cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30627141     DOI : -
Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal published by Yayasan Pesantren Al-Qur’an Shalahuddin Al-Ayyubi, located at Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55674. This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 86 Documents
Pendidikan Karakter Berbasis Islam: Strategi Kebijakan Dalam Membentuk Generasi Berakhlak Eli Sabrifha
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/3jthmz18

Abstract

This study aims to analyze the strategy of Islamic-based character education policies in shaping a generation with moral character amidst a moral crisis. Using qualitative literature study methods, this study examines government policies, journals, books, and trusted media reports through a documentation approach and systematic searches on Google Scholar, Garuda, and the Ministry of Religious Affairs portal. Data are analyzed thematically with a focus on the concept of character education, policy implementation, and implementation challenges. The results show that although the government has launched programs such as the Character Education Strengthening Movement (PPK) and religious moderation, their implementation is still hampered by a lack of policy integration between the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology and the Ministry of Religious Affairs, minimal coordination, and overlapping training and evaluation. Furthermore, the role of teachers as agents of change is suboptimal due to the dominance of theoretical learning methods and a lack of training in contextual approaches. The implementation of character education is often ceremonial, without an integrated moral evaluation system. In conclusion, the effectiveness of Islamic-based character education requires synergistic policy integration, strengthening teacher competencies, and a holistic approach that addresses the affective and psychomotor dimensions. Thus, character education can transform from merely an administrative activity into a real and sustainable moral formation process. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kebijakan pendidikan karakter berbasis Islam dalam membentuk generasi berakhlak di tengah krisis moral. Menggunakan metode studi literatur kualitatif, penelitian ini mengkaji kebijakan pemerintah, jurnal, buku, dan laporan media terpercaya melalui pendekatan dokumentasi dan pencarian sistematis di Google Scholar, Garuda, dan portal Kemenag. Data dianalisis secara tematik dengan fokus pada konsep pendidikan karakter, implementasi kebijakan, dan tantangan pelaksanaan. Hasil menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah meluncurkan program seperti Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan moderasi beragama, implementasinya masih terkendala oleh ketidakpaduan kebijakan antara Kemendikbudristek dan Kemenag, minimnya koordinasi, serta tumpang tindih dalam pelatihan dan evaluasi. Selain itu, peran guru sebagai agen perubahan belum optimal karena dominasi metode pembelajaran yang teoritis dan kurangnya pelatihan dalam pendekatan kontekstual. Pelaksanaan pendidikan karakter pun kerap bersifat seremonial, tanpa sistem evaluasi akhlak yang terintegrasi. Kesimpulannya, efektivitas pendidikan karakter berbasis Islam memerlukan integrasi kebijakan yang sinergis, penguatan kompetensi guru, serta pendekatan holistik yang menyentuh dimensi afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, pendidikan karakter dapat bertransformasi dari sekadar kegiatan administratif menjadi proses pembentukan moral yang nyata dan berkelanjutan.
Rekonstruksionisme Dalam Pendidikan Islam yang Responsif Terhadap Tantangan Zaman Nurshafitri; Yesha Arista Sulistiawati; Herlini Puspika Sari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ata12e28

Abstract

Reconstructionism in Islamic education presents itself as an approach that emphasizes the importance of reforming the education system to be more adaptive to changing times, without neglecting religious values. The challenges of globalization, technological developments, and shifting social values ​​require Islamic education to transform itself to produce a critical, religious, and highly competitive generation. This study aims to examine the potential of reconstructionism as a foundation for building Islamic education that is responsive to contemporary dynamics. Using a qualitative descriptive approach based on literature, data were analyzed through a literature review of various educational theories, the views of Islamic figures, and the realities of modern society. The results of the study indicate that reconstructionism is oriented towards developing critical thinking, upholding social justice, and ecological awareness integrated with Islamic spiritual values. Education is no longer seen merely as the transfer of knowledge, but also as a process of character formation and social awareness. To achieve this, several strategic steps are needed: first, ongoing training for educators to be able to apply the principles of reconstructionism; second, the development of an innovative curriculum that integrates technology and active learning methods; and third, full support from the government through policies, funding, and the provision of resources. With these steps, Islamic education has the potential to produce a generation that excels not only intellectually but also possesses strong social and moral sensitivity. This generation is expected to be agents of change, playing a role in responding to the challenges of the times while upholding Islamic values. Abstrak Rekonstruksionisme dalam pendidikan Islam hadir sebagai sebuah pendekatan yang menekankan pentingnya pembaruan sistem pendidikan agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa mengabaikan nilai-nilai keagamaan. Tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, serta pergeseran nilai sosial menuntut pendidikan Islam untuk bertransformasi sehingga mampu melahirkan generasi yang kritis, religius, dan berdaya saing tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi rekonstruksionisme sebagai landasan dalam membangun pendidikan Islam yang responsif terhadap dinamika kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kepustakaan, data dianalisis melalui kajian literatur terhadap berbagai teori pendidikan, pandangan tokoh Islam, serta realitas kebutuhan masyarakat modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksionisme berorientasi pada pengembangan pemikiran kritis, penegakan keadilan sosial, dan kesadaran ekologis yang terintegrasi dengan nilai spiritual Islam. Pendidikan tidak lagi dipandang sebatas transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter dan kesadaran sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan beberapa langkah strategis: pertama, pelatihan berkelanjutan bagi pendidik agar mampu menerapkan prinsip rekonstruksionisme; kedua, pengembangan kurikulum inovatif yang mengintegrasikan teknologi serta metode pembelajaran aktif; ketiga, dukungan penuh dari pemerintah melalui kebijakan, pendanaan, dan penyediaan sumber daya. Dengan langkah-langkah tersebut, pendidikan Islam berpotensi melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam aspek intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral yang kuat. Generasi ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berperan dalam menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman.
Pengaruh Penerapan P5 dan Minat Baca terhadap Literasi Siswa dalam Pembelajaran PAI SMAN Kerjo Kabupaten Karanganyar Ikke Fitriana Nugrahini
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ngx9h934

Abstract

Abstract SMAN Kerjo is a high school that plays a crucial role in shaping students' character and academic abilities through education based on Pancasila values. This school is not only oriented towards academic achievement but also has a vision to produce a generation with high integrity, both morally and socially. Pancasila values ​​serve as the primary foundation for all educational activities, so that students are guided to become intelligent individuals with noble character and able to contribute positively to society. One of the challenges SMAN Kerjo faces is the diversity of student backgrounds. Differences in family, social, and cultural environments significantly influence their reading interest and literacy skills. A strong reading interest is closely related to students' ability to understand, analyze, and internalize the values ​​taught, including in Islamic Religious Education (PAI). Therefore, further exploration is needed to determine how the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) can synergize with students' reading interest to improve their literacy skills. The results of the study indicate that the implementation of P5 positively contributes to the development of critical, collaborative, and caring attitudes in students. Meanwhile, a high level of reading interest has been shown to strengthen literacy skills, particularly in understanding religious texts and the Islamic values ​​contained in Islamic Religious Education (PAI). Thus, the synergy between the implementation of P5 and increased reading interest can produce students who not only excel academically but also possess in-depth religious literacy and character traits consistent with the values ​​of Pancasila. Abstrak SMAN Kerjo merupakan salah satu sekolah menengah atas yang berperan penting dalam membentuk karakter dan kemampuan akademik siswa melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila. Sekolah ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademis, tetapi juga memiliki visi untuk mencetak generasi yang berintegritas tinggi, baik secara moral maupun sosial. Nilai-nilai Pancasila dijadikan landasan utama dalam seluruh aktivitas pendidikan, sehingga siswa diarahkan untuk menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Salah satu tantangan yang dihadapi SMAN Kerjo adalah keragaman latar belakang siswa. Perbedaan lingkungan keluarga, sosial, dan budaya membawa pengaruh signifikan terhadap minat baca serta kemampuan literasi mereka. Padahal, minat baca yang baik sangat erat kaitannya dengan kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, dan menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Oleh karena itu, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai bagaimana penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dapat bersinergi dengan minat baca siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan P5 memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan sikap kritis, kolaboratif, dan peduli pada siswa. Sementara itu, tingkat minat baca yang tinggi terbukti mampu memperkuat kemampuan literasi, khususnya dalam memahami teks-teks keagamaan dan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam PAI. Dengan demikian, sinergi antara penerapan P5 dan peningkatan minat baca mampu menciptakan siswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki literasi keagamaan yang mendalam serta karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Penanaman Nilai-Nilai Islam Nusantara Di SMK PGRI Pandaan Pasuruan Mukhammad Muzakki; Dewi Afiatul Qutsiyah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/01ay1r54

Abstract

This study aims to examine and analyze the instillation of Islamic Nusantara values ​​at SMK PGRI Pandaan Pasuruan as part of an effort to shape a generation that excels academically, professionally, and possesses religious character and Indonesian culture. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal, teachers, and students, and documentation of school activities. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the instillation of Islamic Nusantara values ​​at SMK PGRI Pandaan Pasuruan is implemented through targeted educational strategies, the instillation of religious attitudes, the integration of Islamic and national values ​​into the curriculum, and teacher role models in daily school life. Values ​​such as tolerance, peace, courtesy, mutual cooperation, and nationalism are implemented not only in teaching and learning activities but also in school culture, extracurricular activities, and social interactions. This process is capable of producing students who are not only competent in vocational skills but also possess integrity, spirituality, and a strong sense of national awareness. This study concludes that vocational education is not solely oriented towards the industrial world and practical skills, but can also coexist with values ​​education. Integrating the two produces graduates who are superior, professional, and religious, capable of contributing positively to maintaining social harmony and strengthening national identity. Thus, SMK PGRI Pandaan Pasuruan is an ideal model of values-based vocational education that prepares the younger generation to face global challenges without losing sight of their cultural, religious, and national roots. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis penanaman nilai-nilai Islam Nusantara di SMK PGRI Pandaan Pasuruan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang unggul secara akademik, profesional dalam keterampilan, serta berkarakter religius dan berbudaya Nusantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai Islam Nusantara di SMK PGRI Pandaan Pasuruan dilaksanakan melalui strategi pendidikan yang terarah, pembiasaan sikap religius, integrasi nilai keislaman dan kebangsaan dalam kurikulum, serta keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Nilai-nilai seperti toleransi, cinta damai, sopan santun, gotong royong, dan nasionalisme diterapkan tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dalam budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan interaksi sosial. Proses ini mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya kompeten dalam keterampilan kejuruan, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, dan kesadaran kebangsaan yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan kejuruan tidak hanya berorientasi pada dunia industri dan keterampilan praktis, tetapi dapat berjalan beriringan dengan pendidikan nilai. Integrasi antara keduanya menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, religius, serta mampu berkontribusi positif dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat identitas bangsa. Dengan demikian, SMK PGRI Pandaan Pasuruan menjadi model ideal pendidikan kejuruan berbasis nilai yang menyiapkan generasi muda siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar budaya, agama, dan kebangsaan.
Analisis Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SD Islam Al Azhar 71 Kota Pangkalpinang Mutiara Haq
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/jbs6bf61

Abstract

This study highlights the leadership style of the principal at SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang and its impact on teacher performance and student achievement. The results revealed that transformational leadership was the most dominant and effective approach in improving the quality of education at the school. Transformational leadership is reflected in the charisma, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individual attention provided by the principal to teachers and students. Through this approach, the school successfully recorded significant improvements over a five-year period, as evidenced by a surge in student numbers from 89 to 325, increased student academic and non-academic achievement, and increased teacher motivation and performance. Although elements of both situational and laissez-faire leadership styles emerged in some instances, they were not dominant and were more complementary. This demonstrates that transformational leadership can provide clear direction while creating a school climate conducive to student and teacher development. This success also demonstrates how a new Islamic school can build a positive reputation with the right leadership approach. In line with this, a strategy for increasing youth activities at mosques in Bangka Regency was also developed, including youth development through mosques, increasing the number and quality of members, strengthening relationships between mosque administrators and youth, fostering attitudes and behaviors, strengthening social activities, expanding organizational networks, developing types of activities, and utilizing digital technology. These efforts emphasize that appropriate leadership and development can be key to the success of educational institutions and religious organizations. Abstrak Studi ini menyoroti gaya kepemimpinan kepala sekolah di SD Islam Al Azhar 71 Pangkalpinang serta dampaknya terhadap kinerja guru dan prestasi siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional menjadi pendekatan paling dominan sekaligus efektif dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Kepemimpinan transformasional tercermin melalui kharisma, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, serta perhatian individual yang diberikan kepala sekolah kepada guru dan siswa. Melalui pendekatan ini, sekolah berhasil mencatatkan peningkatan signifikan dalam kurun waktu lima tahun, yang terlihat dari lonjakan jumlah siswa dari 89 menjadi 325, bertambahnya prestasi akademik maupun non-akademik siswa, serta meningkatnya motivasi dan kinerja para guru. Meskipun dalam beberapa kondisi muncul elemen gaya kepemimpinan situasional maupun laissez-faire, namun keduanya tidak dominan dan lebih sebagai pelengkap. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mampu memberikan arah yang jelas sekaligus menciptakan iklim sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa dan guru. Keberhasilan ini juga memperlihatkan bagaimana sekolah Islam baru dapat membangun reputasi positif dengan pendekatan kepemimpinan yang tepat. Sejalan dengan itu, formulasi strategi peningkatan aktivitas remaja masjid di Kabupaten Bangka turut dikembangkan, meliputi pembinaan remaja melalui masjid, peningkatan jumlah dan kualitas anggota, mempererat hubungan antara takmir dan remaja masjid, pembinaan sikap dan perilaku, penguatan kegiatan sosial, perluasan jaringan organisasi, pengembangan jenis aktivitas, serta pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini menegaskan bahwa kepemimpinan dan pembinaan yang tepat dapat menjadi kunci keberhasilan lembaga pendidikan maupun organisasi keagamaan.
Sinergitas Wali Kelas dan Orang Tua Dalam Membina Akhlak Peserta Didik Untuk Memfilterisasi Adiksi Internet di SMA Negeri 1 Parittiga Ardih
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/10p9wz60

Abstract

The underlying problem of this research concerns internet addiction, a phenomenon that arises in the digital age. This is because students in this era have unlimited internet access, making them susceptible to the effects of internet addiction, such as irregular lifestyles that lead to neglect of school and homework. Therefore, the purpose of this study is to determine the manifestation of synergy between homeroom teachers and parents in fostering students' morals to filter internet addiction at SMA N 1 Parittiga, and the factors that influence it. This research uses a qualitative research approach with a case study approach. Case study research is designed to emphasize the researcher's need to develop an in-depth analysis of a case, in this case, internet addiction among students at SMA N 1 Parittiga. The subjects of this study are homeroom teachers and parents. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The data were then analyzed using data reduction, data presentation, and data verification techniques. The conclusion of the research is that the manifestation of synergy between homeroom teachers and parents can be achieved by establishing empathetic communication to provide positive feedback and coordinate tasks and coordinate actions in systematic supervision, assertiveness, initiative, and establishing a commitment to children's gadget use by parents and homeroom teachers. Furthermore, commitment to creating a synergistic relationship is carried out through cooperation and a high level of trust. This includes consistency in shared rules, mutual contribution to supervision, and instilling a proactive, responsible spirit and mutually instilling values ​​of honesty between homeroom teachers and parents. Abstrak Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini mengenai adiksi internet yang timbul akibat fenomena yang terjadi di era digital. Hal tersebut karena peserta didik di era ini dapat mengakses internet tanpa batas yang mengakibatkan mereka mudah untuk terdampak adiksi internet seperti pola hidup yang tidak teratur mengakibatkan mereka lalai akan tugas sekolah dan rumah. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui manifesatasi sinergitas wali kelas dan orang tua dalam membina akhlak peserta didik untuk memfilterisasi adiksi internet di SMA N 1 Parittiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus di mana suatu penelitian yang didesain dalam menekankan kepada peneliti untuk mengembangkan suatu analisis yang mendalam terhadap suatu kasus, dalam hal ini adiksi internet pada peserta didik di SMA N 1 Parittiga. Objek penelitian ini yaitu wali kelas dan orang tua. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemuian dianalisa dengan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa manifestasi sinergitas wali kelas dan orang tua dapat dilakukan dengan menjalin komunikasi yang empatik agar saling memberikan feedback yang baik dan saling berkoordinasi untuk membagi tugas dan menyatukan tindakan dalam aspek pengawasan secara sistematis, ketegasan, inisiatif serta menjalin komitmen dengan anak yang dilakukan orang tua dan wali kelas dalam penggunaan gadget. Kemudian Komitmen dalam mewujudkan hubungan yang sinergis dilakukan dengan kerjasama dan kepercayaan yang tinggi. Hal tersebut meliputi konsistensi akan aturan bersama, saling berkontribusi daam pengawasan dan memanamkan jiwa yang proaktif, bertanggung jawab dan saling menanamkan nilai-nilai kejujuran antara wali kelas dan orang tua.