung dalam pembentukan karakter mandiri di antaranya adalah lingkungan pesantren yang religius, peran aktif pembimbing, serta kegiatan terstruktur. Namun demikian, terdapat pula hambatan seperti latar belakang santri yang beragam, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya motivasi dari dalam diri santri. Peran pembimbing asrama tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motivator dan pembimbing yang membentuk karakter santri secara holistik.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pembinaan karakter di pesantren serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam membentuk generasi yang mandiri dan berakhlak mulia.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menggunakan Aplikasi Cerdas Cermat Islami Di SDN Jatisari IV Pasuruan Muzammil Adiputro
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/2024zj32

Abstract

This research is motivated by students' low interest and understanding of Islamic Religious Education (PAI), which has been dominated by monotonous lecture methods and minimal innovation in learning media. In today's digital era, elementary school students are already very familiar with technological devices such as smartphones, opening up opportunities for teachers to utilize digital media as learning aids. This study aims to describe the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning using the "Cerdas Cermat Islami" application in grade II of SDN Jatisari IV, and to analyze its impact on student understanding, as well as the supporting and inhibiting factors in its implementation. The researchers employed a qualitative approach. The research method used was descriptive qualitative. The results showed that the use of the "Cerdas Cermat Islami" application had a positive impact on the learning process. Students showed increased interest and active participation in learning activities. The application presents material in the form of engaging interactive quizzes, making students feel like they were playing while learning. Teachers also found this media helpful because it served as a bridge to deliver Islamic Religious Education material more effectively and enjoyably. The main supporting factors are the availability of technological devices, school support, and teachers' enthusiasm for innovation. Barriers include limited internet access, a lack of digital literacy among some students, and limited time for practice. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini masih didominasi oleh metode ceramah yang monoton dan minim inovasi media pembelajaran. Di era digital saat ini, peserta didik tingkat sekolah dasar sudah sangat akrab dengan perangkat teknologi seperti smartphone, sehingga membuka peluang bagi guru untuk memanfaatkan media digital sebagai alat bantu belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran PAI menggunakan aplikasi “Cerdas Cermat Islami” di kelas II SDN Jatisari IV, serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman siswa, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi “Cerdas Cermat Islami” memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran. Siswa menunjukkan peningkatan minat dan partisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Aplikasi ini menyajikan materi dalam bentuk kuis interaktif yang menarik, sehingga siswa merasa seperti bermain sambil belajar. Guru juga merasa terbantu karena media ini mampu menjadi jembatan dalam menyampaikan materi PAI dengan lebih efektif dan menyenangkan. Faktor pendukung utama adalah ketersediaan perangkat teknologi, dukungan dari pihak sekolah, dan semangat guru untuk berinovasi. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses internet, kurangnya literasi digital pada sebagian siswa, dan keterbatasan waktu praktik.
Implementasi Kurikulum Merdeka  Dalam Pendidikan Agama Islam Di SMK Darut Taqwa Purwosari-Pasuruan Mahbubatul Lailiyah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mby1sw61

Abstract

This research is motivated by the importance of the Independent Curriculum in improving the quality of learning, particularly in Islamic Religious Education (PAI) at SMK Darut Taqwa Purwosari, Pasuruan. This curriculum aims to provide freedom for teachers and students in a more flexible, relevant, and contextual teaching and learning process. The research problem formulation includes: how the Independent Curriculum is planned, implemented, and delivered in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMK Darut Taqwa. The purpose of this research is to comprehensively describe these three aspects. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that the implementation of the Independent Curriculum is carried out through planning, developing teaching modules and a flow of learning objectives; implementation using active and contextual learning methods; and evaluation oriented towards the development of student character and understanding. This curriculum has been proven to increase students' learning interest and religious values, although there are still obstacles such as limited time and teacher understanding. In conclusion, the Independent Curriculum has had a positive impact on the Islamic Religious Education (PAI) learning process at SMK Darut Taqwa and is recommended for continued development with the support of teacher training and adequate facilities. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Darut Taqwa Purwosari-Pasuruan. Kurikulum ini bertujuan memberi kebebasan bagi guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang lebih fleksibel, relevan, dan kontekstual. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI di SMK Darut Taqwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketiga aspek tersebut secara menyeluruh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan melalui perencanaan berupa penyusunan modul ajar dan alur tujuan pembelajaran; pelaksanaan dengan metode pembelajaran aktif dan kontekstual; serta evaluasi yang berorientasi pada perkembangan karakter dan pemahaman peserta didik. Kurikulum ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar dan nilai-nilai religius peserta didik, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan pemahaman guru. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran PAI di SMK Darut Taqwa, dan direkomendasikan untuk terus dikembangkan dengan dukungan pelatihan guru dan sarana yang memadai.
Model Pendidikan Karakter Dalam Membentuk Toleransi Santri Asrama I Di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Rahma Nur Aisyah; M. Jamhuri; Ahmad Ma’ruf; M. Anang Solikhuddin
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/y4gckt37

Abstract

Character education is everything that is positive about everything that educators do and has an influence on the character of the students they teach. Character education is a conscious and serious effort by educators to teach values ​​to their students. According to John W. Santrock Character education is education that is carried out with a direct approach to students to instill moral values ​​and provide lessons to students about moral knowledge in an effort to prevent prohibited behavior. Character education is an effort made by teachers to influence the character of their students, teachers assist students in the formation of character or the formation of good personalities. Therefore, the teacher's behavior, the way the teacher delivers the material, the way the teacher communicates or interacts with students must be really considered, because the teacher is a role model for students. Character education teaches moral and ethical values ​​that must be applied in everyday life, such as honesty, discipline, responsibility, cooperation, empathy and respect. This study uses a qualitative approach, the study shows that the character education model in Dormitory I of Ngalah Islamic Boarding School is carried out through three main approaches: inculcating inclusive Islamic values, exemplary behavior from the ustadz and ustadzah, and dormitory activities that emphasize cooperation and dialogue between students. The values ​​of tolerance are instilled through the practice of living together, discussions across backgrounds, and conflict resolution through deliberation. This model has proven effective in forming the character of students who are tolerant, open, and able to live harmoniously in diversity. Abstrak Pendidikan karakter adalah segala hal yang positif dengan apa saja yang dilakukan oleh pendidik dan berpengaruh pada karakter anak didik yang diajarnya. Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari pendidik untuk mengajarkan nilai-nilai kepada anak didiknya. Menurut John W. Santrock, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dan memberikan pelajaran kepada murid mengenai pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang yang dilarang. Pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mempengaruhi karakter siswanya, guru memantu siswa dalam pembentukan watak atau pembentukan kepribadian yang baik. Maka dari itu, perilaku guru, cara guru dalam menyampaikan materi, cara guru berkomunikasi atau berinteraksi dengan siswa harus benar-benar di perhatikan, karena guru menjadi seorang teladan bagi siswa. Pendidikan karakter mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, empati dan rasa hormat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan karakter di Asrama I Pondok Pesantren Ngalah dilakukan melalui tiga pendekatan utama: pembiasaan nilai-nilai keislaman yang inklusif, keteladanan dari para ustadz dan ustadzah, serta kegiatan keasramaan yang menekankan kerja sama dan dialog antarsantri. Nilai-nilai toleransi ditanamkan melalui praktik hidup bersama, diskusi lintas latar belakang, serta penyelesaian konflik secara musyawarah. Model ini terbukti efektif dalam membentuk karakter santri yang toleran, terbuka, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman
Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Bagi Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka Pasni
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/yn03n114

Abstract

The digital era presents both opportunities and challenges for education. On the one hand, information technology expands access to knowledge; on the other hand, it also triggers serious issues such as declining ethics in communication, weakened self-control, and the negative influence of social media on students’ behavior. This condition requires educators to implement appropriate strategies for instilling moral values so that students can adapt to technological advances without losing their moral and spiritual identity. The objectives of this study are: (1) to understand and describe the strategies used by educators in instilling moral values in eleventh-grade students at MAN 1 Pemali Bangka during the digital era; and (2) to analyze the results of these strategies on the attitudes and behaviors of students. This study employed a qualitative approach with a field study design. The subjects were educators and eleventh-grade students of MAN 1 Pemali Bangka. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that: (1) educators applied various strategies including role modeling, habituation in religious and social activities, enforcement of discipline, creating a conducive classroom environment, the use of digital media and the CAT (Computer Assisted Test/Training) approach, restricting and supervising technology usage, as well as providing continuous advice and motivation; and (2) these strategies had a positive impact on students’ behavior, reflected in their improved discipline, stronger sense of responsibility, better self-control in using digital media, and the development of mutual respect among peers. Abstrak Era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Di satu sisi, teknologi informasi memberi kemudahan akses pengetahuan, namun di sisi lain juga memicu persoalan serius seperti menurunnya etika berkomunikasi, lemahnya kontrol diri, serta meningkatnya pengaruh negatif media sosial pada perilaku siswa. Kondisi ini menuntut adanya strategi yang tepat dari pendidik dalam menanamkan nilai-nilai akhlak agar siswa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri moral dan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah: (1) memahami dan mendeskripsikan strategi yang digunakan pendidik dalam menanamkan nilai-nilai akhlak pada siswa kelas XI MAN 1 Pemali Bangka di era digital; dan (2) menganalisis hasil penerapan strategi penanaman nilai-nilai akhlak terhadap perkembangan sikap dan perilaku siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan. Subjek penelitian adalah pendidik dan siswa kelas XI MAN 1 Pemali Bangka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi pendidik dalam menanamkan nilai-nilai akhlak meliputi pemberian keteladanan, pembiasaan dalam aktivitas religius dan sosial, penerapan kedisiplinan, menciptakan suasana kelas yang kondusif, pemanfaatan media digital dan pendekatan CAT, pembatasan serta pengawasan penggunaan teknologi, serta pemberian nasihat dan motivasi yang berkelanjutan; dan (2) penerapan strategi tersebut berdampak positif terhadap perubahan perilaku siswa, yang tercermin dalam meningkatnya kedisiplinan, sikap tanggung jawab, kemampuan mengendalikan diri dalam penggunaan media digital, serta tumbuhnya budaya saling menghargai antar sesama.
Strategi Penguatan Kelembagaan Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Daya Saing Di Era Globalisasi Whan Nurdiana; Tasman Hamami
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nys99264

Abstract

Lembaga pendidikan Islam saat ini tengah menghadapi tantangan arus globalisasi. Dalam tugas utamanya melahirkan generasi penerus bangsa yang bukan hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga ahrus dibarengi dengan keunggulan kualitas karakter serta akhlak mulai dalam mencerminkan jati diri seorang muslim. Sehingga lulusan lembaga pendidikan Islam mampu memingkatkan daa saing dikancah nasional maupu internasional. Dalam penguatan lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan daya saing di era globalisasi tentunya harus didukung oleh manajemen strategi berbasis nilai-nilai keislaman serta pemanfaatan teknologi sebagai media penunjang pembelajaran. Penelitin ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dapat diterapakan dalam lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan daya saing di era globalisisi. Penelitian ini mengguakan metode pendekatan studi keputakaan (library research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan sumber data dari jurnal dan buku yang relevan dalam mendukung pemahaman dan analisis secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen yang baik dan profesional dalam mengatur program sekolah dalam meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam di era globalisasi. Program-program tersebut antara lain kebijakan tentang diselenggarakannya kegiatan berbasis keagamaan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik, penanaman nilai-nilai keislaman serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, lembaga pendidikan Islam mampu melahirkan generasi yang unggul dalam pengetahuan umum, agama serta memiliki norma etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. AbstractIslamic educational institutions are currently facing the challenges of globalization. In its main task of producing the next generation of the nation who are not only superior in science and technology, but must also be accompanied by superior character and moral qualities starting from reflecting the identity of a Muslim. So that graduates of Islamic educational institutions are able to increase competitiveness in the national and international arenas. In strengthening Islamic educational institutions in increasing competitiveness in the era of globalization, of course, it must be supported by strategic management based on Islamic values and the use of technology as a supporting medium for learning. This study aims to analyze strategies that can be applied in Islamic educational institutions in increasing competitiveness in the era of globalization. This study uses a library research approach method using a qualitative descriptive method based on data sources from relevant journals and books to support optimal understanding and analysis. The results of the study indicate that good and professional management in organizing school programs in increasing the competitiveness of Islamic educational institutions in the era of globalization. These programs include policies on holding religious-based activities to improve students' faith and piety, instilling Islamic values and utilizing technology in the learning process. Thus, Islamic educational institutions are able to produce generations that excel in general knowledge, religion and have good ethical norms in everyday life.
Penerapan Model Contextual Teaching And Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ilmi Desi Yunika Aprianti; Yuniar; Nyimas Yunierti Prihatin
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/wbb89t73

Abstract

This study aims to explore the application of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in Islamic Religious Education (PAI) to improve critical thinking skills of grade VII students at SMP Negeri 10 Palembang. CTL allows students to connect learning materials with real life experiences, allowing them to analyze religious concepts more deeply and apply them in everyday life through a critical and reflective approach. Using a control group design method with pretest-posttest results and quasi-experimental methodology, involving two groups of students who received different treatments: a control group that received traditional techniques and an experimental group that received CTL-based training. Data were collected through critical thinking skills tests, observations, and interviews, then analyzed using t-tests and correlation analysis to assess how well students' critical thinking skills were improved by the CTL paradigm. The findings of the study showed that students who received CTL-based learning in IRE showed significant improvements in aspects of conceptual analysis, argument evaluation, in contrast to the control group, and reflection on religious ideals. It has been proven that the use of CTL effectively increases student engagement and enhances their understanding of religious principles in a more relevant and contextual way. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII di SMP Negeri 10 Palembang. CTL memungkinkan siswa untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman hidup nyata, sehingga memungkinkan mereka untuk menganalisis konsep-konsep agama lebih dalam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui pendekatan kritis dan reflektif. Menggunakan metode desain kelompok kontrol dengan hasil pretest-posttest dan metodologi quasi-eksperimental, yang melibatkan dua kelompok siswa yang menerima perlakuan yang berbeda: kelompok kontrol yang menerima teknik tradisional dan kelompok eksperimen yang menerima pelatihan berbasis CTL. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan analisis korelasi untuk menilai seberapa baik keterampilan berpikir kritis siswa ditingkatkan oleh paradigma CTL. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menerima pembelajaran berbasis CTL dalam IRE menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aspek analisis konseptual, evaluasi argumen, berbeda dengan kelompok kontrol, dan perenungan cita-cita keagamaan. Telah terbukti bahwa penggunaan CTL secara efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan meningkatkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip keagamaan dengan cara yang lebih relevan dan kontekstual
Pendidikan Karakter Di Era Digital: Memahami Peran Kemerdekaan Indonesia Dalam Pembentukan Remaja Berkarakter M. Mahbubi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/3x92de18

Abstract

Abstract Character education for adolescents, particularly in instilling the values ​​of Indonesian independence. With the rapid development of technology, adolescents are increasingly familiar with various digital platforms that serve not only as entertainment but also have great potential in shaping character and strengthening nationalism. Educational apps such as Ruangguru, Khan Academy, and Quipper are effective means of conveying Indonesian history and the spirit of the nation's struggle through interactive learning methods. Similarly, educational games like The History Game can attract adolescents by presenting the history of independence in a fun and challenging way. Furthermore, social media platforms like Instagram, Twitter, and TikTok also play a crucial role as a platform for sharing creative national-themed content, ranging from short videos and infographics to digital campaigns that highlight the values ​​of the independence struggle. Through these platforms, messages about patriotism can be conveyed in a way that is more relevant to adolescents' daily lives. This study used content analysis methods and interviews with adolescents who actively use educational apps, games, and social media to illustrate the extent to which digital technology contributes to national character education. The results show that digital technology has significant potential in introducing and strengthening the values ​​of independence among adolescents. However, the main challenge lies in the tendency of teenagers to be more interested in entertainment content than educational content. Therefore, this study recommends collaboration between app developers, educators, and policymakers in creating content that combines entertainment and education, so that national messages can be conveyed effectively. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi digital dalam pendidikan karakter remaja, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, remaja semakin akrab dengan berbagai platform digital yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membentuk karakter dan memperkuat semangat nasionalisme. Aplikasi edukasi seperti Ruangguru, Khan Academy, dan Quipper menjadi sarana efektif untuk menyampaikan materi sejarah Indonesia dan semangat perjuangan bangsa melalui metode pembelajaran yang interaktif. Demikian pula, game edukasi seperti The History Game mampu menarik minat remaja dengan menyajikan sejarah kemerdekaan dalam bentuk permainan yang menyenangkan dan menantang. Selain itu, media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok juga berperan penting sebagai ruang berbagi konten kreatif bertema kebangsaan, mulai dari video pendek, infografis, hingga kampanye digital yang mengangkat nilai-nilai perjuangan kemerdekaan. Melalui platform tersebut, pesan-pesan tentang cinta tanah air dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian remaja. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten serta wawancara dengan remaja yang aktif menggunakan aplikasi edukasi, game, dan media sosial, sehingga mampu menggambarkan sejauh mana teknologi digital berkontribusi dalam pendidikan karakter kebangsaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki potensi signifikan dalam memperkenalkan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemerdekaan di kalangan remaja. Namun, tantangan utama terletak pada kecenderungan remaja yang lebih tertarik pada konten hiburan dibandingkan konten edukatif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya kolaborasi antara pengembang aplikasi, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan konten yang menggabungkan unsur hiburan dengan pendidikan, sehingga pesan kebangsaan dapat tersampaikan secara efektif.