cover
Contact Name
Sal Prima Yudha S
Contact Email
salprima@unib.ac.id
Phone
+6281279585457
Journal Mail Official
rjnas@unib.ac.id
Editorial Address
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES, Departement Of chemistry, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, University Of Bengkulu, Jalan WR Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu, 38371, 0736(20919).
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Rafflesia Journal of Natural and Applied Sciences (RJNAS)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 28083806     DOI : 10.33369/rjna.v4i1.34652
Core Subject : Health, Science,
Rafflesia Journal of Natural and Applied Sciences (RJNAS) with e-ISSN: 2808-3806 is an open access and peer reviewed journal published by Department of Chemistry, Universitas Bengkulu, Indonesia. This journal is published two times per year (April and October). RJNAS publishes research papers, review and short communication in field of Chemistry, Natural, and Applied Sciences. RJNAS accept articles written in Bahasa Indonesia and English (preferable).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): April" : 5 Documents clear
Pemanfaatan MOF (Metal Organic Framework) Untuk Analisis Makanan Dengan Metode MSPE (Magnetic Solid Phase Extraction): Sebuah Telaah Pustaka Aditya Ramadhani; Esra Noviyanti Br. Karo; Ester Damayanti Manik; Mauliyani; Marvin Horale Pasaribu
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v4i1.32533

Abstract

Di era sekarang, pola hidup sehat makin digemari dibarengi dengan makin tercemarnya lingkungan. Kesadaran akan makanan yang aman untuk dikonsumsi semakin meningkat. Pencemaran pada lingkungan berdampak pada tercemarnya bahan makanan. Metal-organic frameworks (MOFs) adalah material baru yang memiliki banyak potensi aplikasi, salah satunya adalah untuk analisis makanan. MOF memiliki karakteristik yang unik, seperti pori-pori yang besar dan luas permukaan yang tinggi, yang membuatnya cocok untuk digunakan dalam proses ekstraksi, Metode magnetic solid phase extraction (MSPE) adalah metode ekstraksi yang menggunakan material magnetik untuk menyerap dan mengumpulkan analit dari larutan. Metode ini memiliki beberapa keunggulan, seperti efisiensi ekstraksi yang tinggi, kemudahan pemisahan analit dari material magnetik, dan biaya yang relatif rendah. Pada review kali ini, akan dibahas mengenai cara kerja metode MSPE, perbandingan MOFs yang digunakan pada bermacam sampel berdasarkan penelitian; dan MOFs yang terbaik yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan menghilangkan kontaminan yang ada pada makanan.
Skrinning Fitokimia Dan Uji Toksisitas Daun Kundur (Benincasa hispida) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) : Skrinning Fitokimia Dan Uji Toksisitas Daun Kundur (Benincasa hispida) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Dwi fitri yani dwi; Salsabila; Amelia Nur Haliza; Desta Amelia; Lika Okta Pristiwi; Tegar
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v4i1.34652

Abstract

Tanaman Kundur (Benincasa hispida) termasuk ke dalam golongan Cucurbitaceae, danseringkali dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Hal ini disebabkan kandungan senyawa metabolitsekunder di dalamnya. Namun dalam beberapa penelitian, tanaman ini lebih menfokuskan padakandungan yang ada dalam buah dan biji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek toksik dariekstrak etanol daun kundur dengan menggunakan metode BSLT yang menggunakan larva Artemiadengan pengamatan 1 x 24 jam. Hasil fitokimia menyatakan daun kundur mengandung senyawa antaralain terpenoid, flavonoid, alkaloid, dan saponin, dengan nilai LC50 sebesar 735,79 ppm yangdikategorikan berpotensi toksik dan dapat digunakan dalam aktivitas antikanker
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Metanol Daun Dan Batang Kayu Gadis (Cinnamomum porrectum (Roxb.) Kosterm) Dengan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Avidlyandi; Suryadi Jaya; Khafit Wirdimafan; Arif Juliari Kusnanda; Charles Banon; Morina Adfa
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v4i1.34980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak metanol daun dan batang kayu gadis terhadap Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Uji sitotoksik menggunakan 10 ekor larva Artemia salina yang berumur 48 jam pada setiap konsentrasi uji dengan tiga kali ulangan. Ekstrak metanol daun kayu gadis dibuat 3 variasi konsentrasi, yaitu 10 ppm, 100 ppm, dan 1000 ppm, sedangkan ekstrak metanol batang kayu gadis dibuat 4 variasi konsentrasi, yaitu 1 ppm, 2 ppm, 4 ppm dan 6 ppm. Sebagai kontrol digunakan pelarut untuk melarutkan ekstrak. Setelah 24 jam diamati kematian Artemia salina, ditentukan persentase mortality, dan dihitung nilai LC50 menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas sitotoksik ekstrak metanol batang kayu gadis lebih tinggi dari pada ekstrak metanol daunnya, dapat dilihat dari LC50 ekstrak metanol batang lebih kecil (0,79 ppm) daripada ekstrak metanol daunnya (544,81 ppm). Ke-dua ekstrak memperlihatkan kematian 50% hewan uji pada konsentrasi lebih kecil dari 1000 ppm, yang artinya aktivitas sitotoksik yang diberikan berkorelasi positif dengan aktivitas anti kanker. Berdasarkan tinjauan literatur senyawa-senyawa yang berhasil diisolasi dari daun dan batang kayu gadis adalah flavonoid, fenil propanoid, lignan, kumarin, fenolik, asam lemak, dan alkohol. Diharapkan beberapa senyawa tersebut dapat berpotensi sebagai antikanker dimasa mendatang.
Preparasi Preparasi Logam Oksida-Biogenik Silika dan Aplikasinya Dalam Penghilangan Zat Warna: Sebuah Telaah Pustaka Setyo Eko Nugroho Nugroho; Yudha Salprima
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v4i1.35091

Abstract

Silika telah menjadi material yang populer karena sifat khas yang unik dan kelimpahannya yang tinggi. Bahan ini telah banyak dimodifikasi dengan menambahkan logam oksida lain untuk mendapat sifat yang menarik. Biogenik silika dapat diproduksi dan diekstraksi dari limbah agroindustri seperti sekam padi, daun bambu, salak, dan kelapa sawit. Artikel ini membahas tentang biogenik silika yang berasal dari limbah agroindustri sebagai pengganti silika komersil dalam sintesis material berbasis silika-logam oksida. Artikel ini menyorot preparasi bahan biogenik silika-logam oksida dari limbah agroindustri dan kemampuannya sebagai bahan penghilang zat warna. Selain itu, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa biogenik silika pengganti silika komersil dalam materil silika-logam oksida memiliki potensi yang sangat baik sebagai bahan penghilang zat warna.
Pembuatan dan Karakterisasi Asap Cair dari Kayu Batang Kopi (Coffea Sp) serta Aplikasinya sebagai Koagulan Lateks Noza Alika Puteri; Deni Agus Triawan; Charles Banon; Ria Nurwidiyani
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v4i1.35484

Abstract

Asap cair merupakan uap hasil pembakaran suatu bahan baku yang dihasilkan dari proses pirolisis. Proses pirolisis akan menyebabkan terjadinya penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu seperti lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan melakukan karakterisasi dari kayu batang kopi serta mengaplikasikannya sebagai koagulan lateks. Proses pirolisis dilakukan selama 6 jam yang menghasilkan asap cair sebesar 14,17%, memiliki warna coklat kehitaman dan berbau asap yang menyengat. Nilai pH yang didapatkan adalah 2,939 ± 0,003, kadar air pada asap cair sebesar 25,84%, dan kadar asam total sebesar 10,36 ± 0,459%. Asap cair yang diaplikasikan sebagai koagulan lateks dengan berbagai konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dan sebagai pembanding asam formiat 2% dan lateks tanpa perlakuan meghasilkan waktu koagulasi yang berbeda. Asap cair dengan konsentrasi 15% lebih cepat menggumpal dibandingkan dengan asam formiat yaitu berturut-turut 6,15 menit dan 9,10 menit, hal ini dikarenakan bahwa asap cair memiliki keasaman yang lebih tinggi. Dari hasil ini koagulan dengan asap cair konsentrasi 15% memiliki kemampuan lebih baik dari koagulan pembanding yaitu asam formiat. Hasil uji organolpetik pada koagulum menyatakan bahwa asap cair dapat mengubah bau busuk menjadi bau asap dengan tekstur yang dihasilkan menjadi padat, tetapi warna yang dihasilkan berwarna hitam. Penelitian ini menunjuukan bahwa asap cair kayu batang kopi dapat digunakan sebagai alternatif koagulan lateks

Page 1 of 1 | Total Record : 5