cover
Contact Name
Megandaru W. Kawuryan
Contact Email
megandaru@yahoo.com
Phone
+6281368672842
Journal Mail Official
jtkp@ipdn.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno Km.20, Jatinangor, Jawa Barat, Sumedang, Jawa Barat 45363
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
ISSN : 27221717     EISSN : 30324785     DOI : https://doi.org/10.33701/jtkp
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan merupakan upaya Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan Fakultas Manajemen Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri dalam meningkatkan publikasi karya ilmiah dalam bidang Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan telah terdaftar dengan nomor ISSN 2722-1717 (media cetak) Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan memuat artikel dan karya ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun non penelitian. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan secara khusus menitikberatkan pada permasalahan pokok dalam pengembangan Teknologi dan Komunikasi Pemeirntahan. Jurnal ini berfokus pada kajian teoritis dan praktis diantaranya: Sosial dan Politik Administrasi Publik Kebijakan Publik Teknologi Komunikasi
Articles 151 Documents
Analisis Penerapan Smart Governance di Kabupaten Polewali Mandar Muh. Hidayat Basri; Agung Nurrahman
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i2.5810

Abstract

Adanya penurunan nilai indeks sistem pemerintahan berbasis elektronik dari tahun 2020 ke 2021, yang diperoleh Kabupaten Polewali Mandar, menunjukkan bahwa terdapat permasalahan mendasar dalam kapasitas tata kelola digital, dan kesiapan infrastruktur dalam penerapan smart governance di Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan smart governance di Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Smart governance, seperti masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Polewali Mandar, dan beberapa Perusahaan. Adapun antusias masyarakat masih tergolong rendah atau kurang karena akses ke platform government masih sedikit namun telah menunjukkan progres yang positif secara menyeluruh diantaranya dengan adanya beberapa kali pemerintah melaksanakan sosialisasi terkait digitalisasi dan pemanfaatan TIK dan Rapat Musrenbang yang melibatkan masyarakat dan stakeholder pemerintah. Pemerintah telah menyediakan layanan online melalui website atau aplikasi pemerintah yang dapat diakses semua kalangan; masih diperlukan infrastruktur tambahan seperti ruang atau bangunan command center, untuk memaksimalkan fungsi koordinasi, pemantauan, dan proses pengambilan keputusan strategis; pemerintah telah menyediakan website atau aplikasi, instagram dan youtube untuk memberikan berbagai informasi kepada masyarakat. Dan memiliki sarana prasarana fisik pendukung lainnya untuk menyebarkan informasi seperti kendaraan, videotron, dan baligho; hasil akuntabilitas tercermin pada sasaran strategis Polewali Mandar tahun 2023 dimana menunjukkan bahwa telah tercapai dengan baik; belum adanya kebijakan khusus dalam penerapan smart city di Kabupaten Polewali Mandar. Kesimpulannya, penerapan smart governance terselenggara dengan cukup baik, dan memiliki potensi peningkatan dalam penerapannya. Kata Kunci: Partisipasi Pengambilan Keputusan, Pelayanan Publik dan Sosial, Transparansi Pemerintah, Strategi dan Perspektif Politik.
Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Digital Governance Ghazi Al Ghifari; Allisa Akhidatul Idza
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i2.5889

Abstract

Publikasi Digital governance telah banyak dilakukan secara implementatif, tetapi masih minim penelitian yang menyajikan pemetaan sistematis, tren penelitian, dan hubungan antar-topik melalui pendekatan bibliometrik untuk memahami perkembangan ilmiah di bidang ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tren penelitian “digital governance”. Metode penelitian adalah analisis bibliometrik dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sumber database akademik adalah dari Scopus, dan jumlah artikel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 247 dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penelitian mengalami peningkatan jumlah publikasi selama periode tahun 2020 s.d. 2024, dengan publikasi terbanyak pada tahun 2024, yaitu sejumlah 117 artikel. Apabila dilihat dari visualisasi co-authorship, maka penulis terbanyak yang mempublikasikan digital governance berasal dari negara China, sedangkan penulis dari negara Indonesia masih minim memberikan kontribusi penelitian. Secara occurrence, terdapat pergeseran topik penelitian dari tata kelola digital ke arah isu-isu baru yang mengaitkan digital governance dengan pengelolaan sumber daya dan ekonomi publik. Kesimpulannya, tren penelitian “digital governance” memberikan peluang penelitian masa depan untuk mengeksplorasi hubungan antara tata kelola digital dan isu-isu multidisipliner yang mulai muncul, seperti pengelolaan sumber daya, keberlanjutan, serta dinamika ekonomi digital yang terus berkembang. Penelitian ini berkontribusi sebagai dasar konseptual dan empiris bagi pengembangan studi dan kebijakan tata kelola digital di masa depan. Kata Kunci: Digital governance, Analisis Bibliometrik, Digitalisasi Pelayanan Publik.
Smart city di Indonesia: Analisis Bibliometrik dan Analisis Konten Maniso Mustar; Annisa Rahmadanita
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i2.5900

Abstract

Penerapan smart city di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, diantaranya infrastruktur, sumber daya manusia, dan kesiapan masyarakat. Publikasi smart city di Indonesia secara implementatif cukup banyak dilakukan namun masih minim publikasi yang dapat memetakan tren penelitian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tren penelitian smart city di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik dan konten, serta menggunakan database Scopus dan memanfaatkan software VosViewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2018, publikasi smart city di Indonesia telah diminati oleh kalangan akademisi dan mendapatkan publikasi terbanyak pada tahun 2022. Penelusuran co-authorship berdasarkan unit analisis penulis menunjukkan bahwa terdapat 136 penulis dengan minimal 1 dokumen publikasi, yang terklasifikasi ke dalam 29 klaster.  Indonesia merupakan negara asal penulis yang paling banyak mempublikasikan smart city di Indonesia, yaitu sejumlah 37 artikel. Diikuti penulis dari negara Australia, Japan, dan Germany, dan beberapa negara lainnya. Visualisasi co-occurrence membentuk empat klaster. Keempat klaster yang terbentuk memperlihatkan spektrum kajian yang meliputi isu perkotaan, tata kelola, pembangunan berkelanjutan, hingga penerapan teknologi dan analisis jejaring sosial, sehingga mencerminkan keberagaman namun tetap terarah pada konteks transformasi kota cerdas d Indonesia. Topik baru yang dikaji, diantaranya adalah capital city, urban development, sustainable development, dan Nusantara capital city. Analisis konten menggambarkan adanya sepuluh tematik smart city di Indonesia, dan terdapat peluang penelitian masa depan yang berkaitan dengan desain model regulasi nasional yang harmonis, adaptif, dan berbasis data, evaluasi komparatif evektivitas kebijakan antar daerah, serta tata kelola kolaboratif dan multi-level governance dalam penerapan smart city di Indonesia. Kesimpulannya, tren penelitian smart city di Indonesia memberikan potensi penelitian selanjutnya yang meliputi penguatan kerangka regulatif, integrasi teknologi canggih, serta pengembangan tata kelola kolaboratif yang mampu menjawab kompleksitas transformasi perkotaan. Selain itu, munculnya fokus-fokus baru seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara dan agenda keberlanjutan menunjukkan bahwa riset smart city ke depan perlu lebih adaptif, interdisipliner, dan sensitif terhadap dinamika sosial-budaya serta kebutuhan daerah. Kata Kunci: Smart city, Smart city di Indonesia, Analisis Bibliometrik, Analisis Konten.
Perancangan Prototipe Sistem Informasi Akademik Pada Perguruan Tinggi Kedinasan XYZ Menggunakan Metode Design Thinking Muhammad Tosan Bingamawa; Titis Sari Putri; Ajisurya Ariyana; Aria Zufar Shada; Riyanto Riyanto; Nuriawan Dwi Utama; Muhamad Fazri Muchlisin
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i2.5943

Abstract

Teknologi dan sistem informasi memiliki peran krusial pada manajemen proses bisnis. Salah satu bentuk respons dan implementasi teknologi informasi di perguruan tinggi adalah dengan melaksanakan penyelenggaraan proses akademik secara digital menggunakan sistem informasi, termasuk meningkatkan kualitas sistem informasi akademik. Saat ini banyak sist Perancangan Prototipe Sistem Informasi Akademik Pada Perguruan Tinggi Kedinasan XYZ Menggunakan Metode Design Thinkingem informasi yang menghadapi masalah antarmuka pengguna atau user interface (UI) yang tidak ramah pengguna, sehingga menimbulkan banyak kendala yang berujung pasa ketidakpuasan pengguna. Hal tersebut dapat menghambat efektivitas sistem dalam mendukung proses akademik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang desain (UI) dari Sistem Informasi Akademik (SIA) pada perguruan tinggi kedinasan XYZ. Permasalahan yang mendasari yaitu rendahnya penggunaan SIA oleh civitas akademika, dengan persentase pengguna aktif kurang dari 40%. Staf administrasi akademik juga mengeluhkan jika sistem tersebut sulit dipelajari, sehingga memerlukan waktu mengingat kembali tahapan pengaturan perencanaan dan akhir perkuliahan, meskipun sistem telah diimplementasikan selama dua tahun. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah design thinking yang memiliki pendekatan berfokus pada pengguna. Penelitian dilakukan dalam lima tahap, yaitu empati, definisi, ideasi, prototipe dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode design thinking terbukti dapat memandu peneliti dalam membangun desain UI yang dapat meningkatkan kepuasan pengguna. Desain baru yang dirancang pada sistem informasi akademik di perguruan tinggi kedinasan XYZ adalah menyederhanakan kebutuhan menu dan navigasi yang rumit, serta penyederhanaan penyajian konten informasi. Desain ulang UI tersebut berhasil meningkatkan kepuasan pengguna sebesar 18,09% dengan skor rata-rata kepuasan pengguna sebesar 4,09 dari skala 5. Kata Kunci: Sistem Informasi Akademik, SIA, Design Thinking, User Interface, UI.
Diseminasi Aplikasi Muara Enim Center (Mance) Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan Ari Apriansyah; Ikhlasul Amri Tamher; Muhammad S. Endro L; Hanida Widyastuti
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v8i1.4670

Abstract

Transformasi digital mendorong pemerintah daerah mengembangkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi, salah satunya melalui aplikasi Muara Enim Center (MANCE) yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muara Enim sebagai pusat informasi dan layanan publik digital. Namun, pemanfaatan MANCE belum optimal sehingga diperlukan analisis terhadap proses diseminasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis diseminasi aplikasi MANCE dalam meningkatkan layanan informasi masyarakat menggunakan teori Difusi Inovasi Rogers yang mencakup inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MANCE merupakan inovasi layanan informasi publik yang mengintegrasikan berbagai informasi dan layanan pemerintah daerah. Diseminasi dilakukan melalui media sosial, media massa, spanduk, standing PC, dan kegiatan publik, tetapi belum berjalan optimal karena komunikasi belum konsisten dan berkelanjutan, pembaruan informasi masih terbatas, serta sebagian masyarakat belum mengetahui dan menggunakan aplikasi secara aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi digital pemerintah tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi, tetapi juga pada efektivitas komunikasi, kualitas konten, dan keterlibatan aktor dalam sistem sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi diseminasi berkelanjutan, integrasi kanal komunikasi, pembaruan konten, dan evaluasi adopsi masyarakat.  
Perancangan Sistem Absensi Digital Berbasis Laravel untuk Efisiensi Administrasi dan Akuntabilitas Pemerintahan Nagari Tanjung Better Swengky; Rozali Ilham; Naufal Wafi; Aldian Kurniawan
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v8i1.5934

Abstract

Pencatatan kehadiran perangkat dan staf Pemerintahan Nagari Tanjung, Kabupaten Tanah Datar, masih mengandalkan daftar hadir cetak yang jam datang dan jam pulangnya dituliskan sendiri oleh pegawai, sehingga kehadiran tidak terverifikasi, rekapitulasi bulanan memakan waktu, dan data tidak tersedia ketika dibutuhkan. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem absensi digital berbasis Laravel yang memverifikasi kehadiran melalui pemindaian barcode yang dipasang di kantor nagari disertai validasi radius lokasi. Pendekatan yang digunakan adalah Rapid Application Development dengan tiga tahap, yaitu perencanaan kebutuhan, perencanaan perancangan, dan penerapan, yang melibatkan Wali Nagari, Sekretaris Nagari, serta perangkat dan staf nagari pada setiap iterasi; data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi proses absensi manual, dan telaah dokumen daftar hadir serta rekapitulasi kehadiran. Tahap perencanaan kebutuhan menghasilkan dokumen yang memuat sepuluh kebutuhan fungsional dan empat kebutuhan nonfungsional yang disepakati pengguna. Rancangan dituangkan dalam use case diagram, activity diagram, dan sequence diagram, kemudian disempurnakan melalui dua iterasi validasi prototipe yang menghasilkan lima perubahan rancangan, di antaranya penambahan modul izin dan sakit beserta unggahan bukti pendukung, penapis rekapitulasi harian, mingguan, dan bulanan, serta pesan penjelas penyebab penolakan absensi. Sistem yang dihasilkan mewujudkan seluruh kebutuhan tersebut, mencakup autentikasi berbasis peran, absensi masuk melalui barcode dengan validasi radius, absensi pulang dengan waktu yang ditetapkan server, pengajuan izin dan sakit, rekapitulasi otomatis yang dapat ditapis dan diunduh, serta dasbor ringkasan kehadiran harian. Karena waktu absensi bersumber dari server dan pemindaian hanya dapat dilakukan di dalam radius kantor, praktik pengisian mundur dan titip absensi tertutup sehingga rekam kehadiran menjadi dapat diverifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi verifikasi barcode dan radius merupakan alternatif yang terjangkau bagi biometrik pada pemerintahan berskala kecil, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan kehadiran sebagai bagian dari penerapan good governance di tingkat nagari.  
Transformasi Digital SPBE dan NPM dalam Reformasi Pelayanan Publik Indonesia: : Systematic Literature Review dan Analisis Bibliometrik Raisa Faizilla; Wenty Zahrati
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v8i1.6158

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan evolusi literatur dan mengidentifikasi celah penelitian tentang transformasi digital pelayanan publik di Indonesia yang mengintegrasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan New Public Management (NPM). Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA terhadap 30 artikel ilmiah (2016-2026) yang dianalisis secara tematik dan bibliometrik dengan VOSviewer, penelitian ini mengungkap lima kluster tematik dominan: transformasi SPBE, inovasi layanan digital, aplikasi NPM, kualitas pelayanan, serta transparansi-akuntabilitas. Temuan menunjukkan peningkatan efisiensi layanan di beberapa yurisdiksi (misalnya realisasi anggaran Kota Gorontalo naik dari 86,7% menjadi 92,4% dan indeks kepuasan layanan naik dari 78,3 menjadi 86,1 poin), namun mengidentifikasi kesenjangan metodologis berupa minimnya studi komparatif lintas-daerah, evaluasi longitudinal, serta kajian keamanan data dan inklusivitas digital. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan riset mixed-method dan kerangka kebijakan tata kelola elektronik yang berkelanjutan.  
Strategi Dinas Komunikasi dan Informatika dalam Mengurangi Kesenjangan Digital di Kabupaten Gunungkidul Muhammad Kharis Abdilah; Ikhbaluddin Ikhbaluddin
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v8i1.6355

Abstract

Kabupaten Gunungkidul menghadapi persoalan kesenjangan digital yang ditandai oleh ketidakseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Meskipun Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah menjalankan berbagai program, indeks literasi digital masyarakat masih stagnan di angka 56,8 dan 29 desa masih berstatus blank spot. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi yang telah dilakukan Diskominfo Kabupaten Gunungkidul dalam mengurangi kesenjangan digital serta merumuskan strategi yang tepat ke depannya. Pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme digunakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik berbantuan NVivo 15, dikombinasikan dengan analisis SWOT dan Tes Litmus berdasarkan kerangka teori kesenjangan digital Van Dijk dan perencanaan strategis Bryson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo telah menjalankan strategi pada empat dimensi Van Dijk, yaitu motivational, material, skills, dan usage access, namun implementasinya belum merata akibat keterbatasan jaringan, SDM, dan keterampilan digital masyarakat. Berdasarkan analisis SWOT dan Tes Litmus, strategi prioritas yang tepat adalah: pengembangan sistem informasi publik yang aman dan adaptif, layanan digital inklusif dan hibrida, penguatan kapasitas kelembagaan melalui kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi pemerataan infrastruktur berbasis wilayah prioritas, didukung oleh penguatan literasi digital masyarakat secara berkelanjutan.  
Integrasi Big Data Dan Iot Dalam Sistem Peringatan Dini Bencana di Indonesia: : Systematic Literature Review Vivi Dwi Ardiyanti; Diva Paradiba; Javanca Sem Brian Sinaga; Mohammad Rezza Fahlevvi; Putri Berlian Aulia Rizkiyana
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v8i1.6362

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana alam di dunia, yang secara rutin menghadapi ancaman banjir, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Integrasi teknologi Big Data dan Internet of Things (IoT) membuka peluang signifikan untuk meningkatkan kapasitas sistem peringatan dini bencana yang dikelola pemerintah. Kajian sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur ilmiah yang membahas penerapan Big Data dan IoT dalam sistem peringatan dini bencana alam di Indonesia. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, sebanyak 21 artikel ilmiah yang diterbitkan antara 2021–2023 dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Big Data dan IoT terbukti mampu meningkatkan akurasi deteksi dini, mempercepat diseminasi peringatan kepada masyarakat, dan memperkuat kapasitas respons pemerintah terhadap bencana. Di antara artikel yang berfokus pada satu jenis bencana spesifik, banjir paling banyak dikaji (6 artikel), diikuti gempa bumi (4 artikel), sementara tsunami, kebakaran hutan/lahan, dan tanah longsor masing-masing baru diwakili satu artikel; sekitar sepertiga artikel (8 dari 21) berupa kerangka kerja atau tinjauan bersifat umum/multi-bencana. Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur jaringan di daerah terpencil, interoperabilitas sistem antar lembaga, pembiayaan, dan kesiapan SDM. Kajian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara BMKG, BNPB, dan BPBD daerah melalui platform data terpadu berbasis IoT dan Big Data sebagai prioritas kebijakan nasional pengurangan risiko bencana.  
Integrasi Big Data dan IoT untuk Mendukung Smart Government: : Sebuah Systematic Literature Review Inayah Zahira Putri; Rizal Putra Mahendra; Yoga Brema Tarigan; Ari Apriyansa; Muhammad Ilham Syafi’i
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v8i1.6367

Abstract

Transformasi digital mendorong pemerintah memanfaatkan teknologi berbasis data untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan publik. Big Data dan IoT merupakan dua teknologi yang saling melengkapi dalam mendukung Smart Government, terutama melalui pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan data. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Big Data dan IoT dalam mendukung Smart Government, mencakup pemanfaatan, tantangan, faktor keberhasilan, serta relevansinya terhadap pemerintahan digital Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020 terhadap artikel jurnal peer-reviewed terindeks minimal SINTA 4 atau Scopus pada periode 2019-2025. Dari 312 rekam artikel yang diperoleh pada tahap identifikasi, proses seleksi menghasilkan 20 artikel yang memenuhi seluruh kriteria inklusi sebagai korpus analisis akhir. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi Big Data dan IoT didukung oleh fungsi yang saling melengkapi, yaitu IoT menghasilkan data real-time, sedangkan Big Data mengolah dan menganalisis data tersebut menjadi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Tema manfaat yang paling dominan adalah peningkatan efisiensi operasional layanan publik (80%) dan pengambilan keputusan berbasis data (75%), sedangkan tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital (70%), interoperabilitas antar-sistem/instansi (65%), serta keamanan data dan privasi (60%). Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh komitmen kepemimpinan dan kesiapan organisasi, dukungan regulasi dan tata kelola data, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta kapasitas digital aparatur. Kajian ini menunjukkan bahwa integrasi Big Data dan IoT berpotensi memperkuat Smart Government, tetapi implementasinya memerlukan kesiapan teknologi dan kelembagaan yang memadai.