cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30627141     DOI : -
Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal published by Yayasan Pesantren Al-Qur’an Shalahuddin Al-Ayyubi, located at Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55674. This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 86 Documents
Hubungan Antara Kebijakan Pendidikan Dan Penguatan Karakter Siswa Di Era Merdeka Belajar Ahmad Ashshiddiqie Pridar
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/qte7vr24

Abstract

This study aims to analyze the relationship between educational policies in the Merdeka Belajar era and student character building. The Merdeka Belajar concept, initiated by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, is designed to provide a more flexible education system, oriented towards student needs, and supporting holistic character development. This study uses a descriptive-qualitative approach with a literature review method, where data is obtained from various literature, official policies, and relevant empirical research results. The results reveal that the relationship between educational policies and student character building in the Merdeka Belajar era can be seen through six main aspects. First, educational policies within the Merdeka Belajar framework provide space for innovation for schools and teachers. Second, student character building is an integral focus, not only on cognitive aspects but also attitudes, values, and social skills. Third, there are policies that support the internalization of character values, such as the Pancasila Student Profile. Fourth, teachers play a strategic role as role models and facilitators in implementing character values ​​in the classroom. Fifth, collaboration with parents and the community is crucial to success, because character education does not only take place in schools. Sixth, implementation challenges arise from limited resources, teacher understanding, and differences in social environments. Thus, the Independent Learning policy has proven to be closely linked to strengthening student character, although it requires comprehensive support from all elements of education to achieve optimal results. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan pendidikan di era Merdeka Belajar dengan penguatan karakter siswa. Konsep Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dirancang untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, berorientasi pada kebutuhan siswa, serta mendukung pembentukan karakter secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diperoleh dari berbagai literatur, kebijakan resmi, serta hasil penelitian empiris yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hubungan kebijakan pendidikan dan penguatan karakter siswa di era Merdeka Belajar dapat dilihat melalui enam aspek utama. Pertama, kebijakan pendidikan dalam kerangka Merdeka Belajar memberikan ruang inovasi bagi sekolah dan guru. Kedua, penguatan karakter siswa menjadi fokus integral, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga sikap, nilai, dan keterampilan sosial. Ketiga, terdapat kebijakan yang mendukung internalisasi nilai-nilai karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila. Keempat, guru berperan strategis sebagai teladan dan fasilitator dalam mengimplementasikan nilai karakter di kelas. Kelima, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan, sebab pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah. Keenam, tantangan implementasi muncul dalam bentuk keterbatasan sumber daya, pemahaman guru, hingga perbedaan lingkungan sosial. Dengan demikian, kebijakan Merdeka Belajar terbukti memiliki hubungan erat dengan penguatan karakter siswa, meskipun membutuhkan dukungan menyeluruh dari seluruh elemen pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal.
Pengaruh Mentoring Rohani Islam Dan Karakter Religius Terhadap Hasil Belajar Siswa Sabila Nurul Azizah; Muhammad Ja’far Nashir; Joko Subando
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vbqesa98

Abstract

Dalam dunia pendidikan tidak hanya ada kegiatan intrakurikuler tetapi juga ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler ini mencakup pengetahuan umum yang mencakup tujuan sesuai kurikulum. Sedangkan ekstrakurikuler sendiri merupakan sebuah kegiatan tambahan yang dilakukan diluar sekolah untuk mengembangkan minat, bakat peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mentoring rohani islam terhadap karakter religius, hubungan kararakter religius terhadap hasil belajar, yang terakhir  hubungan mentoring rohani islam dan karakter religius terhadap hasil belajara siswa. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif, dan menganalisis data menggunakan Korelasi Pearson Product Moment. Mentoring rohani Islam memiliki pengaruh terhadap karakter religius karena didalam mentoring mengajarkan tentang nilai-nilai keislaman juga adanya pembinaan karakter seperti sholat berjamaah, tadarus, dan lain-lain. Selain itu, karakter religius juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar. Kedua faktor tersebut dapat mempengaruhi hasil belajar. Pentingnya mentoring rohani islam dalam pembinaan dapat meningkatkan nilai-nilai islam yang hasilnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan memberikan motivasi belajar bahwa ilmu itu penting terutama tentang ibadah.  Sehingga antara mentoring rohani islam, karakter religius  dan hasil belajar saling berhubungan erat dan mempengaruhi. AbstractIn the field of education, there are not only curricular activities but also extracurricular activities. Curricular activities encompass general knowledge and align with the objectives outlined in the curriculum. On the other hand, extracurricular activities refer to additional activities conducted outside of regular school hours to develop students' interests and talents. This study aims to analyze the relationship between Islamic spiritual mentoring and religious character, the relationship between religious character and learning outcomes, and finally, the relationship between Islamic spiritual mentoring, religious character, and students' learning outcomes. This research employs a descriptive quantitative approach and uses the Pearson Product Moment Correlation to analyze the data. Islamic spiritual mentoring has a significant influence on religious character, as it instills Islamic values and fosters character development through activities such as congregational prayers, Quran recitation, and others. Additionally, religious character plays a role in enhancing the quality of learning and academic outcomes. Both factors have a substantial impact on learning outcomes. The importance of Islamic spiritual mentoring in character development lies in its ability to strengthen Islamic values, which subsequently improve students' academic performance. This mentoring also provides motivation for learning by emphasizing the significance of knowledge, particularly in the context of worship. Thus, Islamic spiritual mentoring, religious character, and learning outcomes are closely interconnected and mutually influential.
Rekonstruksionisme Dalam Pendidikan Islam: Membangun Pendidikan Yang Responsif Terhadap Tantangan Zaman Nurshafitri; Yesha Arista Sulistiawati; Herlini Puspika Sari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekonstruksionisme dalam pendidikan Islam adalah sebuah metode yang bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang mampu merespons perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi di era modern. Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai inti Islam. Pendidikan Islam berbasis rekonstruksionisme mengharuskan adanya sinergi antara ajaran agama dengan pemikiran kritis, pemahaman teknologi, serta keterampilan abad 21, untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global. Melalui perpaduan spiritualitas Islam dan keterampilan modern, metode ini berfokus pada pembentukan generasi yang tidak hanya memiliki karakter yang kuat, tetapi juga mampu berinovasi, beradaptasi, dan bersaing di tingkat dunia. Rekonstruksionisme dalam pendidikan Islam menjadi pendekatan penting untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi perubahan zaman, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai agama. AbstractReconstructionism in Islamic education is a method that aims to create an education system that is able to respond to social, economic and technological changes in the modern era. This method emphasizes the importance of adapting the curriculum to suit the needs of the times, but still maintains core Islamic values. Islamic education based on reconstructionism requires a synergy between religious teachings with critical thinking, understanding technology, and 21st century skills, to prepare students to face global challenges. Through a combination of Islamic spirituality and modern skills, this method focuses on forming a generation that not only has strong character, but is also able to innovate, adapt and compete at the world level. Reconstructionism in Islamic education is an important approach to produce graduates who are ready to face changing times, without losing identity and religious values.
Pengaruh Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dan Minat Baca Siswa Terhadap Kemampuan Literasi Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sma N Kerjo Kabupaten Karanganyar Tahun 2024/2025 Ikke Fitriana
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMAN Kerjo berperan penting dalam membentuk karakter dan kemampuan akademik siswa melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila. Sekolah ini memiliki visi untuk menciptakan siswa yang tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan sosial yang tinggi. Siswa di SMAN Kerjo berasal dari latar belakang yang beragam, dan ini berpotensi mempengaruhi minat baca dan kemampuan literasi mereka. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan P5 dan tingkat minat baca siswa berpengaruh terhadap kemampuan literasi mereka dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai hubungan antara variabel-variabel tersebut dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan kurikulum yang lebih efektif.AbstractSMAN Kerjo plays an important role in shaping students' character and academic abilities through education based on Pancasila values. This school has a vision to create students who not only excel in academic aspects, but also have high moral and social integrity. Students at SMAN Kerjo come from diverse backgrounds, and this has the potential to influence their interest in reading and literacy skills. Therefore, it is important to explore how the application of P5 and students' level of reading interest influences their literacy abilities in PAI learning. This research is expected to provide deeper insight into the relationship between these variables 
Peran Pendidikan Islam Dalam Melawan Radikalisme Melalui Moderasi Beragama Agustin Sri Ningsih; Jumiarti Hurairah; Muji rahayu
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ve8f7345

Abstract

In Indonesia, Islamic education plays a crucial role in countering radicalism and promoting religious moderation. The Ministry of Religious Affairs emphasizes that religious education must be an integral part of the school curriculum, emphasizing a balance between intellectual and spiritual knowledge. This emphasis is increasingly relevant given the emergence of horizontal conflicts often triggered by radicalism and intolerance resulting from narrow and immoderate religious understandings. Islamic teachers and educators hold a significant responsibility in disseminating a correct understanding of key Islamic concepts, such as tolerance, jihad, and tawhid. A proper understanding will steer students away from extreme interpretations and direct them toward the teachings of Islam, which are a blessing for all. Research shows that inclusive character education can shape a young generation that values ​​multiculturalism and is accustomed to living in diversity with mutual respect. Madrasahs and Islamic boarding schools (pesantren) serve as Islamic educational institutions that play a crucial role in instilling moderate values. Through comprehensive learning, these institutions not only educate students in religious knowledge but also shape the morals and personalities of their students, making them more open and tolerant. However, to effectively address the challenge of radicalism, synergy is needed between educational institutions, parents, the community, and the government. Abstrak Di Indonesia, pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam upaya melawan radikalisme sekaligus mempromosikan moderasi beragama. Kementerian Agama menegaskan bahwa pendidikan agama harus menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah, dengan menekankan keseimbangan antara pengetahuan intelektual dan spiritual. Penekanan ini semakin relevan mengingat munculnya konflik horizontal yang sering dipicu oleh radikalisme dan intoleransi akibat pemahaman agama yang sempit dan tidak moderat.Guru dan pendidik Islam memegang tanggung jawab besar dalam menyebarkan pemahaman yang benar mengenai konsep-konsep kunci dalam Islam, seperti toleransi, jihad, dan tauhid. Pemahaman yang tepat akan menjauhkan peserta didik dari tafsir ekstrem sekaligus mengarahkan mereka pada ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang inklusif mampu membentuk generasi muda yang menghargai kehidupan multikultural serta terbiasa hidup dalam keberagaman dengan penuh sikap saling menghormati. Madrasah dan pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moderat. Melalui pembelajaran yang komprehensif, kedua institusi ini tidak hanya mendidik dalam aspek pengetahuan agama, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian santri agar lebih terbuka dan toleran. Namun, untuk menghadapi tantangan radikalisme secara efektif, diperlukan sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
Urgensi Perspektif Waktu dalam Hadis (Kajian Tematik Pendidikan Islam di Era Generasi Z) M. Asy'ari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/8bsec109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hadis yang membahas pentingnya waktu dan menganalisis relevansinya dalam pendidikan Islam di era Generasi z, khususnya mengenai manajemen waktu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tematik terhadap enam hadis yang berkaitan dengan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis ini menekankan pentingnya memanfaatkan waktu sebelum menghadapi keadaan yang menantang, seperti usia tua, sakit, kesibukan dan kematian. Selain itu, hadis ini menyoroti bahwa waktu adalah berkah besar yang sering diabaikan oleh manusia. Relevansi hadis ini dalam pendidikan Generasi z sangat signifikan, mengingat tantangan modern seperti gangguan teknologi dan kurangnya kesadaran tentang manajemen waktu. Pendidikan Islam dapat memainkan peran penting dengan menanamkan kesadaran akan pentingnya manajemen waktu melalui pembelajaran kontekstual yang memenuhi kebutuhan Generasi z. Dengan demikian, generasi muda dapat dibimbing untuk menjadi individu yang lebih disiplin, produktif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi kehidupan modern.   Abstract This study aims to identify hadiths that discuss the importance of time and analyze their relevance in Islamic education in the era of Generation Z, especially regarding time management. This study uses a qualitative method with a thematic approach to six hadiths related to time. The results of the study indicate that this hadith emphasizes the importance of utilizing time before facing challenging circumstances, such as old age, illness, busyness and death. In addition, this hadith highlights that time is a great blessing that is often overlooked by humans. The relevance of this hadith in Generation Z education is very significant, considering modern challenges such as technological disruption and lack of awareness of time management. Islamic education can play an important role by instilling awareness of the importance of time management through contextual learning that meets the needs of Generation Z. Thus, the younger generation can be guided to become more disciplined, productive, and responsible individuals in facing modern life.  
Evaluasi Guru Penggerak Perspektif Guru PAI Berbasis CIPP di OKU Timur Sumatera Selatan Rahmadi Bagus Wijaya; Reza Yunita; Putri Winarsih; Suwadi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nkeex339

Abstract

This study aims to evaluate the Teacher Leader Program from the perspective of Islamic Religious Education (PAI) teachers in East OKU Regency, South Sumatra, using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. This study used a qualitative approach with a case study design to explore the experiences, perspectives, and challenges faced by PAI teachers in participating in the program. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews with participating teachers, participant observation during learning activities, and documentation review related to program implementation. The research subjects were PAI teachers who were actively involved in the Teacher Leader Program in the region. The results showed that the Teacher Leader Program had a positive impact on improving the pedagogical capacity, leadership, and professional reflection of PAI teachers. In terms of context, a clear need was identified for training that better aligns with the characteristics of Islamic religious education. In terms of input, participant engagement was quite good, but there were still obstacles in the form of limited institutional support from schools. The process aspect showed increased innovation in learning practices, while the product aspect reflected the development of teacher competencies in leading learning and fostering a collaborative culture. However, the study also identified challenges, including a misalignment of training materials with the specific needs of PAI and a lack of sustainability in mentoring. Therefore, this study recommends adjusting the curriculum and training methods, increasing institutional support, and strengthening program sustainability. With these steps, the Teacher Mover Program is expected to be more effective in empowering Islamic Religious Education teachers as agents of educational change in East OKU Regency. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Guru Penggerak dari perspektif guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus agar dapat menggali pengalaman, pandangan, serta tantangan yang dihadapi guru PAI dalam mengikuti program tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru peserta, observasi partisipatif dalam aktivitas pembelajaran, serta telaah dokumentasi terkait implementasi program. Subjek penelitian adalah guru PAI yang secara aktif terlibat dalam Program Guru Penggerak di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Guru Penggerak memiliki dampak positif dalam meningkatkan kapasitas pedagogik, kepemimpinan, dan refleksi profesional guru PAI. Pada aspek konteks, ditemukan kebutuhan nyata akan pelatihan yang lebih sesuai dengan karakteristik pendidikan agama Islam. Pada aspek input, keterlibatan peserta cukup baik, namun masih ada kendala berupa keterbatasan dukungan institusional dari sekolah. Aspek proses menunjukkan adanya peningkatan inovasi dalam praktik pembelajaran, sementara aspek produk mencerminkan berkembangnya kompetensi guru dalam memimpin pembelajaran dan menumbuhkan budaya kolaboratif. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan tantangan, antara lain ketidakselarasan materi pelatihan dengan kebutuhan spesifik PAI serta kurangnya keberlanjutan dalam pendampingan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penyesuaian kurikulum dan metode pelatihan, peningkatan dukungan kelembagaan, serta penguatan keberlanjutan program. Dengan langkah tersebut, Program Guru Penggerak diharapkan dapat lebih optimal dalam memberdayakan guru PAI sebagai agen perubahan pendidikan di Kabupaten OKU Timur.
Strategi Pembelajaran Interaktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Di SMP IT Pondok Tahfidzh Qur’an Permis Tahun Ajaran 2023/2024 Uci Rahmadini
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/t6519554

Abstract

Memorizing the Qur'an is one of the important aspects in education in Islamic boarding schools. In practice, memorizing the Qur'an is not an easy task. The memorization process that requires perseverance, patience and high discipline is often a challenge for students or students in Islamic boarding schools. The purpose of this study is to determine interactive learning strategies in improving the ability to memorize the Qur'an and to find out what challenges are faced in interactive learning strategies in improving the ability to memorize the Qur'an at SMP IT Pondok Tahfidzh Qur'an Permis. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques are carried out using observation, interview, and documentation methods. While the data analysis technique is by data reduction (data reduction), data display and drawing conclusions/verification (drawing conclusions). The respondents in this study were tahfidzh teachers, namely five (5) teachers and students of SMP IT Pondok Tahfidzh Qur'an Permis, grade eight, totaling 86 students. The results of this study show that the learning strategies used to improve the ability to memorize the Qur'an at the SMP IT Permis Islamic Boarding School are learning in groups, a holistic approach, and an emotional and spiritual approach. Meanwhile, the challenges faced in improving the ability to memorize the Qur'an are that students do not yet have good abilities in reading or memorizing the Qur'an. In addition, it also takes a long time to improve memorization in the midst of students' busy schedules, students are difficult to work together and there is a lack of seriousness in memorizing the Qur'an. Abstrak Menghafal Al-Qur’an bukanlah tugas yang mudah. Proses menghafal yang membutuhkan ketekunan, kesabaran dan disiplin tinggi seringkali menjadi tantangan bagi para peserta didik atau santri di pondok pesantren. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an dan mengetahui hambatan apa yang dihadapi dalam strategi pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an di SMP IT Pondok Tahfidzh Qur’an Permis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yaitu dengan data reduction (reduksi data), data display dan conclusion drawing/verification (menarik kesimpulan). Responden penelitian ini adalah guru tahfidzh yaitu sebanyak lima (5) guru dan peserta didik SMP IT Pondok Tahfidzh Qur’an Permis kelas delapan yang berjumlah 86 siswa. Hasil penelitian ini diketahui bahwa strategi pembelajaran yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an di Pondok Psantren SMP IT Permis yaitu belajar dalam kelompok, pendekatan holistik dan pendekatan emosional dan spiritual. Siswa memerlukan waktu yang cukup lama dalam meningkatkan hafalan ditengah waktu peserta didik yang padat, peserta didik sulit diajak untuk bekerjasama dan adanya ketidakseriusan dalam menghafal Al-Qur’an.
Optimalisasi Administrasi Guru PAI dalam Meningkatkan Efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Meti Fatimah; Muhammad Ilyas
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/w5w93n73

Abstract

Abstract Teacher administration is an important component in supporting the effectiveness of teaching and learning activities (KBM), especially in Islamic Religious Education (PAI) subjects. This study aims to examine how optimizing PAI teacher administration can improve the quality of the learning process in schools. The administration in question includes the preparation of learning tools such as syllabus, lesson plans, annual and semester programs, teaching journals, and assessment documents. Through a descriptive qualitative approach, data were obtained from interviews, observations, and documentation of PAI teachers and school management elements. The results of the study show that teachers who manage administration in an orderly and systematic manner tend to be more prepared in delivering material, using appropriate methods, and being able to evaluate student learning outcomes objectively. Optimizing administration not only supports teacher professionalism, but also has an impact on increasing student involvement, efficiency of learning time, and achieving maximum learning objectives. Therefore, support from the school through training, supervision, and provision of digital facilities is very important in encouraging sustainable PAI teacher administration skills. Abstrak Administrasi guru merupakan komponen penting dalam menunjang efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM), khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana optimalisasi administrasi guru PAI dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah. Administrasi yang dimaksud meliputi penyusunan perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, program tahunan dan semester, jurnal mengajar, serta dokumen penilaian. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan unsur manajemen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang mengelola administrasi secara tertib dan sistematis cenderung lebih siap dalam menyampaikan materi, menggunakan metode yang tepat, serta mampu mengevaluasi hasil belajar siswa secara objektif. Optimalisasi administrasi tidak hanya mendukung profesionalisme guru, tetapi juga berdampak pada meningkatnya keterlibatan siswa, efisiensi waktu belajar, dan tercapainya tujuan pembelajaran secara maksimal. Oleh karena itu, dukungan dari pihak sekolah melalui pelatihan, supervisi, dan penyediaan sarana digital sangat penting dalam mendorong keterampilan administrasi guru PAI yang berkelanjutan.
Optimalisasi Administrasi Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Penunjang Keberhasilan Pembelajaran Berbasis Nilai Islam Sabila Nurul Azizah; Meti Fatimah; Ahmad Fathir Qodri
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/grs86n50

Abstract

This study aims to examine the importance of optimizing Islamic Religious Education (PAI) teacher administration to support the success of Islamic values-based learning. Good teacher administration serves not only as a technical tool but also as the primary foundation for designing, implementing, and evaluating learning that integrates Islamic values ​​into the educational process. In this context, administration includes the development of syllabi, lesson plans, annual and semester programs, and learning evaluations aimed at fostering students' religious character, social ethics, and spiritual intelligence. Through a descriptive qualitative approach and literature review, it was found that PAI teachers who are able to manage administration well are more effective in delivering teaching materials, creating a conducive learning environment, and consistently instilling Islamic values. Optimal administration also enhances teacher professionalism, strengthens coordination with various parties, and supports the achievement of the overall goals of Islamic education. Therefore, improving the administrative capacity of PAI teachers needs to be a strategic priority in efforts to build a quality Islamic education system oriented toward the formation of noble character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya optimalisasi administrasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai penunjang keberhasilan pembelajaran berbasis nilai Islam. Administrasi guru yang baik tidak hanya berfungsi sebagai alat kelengkapan teknis, tetapi juga sebagai landasan utama dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan. Dalam konteks ini, administrasi mencakup penyusunan silabus, RPP, program tahunan dan semester, serta evaluasi pembelajaran yang diarahkan untuk menumbuhkan karakter religius, etika sosial, dan kecerdasan spiritual peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka, ditemukan bahwa guru PAI yang mampu mengelola administrasi dengan baik akan lebih efektif dalam menyampaikan materi ajar, membentuk lingkungan belajar yang kondusif, serta menanamkan nilai-nilai keislaman secara konsisten. Administrasi yang optimal juga meningkatkan profesionalisme guru, memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan Islam secara menyeluruh. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas administrasi guru PAI perlu menjadi perhatian strategis dalam upaya membangun sistem pendidikan Islam yang berkualitas dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.