cover
Contact Name
Megandaru W. Kawuryan
Contact Email
megandaru@yahoo.com
Phone
+6281368672842
Journal Mail Official
jtkp@ipdn.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno Km.20, Jatinangor, Jawa Barat, Sumedang, Jawa Barat 45363
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
ISSN : 27221717     EISSN : 30324785     DOI : https://doi.org/10.33701/jtkp
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan merupakan upaya Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan Fakultas Manajemen Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri dalam meningkatkan publikasi karya ilmiah dalam bidang Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan telah terdaftar dengan nomor ISSN 2722-1717 (media cetak) Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan memuat artikel dan karya ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun non penelitian. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan secara khusus menitikberatkan pada permasalahan pokok dalam pengembangan Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal ini berfokus pada kajian teoritis dan praktis diantaranya: Sosial dan Politik Administrasi Publik Kebijakan Publik Teknologi Komunikasi
Articles 144 Documents
Implementasi Website Sebagai Media Informasi Publik di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur Richa Andriyani; Sabaruddin Sabaruddin
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v5i2.3733

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara mengimplementasikan E-Governement dengan memanfaatkan website sebagai media penyebaran informasi publik. Namun, website yang dikelola tersebut masih minim informasi dan jarang diperbaharui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi website sebagai media informasi publik yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara serta apa saja hambatan yang dihadapi dan strategi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teori penerapan e-government yang meliputi; Support, Capacity, dan Value. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses implementasi website belum memenuhi ketiga elemen penerapan E-Government serta terdapat beberapa hambatan, yaitu kurangnya anggaran, kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten, kurangnya sarana teknologi, jaringan internet tidak lancar, dan masih banyaknya masyarakat yang tidak tahu tentang keberadaan website ini. Strategi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara untuk mengatasi kendala tersebut adalah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, mengoordinasikan serta memfokuskan penganggaran, mengadakan pelatihan bagi pegawai pengelola website dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Peneliti menyimpulkan bahwa implementasi website sebagai media informasi publik di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara belum diimplementasikan dengan baik. Saran dari penulis agar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara memfokuskan anggaran, melakukan sosialisasi, memberikan pelatihan bagi pegawai, serta meningkatkan infrastruktur jaringan internet. Kata Kunci: E-Government, Informasi Publik, Website.
Pengelolaan Keamanan Informasi dan Persandian di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Aldi Dinata Saputra; Frans Dione; Irfan Uluputty
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v5i2.3735

Abstract

Informasi dan data merupakan aset yang sangat penting untuk dilindungi karena saat ini informasi dan data merupakan aset yang berharga karena berisikan segala keterangan mengenai sebuah organisasi. Karena anggapan demikian maka hal ini menyebabkan timbulnya kejahatan di dunia digital yang disebut kejahatan siber. Maraknya kejahatan siber yang terjadi maka diperlukan Keamanan Informasi dan Persandian yang mahir pula untuk mencegah pencurian data dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keamanan informasi dan persandian dan tingkat kematangan dalam pengamanan informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur. model penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Peneliti melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi pada lokasi penelitian sebagai teknik pengumpulan data. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori CIA TRIAD oleh Michael E. Whitman dengan dimensi Confidentiality, Integrity dan Avalaibility. Penelitian ini juga menggunakan alat evaluasi Indeks Keamanan Informasi (KAMI 4.2) dengan standar ISO/IEC 27001: 2013 yang menentukan aspek-aspek yang perlu dipenuhi untuk mencapai keamanan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan keamanan informasi dan persandian di Dinas Komunikasi dan Informatika masih kurang dan rentan terhadap serangan siber karena beberapa fasilitas yang belum memadai dan regulasi yang belum mengatur penuh mengenai keamanan informasi, hal ini juga dibuktikan dari hasil evaluasi Indeks Keamanan Informasi yang menunjukkan tingkat kematangan keamanan informasi yang masih berada pada Tingkat I+ - Tingkat II+, dimana seharusnya dalam standar ISO/IEC 27001: 2013 bahwa ambang batas minimum kesiapan sertifikasi adalah Tingkat III+. Kata Kunci: Informasi, Kejahatan Siber, Keamanan Informasi, Persandian.
Upaya Peningkatan Literasi Digital Masyarakat di Kabupaten Tebo: (Studi pada Kecamatan Rimbo Bujang) Ferdhy Adhitia Alviyando; Yudha Mardhatillah
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v5i2.3779

Abstract

Teknologi informasi komunikasi merupakan peralatan masa sekarang dan masa depan yang dapat menggabungkan atau menyalurkan berbagai informasi, data dan sumber untuk didayagunakan sebagai pengetahuan bagi kegunaan seluruh umat manusia melalui penggunaan berbagai bahan-bahan dan peralatan telekomunikasi modern. Dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2021 Kecamatan Rimbo Bujang belum ada program untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Kecamatan Rimbo Bujang, yang menunjukkan bahwa pemerintah kecamatan Rimbo Bujang belum memperhatikan literasi digital di wilayah tersebut. Penulis menggunakan metode Penelitian Kualitatif dengan pendekatan Induktif. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Peningkatan literasi digital di Kabupaten Tebo dapat dilakukan melalui berbagai upaya, seperti memberikan pelatihan dan edukasi tentang media sosial kepada masyarakat, termasuk ASN di Kabupaten Tebo, serta dukungan dari pemerintah setempat dan lembaga-lembaga terkait dalam pengembangan literasi digital. Pentingnya peningkatan literasi digital di Kabupaten Tebo terlihat sebagai suatu kebutuhan yang mendesak untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di masa yang akan datang. Kata Kunci: Peningkatan, Literasi Digital, Masyarakat.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pengguna Aplikasi Pemerintah Kota Pagar Alam Ruth Roselin Erniwaty Nainggolan; Muhammad Hafizh Aqil
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v5i2.3837

Abstract

Peluang pemerintah melakukan pelayanan publik berbasis elektronik sangat besar karena penentrasi internet Indonesia mencapai 77,02%. Pagar Alam saat ini telah mengembangkan sebuah website dengan alamat website yaitu www.Pagar Alamkota.go.id. Dalam meningkatkan kualitas website, dibutuhkannya evaluasi bagaimana kepuasan pengguna terhadap website yang dibangun oleh pemerintah. Usability testing menjelaskan ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi kepuasaan pengguna yaitu learnability, efficiency, memorability dan error. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh learnability, efficiency, memorability, error terhadap satisfaction pada website Pemerintah Kota Pagar Alam dengan analisis regresi linier dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi-dimensi yang diajukan oleh Nielsen (1993) sebagai faktor yang mempengaruhi satisfaction terbukti berpengaruh positif. Namum hal yang khusus ditemukan pada faktor error menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap satisfaction. Temuan ini memerlukan penelitian lanjutan yang disarankan menggali lebih dalam dengan pendekatan kualitatif untuk menemukan kondisi sebenarnya di lapangan. Secara bersama-sama seluruh variabel memiliki korelasi yang cukup dengan satisfaction. Kata Kunci: Aplikasi Pemerintah, Kepuasan Pengguna Web, Usability.
Tren Penelitian Literasi Digital (Digital Literacy) Tahun 2012-2022: Sebuah Pendekatan Bibliometrik
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v5i2.3850

Abstract

Pelayanan publik merupakan salah satu dari fungsi pemerintahan. Perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut pemerintah untuk bisa adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan fungsi pelayanan publik. Untuk mendukung hal tersebut, maka dibutuhkan kesiapan literasi digital bagi sumber daya manusianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi studi-studi yang mencerminkan pola dan karakteristik dari serangkaian publikasi yang berkaitan dengan literasi digital, serta untuk menyajikan temuan tersebut secara visual. Metode yang digunakan adalah paradigma kuantitatif dengan pendekatan bibliometrik. Sebanyak 1.157 dokumen yang terkumpul dari pencarian melalui database Scopus yang merupakan hasil dari pertimbangan kriteria tertentu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa selama 10 tahun terakhir (2012-2022), terdapat peningkatan tahunan dalam jumlah artikel yang dipublikasikan di jurnal yang terindeks Scopus tentang digital literacy. Kesimpulannya, terdapat sejumlah 3.996 kata kunci, 220 diantaranya saling berhubungan dan dikelompokkan menjadi 9 cluster. Kata kunci "Digital literacies" mendominasi dengan 876 kemunculan sebagai frasa kunci yang paling sering digunakan. Topik yang menjadi fokus utama sebagai kata kunci baru adalah digital competencies, internet literacy, digital transformation. Adapun topik penelitian yang masih jarang dilakukan oleh peneliti diantaranya adalah internet literacy, education computing, artificial intelligence, digital tools, digital learning, digital environment, data privacy, critical literacy, digital competency, digital transformation, social capital. Kata Kunci: Analisis Kata Kunci, Bibliometrik, Literasi Digital, Scopus.
Analisis Kualitas Website Sipenduduk pada Dimensi Layanan dan Konten di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru Albert Wannery; Agung Nurrahman
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v5i2.3862

Abstract

Ketersediaan website pemerintah merupakan salah satu perwujudan akomodasi perkembangan teknologi. Adapun jumlah website yang begitu banyak dimiliki oleh pemerintah di Indonesia cenderung kurang diimbangi dengan kualitasnya. Beranjak dari hal tersebut, tujuan penelitian ini mencoba untuk mencari tahu bagaimana kualitas website di Kota Pekanbaru, khususnya pada dinas pendudukan dan pencatatan sipil. Hal tersebut dikarenakan dalam temuan awal masih terdapat beberapa hal yang setidaknya diduga menjadi kekurangan dari website Sipenduduk tersebut, oleh karenanya perlu dilakukan penelitian terhadap kualitas tersebut secara lebih. Adapun peneliti menggunakan teori Alvaro Rocha yang memiliki tiga dimensi untuk memahami bagaimana kualitas website, yaitu kualitas teknis, kualitas konten, dan kualitas layanan. Namun, karena penelitian mengenai kualitas website ini pada aspek kualitas teknis telah dilakukan sebelumnya, peneliti kali ini memfokuskan pada dua dimensi lainnya saja yakni dimensi layanan dan konten sebagai kebaruan dari penelitian ini. Peneliti menemukan bahwa kualitas website ini dinilai cukup, hal tersebut dikarenakan masing-masing dimensi tersebut menunjukkan nilai yang cukup. Seperti misalnya pada dimensi kualitas konten, untuk indikator keterbaruan data bernilai agak kurang, untuk indiKator kelengkapan informasi bernilai agak baik, dan indikator terakhir yaitu akurasi informasi bernilai cukup, sehingga secara umum dimensi ini dinilai cukup. Kata Kunci: Kualitas Konten Website, Kualitas Layanan Website, Website Sipenduduk.
Analisis Penggunaan Website dan Media Sosial Pemerintah untuk Pelayanan Publik Ruth Roselin Erniwaty Nainggolan
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v6i1.4221

Abstract

Penggunaan media online, seperti situs web, blog, dan media sosial, oleh pemerintah untuk berbagai tujuan meningkatkan interaksi masyarakat dengan pemerintah serta pelayanan publik meningkat dalam beberapa dekade. Media komunikasi online pemerintah dilaporkan dapat meningkatkan nilai-nilai demokrasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal ini disebabkan pemerintah dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan menanggapi pertanyaan warga. Selain itu, media-media tersebut membantu masyarakat memberikan masukan kepada pemerintah. Penelitian ini mempertanyakan bagaimana pengalaman individu menggunakan situs website media sosial pemerintah bisa dalam layanan informasi dan layanan transaksional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh adalah data primer yang disebarkan melalui kuesioner. Hasil dari survei terhadap lebih dari 96 orang responden secara acak menunjukkan dukungan terhadap hubungan positif antara pengalaman online dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Secara khusus, pengalaman dengan layanan informasi menunjukkan kepercayaan yang lebih besar terhadap pemerintah. Kata Kunci: E-Government, Media Online, Kepercayaan Masyarakat.
Analisis Penerapan Smart governance di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah Iqbal H. Hasan Gafar; Agung Nurrahman
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v6i1.4306

Abstract

Pada kajian literatur belum ada artikel ilmiah yang mengkaji smart governance di Kota Palu. Adapun secara regulasi terkait smart city, nilai indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang diperoleh Pemerintah Kota Palu masih masuk dalam kategori kurang. Oleh karenanya, riset mengenai hal tersebut menjadi cukup menarik, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan smart governance di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan teori yang digunakan adalah teori smart governance dari Giffinger dengan empat dimensi, yaitu: Pengambilan keputusan, pelayanan publik, transparansi, dan strategi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi pengambilan keputusan telah menunjukkan adanya partisipasi masyrakat yang cukup memadai baik dari proses pengambilan keputusan maupun pada penyelenggaraan kebijakan, dimensi layanan publik dan sosial menunjukkan adanya berbagai jenis layanan online yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Palu, dimensi transparansi menunjukkan adanya keterbukaan informasi publik melalui media sosial, serta pada dimensi strategi dan perspektif politik menunjukkan adanya dukungan dan komitmen Pemerintah Kota Palu dalam menerapkan smart governance. Kesimpulannya, penerapan smart governance di Kota Palu telah terselenggara dengan cukup baik, dan memerlukan peningkatan pada beberapa aspek diantaranya penguatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia pelaksana smart governance, penambahan jumlah dan kualitas infrastruktur pendukung smart governance, penguatan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai sektor yang dapat berkontribusi dalam pencapaian tujuan smart governance, dan evaluasi kebermanfaatan dan optimasi dari berbagai jenis layanan online pendukung smart governance di Kota Palu. Kata Kunci: Pengambilan Keputusan, Pelayanan Publik, Transparansi, Strategi Politik.
Tren Penelitian Smart Village di Indonesia Allisa Akhidatul Idza; Annisa Rahmadanita
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v6i1.4409

Abstract

Smart village menjadi tren dalam rangka mewujudkan percepatan pembangunan di desa. Publikasi yang mengakaji smart village cukup meningkat dari tahun 2017 hingga 2023. Namun, masih jarang publikasi yang memfokuskan penelitian pada konteks smart village di Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perekembangan (tren) dan memvisualisasikan penelitian tentang smart village di Indonesia. Penulis menggunakan metode analisis bibliometrik dengan menggunakan database Scopus yang kemudian divisualisasikan melalui VosViewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi smart village di Indonesia sukup signifikan meningkat dan publikasi terbanyak dilakukan pada tahun 2022. Kesimpulannya, jumlah dokumen yang paling banyak mempublikasikan smart village di Indonesia yaitu pada universitas/lembaga “Institut Pertanian Bogor (IPB)”, pada sumber proseding “IOP Conference Series: Earth and Environmental Science”, pada artikel “Sutriadi” dengan judul Defining smart city, smart region, smart village, and technopolis as an innovative concept in indonesia's urban and regional development themes to reach sustainability. Terdapat pergeseran kata kunci dari topik lama yaitu smart village dan rural areas menjadi topik baru yaitu seperti artificial intelligence dan smart community. Pada topik-topik yang baru dapat menjadi celah/gap peneliti di masa depan. Kata Kunci: Bibliometrik, Digitalisasi Pelayanan Publik, Smart village.
Kualitas Pelayanan Aduan Darurat Melalui Call Center 112: (Studi di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah) Rida Amelia Citradewi; Rotzami Rotzami
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v6i1.4458

Abstract

Paradigma SPBE di Indonesia mendorong transformasi pemerintahan menuju e-government dan mempercepat terwujudnya konsep Smart City. Upaya pemerintah untuk mewujudkannya yaitu melalui Layanan Call Center 112 sebagai sistem keamanan yang terintegrasi. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya di beberapa daerah masih ditemukan kendala salah satunya mengenai kecepatan dalam merespons aduan darurat. Sementara itu, Layanan Call Center 112 Kota Semarang menerima penghargaan di tahun 2020 sebagai pelaksana program layanan Call Center 112 terinovatif, hal tersebut menarik untuk diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan kualitas pelayanan aduan darurat dengan mengeksplorasi pelayanan Call Center 112 Kota Semarang. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam terhadap fenomena penelitian serta menemukan sebab atau aspek yang berkaitan dengan fenomena yang terjadi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan teori Zeithaml yang mencakup lima dimensi, yaitu: tangibel, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jumlah panggilan masuk yang terdisposisi melalui layanan ini selama 2022 – 2023 mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan pada dimensi tangibles terdapat sarana dan prasarana yang memadai, namun masih kurang dalam hal kedisiplinan dan kemudahan akses, pada dimensi reliability terdapat pelatihan yang rutin dilaksanakan oleh pengelola layanan serta standar pelayanan yang jelas, pada dimensi responsiveness terdapat komitmen dari pengelola layanan untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, cermat, dan tepat waktu, serta sangat terbuka terhadap komplain dari masyarakat, pada dimensi assurance terdapat beberapa regulasi serta adanya kerja sama dengan beberapa komunitas relawan sebagai jaminan keberhasilan pelayanan, pada dimensi empathy menunjukkan sikap pengelola layanan yang profesional dalam menanggapi aduan darurat. Kata kunci: Call Center 112; Kota Pintar; Kualitas Pelayanan; Pelayanan Aduan Darurat.