cover
Contact Name
Megandaru W. Kawuryan
Contact Email
megandaru@yahoo.com
Phone
+6281368672842
Journal Mail Official
jtkp@ipdn.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno Km.20, Jatinangor, Jawa Barat, Sumedang, Jawa Barat 45363
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
ISSN : 27221717     EISSN : 30324785     DOI : https://doi.org/10.33701/jtkp
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan merupakan upaya Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan Fakultas Manajemen Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri dalam meningkatkan publikasi karya ilmiah dalam bidang Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan telah terdaftar dengan nomor ISSN 2722-1717 (media cetak) Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan memuat artikel dan karya ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun non penelitian. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan secara khusus menitikberatkan pada permasalahan pokok dalam pengembangan Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal ini berfokus pada kajian teoritis dan praktis diantaranya: Sosial dan Politik Administrasi Publik Kebijakan Publik Teknologi Komunikasi
Articles 144 Documents
Analisis Sosial dan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Kualitas Udara Perkotaan: Studi Kasus di Kota Jakarta dan Surabaya Nidaan Khofiya; Siti Azzahra Sumayya
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v6i2.4714

Abstract

Kualitas udara perkotaan merupakan isu krusial yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di kota-kota besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi informasi dan faktor sosial dalam pengelolaan kualitas udara di Jakarta dan Surabaya sebagai dua kota besar di Indonesia. Studi ini menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi dampak teknologi informasi terhadap pemantauan dan pengelolaan kualitas udara, serta bagaimana persepsi dan perilaku masyarakat mempengaruhi efektivitas kebijakan lingkungan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap penduduk, analisis data kualitas udara dari stasiun pemantauan, dan wawancara dengan pejabat pengelola lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi, seperti aplikasi pemantauan udara dan sistem peringatan dini, telah meningkatkan kesadaran masyarakat dan respon terhadap kualitas udara yang buruk. Namun, ada perbedaan signifikan antara Jakarta dan Surabaya dalam hal integrasi teknologi dan partisipasi masyarakat, yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan infrastruktur yang berbeda di masing-masing kota. Studi ini menyimpulkan bahwa sementara teknologi informasi dapat memfasilitasi pengelolaan kualitas udara dengan cara yang lebih efisien, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan kebijakan yang sesuai. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup peningkatan investasi dalam teknologi pemantauan, serta penguatan kampanye kesadaran lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal di Jakarta dan Surabaya. Kata kunci: Kualitas Udara, Teknologi Informasi, Sosiologi Masyarakat, Jakarta, Surabaya, Pengelolaan Lingkungan.
Penilaian Tata Kelola Teknologi Informasi Berbasis Kinerja Organisasi Menggunakan Cobit 2019 dan Balanced Scorecard (Studi pada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Kolaka Timur) Reski Wahyudi; Murdiyana Murdiyana; Ikhbaluddin Ikhbaluddin
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v6i2.4756

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya beberapa fenomena penerapan Teknologi Informasi (TI) dalam pelayanan publik di Kabupaten Kolaka Timur, yang selanjutnya dirumuskan menjadi isu-isu strategis dalam Renstra sebagai upaya memberi solusi terhadap permasalahan tata kelola TI yang belum terintegrasi, kurangnya singkronisasi dan koordinasi perangkat daerah dalam membangun jaringan terintegrasi, kualitas SDM bidang TIK yang masih rendah, serta sarana prasarana TI yang belum memadai. Penelitian ini tertuju agar pengevaluasian peran tata kelola TI dalam meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan, dengan fokus pada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Kolaka Timur. Menggunakan pendekatan mixed method dengan desain eksploratori sekuensial, penelitian ini menggabungkan analisis kualitatif dengan validasi kuantitatif, pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Analisis dengan Balanced Scorecard mengungkapkan bahwa target kinerja yang berorientasi pada pelanggan tidak terpenuhi. Mengacu pada tujuan layanan pelanggan COBIT 2019, studi ini memetakan tata kelola TI di empat domain. Hasil penelitian menunjukkan domain APO02 (strategi terkelola) mencapai level 3, sedangkan APO03, BAI05, dan DSS06 mencapai level 2. rekomendasi berdasarkan kerangka kerja COBIT 2019 diberikan. Rekomendasinya adalah peningkatan tata kelola dan manajemen teknologi informasi, memastikan semua proses berfungsi penuh dan selaras dengan tujuan organisasi, dan mengikuti pedoman COBIT 2019 untuk meningkatkan praktik tata kelola TI supaya mendukung pencapaian tujuan strategis. Kata kunci: Kinerja Organisasi, Tata Kelola Teknologi Informasi, Balanced Scorecard, COBIT 2019.
Faktor Pendorong, Penghambat, dan Rekomendasi Strategis Aplikasi Salaman Berbasis Data dan Analisis Digital Ella Lesmanawaty' Wargadinata; Arief Syamsudin
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i1.4937

Abstract

Analisis sentimen menggunakan metode digital untuk menilai aplikasi Salaman dapat dijadikan umpan balik untuk perbaikan dan memperoleh solusi bagi pengambil kebijakan, ketika pendekatan manual-konvensional tidak mampu menggambarkan respon pengguna. Kajian bersifat eksploratif untuk mendapatkan faktor pendorong dan penghambat aplikasi salaman dengan menggunakan analisis sentimen berbasis lexicon-based dan menggunakan konsep yang berkaitan dengan digital governance untuk memperoleh rekomendasi strategis. Data diperoleh pada rentang waktu 22 Februari 2020-19 November 2024, dengan jumlah 717 ulasan di google playstore. Hasil analisis memperlihatkan mayoritas pengguna memberikan sentimen netral dengan persentase 76,4%, sentimen positif 16,7%, sentimen negatif 6,6% dan tidak terindetifikasi 0,3%. Dominasi sentimen netral perlu diwaspadai dan ditindaklanjuti agar tidak bergeser menjadi sentimen negatif. Hasil word cloud untuk faktor pendorong kesuksesan aplikasi salaman adalah pelayanan digital yang ‘mudah’, ‘membantu’, ‘good’ dan ‘cepat’. Faktor determinan hambatan aplikasi salaman bersifat teknis; error, otentikasi, validasi, registrasi, runtime dan server. Perlu intervensi penyempurnaan aplikasi salaman untuk meningkatkan kepercayaan, inklusivitas layanan, dan mencegah ketimpangan digital, memastikan bahwa aplikasi seperti Salaman berkontribusi secara signifikan terhadap implementasi kebijakan e-government di Kota Bandung. Kata Kunci: Sentimen Analisis, Metode digital, Kepuasan pengguna, Public value.
Studi Literatur Sistematis Potensi Kendaraan Otonom dalam Transformasi Transportasi oleh Pemerintah Daerah di Indonesia Muhammad Aria Rajasa Pohan
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i1.4958

Abstract

Dukungan pemerintah terhadap trem otonom menandai urgensi adopsi kendaraan otonom (autonomous vehicles; AVs) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi transformasi transportasi oleh AVs dan mengidentifikasi strategi implementasi untuk pemerintah daerah. Metode Systematic Literature Review (SLR) diterapkan pada literatur 2016–2024 dari Scopus, IEEE Xplore, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan AVs meningkatkan efisiensi transportasi, mengurangi kemacetan dan polusi, serta memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata. Tantangan utama adalah kebutuhan infrastruktur, kesenjangan regulasi, dan rendahnya penerimaan publik. Rekomendasi meliputi pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung adopsi teknologi ini melalui kebijakan bertahap, investasi infrastruktur, dan program edukasi publik. Artikel ini diharapkan menjadi panduan praktis untuk pengembangan transportasi inovatif dan berkelanjutan di tingkat daerah.   Kata Kunci: Kendaraan Otonom, Transformasi Transportasi, Pemerintah daerah, Studi literatur sistematis, Infrastruktur dan Regulasi.
Good Governance di Era Digital: Pemerintah Kabupaten Sumedang Sebagai Model Transformasi Pelayanan Publik Rozalia Wardana; Kurnia Asyahari Meilya Putri; Khairatul Fatati
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i1.5094

Abstract

Digitalisasi tata kelola pemerintahan menjadi strategi penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat lokal. Kabupaten Sumedang dipilih sebagai studi kasus karena dianggap pionir dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui inovasi seperti I-OPIS Desa, layanan WhatsApp, dan program Sumedang Connected. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi digitalisasi pelayanan publik di Sumedang serta tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh dari dokumen kebijakan, laporan SPBE, serta observasi non-partisipan terhadap penggunaan layanan digital, kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memperkuat efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat, tetapi masih menghadapi kendala berupa ego sektoral, kesenjangan digital, literasi teknologi, dan isu keamanan data. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan digital Governance tidak hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan juga regulasi, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan literatur mengenai tata kelola digital di tingkat daerah serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan pelayanan publik berbasis teknologi di Indonesia. Kata Kunci: Tata kelola pemerintahan yang baik, digital governance, e-government, Sumedang.
Analisis Kualitas Isi Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat Sri Gati Ardiansyi; Agung Nurrahman
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i1.5583

Abstract

Keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 menuntut badan publik menyediakan akses informasi secara transparan. Website PPID Kabupaten Sambas berperan sebagai media utama pelayanan informasi publik digital, namun masih menghadapi kendala pada penurunan pemohon informasi dan rendahnya performa website. Kondisi tersebut mendorong perlunya analisis kualitas website untuk meningkatkan efektivitas pelayanan informasi publik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kualitas isi website Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode mix method. Alasan penelitian ini menggunakan mix method dengan desain explanatory sequential. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Website tersebut dinilai memiliki kualitas isi yang baik berdasarkan 13 indikator intrinsik. Kualitas isi website dinilai berdasarkan enam indikator operasional, yaitu ketersediaan, aksesibilitas, keterverifikasian, kerahasiaan, portabilitas, dan pemulihan. Kualitas isi dari website dinilai dari berbagai indikator kontekstual, yang mencakup keabsahan, nilai tambah, relevansi, spesialisasi, kegunaan, efisiensi, efektivitas, ketertelusuran, kepatuhan, dan presisi informasi. Kesimpulannya, Website menunjukkan kualitas isi yang baik dengan informasi yang akurat, kredibel, dan sesuai kebutuhan masyarakat, serta sistem yang efisien dan mudah diakses. Untuk peningkatan lebih lanjut, disarankan agar Pemerintah Kabupaten Sambas mengembangkan kompetensi petugas, melakukan sosialisasi rutin, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Kata Kunci: Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, Kualitas Isi, Kualitas Website.
Analisis Kualitas Website Kecamatan Rancasari Kota Bandung Dengan Gtmetrix Muhammad Jibran Ath Thaariq; Annisa Rahmadanita
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i1.5584

Abstract

Kualitas website merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh instansi pemerintahan, website yang berkualitas dapat memberikan informasi dan pelayanan publik secara lebih efektif dan efisien. Kecamatan Rancasari Kota Bandung memiliki website, namun pada penerapannya, masih terdapat kendala error dan loading, yaitu website tidak merespon saat user melakukan klik pada menu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas website Kecamatan Rancasari. Metode pengukuran kualitas website menggunakan GTMetrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa website Kecamatan Rancasari termasuk pada kategori sangat buruk dengan nilai rata-rata dari performances score sebesar 32% dan structure score sebesar 63%. Kesimpulannya, website Kecamatan Rancasari telah memberikan informasi pelayanan bagi publik namun masih membutuhkan peningkatan dari berbagai aspek, diantaranya memperbaiki performa website melalui perbaikan desain halaman website, memastikan kecepatan internet website agar selalu stabil, dan memiliki sumber daya manusia yang memadai baik secara kuantitas maupun kualitas (tenaga ahli khusus teknologi informasi) yang dapat fokus dan konsisten untuk menilai dan mengevaluasi performa website Kecamatan Rancasari, serta melakukan survey kepuasan masyarakat pengguna website terkait kebermanfaatan website Rancasari tersebut. Kata Kunci: Website, GTMetrix, Performances Score, Structure Score.
Analyzing The Successful Implementation of General Procurement Information System (Sirup) Using The Delone and Mclean Model in Muna Regency, Southeast Sulawesi Nurnila Nurnila; Etin Indrayani; Ruth Roselin Ernawaty Nainggolan; Sity Daud
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i2.5745

Abstract

The Muna District Government has also applied SIRUP to ease the announcement of procurement of goods and services. But the general success of this information system in the work units of Muna Regency has not been much studied. So that in this study, it will be tested the success of the information system on the General Procurement Plan in Muna Regency based on Delone and McLean Model of the information system. The purpose of this study is to evaluate how well the information system worked in the work units of the regency's government. The evaluation applies the Delone and McLean model with six dimensions: system quality, service quality, information quality, user satisfaction, user usage, and net benefit. This research uses quantitative approach with descriptive and statistical analysis methods. There is only one finding that system quality significantly influences usage. Meanwhile, system quality, information, and service significantly affect user satisfaction. Therefore, the conclusion is that the government needs to increase innovation and improve the management of service and system quality to enhance user engagement and raise awareness of the SIRUP Application, thereby increasing user satisfaction with it.   Keywords: Delone and McLean, SIRUP Application, Success Analysis, Procurement Announcement, Information System.  
Kesenjangan Generasi dan Geografis dalam Literasi Digital: Implikasinya terhadap Kebijakan E-Government di Kabupaten Sorong Eduardus Julio Bastian Matutina; Mohammad Rezza Fahlevvi
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i2.5771

Abstract

Penelitian ini menganalisis paradoks literasi digital di Kabupaten Sorong, di mana skor indeks literasi yang relatif baik tidak sejalan dengan adopsi e-government yang rendah. Menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan strategi Concurrent Embedded Design, penelitian ini menggabungkan survei terhadap 50 responden dan wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian mengungkap kesenjangan generasi yang asimetris: Generasi muda memiliki kecakapan tinggi (Skor 78) namun mengalami Frustrated Agency akibat blokade infrastruktur, sedangkan generasi dewasa menghadapi Double Jeopardy (keterbatasan skill dan akses) dengan kerentanan keamanan yang tinggi (Skor 60). Temuan baru menunjukkan bahwa resistensi digital bukan sekadar masalah teknis, melainkan akibat Institutional Trust Deficit dan benturan budaya komunikasi lokal (High-Touch Culture) yang memandang teknologi sebagai entitas yang mengasingkan. Penelitian ini merekomendasikan strategi intervensi asimetris: penyediaan infrastruktur sebagai hak dasar, fasilitasi kanal ekspresi bagi pemuda, serta pendekatan layanan hibrida dan proteksi keamanan bagi generasi dewasa.   Kata Kunci: Kesenjangan Digital, E-Government, High-Touch Culture, Kepercayaan Institusional, Kabupaten Sorong.  
Analysis of User Acceptance of the EPDesKel Application within the Nagari Government of Agam Regency Using the EUCS Method La Ode Muhammad Rabil Saputra; Wa Ode Aulia Nurwansyah; Farid Ade Setiawan; Muhammad Rahimi Hasan; Wenty Zahrati; Ari Apriyansa
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i2.5806

Abstract

The application EPDESKEL is a strategic information system designed for harmonizing the appraisal process of the performance in the village development fields. This research proposes efforts related to the analysis of determinant factors for acceptance and user satisfaction in the application among the Nagari Operators in Agam Regency using the End User Computing Satisfaction (EUCS) model. More specifically, this research is interested in investigating how five factors, namely content, accuracy, format, ease of use, and timeliness, affect end-user satisfaction as a whole. The research is done using a quantitative method involving saturated sampling, in which 92 operational end-users are involved as respondents. Structural Equation Modeling (SEM) analysis is conducted for this study, using Partial Least Squares (PLS). The conclusion drawn from this study shows that Ease of Use, Format, but not Content, Accuracy, nor Timeliness, are positive factors affecting user satisfaction positively. Implications of this study include the understanding that, in practice, user interfaces that are easy to interact with, rather than data accuracy, are viewed as even more essential factors in effective digital governance practices.   Keywords: Digital Governance, EUCS, Public Sector Technology, User Acceptance, Information System.